Pesan Sunan Kalijaga Kepada Muridnya

Tipsiana.com
– Sosok Sunan Kalijaga setakat hari ini lalu lekat di perasaan awam Indonesia, khususnya kaki Jawa. Anda adalah satu terbit sembilan pengampu nan telah berdakwah mencecerkan Selam di tanah Jawa. Anda dikenal lalu piawai berbuat dakwah dengan pendekatan tradisi, yang membuat hati awam dan penguasa tanah Jawa kasmaran dan berbondong-bondong memeluk agama Islam.

Gabungan ilmu agama yang mumpuni dan jiwa seni yang tinggi membuatnya menjadi pengambil inisiatif teladan yang menjauhi banyak warisan budaya bernuansa Selam hingga kini. Bila Sira ingat lagu
Ilir-ilir
danGundul-gundul pangkur,  itu merupakan sebagian karya anda.

Beliau juga yang mengenalkan mode pakaian taqwa, leluri gerebek maulud, perayaan sekatenan, menciptakan wayang patung alat peraba berbahan kulit wedus, serta lakon carangan
Layang Kalimasada
dan
Petruk Dadi Emir
. Konon, Ia juga yang menggagas lanskap Kraton dengan alun-alun mendira kembar dan langgar.

Selain sebagai pensyiar dan seniman, Sinuhun Kalijaga juga merupakan seorang filosof nan banyak mengajarkan makna kehidupan. Ia mengajarkan falsafahWit Galingga
atau falsafah pohon kelapa, dimana manusia seyogiannya bisa mencontoh pohon kelambir yang berpangkal ujung daun hingga ujung akarnya memiliki kemustajaban.

Dan filosofi Ratu Kalijaga yang paling kecil dikenal masyarakat jawa ialah Sepuluh Pitutur, 10 filosofi jiwa hendaknya insan bisa selamat mayapada dan darul baka. Dasa Pititur disebut juga 10 filosofi Jawa petunjuk Emir Kalijaga.

Masa ini, rasanya sangat cocok kita kembali membaca, merenungi dan meresapi filosofi semangat wejangan Sunan Kalijaga.

1. Urip iku urup

Hidup itu Nyala! Hidup itu hendaknya memberi guna bagi cucu adam lain di sekitar kita. Semakin segara maslahat yang bisa kita berikan, tentu akan bertambah baik.

2. Memayu hayuning bawana, ambrasta mutiara hangkara

Orang hidup di dunia harus menjajakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan, serta membasmi sifat angkara murka, serakah, dan tamak.

3. Sura dira jaya jayaningrat, peroi dening pangastuti

Barang apa sifat keras lever, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lumat lever, dan sabar.


4. Ngluruk tanpa legiun, menang sonder ngasorake, sekti tanpa pangeran-aji, sugih minus bandha

Berjuang tanpa perlu membawa konglomerat; menjuarai sonder merendahkan maupun mempermalukan; berpengaruh tanpa mengandalkan kekuatan, khasanah maupun kekuasaan, zuriat; berlimpah tanpa didasari materialisme.

5. Datan serik lamun ketaman, datan musykil lamun kelangan

Jangan gampang lindu hati manakala petaka menjalari diri! Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu!

6. Aja gumunan, aja getunan, aja kagetan, aja bermanja-manja

Jangan mudah terheran-heran! Jangan mudah menyesal! Jangan mudah terkejut-kejut! Jangan mudah kolokan atau kolokan!

7. Aja ketungkul marang kalungguhan, kadonyan lan kemareman

Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh kehausan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan, dan kepuasan kebendaan!


8. Aja kuminter mundak keblinger, aja cidra mundak cilaka

Jangan merasa paling tukang seyogiannya tidak salah sebelah! Jangan suka mengerjakan curang agar tidak celaka!

9. Aja milik barang kang melok, aja mangro mundak kendho

Jangan tergiur maka dari itu hal-hal yang tampak kaya, cantik, dan indah! Jangan berfikir mendua hendaknya tidak kendor kehendak dan kendor spirit!

10. Aja adigang, adigung, adiguna

Jangan sok kuasa, beraga raksasa, beraga sakti!

Artikel tercalit :Lingsir Wengi, Lagu Tolak Bala Aji Kalijaga Yang Kini Malah Dianggap Pemanggil Sundal

Sendang :
Implementasi Filosofi Arwah Sunan Kalijaga dalam Berbangsa dan Bernegara, Oleh : Letjen TNI (Purn) H. Sudi Silalahi

https://turwahyudin.wordpress.com/2015/12/29/10-filosofi-jawa-ajaran-kanjeng-sri paduka-kalijaga/

https://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Kalijaga

Source: https://www.tipsiana.com/2016/06/merenungi-dasa-pitutur-10-nasehat-sunan.html

Posted by: caribes.net