Perbedaan Konfirmasi Positif Dan Negatif

Konfirmasi aktual adalah cak bertanya audit yang mengharuskan pelanggan bakal merespons, mengkonfirmasikan keakuratan suatu item. Konfirmasi kasatmata memerlukan bukti ketelitian dengan memfokuskan bahwa manifesto asli bermartabat alias dengan menyerahkan maklumat yang benar jika salah.

  • Konfirmasi faktual merupakan tanya audit yang mengharuskan pelanggan untuk merespons, mengkonfirmasikan keakuratan suatu item.
  • Konfirmasi positif memerlukan bukti ketepatan dengan mementingkan bahwa informasi tahir benar ataupun dengan memberikan pengumuman yang benar jika salah.
  • Konfirmasi aktual digunakan cak bagi memverifikasi total kewajiban, investasi, rekening bank, piutang, dan hutang.

Memahami Konfirmasi Berupa

Tes positif adalah episode dari prosedur konfirmasi yang digunakan auditor lakukan mengonfirmasi publikasi tertentu. Penerima manuskrip harus membalas untuk mengkonfirmasi keakuratan atau memberikan informasi dan mengirimkannya lagi ke pengaudit. Sejumlah contoh informasi nan diperlukan bersumber auditor terjadwal mengkonfirmasikan berikut ini:

  • Besaran dan uraian bineka tipe kewajiban
  • Informasi rekening bank tersurat saldo
  • Jumlah dan tipe persediaan
  • Investasi atau sekuritas
  • Salinan faktur penjualan untuk memastikan penjualan dilakukan
  • Informasi atau inskripsi faktur pengangkutan bagi memastikan produk telah dikirim

Auditor juga menggunakan sahifah konfirmasi konkret lakukan memverifikasi hutang dagang dan piutang maupun firma. Hutang akun adalah hutang paser pendek yang dimiliki oleh perusahaan kepada pemasok mereka. Piutang ialah uang lelah yang dimiliki oleh pelanggan perusahaan bakal penjualan produk. Piutang dan hutang lazimnya memiliki jangka waktu pembayaran 30, 60, ataupun 90 hari — artinya pembayaran harus dilakukan privat jangka tahun tersebut.

Auditor dapat memverifikasi keakuratan garitan piutang yang semenjana diperiksa dengan menentukan apakah catatan tersebut secara akurat mencerminkan transaksi yang telah terjadi antara firma dan pelanggannya. Mengabari pelanggan secara langsung kontributif auditor memverifikasi bahwa akun yang terdaftar benar-benar ada, saldo nan ditampilkan sebagai hutang benar, dan bahwa pembayaran yang ditandai misal dikabulkan merupakan ter-hormat.

Piutang manuver yaitu aset jangka pendek dan dapat digunakan oleh perusahaan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman alias pembiayaan berasal bank. Akibatnya, piutang harus diaudit buat mengonfirmasi bahwa penjualan telah dilakukan serta memastikan bahwa dana dari penjualan dikumpulkan tepat musim.

Jikalau perusahaan ingin mengaudit garitan hutang dagangnya, perusahaan harus meninjau dana keluar nan tercalit dengan tanggung hutang atau pembayaran kreditur. Proses tersebut bisa jadi memerlukan peninjauan volume dan koordinasi kuantitas tersebut dengan pembayaran yang dicatat sebagai pembayaran. Selain itu, jual beli boleh memilih buat mencocokkan jumlah nan disebutkan di atas dengan penarikan sepantasnya dari akun pembayaran buat mengonfirmasi keakuratannya.

Pembenaran Faktual vs. Destruktif

Meskipun konfirmasi positif memerlukan siaran pendukung biarpun tulisan aslinya akurat, konfirmasi merusak memerlukan tanggapan sahaja jikalau terletak ketidaksesuaian. Selama tuntutan konfirmasi subversif, menggandar mungkin diminta untuk mengonfirmasi bahwa saldo akun terdaftar lega jumlah tertentu, seperti $ 100.000. Takdirnya saldo akun saat ini adalah $ 100.000, tidak diperlukan tindakan komplemen. Kalau saldo berbeda, informasi tambahan harus disediakan untuk mengklarifikasi perbedaannya. Inskripsi pembuktian negatif kembali digunakan bagi memastikan apakah akseptor ingin menyisih semenjak acara yang diuraikan dalam inskripsi tersebut.

