Puisi 2 Bait Tentang Sahabat

Sajak sahabat –

Setiap hamba allah tentu punya sahabat n domestik hidupnya, begitu juga dengan Anda. Bakal mendapatkan sahabat murni, pastinya Anda harus melewati berbagai rintangan sederum baik intern suka maupun duka. Semua kendala tersebut yaitu bumbu-bumbu privat persahabatan yang nantinya justru akan mempererat kenur persahabatan.

Sahabat adalah sosok nan paling kecil dekat dengan kita di luar keluarga kita. Ajang kita berbagi rasa dan menitikkan segala permasalahan nan ada. Sahabat sekali lagi merupakan turunan nan paling kita percayai. Maka dari itu sebab itu, banyak karya sastra yang mengangkat tema sahabat dan salah satunya ialah syair.

Pembuatan susuk, jenis, dan model puisi sahabat umumnya disesuaikan dengan selera penulisnya.

Di dasar ini akan diberikan beberapa puisi sahabat yang mungkin akan mengingatkan Sira betapa berharganya keberadaan sahabat privat hidup kita.

Bagi Anda yang kepingin menciptakan menjadikan sebuah tembang untuk sahabat Ia, puisi-syair sahabat di pangkal ini boleh jadi dapat Beliau jadikan sebagai referensi.


Puisi Sahabat Terbaik

Puisi Sahabat Terbaik
amunisihijrah.com

*****

Awan yang bergumpal seakan bercerita tentang kita

Birunya langit menggambarkan suasana ceria dan bahagia kita

Menengah derasnya hujan abu bak air netra

Cerahnya rawi sebagai wajah kita semua

Pelangi yang berwarna-warni seakan membagi warna perjalanan kita

Tuk mengisyaratkan hujan sudah lalu reda

Saat silang sengketa dan perbedaan melanda

Bertukar keindahan yang terasa

Langit bak bermami bahasa

Sewaktu-waktu mengiyakan terkadang pula menyangkal

Terkadang membahagiakan terkadang pula menyedihkan

Semua bukan dapat kita sangkal

Itulah keadaan marcapada

Begitu pula pertemanan kita

Tapi kita kan konsisten bersama

Sebagai tara bahkan uri

*****


Puisi Sahabat Kecil

Puisi Sahabat Kecil
diannasuha.blogspot.com

*****

Serikat,

Apa kau tahu sejak kapan kita melalui waktu bersama?

Seberapa lama pula kita berkawan?

Kau benar, ku tidak ingin tau jawabannya

Ku tak ingin pula menghitungnya

Sebab persahabatan kita selamanya

Selamanya kau kan di hidupku

Saat bersamamu

Rasa sedihku hancur berpaling bahagia

Air mataku kering melongok tawa

Rasa penatku menghilang begitu saja

Semenjak diamku berganti nirmala

Kudus berganti bahagia

Tuk kita semua

Yuk pupuk dan jaga persahabatan kita

Sebatas esok, kelak, dan esok

Esok, waktu nan bukan tekor

Tak kala bahagia namun kita bersahabat

Tak rasi kerdil saja kita berkawan

Doang selamanya

*****


Puisi Sahabat 2 Stanza

Puisi Sahabat 2 Bait
www.contohcerita.com

*****

Saat rintik hujan abu turun sampai-sampai mengguyur

Kau adalah tempatku mengadem sahabat

Kau ajang tuk berbagi

Bercerita akan halnya hidup ini

Oleh karenanya, bisakah orang sonder sahabat

Karuan tak kali bisa

Bani adam tak kan bisa memungkirinya

bagaimana pun jua

makna sebuah persahabatan

Sahabat, kawan

Lain sekedar sebuah nama

Lain sekedar ritual belaka

Semua itu keniscayaan dalam arwah kita

Sahabat, kawan

Tidak sekedar persamaan

Bukan sekedar komitmen juga

Tetapi ini tentang semuanya

Berpisah Jua

N antipoda..

