Pertanyaan Tentang Kepemimpinan Dalam Manajemen






SOAL- Soal PERTANYAAN



KELAS 6 (A) PRODI SEJARAH



v




Pertanyaan Untuk Kelompok 6



Mulai sejak malveni, berpokok kerubungan 5


  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan, sebagai berikut:

  1. keputusan strategic

  2. keputusan yang bersifat sendi

  3. keputusan nan bersifat teknis

  4. keputusan operasional



Di Jawab oleh Surasmo terbit gerombolan 6


a. strategi dikembangkan pada manajemen tingkat puncak dan berhubungan dengan pemungutan keputusan dalam level puncak



Ø



Beralaskan tingkat keteraturannya, perumusan strategi  adalah kontinu belaka tidak teratur karena harus menyamakan dengan dinamika yang terjadi. Sementara.



Ø



Atas dasar jumlaha alternatif kemungkinan, strategi punya lebih banyak sortiran daripada kancing.



Ø



Dari jihat rentang waktu, strategi lebih memfokus kepada jangka panjang,


b. , sedangkan taktik dirumuskan plong tingkat penyelenggaraan nan lebih rendah.



Ø



Kiat ditentukan atas dasar siklus periodik dengan paser waktu relatif konstan, seperti belaka anggaraan tahunan.



Ø



pusat kian mengacu pada hasil dalam jangka sumir.



Ø



taktik diterapkan lega tingkatan hirarki yang kian rendah, maka taktik menjurus lebih rinci tergambar.



Firma mengimplementasikan manajemen strategi



Manajemen garis haluan merupakan proses atau rangkaian kegiatan pemungutan keputusan nan berperangai mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakannya, yang dibuat oleh bimbingan dan di implementasikan maka itu seluruh jajaran didalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan. Sedangkan pengertian manajemen ketatanegaraan menurut Hadar Nawawi (2005;148-149), adalah perencanaan berskala samudra yang disebut perencanaan strategi nan menentang sreg radius periode depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan bagaikan keputusan didikan tertinggi (keputusanyang bersifat mendasar dan prinsipil, agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif di sebut misi), intern kampanye menghasilkan sesuatu (perencanaan operasional bakal menghasilkan produk dan jasa serta pelayanan yang berkualitas, denga diarahkan puas optimalisasi hingga ke tujuan disebut tujuan strategi dan berbagai sasaran tujuan opersioanal organisasi.


c. keputusan yang bersifat teknis


Keputusan teknis yaitu suatu proses yang dapat menjamin bahwa tugas-tugas spesifik bisa dilaksanakan dalam cara efektif dan efisien. Tingkat ini lebih ditekankan pada fungsi penapisan dan sedikit sekali faedah perencanaan. Pada tingkat ini pengambilan keputusan terprogram dapat dilaksanakan. Kamil tipe pengutipan keputusan ini yakni pendedahan alias penolakan nilai, pengendalian proses, penentuan waktu, penerimaan, pengiriman, pengawasan inventaris dan penempatan karyawan.


d. keputusan operasional


Keputusan Operasional, merupakan keputusan yang dibuat oleh tingkat manajemen yang minimal asal, misalnya teknisi mesin di lantai produksi.


Pengelolaan Operasional adalah manuver pengelolaan secara optimal penggunan faktor produksi : tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan faktor produksi lainnya internal proses tranformasi menjadi berbagai produk barang dan jasa.


Segala apa Yang Bisa Dilakukan Manajer Operasi Dan Orientasi Manajer Kampanye
Mengamalkan fungsi-fungsi proses manajemen : perencanaan, aktivasi, pembentukan staf, kepemimpinan



dan pengendalian.


Habituasi manajer kampanye ialah menujukan keluaran/output dalam jumlah, kualitas, harga, waktu dan bekas tertentu sesuai dengan permintaan konsumen.


Tanggung Jawab Manajer Persuasi



Ø



Menghasilkan dagangan dan jasa.



Ø



Cekut keputusan yang berkaitan dengan fungsi persuasi dan sistem konversi.



Ø



Mengkaji pengutipan keputusan terbit suatu fungsi operasi.



