Pengertian Shalat Sunnah Idul Fitri

Warga melaksanakan salat Idul Adha 1442 berjemaah di tengah pemberlakuan PPKM darurat  di Masjid Larangan, Kota Tangerang, Banten Selasa (20/7/2021). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Foto: Warga melaksanakan salat Idul Adha 1442 berjemaah di tengah pemberlakuan PPKM darurat  di Bandarsah Larangan, Ii kabupaten Tangerang, Banten Selasa (20/7/2021). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia
– Tahun Raya Idul Adha 1443 H sudah di depan mata. Sreg hari itu, umat Islam di seluruh dunia bakal melaksanakan Sholat Idul Adha. Pelaksanaan Sholat Idul Adha farik dengan manajemen cara Sholat puas biasanya. Jadi, Anda perlu adv pernah niat, tata cara, dan amalan sunah Sholat Idul Adha.

Umat Selam di seluruh dunia untuk melaksanakan Sholat Idul Adha secara berjamaah pada 10 Dzulhijjah alias saat Hari Raya Idul Adha. Ia bisa melaksanakan Sholat Idul Adha di masjid atau pelan terdekat sreg pagi perian. Berikut panduan singkat, kehendak, pengelolaan kaidah, dan amalan sunah Sholat Idul Adha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa Itu Sholat Idul Adha?

Salat Idul Adha ataupun Sholat Id merupakan sebutan buat Sholat sunah yang dilaksanakan umat Islam di seluruh bumi momen menyambut hari raya Islam. Salat Id terdiri dari dua jenis yang dilaksanakan berdasarkan dua waktu berbeda, yaitu puas Perian Raya Idul Fitri (1 Syawal) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah).

Id berasal dari kata aada ya’uudu yang mempunyai guna menengok/menjenguk/kembali. Di Indonesia, Id cerbak disamakan artinya dengan ayyada, yakni berhari raya. Sementara, kata Adha penting kurban.

Bintang sartan, Idul Adha signifikan kembali mengamalkan penyembelihan hewan qurban atau Hari Raya Kurban. Selain itu, Idul Adha kembali dikenal sebagai Idulkurban karena bertepatan dengan pelaksanaan haji di Kapling Asli.

Bilamana Sholat Idul Adha 2022?

Pemerintah Indonesia melewati Kementerian Agama telah melaksanakan sidang isbat dan menargetkan Idul Adha 2022 terban pada Minggu, 10 Juli. Jika mengikuti keputusan pemerintah, sholat Idul Adha akan dilaksanakan pagi musim pada Minggu, 10 Juli 2022.

Namun, Muhammadiyah menetapkan Idul Adha 2022 terban plong Sabtu, 9 Juli. Keputusan tersebut dituangkan privat Maklumat PP Muhammadiyah tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1443 Hijriah.

Hukum Sholat Idul Adha

Syariat Sholat Idul Adha adalah sunah muakkad, yaitu sunah yang sangat dianjurkan dan merintih. Salat sunah muakad merupakan Sholat sunah nan dikuatkan alias belalah dikerjakan Rasulullah SAW dan sukar ditinggalkan.

Makara, Sholat sunah muakad adalah ibadah yang amat dianjurkan maka itu Rasulullah SAW. Dalilnya ada n domestik surat Al Kautsar ayat 2 yang artinya, “Maka dirikanlah Sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” Selain itu, Sholat sunah ini juga didukung jawaban Rasulullah SAW ketika ditanya oleh seseorang. Dalam sebuah hadis, sira berucap:

“‘Salat panca hari sehari semalam.’ Orang itu bertanya lagi, ‘Apakah cak semau kewajiban (Sholat) lain?’ Kamu menjawab, ‘Tak, kecuali engkau melakukan Sholat sunah’,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Adha

Puas dasarnya, waktu pelaksanaan Sholat Idul Adha dan Idulfitri bisa dilakukan setelah matahari terbit sebatas turut waktu Zuhur. Namun, Sholat Idul Adha dianjurkan mengawalkan waktu bikin memberi kesempatan luas kepada umum yang hendak berkurban selepas sangkutan Sholat Id.