Selamat berpisah ku ucapkan

Tak teko pernah ku lupakan

Tentang kepentingan perkawanan

Pergilah dengan cepat

Kembalilah pula secepat seri

Terlampau kita bersenang hati lagi

Bersama dan mengukir kisah ke sana kemari

*****


Puisi Sahabat 3 Stanza

Puisi Sahabat 3 Bait
thegorbalsla.com

*****

Teman,

Bagiku kau adalah bayangan

Kau makara penghangat saat dingin melanda

Kau kaprikornus belat saat terik mentari menerpa

Teman,

Supaya sebagian jiwaku sudah lalu ada yang n kepunyaan

Tapi, babak bukan kau tempati

tetaplah gegares di sini

di sampingku dan untukku

Vitalitas selalu kau berikan

Kudrati ikhlas selalu kau lakukan

Tidak pernah sedikitpun kau lupa

Kepentingan persahabatan yang kita jalani

Pintaku antitesis,

Kau ki ajek di sini

Temani momen ku terdiam

Hiasilah dengan canda tawamu

Saat air mataku menetes

Senyum tulus kau hadirkan

Maka ceriaku pun kembali datang

Setiap saat kau comar hadir

Detik sedih ataupun bahagia

Sebagaimana itulah kita

Centung selalu bersama

Meski internal senang atau duka

*****


Syair Sahabat 4 Bait

Puisi Sahabat 4 Bait
intipati.grid.id

*****

Bersamamu, jodoh

Ijinkan ku berkuyup-kuyup sok mengukir ribuan kisah

Kita bersama

Menjauhi ke atas langit merodong bintang-bintang

Dan memancarkan sinar kegembiraan

Bersamamu teman,

Ku ingin menghayati dalamnya makna persahabatan

Hati dan jasmani bukan kenal bosan

Menjalani faedah solidaritas

Bersamamu, teman

Bahagia dan gembira ku rasakan

Menumbuhkan amal dan pertalian

Mengartikan segala kemauan

Bersamamu, kebalikan

Ijinkan ku tuk selalu jadi temanmu

Mengalir bersama makhluk pujaan

Hingga kita kan tersenyum indah bersama

*****


Puisi Sahabat 5 Kuplet

Puisi Sahabat 5 Bait
thegorbalsla.com

*****

Di saat hidupku terasa lain berarti

Di saat ku lewati hari-masa sendiri

Di ketika anganku terasa nyenyat

Yang ku ingat adalah sahabat

Bukan satu atau dua orang

Karenanya ku rindukan kembali kesetiakawanan, sahabat

Kesendirianku seumpama melupakanmu sahabat

Ku merasa justru membuat persahabatan ini makin kuat

Tak karena kita jauh

Ku di sini dan kalian di sana

Namun karena hari yang kita lalui bersama

Sebab lever dan pikiran kita pun tidak berbeda

Ayo kita berjumpa kembali

Marilah serempak kembali

Ayo mendongeng, berkisah, dan bercanda

Adapun segalanya

Marilah berbagi pengalaman

Kepelesiran, kesedihan terlebih kekonyolan

Cak agar kadang pemikiran kita berbeda

Namun teramat banyak kesamaan di antara kita

Seperti mana itulah kita, sahabat

*****


Puisi Sahabat Sejati

Puisi Sahabat Sejati
obatrindu.com

*****

Tak terhitung mutakadim berapa lama kita bersama

Sedih, susah, senang, bahagia kita lalui bersama

Itu denganmu, wahai sahabatku

Sungguh banyak kenangan

Yang membekas pada lembar perjalanan

Mungkin sehelai ataupun tambahan pula lebih

Bagiku, lawai itu tidak lakukan dikenang, sahabat

Cuma, sebagai bukti dan syahid indahnya persahabatan

Kendati enggak positif

Kenangan itu lain kan pernah hilang mulai sejak ingatan

Ketel camar ku ingat senyummu, sahabat

Kebahagiaan kau hadirkan melewati senyum itu

Meski kau jauh, senyum itu masih dapat ku tatap

Meski kau lain kembali ada di sini

Wahai sahabatku, kita morong konsisten sebagai sahabat nan semula

Di awal kita berlaga

Di penghabisan pula kita berjumpa

Semua itu lain kan pertautan ku lupa

Kau Sahabat Sejatiku

Kau..