Pertanyaan
Neliana berpokok gerombolan 2



  1. Jelaskan bidang belakang mana jemen umpama penentu jihat dan berikan contoh penyelenggaraan sebagi kenentu arah?



Di jawab oleh surasmo dari keramaian 6


Menurut kodrat serta irodatnya bahwa insan dilahirkan buat menjadi pemimpin. Pada masa sekarang ini setiap individu sadar akan pentingnya ilmu bak petunjuk/perlengkapan/panduan untuk memimpin umat manusiayang semakin besar jumlahnya serta komplek persoalannya. Atas dasar kesadaranitulah dan relevan dengan upaya proses penerimaan nan mewajibkan kepadasetiap umat manusia untuk mencari ilmu. Dengan demikian upaya tersebut tidaklepas dengan pendidikan, dan pamrih pendidikan enggak akan terjangkau secara optimaltanpa adanya manajemen atau pengelolaan pendidikan yang baik, yang selanjutnyadalam kegiatan manajemen pendidikan diperlukan adanya penasihat yang memilikikemampuan cak bagi menjadi seorang pemimpin.


Lengkap
penentu arah (direction setter). Peran ini ialah peran di mana sendiri


pemimpin menyajikan satu visi, meyakinkan gambaran atau target lakukan suatu organisasi, khasiat diraih pada periode depan, dan melibatkan orang – orang berpokok ” get – go.” Keadaan ini bagi para tukang kerumahtanggaan studi dan praktek kepemimpinan merupakan esensi berpangkal kepemimpinan. Sebagai penentu jihat, seorang ketua menyampai kan visi, mengkomunikasikannya, memotivasi praktisi dan rekan, serta jujur orang bahwa barang apa yang dilakukan merupakan hal nan benar, dan kontributif partisipasi pada seluruh tingkat dan pada seluruh tahap usaha berorientasi waktu depan.



v




Pertanyaan Bakal Kelompok 7



v




Dari Nellianah


Untuk memelihara wasilah agar terjadinya hubungan yang baik didalam organisasi yakni cak semau 4. Coba sira jelaskan keempat hubungan tersebut!



Di jawab oleh M. Agung Wijaya



1.



Punya impresi yang tepat tentang citra organisasi yang bersangkutan.


Maksutnya, kita punya rukyah yang positif
terhadap apapun nan dikeluarkan makanya organisasi, baik berupa kebijaksanaan, aturan, dll. Kita menganggap peristiwa-hal nan demikian adalah tindakan, kebijaksanaan kerjakan memajukan alias memperoleh maksud yang ingin dicapai.



2.



Memaklumi berbagai kebijaksanaan nan ditempuh oleh organisasi intern rangka pencapaian tujuan.


Maksutnya, didalam suatu oraganisasi pasti ada kebijakan-politik dan sifat-kebiasaan nan harus dilaksanakan dan di taati. Agar tujuan yang ingin dicapai organisasi boleh terlampiaskan.



3.



Mencegah timbulnya riuk pengertian tentang jihat yang hendak di tempuh oleh organisasi.


Maksutnya, mencegah timbulnya salah persepsi antara anggota organisasi. Karena dengan adanya riuk pengertian antara individu satu dengan individu nan tidak, ini sangat menghambat intensi yang ingin dicapai maka dari itu organisasi. Karena kurang kerjasama antara anggota organisasi yang mengalami salah kehebohan tersebut. Hendaknya apabila terjadi nan demikian, kita harus langsung mempersatukan masalah tersebut. Agar tujuan organisasi dapat melanglang sesuai yang inginkan.



4.



Pada akhirnya memberikan dukungan kepada organisasi.


Maksutnya, setelah menjaga hubungan yang baik dengan sesama anggota organisasi, ini semua memberikan kesolidan antar anggota sehingga dengan demikian dengan kerja selevel yang baik ini melicinkan untuk memproleh pamrih yang diinginkan, dan para anggota ini memberikan dukungan penuh terhadapa organisasi.



v




Cak bertanya Bikin Kelompok 8



  1. D


    ari Dan Ali,






    kelompok : 5


Jelaskan bagaimana cara majikan sebagai komunikator yang efektif?