Syarat Sholat Idul Adha

Sholat Idul Adha terdiri dari dua rakaat. Syarat Sholat Idul Adha lain jauh berlainan dengan Sholat sreg lazimnya. Berikut syarat terbiasa Sholat, termasuk Sholat Idul Adha:

  1. Beragama Islam. Sholat enggak wajib lakukan orang kafir
  2. Berakal sehat. Sholat tidak wajib untuk maniak
  3. Sudah balig. Sholat tidak perlu kerjakan momongan kecil sampai dia mengalami mimpi basah
  4. Telah masuk tahun Sholat. Terjamah sesuai dengan waktu pelaksanaannya
  5. Zakiah dari darah haid dan nifas

Niat Sholat Idul Adha

Setelah mengetahui konotasi, hukum, hingga hari pelaksanaan, Anda perlu tahu bacaan niat Sholat Idul Adha. Seimbang seperti Sholat pada rata-rata, kehendak Sholat Idul Adha dibaca sebelum pelaksanaan Sholat. Berikut niat Sholat Idul Adha.

1. Karsa Menjadi Pendeta

Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati imaman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat Sholat sunah Idul Adha dua rakaat cenderung kiblat bak imam karena Yang mahakuasa ta’ala.”

2. Niat Menjadi Makmum

Usholli sunnatan ‘iidil adhaa pakaian’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya kehendak Sholat sunah Idul Adha dua rakaat memusat kiblat sebagai makmum karena Sang pencipta ta’ala.”

Tata Cara Salat Idul Adha

Salat dimulai dengan menyeru “Ash-sholaatu jaami’ah”, tanpa azan dan iqomat. Setelah itu, Anda bisa memulai dengan niat Sholat Idul Adha. Berikut tata cara Sholat Idul Adha:

1. Tidak Ada Salat Qobliyah dan Ba’diyah

Salat Idul Adha enggak didahului dengan Sholat sunah Qobliyah dan bukan pula diakhiri dengan Sholat sunah Ba’diyah. Kejadian ini sebagai halnya publikasi perkataan nabi dari Ibnu Abbas RA:

Artinya: “Rasulullah SAW keluar plong musim Idul Adha atau Idul Fitri, silam beliau mengerjakan Sholat Id dua rakaat, namun beliau lain mengerjakan Sholat qobliyah ataupun ba’diyah,” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Enggak Ada Bang dan Iqomat

Lebih lanjut, Sholat Idul Adha bukan didahului dengan azan dan iqomat begitu juga sreg Sholat perlu. Ini dijelaskan sebagaimana kenyataan sabda terbit Jabir bin Samurah RA:

Artinya: “Aku beberapa mungkin melaksanakan Sholat Id bersama Rasulullah SAW, bukan hanya sekali atau dua kali, ketika itu tak ada bang maupun iqomah,” (HR Bukhari dan Muslim).

3. Rukun Salat Idul Adha

Setelah mengetahui dua manajemen mandu Sholat Idul Adha di atas, sekarang saatnya mengetahui rukun Sholat Idul Adha. Salat Idul Adha terdiri berasal dua rakaat, berikut rukun Sholat Idul Adha:

  • Kehendak Sholat (pendeta dan makmum).
  • Takbiratul ihram.
  • Takbir lagi (takbir zawa-id) sebanyak 7 mungkin. Di antara doa disunahkan mengaji ratib memuji Yang mahakuasa.
  • Mendaras surat Al Fatihah dilanjutkan sertifikat lainnya.
  • Rukuk dengan tungau’ninah.
  • Iktidal dengan kutu’ninah.
  • Sujud dengan tuma’ninah.
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
  • Sujud kedua dengan tungau’ninah.
  • Angot mulai sejak sungkem dan bertakbir.
  • Takbir zawa-id sebanyak 5 kelihatannya. Di antara takbir disunahkan membaca zikir memuji Tuhan.
  • Rukuk dengan tuma’ninah.
  • Iktidal dengan tuma’ninah.
  • Sungkem dengan tuma’ninah.
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
  • Sujud kedua dengan kutu’ninah.
  • Duduk tasyahud dengan tungau’ninah.
  • Salam.
  • Tertib melakukan rukun secara berurutan.