Yang selalu mengulurkan tangan untukku

Yang selalu memberi jiwa padaku

Yang paling peduli denganku

Yang minimum mengerti aku

Kau..

Yang majuh menemaniku

Saat mayapada memusuhiku

Nan caruk perhatian padaku

Saat manjapada tak mempedulikanku

Kau nan sering menghiburku

Ketika kemasygulan melandaku

Yang sering memotivasiku

Saat sakit hati menghampiriku

Kau adalah sahabat sejatiku

Sahabat tersayangku

Sahabat yang kan majuh terserah internal hatiku

Sepanjang sisa hidupku

*****


Puisi Sahabat Lama

Puisi Sahabat Lama
www.kongkie.com

*****

Maskapai

Mutakadim sekian lama kita bersahabat

Sejak mentah mengenal segala apa itu angka dan kata

Momen kita masih sama-sama polosnya

Hanya main-main dan bermain yang ku tahu waktu itu

Hal yang wajar momen kita bertengkar

Bahkan mutakadim kaprikornus kebiasaan

Mungkin sonder itu semua

Persahabatan kita bukan kan berwarna

Sahabat lama, begitulah ku menyebutmu

Tak berguna persahabatan kita kadaluarsa oleh waktu

Tetapi, kau yaitu sahabat periode kecil dan dewasaku

Karena sudah lama kita berkawan

Mengukir cerita dalam kehidupan

Kepingin ku ulang waktu-hari itu, aduhai sahabatku

Sudah sekian lama kita bukan main-main dan bercanda bersama

Terhambat jarak yang membaikkan kita

Cak bagi bisa terus bersama

Meski kini berkomunikasi lewat sarana sosial dapat

Belaka situasi itu tak membuatku puas bercengkerama

Biar ku adv pernah hari mewatasi kita

Kerjakan bisa saling menamai

*****


Puisi Sahabat Sumir

Puisi Sahabat Singkat
www.fimela.com

*****

Sahabat

Apapun penyakit kita

Apalagi hal buruk yang susunan ada

Lupakanlah semuanya

Percederaan di antara kita

Itu adalah peristiwa yang lazim

Jadi lupakanlah semua

Lain usah anggap itu sebagai pembeda

Yang justru akan memecahkan perkawanan kita

Sahabat…

Masa ini kita telah dewasa

Bukan lagi anak-anak

Aku, sejenis itu pun engkau

Mari kita baikan kembali

Begitu juga waktu-perian yang telah kita lewati

Berbarengan menjalani hari-hari

Kita sadar korespondensi

Melangkahi sebuah persahabatan

Minus ada rasa dendam

Dan gempa bumi hati yang cerkau

Sahabat…

Buatlah semua ini sebagai tutorial

Akan guna jiwa

Dan makna ceria persahabatan

Diantara kita

Tiada nan makin baik

Tiada pula yang lebih buruk

Karena kita ditakdirkan buat saling melengkapi

*****


Puisi Sahabatku

Puisi Sahabatku
www.shutterstock.com

*****

Sahabatku

Sahabatku kau misal saudaraku

Tembuni saat di perantauan

Saudara sepernasiban

Siapa takdir yang mempertemukan

Sahabatku…

Biarlah kita kan tetap jadi saudara

Sampai maut cak bertengger menjemput kita

Meski kita terlahir dari ki gua garba berbeda

Sahabatku…

Kita bagai saudara seperjuangan

Plasenta sekebangsaan

Sama-setinggi menjemput impian

Biar harus melampaui perpisahan

Momen sama-setimbang menggapai impian

Ku yakin persahabatan kita tak merenggang

Kita kan saling kirim butir-butir

Wahai sahabatku tercinta

*****


Sajak Sahabat Ceria

Puisi Sahabat Ceria
jagad.id

*****

Ayo bermain sahabatku

Permainan apapun aku mau

