Penerapan Teori Belajar Behavioristik Dalam Pembelajaran

Penerapan Teori Behaviorisme intern Pembelajaran

Penerapan Teori Behaviorisme dalam Pendedahan

Penerapan Teori Behaviorisme

Para tukang behaviorisme berpendapat bahwa proses belajar berlantas dalam panca tahap, yaitu sebagai berikut ini:

  • Trial and error
    (coba-coba)
  • Mencatat
  • Mengimak
  • Mengasosiasikan
  • Menganalogikan

Berbunga kelima anju tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa proses belajar pada dasarnya merupakan proses pembentukan perilaku nan menjadi kebiasaan. N domestik teori belajar behaviorisme, semua perilaku anak adam yang menjadi manifestasi stimulus dan respon yang dilakukan per-sisten akan menjadi suatu kebiasaan. Berdasarkan teori penataran behaviorisme yang dilakukan ialah dengan memperkerap prolog keterampilan mendengar dan berbicara tinimbang keterampilan yang lainnya, belas kasih tutorial-latihan secara aktif dan terus menerus, serta penciptaan mileu yang membantu, dan penggunaan media pembelajaran nan memungkinkan siswa untuk mendengar dan berinteraksi dengan guru, pembiasaan motivasi akan menjadi sebuah perilaku adat.

Ada bilang kegiatan penelaahan yang dapat dikembangkan berdasarkan teori ini, diantaranya ialah:

  • Pengenalan ketrampilan mendengar dan bersuara ibarat awal n domestik penataran sebelum ketrampilan mengaji dan menulis.
  • Latihan secara aktif dan terus menerus agar pembelajar n kepunyaan ketrampilan berbahasa dan berbentuk kebiasaan menggunakan bahasa.
  • Penciptaan lingkungan yang membantu semoga kontributif proses pembiasaan secara efektif.
  • Pemakaian wahana pembelajaran yang memungkinkan pembelajar mendengar dan berinteraksi dengan perawi lugu.
  • Memotivasi guru untuk tampil secara baik dan etis, sehingga boleh menjadi teladan yang baik untuk para siswanya.

Riuk suatu faktor yang dahulu berwibawa dan menentukan keberhasilan kerumahtanggaan proses pengajian pengkajian adalah mileu (environment). Pamrih penciptaan mileu yang baik antara lain ialah:

  • Untuk membiasakan kerumahtanggaan komunikasi, melalui praktek konversasi (conversation) and diskusi (discussion), orasi dan berekspresi melalui goresan (talkactive and expression through writing).
  • Memberikan penguatan (reinforcement) intern memperoleh objek yang sudah dipelajari di kelas bawah.
  • Menumbuhkan daya kreasi dan aktivitas yang terpadu antara teori dan praktik privat suasana informal yang santai dan menyenangkan.

Implikasi Teori Behaviorisme N domestik Pengajian pengkajian

1.
Reinforcement and punishment

Teori behaviorisme menekankan sreg pentingnya kasih stabilitas berupa hadiah (reinforcement) dan hukuman (punishment). Menurut para ahli behaviorisme, pemberian hidayah berpunya membagi memotivasi dan mendorong para siswa cak bagi terus belajar dan berusaha memahami pelajaran. Sementara hukuman boleh dimanfaatkan ketika para siswa tidak mengamalkan kegiatan pembelajaran sama dengan mestinya. Dengan adanya hukuman, diharapkan para murid tidak akan mengulangi kesalahan mereka dalam proses pembelajaran dan sekali lagi dengan hal ini akan menjatah tahu mereka bahwa apa yang para siswa lakukan merupakan hal yang salah, sehingga dapat membuat para siswa pergi kesalahan yang sama ke depannya.

2.
Imitation, practice, dan feedback

Para ahli behaviorisme percaya bahwa para siswa, seperti anak-anak, akan mampu mengandalkan proses imitasi (peniruan). Mereka juga yakin bahwa n domestik proses meniru, para murid harus terus mengerjakan pengulangan (practice). Misal konseptual, momen seorang siswa ingin belajar akan halnya kalimat “how are you?”, mereka perlu terus mengulang mengatakan kalimat ini. Inilah asal semenjak istilah `Practice makes perfect!`.

Terdepan bahwa pengulangan ini dilakukan dengan pendirian meniru bagaimana orang dewasa saat melakukannya, termasuk dengan mengikuti cara pengucapannya (pronunciation). Moga para siswa sukses privat keadaan sintetis (peniruan), seorang temperatur diharapkan mampu mengasihkan model misal ideal yang ter-hormat. Perumpamaan, ketika siswa mengatakan kalimat pelecok, sebagaimana `I go to store yesterday`, maka koteng guru diharapkan secara sambil dan loyal memberikan pembenaran (constant feedback) kepada para siswa, karena ditakutkan para siswa akan terus mengulang kesalahan nan sama.

Pustaka

  1. VanPatten, B., & Williams, J. (Eds.). (2014).
    Theories in second language acquisition: An introduction.
    Routledge.
  2. Light, G. and Cox, R. 2001.
    Learning and TeacTeori Membiasakan Behavioristik
  3. Bell Gredler, E. Margaret. 1991.
    Belajar dan Membelajarkan.
    Jakarta: CV. Rajawali
  4. Slavin, R.E. 2000.
    Educational Psychology: Theory and Practice. Sixth Edition.
    Boston: Allyn and Bacon

Source: https://www.materikonseling.com/2021/11/penerapan-teori-behaviorisme-dalam.html