Patung Dewi Kwan Im Siantar

Pematangsiantar, sebuah daerah multibudaya yang terserah di Indonesia, memiliki banyak destinasi religi dan ki kenangan tempo lewat. Antara lain adalah Vihara Avaloskitesvara dan Reca Dewi Kwan Im nan ekstra megah. Destinasi tersebut congah di pertemuan Jalan Jane dan Jalan Gn. Pusuk Buhit, berjarak 200 meter dari jantung kota Siantar Selatan.

Dibandingkan dengan vihara yang terwalak di Siantar. Tempat berdoa umat Buddha sekaligus objek
wisata religi
ini punya keunikan sendiri, yakni Arca Dewi Kwan Im alias pun familiar dengan cap Haur Guan Yin, individu yang selalu dipuja oleh kesukuan Tionghoa karena welas asihnya.

Patung Dewi Kwan Im yaitu situs religi milik umat Budha Siantar yang menjadikan komplek peribadatan Vihara Avalokitesvara sangat indah dan cermin. Tak mengherankan jika spot wisata ini tidak pernah sepi dari perhatian wisatawan.

patung dewi kwan im siantar vihara avalokitesvara
patung dewi kwan im siantar di vihara avalokitesvara – via sunandar paduka tuan sipayung/googlemap

Sejak dibuka mula-mula kalinya kerjakan umum, terbandingkan ribuan individu sudah berkunjung ke Vihara Avaloskitesvara demi mematamatai wujud kegagahan Arca Dewi Kwan Im Siantar yang merupakan ikon terdepan mulai sejak komplek ini.Travelingmedan
telah mengumpulkan 8 fakta mengenai keduanya

Apa Sahaja Fakta yang Ada di Vihara Avaloskitesvara Siantar?

1. Jam Buka dan Tiket Masuk

Soal jam operasional, komplek tempat wisata
Vihara Avalokitesvara Siantar
dibuka setiap hari senin hingga minggu. Mulai pukul 10:00 WIB dan tutup pukul 17:30 WIB. Namun, jam urai tersebut tidak berlaku jika vihara semenjana digunakan makanya umat bikin beribadah atau tengah merayakan hari besar, Imlek dan Waisak misalnya.

Kelihatannya hanya boleh masuk? Tanpa melihat parasan belakang, pengelola mengizinkan setiap pengunjung untuk bepergian-jalan dan menikmati pesona komplek vihara yang dibuka secara gratis maupun nggak pakai tiket masuk. Tetapi kita teristiadat banget jaga sikap selama mampu di sini ya.

2. Reca Dewi Kwan Im

Fakta menggelandang pertama dari arca Peri Kwan Im yakni tingginya nan dua puluh dua meter (22,8 m) menjadikan reca ini disnyalir sebagai
Avalokiteśvara Statue
terala di wilayah Asia Tenggara. Dengan posisi kabur, kamu perlu mengadah ke langit buat melihat episode paling atas.

Dewi Kwan Im yang diwujudkan dalam patung daun muda tersebut diberi warna kudrati dan debu-abu. Letaknya dibuat menghadap graha. Jika dari luar, patung yang tergarap bertambah dari 2 periode ini tampil dulu habis-habisan dan mengurung.

Jika sudah berada di ki masuk, pengunjung perlu menaiki beberapa tangga sebab ada di ubin dua. Patung Dewi Kwan Im Siantar merupakan rupang bernilai fantastis karena seluruh material bangunan yang digunakan berasal berpangkal negara belat buluh, Tiongkok.

patung dewi kwanim siantar vihara avalokitesvara
arca haur kwan im siantar dengan tinggi 22,8 m – travelingmedan.com

3. Memori Destinasi

Radiks-usul dibangunnya Vihara Avalokitesvara Siantar berkaitan dengan sejarahnya yang bermula dari perian 2005. Misal daerah toleran yang diakui oleh Indonesia dan didukung pula bersumber sisi heterogen awam sekitar, tidaklah plus sukar mengantongi izin pendirian konstruksi apabila dibandingkan dengan negara lainnya di seputaran Asia Tenggara.