Permainan yang mengasyikkan

Permainan yang boleh silih mendekatkan

Silakan saling bercurhat, sahabatku

Berceritalah apapun masalahmu

Ku ketel setia mendengarkan

Ku kembali kan berkisah

Apapun padamu juga

Ayo kita buat bersama

Mari silih bercanda sahabatku,

Berbagai hal yang lucu-mengelakkan

Mengenai apapun itu

Persiapkanlah terlebih habis

Seandainya mutakadim, mari kita bercanda

Dan tertawa berbarengan

Ku kembali telah menyiapkan candaan

Yang cerek menciptakan menjadikan kita bergembira bersamaan

Supaya kita mesem bahagia

Meski kita sama-sama tertawa

Supaya kita tak merasa sendirian

Karena kita bersama dalam pertemanan

Lukislah impianmu sahabatku

Tentu impian kita kan berbeda

Demi kau morong ku wujudkan asaku

Kita kan bersepakat

Tuk bercerai temporer waktu

*****


Puisi Sahabat Menyentuh Lever

Puisi Sahabat Menyentuh Hati
sahabatnesia.com

*****

Sulit tuk ku ungkapkan semuanya suntuk kata

Kali akan melelahkan

Mungkin kembali ki boyak

Alias lebih-lebih begitu menjengkelkan

Tubuhku beku misal belahan salju

Tak senggang kapan pula melelehnya itu

Kau bermartabat sahabat,

Semua seumpama sinar lampu

Bukan satu pun pemirsa di depan panggung

Menjadi penerang diri di rekata gelap

Ku sengap membisu

Bukan terserah senyum atau tangis

Sungguh menyedihkan bagiku

Cuma, ingatlah sahabatku

Kau tak sendirian

Kau tak pernah dan tak akan pernah merembah sendirian

Aku pun sejenis itu

Biarkanlah tetes air matamu terban

Jika itu memang wajib

Bukan segala apa pula kau berteriak keras

Saat gelora hatimu terasa semok

Semuanya akan lebih baik untukku

Ketimbang ku harus melihatmu terdiam kaku

Tanpa kata dan bungkam membisu

*****


Tembang Sahabat Dari Penyair-Penyair Kenamaan

Puisi Sahabat Dari Penyair-Penyair Ternama
kili-kili.com

*****

Kepada Kawan

Sebelum kematian menclok mendekat dan berkhianat

Mencengkam terbit belakang saat kita tak melihat

Semasih bergelombang darah maupun rasa

Tak cak semau kecut hati dan gentar di dada

Somplak bisa lilin lebah terbenam

Senja hilang dalam berawan

Kongsi, ayo segera kita putuskan di tempat ini

Kematian yang menarik kita lagi mencekik diri sendiri

Jadi..

Penuhilah gelas lantas tuangkan silam

Baikkan dan arungi marcapada

Peluk cium wanita, abaikan sekiranya merayu

Pilihlah kuda minimum haram, teruslah berpacu

Enggak usah tambatkan plong siang alias malam

Dan..

Barang apa yang kau bikin hancurkan pula

Sonder pusaka, sonder kerabat hilanglah sudah

Tidak minta ampun atas semua dosa

Lain beri pamit pada siapapun jua

Jadi..

Yuk kita putuskan segalanya sekali juga

Mortalitas nan menyeret kita ke angkasa sunyi

Satu kelihatannya juga kawan, cuma sebaris lagi

Hunuskan pedangmu sampai ke hulu

Kepada siapa lagi nan mengucuri kemurnian madu

Selamat Tahun Baru Sekutu

Kawan, masa yunior telah datang pun

Namun masih belum waktunyakah kita berbenah diri

Menunduk cak sambil memandang diri seorang

Mengaca sreg kalam Illahi

Sebelum nomplok waktu rekapitulasi nanti

Kawan, sememangnya siapakah kita?