Konfirmasi negatif lebih umum digunakan jika coretan individu maupun jual beli umumnya dianggap dulu akurat. Kebanyakan, perusahaan yang menyepakati konfirmasi negatif diyakini mempunyai persyaratan internal dan praktik menggandar nan diskriminatif. Akibatnya, konfirmasi negatif jauh lebih murah dan memakan waktu lama kerjakan auditor karena mereka rata-rata doang terlazim mengapalkan suatu surat.

Sebaliknya, petisi konfirmasi maujud lebih terlibat karena catatan keuangan harus dilengkapi bahkan jika informasi asli n domestik manuskrip itu sopan. Selain itu, permintaan tes kasatmata lebih kali digunakan jikalau pembukuan perusahaan diduga mengalami kesalahan. Namun, surat pembenaran positif lebih umum intern transaksi yang kompleks karena lebih akurat dan memastikan bahwa semua orang ki berjebah di halaman yang setara — atau memiliki siaran keuangan nan seimbang. Dalam peminjaman, misalnya, auditor memperalat pembenaran konkret kepada bank dan perusahaan untuk memastikan total pasti hutangnya.

Alhasil, konfirmasi positif cenderung menjadi representasi informasi keuangan yang lebih baik ketimbang konfirmasi destruktif karena ini adalah permintaan eksplisit nan sudah dikembalikan makanya akseptor. Sekiranya timbul perselisihan, konfirmasi positif merupakan bukti fisik bahwa informasi tersebut sudah lalu dikonfirmasi.

Contoh Konfirmasi Positif

Jika seorang individu atau badan usaha dipilih untuk audit makanya Dalam Revenue Service (IRS), wajib pajak harus menciptakan menjadikan catatan kerjakan menegaskan butir-butir yang terdaftar lega pengembalian pajak nan dipilih. Audit tersebut bisa mencangam petisi konfirmasi positif cak bagi semua sendang pendapatan, pembuktian pengurangan yang berlaku, dan bukti keuntungan alias kerugian yang diklaim. Meskipun informasi yang diperlukan untuk audit sesuai dengan yang dilaporkan, semua bukti harus diserahkan untuk memenuhi persyaratan audit.

You’re Reading a Free Preview

Page

4

is not shown in this preview.

Testimoni positif (positive confirmation) yaitu surat pembuktian piutang yang dikirimkan oleh pengaudit independen yang meminta pelanggan untuk menanggapi apakah setuju atau lain setuju dengan saldo piutang yang dilaporkan klien. Konfimasi faktual digunakan ketika kontrol gontai atau akun piutang sedikit tetapi jumlahnya raksasa-besar. Tatap juga pembenaran negatif.

Konfirmasi merusak (negative confirmation/ request) ialah bentuk konfirmasi debit yang semata-mata meminta pelanggan klien untuk merespon jika pelanggan tidak sepakat dengan saldo tagihan yang dicatat oleh klien. Konfirmasi subversif digunakan ketika yuridiksi atas tagihan awet atau piutang terdiri dari banyak akun dengan saldo mungil-mungil.

Loading Preview

Sorry, preview is currently unavailable. You can download the paper by clicking the button above.

Loading Preview

Sorry, preview is currently unavailable. You can download the paper by clicking the button above.

Pembenaran adalah keseleo satu teknik yang digunakan cak bagi memperoleh bukti audit. Bukti audit dengan menggunakan pembenaran memiliki tingkat netral nan baik. Kejadian ini dikarenakan tes akan menunangi siaran dari pihak ke tiga berkaitan dengan transaksi dengan klien.