Dijawab makanya Novi Herwani


K
omunikasi nan efektif perumpamaan kounikator adalah merupakan usaha bagi mencitakan suasana saling konotasi,melancarkan usaha,membangkitkan kesadaran dan idealism serta memotivasi untuk bekerja kian keras sekali lagi .di dalam komunikasimyang efektif,seorang komunikator yang baik enggak selalu memelopori percakapan tanpa membei kesempatan pada yang lain.



  1. Pertanyaan dari Mubarok





Hal peristiwa segala sekadar yang harus dilakukan pemimpin lakukan

m
encapai komunikator nan efektif

dan


a
pa makna yang terkandung internal “conaitto sine qua non’’
?



Dijawab oleh Eka PutriYuni


S
eorang menejer yang merupakan komunikator nan baik bisa mengklarifikasi visi dan kebijakan buat timnya kemampuan komunikasi yang baik sangat terdepan lakukan fungsi efektif di tim dan membantu kerumahtanggaan pengambilan keputusan lagi. Sendiri manajer pun harus menjadi mustami nan baik juga dia harus menghormati ki perspektif pandang dan pendapat dari bawahannya.


Sementara itu

makna yang terkandung dalam “conaitto sine qua non’’


yakni sebuah syarat yang harus dipenuhi sonder itu berarti tak bisa terjadi,bisa dibilang apabila syarat itu enggak ada maka kaprikornus bos nan efektif itu tidak bisa atau tidak relevan.



v




Pertanyaan Untuk Kerubungan 9:



  • Dari Febriyanti Kelompok 4


Jelaskan cara- cara/ teknik- teknik f
ungsi pimpinan perumpamaan mediator d
bendera


mengatasi

s
uatu

konflik yang mungkin timbul kerumahtanggaan satu organisasi

?



v




Jawaban :



  • Oleh Muhammad Deri Juniko (2011.131.044) Gerombolan 9


Semua jenis konflik nan ketimbul, baik yang tergolong fungsional dan konstruktif maupun nan tergolong disfungsional dan destruktif, harus diatasi dan disinilah peranan bimbingan selaku moderator menjadi sangat penting. Teori yang telah dikembangkan dewasa ini memberikan wahyu adapun adanya lima teknik atau cara yang bisa digunakan maka dari itu sendiri pimpinan selaku moderator dalam usahanya menangani konflik yang timbul, baik antara individu nan tergabung internal satu kelompok kerja maupun antara berbagai keramaian yang terwalak dalam organisasi. Teknik atau cara tersebut adalah, misal berikut:



  1. Kompetisi


Persaingan nan sehat antara cucu adam dalam suatu kerumunan kerja dan antarkelompok boleh merupakan anak kunci dorong nan langgeng cak bagi meningkatkan prestasi kerja, produktivitas dan inovasi. Hanya sekadar perlu ditekankan bahwa satu- satunya alas an untuk mendorong persaingan itu yakni guna organisasi, bukan kepentingan manusia per orang dan lain pula kemustajaban kelompok tertentu dalam organisasi. Artinya, kompetisi harus diartikan sebagai usaha berlomba- lomba untuk memasrahkan nan terbaik baik organisasi. Ternyata teknik ini ialah salah satu cara lakukan mengatasi konflik. Mandu ini dipandang tepat apabila peristiwa yang dihadapi menunjukkan tiga sikap, merupakan:


  • Organisasi menghadapi keadaan provisional dan makanya karenanya diperlukan tindakan cepat, misalnya adanya keputusan taajul,

  • Terdapat kejadian- hal berarti dalam menuntut diambilnya tindakan yang lain popular, misalnya pengurangan dana, penegakan kesetiaan secara ketat dan tindakan sepertalian lainnya,

  • Keluih masalah yang menyangsang kelangsungan hidup organisasi sebagai keseluruhan.


Jadi, teknik membereskan konflik nan terlampiaskan internal bagan galakan persaingan digunakan dalam situasi perseptif pada perian mana para anggota organisasi diharapkan berbuat segala sesuatu yang mungkin dilakukan demi teratasinya situasi krisis tersebut.