Apa kita seorang muslim?

Barang apa koteng muttaqin?

Ataukah kita seorang mukminin?

Apa kita khalifah Allah?

Segala kita umat Muhammad?

Apa kita termasuk umat terbaik?

Namun apakah justru kita setara saja dengan bani adam bukan?

Apa boleh jadi lebih rendah lagi

Sekadar jadi budak perut dan kelamin

Tipisnya iman kita kepada Allah yang ghaib

Laksana persen plano ribuan ataupun malah makin tipis

Lebih pecak berpangkal kain busana wanita

Biarpun tersiksa, kita mendalam di hadapan masa

Sahaja sontak binal dan bengis saat sendiri dengannya

Kalimat pengakuan nan kita ucapkan

Terdengar bertambah buruk bersumber bedug yang ditabuhkan

Bagaikan pernyataan fungsionaris rendahan

Kosong tak ada artinya saat diucapkan

Ibadah sholat kita lebih jelek dari gimnastik para ibu

Cepat-cepat dan cepat-cepat

Lebih cepat dibanding minum kopi merangsang

Sampai-sampai lebih berisik dibanding lamunan sewu pemuda

Setelahnya kita berdoa lebih khusyuk

Menanyakan kebahagiaan bumi

Ketenteraman akhirat pun bukan lupa di pinta

Puasa laksana mengubah jadwal makan dan minum

Ketika istirahat, syahwat pun tak terlewat

Saat rasa haus dan lapar singgah

Kita mulai menganggukkan kepala

Kita tiba merasakan

Kita sekali lagi merasa mutakadim merefleksikan

Hayat saudara-saudara kita yang kekurangan

tuk membayar zakatpun lebih musykil terasa

tinimbang seorang tukang becak yang mengecualikan pendapatannya

demi kupon undian yang tawar

saat mengeluarkan

harapan panjang di panjatkan

berharap Sang pencipta akan melipat gandakan

ibadah haji laksana menghibur diri

tuk cari pengalaman material dan keagamaan

menghapuskan dosa besar dengan membuang tekor persen

kemudian pulang memakai label tulen

asli buatan Saudi, haji

kawan, terus bagaimana

serta berapa lama kita justru sibuk berbuat

bahara mengatur mayapada seisinya

menyiasati bumi pemimpinnya

kawan, ternyata kita semakin pintar

mungkin kedudukan kita sebagai pemimpin bumi

memperkerap proses pematangan diri

sehingga kita sangat pandai berdalih

kita hancurkan alam dan lingkungan

demi berkembangnya mantra pengetahuan

kita bergeselan menegakkan keabsahan

menjatuhkan dan mengocok demi keselamatan

memukul dan memaki demi pendidikan

mengerjakan seenaknya demi kemandirian

bukan cak bagi apa pun demi ketentraman

kemungkaran merajalela dibiarkan demi kedamaian

ringkas kata

untuk semua nan baik

halalkan segalanya yang bukan baik

terlampau, apakah yang dilakukan para akademikus

seniman, mubaligh serta kiai yang menjadi penyambung lidah nabi

janganlah kau ganggu mereka semua

para suku bangsa cendekiawan sedang nanang mengenai segalanya

para seniman kembali tengah merefleksikan apa saja

para mubaligh paruh berdakwah kemana-mana

para bapak kembali tengah sibuk memberi nasihat serta beribadat

para ketua tengah menata semuanya

biarkanlah mereka semua

berada loyal di atas sana

menikmati serta meratapi hayat

permasalahan mereka sendiri-seorang

Buat Persekutuan dagang

Sebenarnya apa nan mau kau cari?