Tambah lagi jika disusur melalui sejarah vihara-vihara di Siantar, di mana Avalokitesvara seorang yaitu komplek vihara terbesar sehingga areanya nan terbilang luas lewat memungkinkankan kerjakan membangun Patung Haur Kwan dengan lebar dengan bogok 8,4 meter dan dihiasi cukilan anakan teratai tersebut.

Dalam perjalanannya, pengerjaan Bodhisatva Avalokitesvara berlantas sepanjang tiga tahun berderet-deret. Diawali dari penempatan bujukan purwa pada tahun 2002 sampai tuntas tahun 2005. Ya, karuan butuh waktu lama mengerjakan bangunan sedetail ini, apalagi patungnya nan seberat 1.500 ton itu.

patung dewi kwan im siantar vihara avalokitesvara
image via eliza – travelingmedan.com

4. Terdiri dari 4 Provinsi

Laiknya vihara pada umumnya, pun Bodhisatva Avalokitesvara mempunyai cakupan area nan fungsinya berbeda-selisih. Namun secara garis besar, vihara di Siantar ini terdiri dari 4 komplek utama yakni Dhammasala, Kuthi, Uposathagara dan Bhavana Sabha.

Karena sebagian distrik berperilaku tertutup, maka tidak semua area boleh dijelajahi pengunjung. Hanya area tertentu saja nan bisa dimasuki, menutupi ruang terbuka, taman mungil, arca utama dan arca shio yang dibuat berjejer di area panjang.

Baca Juga:

7 Air Ambau di Siantar dan Simalungun

5. Sabet Persaksian dari MURI

Lakukan wisatawan, Patung Bidadari Kwan Im Siantar menjadi alasan terdahulu mengapa mereka sebatas rela datang dari jauh, bahkan lain invalid juga nan histeris semenjak luar ii kabupaten demi bisa menengok sewaktu wujud rupang terbesar di Asia Tenggara yang penghargaannya diberikan oleh rekor MURI Indonesia.

Selayaknya cak semau banyak vihara di Siantar, ujar sahaja Maha Vihara Vidya Maitreya, Vihara Samiddha Bhagya, Whira aHock Tek Shu dan Kelenteng Sukong yang seimbang-sama luhur. Tetapi Vihara Avalokitesvara punya pesona istimewa berkat gelar kebesarhatian yang diperoleh dari Museum Rekor Indonesia.

patung dewi kwan im siantar vihara avalokitesvara
image via dora simatupang/fb

6. Spot Menarik Lainnya

Vihara terluas di Siantar ini berdiri di atas lahan kurang lebih 1 hektar. Bukan sekadar patung Dewi Welas Asih namun, pun di sekeliling lantai dua, meleleh sejumlah situs religi. Diantaranya adalah catur batara syiwa yang dipertuan, roda dua dan terakhir lonceng berukuran raksasa.

Konsep vihara-nya nan berwarna kelabu memang suntuk berlainan dibandingkan
vihara
populer lainnya di Sumatera Paksina. Kesan klasik kuno nan terpancar dari ukiran bangunan dan seisinya menyajikan keunikan sendiri. Kita seolah madya berlibur di negara Tiongkok.

Kalian bisa mengelilingi kawasan tamasya di Siantar ini cukup dengan melanglang kaki saja. Nah, biasanya para pengunjung tidak kawin melewatkan momen cak bagi berfoto. Kebanyakan wisatawan memilih bidang dengan gambar Patung Dewi Kwan Im Siantar karena keindahannya yang memang memukau.

Source: https://www.travelingmedan.com/2020/06/patung-dewi-kwan-im-siantar-vihara-avalokitesvara.html

Posted by: caribes.net