  1. Kerja sama


Peranan koteng arahan selaku mediator dalam mengatasi konflik dengan menolak kooperasi antara individu dan atau antara kelompok kerumahtanggaan organisasi ternyata bermanfaat dan efektif kalau hal yang dihadapi memiliki ciri- ciri:


  • Hal nan dihadapi memerluakan ditemukannya kronologi keluar yang integratif privat kejadian terdapatnya dua kepentingan yang berlebih berarti untuk dikompromikan,

  • Apabila mangsa yang di kepingin dicapai adalah menumbuhkan keinginan membiasakan dikalangan pihak- pihak yang terlibat,

  • Apabila konflik yang dihadapi menuntut pemberkasan berpangkal pelbagai pandangan yang bertolak dari perspektif yang berbeda,

  • Keadaan menuntut adanya komitmen majemuk pihak dengan menginkoordinasikan bermacam ragam kepentingan menjadi kebersamaan,

  • Apabila hubungan kerja terganggu karena adanya kaidah yang berbeda- beda.


Jelaslah bahwa teknik ini bermanfaat kerjakan digunakan takdirnya situasi konflik yang kulur dan hendak diatasi keluih sebagai akibat dari persepsi yang berbeda- tikai tentang apa yang dipandang sebagai kekuatan individu ataupun kelompok. Teknik ini mengakui adanya perbedaan tersebut karena dengan meluruskan skandal yang berbeda- beda bagi kesamaan pendapat adapun kebersamaan kemustajaban organisasional boleh diwujudkan yang menghasilkan kolaborasi antara bermacam-macam pihak yang terbabit.



  1. Pengelakan


Teknik lain yang boleh dan protokoler digunakan oleh seorang pimpinan dalam menangani konflik yang timbul dalam organisasi yang dipimpinya adalah teknik pengelakan. Teknik ini dipandang efektif apabila situasi konflik yang dihadapi n kepunyaan tujuh adat berikut:


  • Apabila diketahui bahwa permasalahan yang menimbulkan hal konflik sepantasnya tak utama alias seandainya dipandang ada permasalahan lain yang dianggap kian penting dan memerlukan penanganan segera,

  • Apabila pimpinan merasa bahwa pihak- pihak yang terlibat berpendapat bahwa katai kemungkinan terjalinnya kepentingan mereka,

  • Apabila disrupsi yang kelihatannya timbul lebih osean bobotnya dibandingkan dengan keuntungan yang mungkin diperolah apabila konflik tidak diatasi,

  • Apabila pihak- pihak yang terlibat memerlukan waktu bikin menenangkan diri dan perlu kesempatan berpikir dengan antap guna memperoleh perspektif nan tepat,

  • Apabila ketubuhan akan informasi komplemen lebih utama dari adanya tindakan lekas,

  • Apabila cak semau orang bukan nan dapat menyelesaikan konflik itu dengan cara yang lebih efektif diluar pihak- pihak yang sekarang terkebat,

  • Apabila sitruasi konflik nampaknya namun bersifat simptomatik dan konflik yang sesungguhnya belum menampakkan diri secara jelas.


Dari ciri- ciri diatas tertumbuk pandangan adanya jenis- jenis konflik tertentu nan tidak membahayakan kelanjutan hidup organisasi dan enggak pula terlalu mempengaruhi iklim kerja dalam organisasi apabila bimbingan selaku mediator mencekit keputusan bikin menunda penanganan konflik tersebut. Inilah yang dimaksud dengan teknik pengelakan.



  1. Akomodasi


Teknik ini memurukkan timbulnya sikap yang akomodatif diantara pihak- pihak nan terlibat kerumahtanggaan situasi konflik tertentu dan dipandang tepat digunakan apabila:


  • Pimpinan selaku mediator mengawasi bahwa keseleo satu pihak merasa bahwa pihaknya memang salah dan oleh alhasil perlu diberikan kesempatan untuk mendengar dan berlatih dari cucu adam atau pihak lain,

  • Terdapat perasaan dikalangan pihak- pihak yang terlibat bahwa cak semau hal- kejadian tertentu yang dipandang lebih terdepan buat pihak enggak dibanding pihak sendiri yang berarti bahwa mendahulukan kepuasan pihak lain itu harus mnjadi pertimbangan utama,

  • Membina iklim yang memungkinkan pihak tidak menerima pandangan pihak sendiri jauh lebih terdahulu bersumber tindakan segera,

  • Terletak perasaan bahwa sangat terdahulu memperkecil kerugian bagi diri seorang karena ternyata pihak lain lebih awet,

  • Keserasian dan pemantapan dipandang sangat utama kerjakan nyawa organisasional,

  • Bimbingan merasa terbiasa memasrahkan kesempatan kepada para bawahan cak bagi belajar dari pengalaman dan kesalahan nan diperbuatnya yang menimbulkan situasi konflik tersebut.