Setakat kau tendang segala penghalang yang menghadang

Sebatas tak kau hiraukan segala biji

Asalkan kau dapat menang

Senyatanya apa nan cak hendak kau boleh?

Sebatas kau tinggalkan semua sahabat

Orang di sekelilingmu lagi kau lupakan

Pagar syak hati kau anyam berdempetan

Kau pikir dimana kau akan singgah

Saat senja telah berangkat

Ternyata joget gemulai tak terserah

Gamelan mengalun permai sekali lagi tak mengomong

Kemenangan-kemajuan yang kau bisa selama ini

Cuma melemparkanmu ke langit sunyi

Sahabat

Ku bangun sebuah persahabatan lama berusul perca

Layaknya orang yang bersahabat namun makin lama

Dibungkus mufakat saling mengerti

Bersahabat yang sungguh-sungguh meski pada bintik ataupun koma

Lukisan bersama bikin pernyataan pun kami lukiskan

Muka kami, wajah kain

Tahun dan hari ubah bertimpa

Sebuah lukisan guram hidup kembali selesai jua

Tetapi kemana perginya wajah itu?

Bukan tahu letak

Tampang kita saling tak bersua

Asyik mencari kita jadinya

Mencari terus keinginan-kerinduan yang teko bertambah panjang

Rindu Sahabat

Di malam yang terasa sunyi ini

Kini ku duduk seorang

Tiada sahabat di sampingku kini

Sahaja ketel ku hadapi semua ini

Dengan ikhlas hati

Meski hati terasa nyenyat

karena tidak ada nan menemani

Tiap hari yang ku lalui

Kau telah menghindari meninggalkanku koteng di sini

Pergi jauh merantau ke luar negeri

Ku harap kau tak melupakanku saat ini dan lusa

Ku merindukanmu wahai sahabatku

Ku berharap kau kan kembali kembali ke sini

Ku cak hendak kita bersama lagi

Berkumpul tuk lalui tahun-hari

Hanya foto dirimu lah

Yang dapat mengobati rasa rindu ini

Ku mohon, datanglah sekali lagi lagi wahai sahabatku

Ku merasa seolah enggak berenergi di lilin batik nan sunyi ini

Ku butuh kamu sahabatku tuk temaniku di malam senyap ini

Ku ribang sosok mu yang jati

Ku mohon boleh bertemu dirimu pula segera

*****


Puisi Sahabat Tersayang

Puisi Sahabat Tersayang
www.liputan6.com

*****

kan rajin bergandengan tangan

ke sisi manapun kita berjalan

melewati lorong kecil dan jalanan besar

tak kenal pengenalan menyerah

sebelum sampai tujuan yang diharapkan

erat sungguh saat itu

kau gandeng tanganku

begitu juga aku

kenangan itu masih lekat sekali dalam ingatanku

saat itu kita masih sangat lugu

berjalan enggak takut duri

wana lebat dan jalan berliku

kita terjang tanpa rasa ragu

enggak ada rasa takut dalam hatiku

karena ku tak koteng

terserah kau yang menemani

ku percaya padamu

bersama melangkahi jalan berliku

mencoket keputusan tanpa nanang dulu

melanglang dan berlari

dengan perasaan optimistis di hati

tak hiraukan hujan maupun gelapnya malam

teringat plong satu tujuan

yang jauh di sana

hanya demi itu hanya

kini kita telah sampai wahai sahabatku

lakukan apa nan kau impikan silam

sedemikian itu pula aku

ayo bersama mengukir kembali

perjalanan atma yang bercelup warni

di persil seberang ini

*****


Tembang Selamat Tinggal Sahabat

Puisi Selamat Tinggal Sahabat
puisi sahabat

*****

Selamat Jalan Bandingan

Wahai Sahabat..

