Pesan Nabi Muhammad Sebelum Wafat

Dua Wasiat Rasulullah Saw Menjelang Wafat: Shalat dan Peduli Dhuafa

Dua Wasiat Rasulullah Saw Menjelang Wafat: Shalat dan Peduli Dhuafa

DIRIWAYATKAN, sesaat sebelum Rasulullah Muhammad Saw wafat, beliau sempat membisikan sebuah wasiat bagi umat Islam.

Detik tubuh Utusan tuhan Saw mulai campah, kaki dan dadanya sudah tak bergerak kembali, menginjak-tiba beliau memotori bibirnya hendak membisikkan sesuatu.

Ali kedelai Abi Thalib yang momen itu ada di dempang beliau, segera mendekatkan telinganya. Rasulullah Saw pun berbisik: “
Ushikum bi al-shalati wa ma malakat aimanukum”

yang artinya “Peliharalah shalat dan peliharalah sosok-orang lemah di antaramu.”

Saat Ali sekali lagi mendekatkan telinganya ke bibir Nabi Saw nan mulai kebiruan, Rasul berbisik lagi:
“Ummati, ummati, ummati”
(umatku, umatku, umatku).” Sesaat kemudian, Rasulullah Muhammad Saw lagi ajal ke hadirat Ilahi.

Begitulah gambaran detik-detik akhir menjelang berpulang Nabi Saw. Cuma, penggalan kisah tersebut dianggap langlai (dhoif) karena tidak ada sendang nan jelas.

Cak agar demikian, fokus kita bukan pada kisahnya, tapi lega ucapan ataupun hadis Rasulullah Saw mengenai

ash-shalaah wamaa malakat aimanumum
.

Dalam riwayat shahih:

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رضي الله عنها, أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- حِينَ حُضِرَ جَعَلَ يَقُولُ « الصَّلاَةَ الصَّلاَةَ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ».

“Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha menanggali bahwa Rasul Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam saat dalam keadaan sekarat mengomong: “Jagalah shalat, jagalah shalat, dan orang-orang gontai di antaramu”. (HR Ahmad, dishahihkan Al Albani di dalam
Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah).

Hadis di atas
(الصَّلاة الصَّلاة َ وما ملكت َ أيمانكم)
juga diriwayatkan dalam perbuatan nabi nabi muhammad protokoler An-Nasa’iy Al-Kubra.

Cak semau dua wasiat yang disampaikan Rasul Saw menjelang ajalnya privat mulut beliau “Ushikum bi al-shalati wa ma malakat aimanukum”:

  1. Shalat
  2. Peduli Dhuafa

Shalat dan Peduli Dhuafa (membela atau kontributif kabilah gontai) yakni perpaduan pernah dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama turunan (hablum minannas).

Shalat dan Peduli Dhuafa ialah ideal kesalehan bani adam dan kesalehan sosial.

Shalat adalah inti ibadah kepada Allah. Shalat merupakan ibadah penting sekaligus barang bawaan paling poko umat Islam.

Shalat yakni amal ibadah nan dihisah malar-malar dahulu dan bahkan menjadi standar penilaian amal seseorang di alam baka.

Namin, shalat saja tak memadai. Perkataan salam di penghabisan shalat adalah simbol bagasi umat Selam menebarkan kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan kepada sesama anak adam.

Kepedulian sosial, antara bukan dengan prinsip zakat, infak, sedekah, dan kepedulian sosial, merupakan salah suatu “follow up” ibadah shalat kerumahtanggaan jiwa sosial.

Muslim yang baik adalah mukmin nan kukuh beribadah, namun sekali lagi memiliki rangkaian baik dengan sesama.
Wallahu a’lam bish-shawabi. (www.risalahislam.com).*

Source: https://www.risalahislam.com/2017/11/dua-wasiat-rasulullah-sebelum-wafat.html

Posted by: caribes.net