Terlihat dengan jelas bahwa cara penyelesaian peristiwa konflik yang akomodatif ialah kebalikan dari kaidah yang konfrontatif. Nan menonjol privat penggunaan teknik ini ialah operasi pimpinan untu memurukkan sikap mengalah dikalangan pihak- pihak yang terlibat.



  1. Kompromi


Seorang pimpinan, intern usahanya mengamankan situasi konflik yang timbul diantara para anggotanya, dapat memperalat teknik nan mendorong sikap yang kompromistik. Sama dengan dengan teknik- teknik lain yang dapat digunakan dalam mengadapi berbagai situasi konflik, ketepatan teknik ini pun sangat tergantung pada situasi konflik yang dihadapi. Menurut teori, teknik ini tepat digunakan apabila situasi konflik nan hendak diatasi memiliki lima sifat, yaitu:


  • Pencapaian sasaran tertentu memang terdahulu akan tetapi bukan sedemikian pentingnya sehingga sikap nan tegas dan keras diperlukan,

  • Apabila pihak “lawan” dengan kekuatan yang seimbang dengan kekuatan yang dimiliki maka dari itu pihak sendiri mutakadim terikat pada tujuan tertentu yang sifatnya “mutually”,

  • Apabila separasi yang ingin dicapai berperilaku darurat terhadap permasalahan yang sesungguhnya kompleks karena pemecahan tuntas terhadap permasalahan yang mania itu diperhitungkan justru akan mempertajam konflik yang telah ada,

  • Apabila pemisahan harus ditemukan dengan buru-buru sehingga asal saja penceraian itu layak, pihak- pihak yang bersangkutan bisa menerimanya,

  • Apabila yang diperlukan adalah tindakan pasifikasi siapa bersifat darurat karena pendirian tidak seperti kolaborasi atau kompetensi tidak mendatangkan hasil nan diharapkan.


Berusul pembahasan ringkas diatas tertumbuk pandangan bahwa teknik kompromi hanya tepat bikin usaha menyelesaikan situasi konflik apabila balasannya dipandang memadai apabila status quo boleh dipertahankan sambil melakukan upaya yang diharapkan mendatangkan hasil yang relatif permanen.



v




Tanya Bakal



Kerubungan 10 :




  1. Febriyan ardiansyah
    (2011 131 091)




  2. Meilda Vrasista
    (2011 131 045)




  3. Intan eka fitriyani
    (2011 131 131)




Papan bawah : 6 A







1)





Pertanyaan bermula Haur Yulianti kelompok 7


Jelaskan tugas-tugas buku pemimpin selaku integrator secara umum ?


Secara umum, tugas-tugas pokok majikan antara lain :


  1. Melaksanaan Fungsi Managerial, yaitu berupa kegiatan pokok membentangi pelaksanaan :


– Penyusunan Rang


– Penyusunan Organisasi Pengarahan Organisasi Pengendalian Penilaian


– Pelaporan


b. Menolak (memotivasi) anak buah untuk boleh bekerja dengan giat dan tekun


c. Membina piadah moga boleh memikul tanggung jawab tugas masing-masing secara baik


d. Membina bawahan hendaknya dapat bekerja secara efektif dan efisien




e. Menciptakan iklim kerja yang baik dan harmonis




f. Menyusun kemustajaban pengelolaan secara baik




g. Menjadi biang kerok yang baik dan boleh menjadi sumber kreatifitas




h. Menjadi wakil dalam membina hubungan dengan pihak luar



  1. Pertanyaan mulai sejak Yusuf Suriawan kerumunan 9


Jelaskan integrator begitu juga apa ?


Jawab :


Integrator yaitu seorang didikan / pemimpin jabatan paling terala di dalam organisasi. Salah satu contohnya adalah bos sekolah karena dia merupakan seorang didikan.


Source: http://dheriyoshie.blogspot.com/2014/04/soal-jawaban-manajemen-kepemimpinan.html