Ku ucapkan selamat perkembangan

Kewajibanmu di dunia kini telah usai

Rasa remai yang kau rasakan pun telah selesai

Selamat jalan aduhai sahabat

Ku antar kau mengaras pusaramu

Ke tempat pengistirahatan terakhirmu

Sebagai rasa cak dapat kasihku

Maafkanlah apa kesalahanku terdahulu

Jika ku pernah menyakitimu

Kenangan kita bukan kan pernah ku lupa

Cak agar kau sudah lalu jauh di keindraan

Ku merasa marah puas dunia

Ku benci mereka semua

Mengapa mereka membiarkanmu

Terdiam dan terbujur kaku

Maafkanku yang tidak bisa berbuat banyak untukmu

Namun ingatlah besar perut wahai sahabatku

Namamu kan selalu di hatiku

Do’a cerek camar ku panjatkan untukmu

Kala ku pulang ingatan sore tadi

Saat kau masih ada di sini

Tertawa dan bergurau bersamaku

Andai cuma ku tau semua itu

Sebagai semata-mata ku tau itu senyum terakhirmu

Karuan kan ku peluk erat dirimu

Lebih-lebih ku tak teko perantaraan melepas pelukanku

Aku sangat merindukanmu sahabat

Tak terasa bulir-bulir air mataku mengalir baplang

Kini tiada lagi dirimu

Kemana ku centung mencurahkan isi hatiku

Dengan siapa ku morong berolok-olok

Dengan siapa ku kan melepaskan tawa

Dengan siapa ku kan berbagi

Dengan siapa ku ketel mengukir nasib ini

Foto ini sebagai saksi bisu

Persahabatan kita hingga waktu berlalu

Ku yakin kita kan bersama sekali lagi

Kelak di surgaloka nanti

Ya Sang pencipta, kupanjatkan do’a untukmu

Jagalah sahabat tersayangku

Pertemukan dan satukanlah kami sekali lagi

Sekiranya tiba saatnya jemah

Selamat perkembangan sahabatku

Janji kita ketel terukir di hatiku kerap

*****


Puisi Selamat Ulang Musim bagi Sahabat

Puisi Selamat Ulang Tahun untuk Sahabat
www.romadecade.org

*****

Selamat Ulang Masa

Sahabat tersayangku

Ku enggak dapat memberi sesuatu nan berarti untukmu

Di hari bahagia dan indahmu

Saja congor selamat yang dapat ku berikan

Selamat hari jadi maskapai

Ku minta keberkahan demap menyertaimu

Ku minta Almalik selalu melindungimu

Ku mohon kau dapat mencapai barang apa mimpimu

Ku harap kasih bosor makan burung laut terlimpah untukmu

Ku belaka bisa berikan liontin

Boleh jadi tak bertambah berharga dari kado yang lain

Namun bagiku ini lewat berjasa

Terdapat foto kita berdua kita privat liontin ini

Saat kau memakainya

Ku harap kau kan kerap ingat persahabatan kita

Yang kita bangun bersama-sama

Dalam sedih maupun duka

*****


Puisi Sahabat Syahdu

Puisi Sahabat Syahdu
puisi sahabat

*****

Tempat Aku Berteduh

Saat hujan air indra penglihatan menerpaku

Kaulah tempatku buat berteduh

Ketika kegundahan melanda hatiku

Kaulah tempatku untuk mengadu

Denganmu ku bisa berbagi kisahan

Mengenai segala apa permasalahan nan terserah

Menginjak dari keluarga hingga asmara

Kaulah yang memaklumi segala muslihat

Hanya kaulah sahabatku tercinta

Namun Tahun yang Bisa Menjawab

Apa kalian masih ingat ketika kita bersama dulu?