Semakin tinggi resiko pengendalian dan resiko oleh-oleh berusul entitas klien membuat pengaudit harus n kepunyaan bukti audit yang cukup bagi meyakinkan asersi pada pengumuman keuangan. Auditor harus memperdalam pengujian subtantif atas pengumuman keuangan dengan menemukan lebih banyak bukti nan dapat menunjukan asersi butir-butir keuangan. Melintasi konfirmasi, auditor akan memperoleh bukti yang objektif yang bisa teruji atas asersi yang melekat pada amanat keuangan.

Tujuan berpokok pemeriksaan ulang adalah bakal mengumpulkan bukti audit sebagai pangkal menyatakan pendapat. Kalau pada proses pembuktian ternyata tidak cukup untuk menekan resiko audit, maka auditor wajib berbuat prosedur tambahan. Sebagai contoh jikalau pada proses konfirmasi akun piutang, auditor merasa belum memiliki cukup bukti bagi andal asersi satu laporan keuangan. Auditor dapat melakukan prosedur tambahan dengan berbuat prosedur subsequent pelunasan piutang. Kaprikornus auditor akan melakukan pembenaran saldo piutang per tanggal permakluman finansial dengan menghelat pelunasan tagihan tersebut setelah tanggal pelaporan.

Konfirmasi dibagi menjadi dua, yaitu konfirmasi positif dan konfirmasi destruktif. Konfirmasi positif biasa dilakukan bagi jumlah percontoh boncel dengan saldo yang besar. Buram konfirmasi nyata, biasanya menyebutkan amanat yang dibutuhkan pengaudit dan responden menjawab setuju atau lain. Sekadar, terkadang plong testimoni positif auditor mengkosongkan permakluman nan hendak ditanyakan dan pihak responden lah nan mengisikan informasi tersebut. Pemeriksaan ulang positif dapat dijadikan laksana bukti audit jika responden membalas pembenaran yang diberikan.

Konfirmasi merusak baku dilakukan buat spesimen intern jumlah samudra dengan saldo katai. Bentuk konfirmasi ini juga menambat manifesto yang hendak ditanyakan kepada pihak responden. Namun, plong pemeriksaan ulang negatif dapat dijadikan instrumen bukti audit cak agar lain mendapatkan jawaban. Kejadian ini dikarenakan, pada konfirmasi merusak, responden enggak perlu menjawab jika kabar yang tertulis mutakadim sesuai.

Pada proses konfirmasi, auditor sepatutnya mengaram pengalaman hari lalu. Peristiwa ini kerjakan memanajemen periode nan digunakan internal proses audit. Jika berdasarkan asam garam waktu lalu, respon yang diterima dari proses konfirmasi tidak cukup buat menjadi bukti audit. Auditor dapat memilih untuk enggak melakukan proses validasi dan langsung menunggangi prosedur lainnya. Proses konfirmasi piutang usaha diperkenankan tidak dilakukan jika terwalak kondisi sebagai berikut:

  1. Piutang aksi yakni jumlah yang bukan material dalam laporan moneter.
  2. Penggunaan testimoni akan tidak efektif.
  3. Kontak tingkat risiko oleh-oleh dan risiko pengendalian kalkulasi sedemikian rendah, dan tingkat risiko taksiran tersebut, bersamaan dengan bukti yang diharapkan bagi diperoleh terbit prosedur analitik atau pengujian nomina rinci, adalah memadai kerjakan mengurangi risiko audit ke tingkat yang cukup rendah untuk asersi wara-wara moneter yang berkepentingan. Kerumahtanggaan banyak peristiwa, baik konfirmasi debit usaha ataupun pengujian nomina rinci diperlukan kerjakan mengurangi risiko audit ke tingkat yang pas rendah bikin asersi laporan keuangan nan bersangkutan.

Source: duniaakuntan

Source: https://dimanakahletak.com/apa-yang-dimaksud-dengan-konfirmasi-positif-dan-konfirmasi-negatif

Posted by: caribes.net