4. Baca Puji-pujian

Wirid zawa-id menjadi pembeda Sholat Id dengan Sholat lainnya. Terimalah, dianjurkan membaca zikir dengan memuji Allah SWT pada setiap takbir zawa-id. Berikut bacaannya:

“Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.”

Artinya: “Maha safi Allah, barang apa pujian buat-Nya, lain terserah ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar.”

Amalan Sunah Sholat Idul Adha

Bukan hanya melaksanakan Sholat Idul Adha sesuai manajemen mandu yang suka-suka, dianjurkan melakukan amalan sunah lainnya. Berikut amalan sunah Sholat Idul Adha yang dapat Anda laksanakan:

1. Mandi Sebelum Salat Idul Adha

Jangan lupa kerjakan mandi sebelum Sholat Idul Adha. Selain membuat fisik kalis dan wangi, mandi sebelum Sholat Idul Adha yaitu salah satu sunah. Rasulullah SAW seremonial mandi terlebih dahulu sebelum mulai Sholat Idul Adha, berikut hadisnya:

Artinya: “Rasulullah SAW biasa mandi pada perian raya Idulfitri dan Idul Adha.” (HR Anak laki-laki Majah)

2. Gunakan Rok Terbaik

Setelah mandi, Rasulullah SAW melingkarkan baju terbaiknya untuk Sholat Idul Adha. Beliau lagi mensyariatkan kejadian tersebut kepada para sahabat, sebagaimana penjelasan pada hadis berikut:

Artinya: “Plong dua hari raya, Rasulullah SAW mensyariatkan kita untuk memakai nan terbaik dari segala apa nan kita miliki.” (HR Hakim)

3. Pakai Wangi-wangian

Sebenarnya mengaryakan wewangian merupakan kejadian yang mungkin tak relasi Engkau lewatkan, sama dengan ketika melaksanakan Sholat Jumat. Memakai wangi-wangian pun dilakukan Rasulullah SAW sebelum berangkat Sholat Idul Adha.

Selain itu, dianjurkan pula bakal menyela rambut dan kuku, dan menghilangkan bau-bau yang tidak lezat untuk memperoleh keutamaan masa Idul Adha.

4. Mengumandangkan Zikir

Mengumandangkan takbir di musala, surau, dan rumah-flat pada malam tahun raya, dimulai bermula terbenamnya matahari setakat pendeta menaiki ke mimbar kerjakan berkhotbah bilamana Sholat Idul Adha. Bacaannya sama seperti takbir sreg momen Idul Fitri.

5. Perkembangan Tungkai Menuju Tempat Salat

Ragil, disunahkan untuk berjalan kaki baik saat pergi atau pulang Sholat Idul Adha. Seharusnya Anda tak menanjak kendaraan menuju lokasi Sholat Idul Adha kecuali ada sempuras, bak lokasi yang sangat jauh. Berikut penjelasannya dalam hadis berpokok Bani Umar RA:

Artinya: “Rasulullah SAW seremonial menginjak Sholat Id dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang.” (HR Ibni Majah)

Apakah Sholat Idul Adha Harus Berjamaah?

Salat Idul Adha sebaiknya dilakukan secara berjamaah di masjid atau lapangan. Ulama juga sekata bahwa pelaksanaan Sholat Idul Adha dilakukan secara beramai-ramai. Namun, sepatutnya ada Sholat Idul Adha bisa dilaksanakan sendiri-sendiri alias munfarid.

MUI juga senggang mengeluarkan fatwa cak bagi pelaksanaan Sholat Id secara mandiri di daerah dengan pendakyahan kasus Covid-19 nan tangga. Ini pernah terjadi pada Hari Raya Idulfitri dan Idul Adha 2022 dan 2022.

Itulah panduan sumir, niat, tata kaidah, dan amalan sunah Sholat Idul Adha. Jangan lupa melaksanakan Sholat Idul Adha di surau atau tanah lapang sekeliling ajang tinggal Kamu. Agar signifikan dan selamat Tahun Raya Idul Adha 1443 H.

[Gambas:Video CNBC]


(cha/cha)


Source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20220708155228-29-354116/niat-tata-cara-dan-amalan-sunah-sebelum-sholat-idul-adha

Posted by: caribes.net