Peran Serta Pelajar Dalam Upaya Penegakan Ham Dilakukan Dengan Cara

Keterangan Latuharhary – Komnas HAM sebagai penanggung jawab pemajuan dan penegakan HAM di Indonesia lain dapat bekerja sendiri. Keterlibatan kelompok-kelompok dalam ruang sosial, termasuk mahasiswa yakni anasir yang dulu berfaedah. Pemuda dan mahasiswa sebagai
agent of change
berperan intern melakukan advokasi kebijakan bakal memastikan bahwa pola, struktur dan kelembagaan negara berkreasi berdasarkan perspektif eigendom asasi makhluk.

“Gerakan demo andai alat angkut berekspresi mahasiswa baik dilakukan, sejauh dilakukan secara damai dan tidak subversif apalagi melakukan kekerasan,” kata  Beka Ulung Hapsara, Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM RI saat menjadi narasumber dalam Webinar Kewarganegaraan. Programa ini diselenggarakan oleh UKM Debat Bangkang Putih  Fakultas Hukum Perhimpunan Pakuan pada Jumat (22/01/2021).

Webinar ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Yenti Garnasih dan
Influencer
Millenial, Sherly Anafita. Webinar ini mengangkat tema “Resolusi 2022: Tantangan dan Peluang Para Pemuda di Tengah Era Normal Baru Pasca Pandemi COVID-19”.


Mengawali Webinar, Yenti mengatakan bahwa jejaka bagaikan
agent of change
mempunyai peran cak bagi merubah dengan setia mencecah sasaran pembangunan berkelanjutan di era pandemi covid 19. Pemuda yang hampir dengan digital dan
internet things
sangat berperan dalam mempengaruhi publik  Selain itu, Mahasiswa yang tanggap terhadap tekologi dan digital diharapkan bersikap kritis nonblok dan konstruktif, bisa memafhumi permasalahan, masuk mengikuti perkembangan nan ada, termasuk kronologi sosial terutama di era pandemi COVID 19.

“Kemandirian berpendapat dan berekspresi terlazim di perhatikan batasannya,” sambung Beka. Memukul aparat, ujaran kebencian, hoax, memperhatikan fasilitas umum. Merupakan tindakan pidana. Perumpamaan generasi penerus bangsa, para pemuda diharapkan berpunya berekspresi dengan baik dan substantif. Wanti-wanti nan kepingin disampaikan kepada pemerintah dapat dilakukan dengan cara berdamai minus merusak dan  mengamalkan kekerasan.

Sherly menambahkan,  para peneliti sosial sepakat bahwa dampak COVID-19  tidak  tetapi ki kesulitan  kesehatan melainkan juga ekonomi. Kelompok yang bisa bertahan dalam kondisi ini ialah para cowok. Selain itu, pemuda bisa menawarkan tahun depan terutama dalam situasi teknologi dan
internet things.

Menutup webinar, Beka berharap bahwa bujang dan mahasiswa bak generasi penerus bangsa harus responsif terhadap kondisi sosial terkini. Perjaka harus berharta menjadi
agent of change
terutama terkait pemajuan HAM di Indonesia. Komnas HAM sebagai pengampu HAM di Indonesia tidak dapat bekerja sendiiri, kerjasama dari pemuda dan mahasiswa adv amat dibutuhkan untuk membumikan HAM di Indonesia, tukas Beka. (Feri/LY)

Source: https://www.komnasham.go.id/index.php/news/2021/1/28/1657/pentingnya-peran-pemuda-dalam-pemajuan-ham.html