Merenda tali persahabatan dengan silam erat

Hingga tidak kan cak semau seorang pula yang mampu melepaskan

Atau bahkan membaikkan

Waktu demi perian terus berlalu

Seluruh kenangan hilang di telan masa

Misal dedaunan yang drop bertebaran

Yang bukan ketel boleh lagi dikembalikan

Momen pikiranku teringat akan kalian

Ketika itu lagi air mataku tak tertahankan

Momen menghafal segala kenangan

Ketika itu pula hasratku muncul mau bersama kalian

Mungkinkah kita boleh bersama sekali lagi

Tertawa dan bercanda seperti terlampau juga

Ataukah semua hanya sampai mimpi

Hanyalah waktu yang boleh menjawab semua ini

Tentang Sahabatku

Sahabatku andai bintang di angkasa

Yang mampu mencahayai alam sepenuh

Menemani si rembulan yang berduka

Menghadirkan ketenteraman

Sahabatku bak embun pagi

Yang berlinang internal gersangnya lever

nan makmur menyuburkan sanubari

menghadirkan kesejukan

Sahabatku laksana mata air berpokok haud sejati

Yang teko bergerak tiada henti

Yang mampu mengobati dahaga diri

Menghadirkan kesegaran

Sahabatku laksana pohon dengan seribu dahan

Yang kan melindungi panas syamsu yang tak tertahan

Melangkaui rimbunan dedaunan

Menghadirkan kesentosaan

Sahabatku laksana intan berlian

Yang kemurniannya tiada tara

Yang teko menebarkan pesona

Menghadirkan keindahan

Sahabatku umpama hujan deras yang terban

Membasahi tanah tandus menahun

Yang mampu memberikan kesegaran puas dedaun

Menghadirkan kegadisan

*****


Puisi Sahabat Mengharukan

Puisi Sahabat Mengharukan
sajak sahabat

*****

Kawan Mutakadim Pergi

Semua terasa lengang

Risikonya gaib

Sendiri konsorsium telah menjauhi

Sungguh enggak ada yang abadi

Hanya kenangan yang primitif

Dan barang apa yang berkaitan dengan ingatan sahaja

Jiwamu pergi ke alam abadi

Meninggalkan satu misteri

Ragamu tertumbuk pandangan kaku

Mulutmu sekali lagi terdiam membisu

Lain terlambat lagi mimpimu

Bahkan semua menghapus ingatanmu

Jiwa memang bak arloji

Dengan perlahan dia berjalan

Berputar dan terus berputar

Akhirnya tibalah sekali lagi puas tutul tertinggi

Namun sebentar kawan

Memang bukan terserah yang hebat dalam spirit

Bukankah benar begitu kawan?

*****


Tembang Mengenang Sahabat

Puisi Mengenang Sahabat
www.senipedia.com

*****

Kenangan Sahabat

Malam indah yang mumbung perbincangan

Candaan-candaan yang terlontarkan

Semua mericis kerinduan

Hanya itu nan bisa ku kenang pecah persahabatan

Kau berkas lagi kenangan yang berserakan

Hingga menjadi beraneka rupa lukisan

Ku buatkan birai untukmu

Yang ku pajang di kamar dan ruang tamu

Sebagai sebuah kenangan

Nan tak centung koneksi kulupakan

Bangunkan aku tengah lilin batik nanti

Teko ku ceritakan satu rahasia diri

Tentang dedaunan yang gugur di depan pintu

Yang tengung-tenging darimana asalnya sebelum jatuh di atas debu

Karena wajahnya terus menengadah ke langit biru

Hingga ku bertanya pada ujung sapu yang terus diam membisu

Kita ditakdirkan menjadi sejodoh p versus

Yang kan menyingkap misteri kehidupan

Melampaui kata-kata pilihan

Tuk coba menjawab heterogen persoalan

Meski nama menjadi taruhan

*****


Syair Sahabat Selamanya

Puisi Sahabat Selamanya
thegorbalsla.com

*****

Ketika ku terdiam, kalian morong datang menghiburku

Saat ku bersedih, kalian morong terserah di sampingku

Hingga galabah menjadi tawa

Hingga tersentuh perasaan menjadi kudrati

Itulah makna dari sahabat

Sekadar,

Di tiap pertemuan pasti ada perceraian

Candaan dan gelak kini telah bablas

Senyum dan kalis kini telah hirap

Semuanya usai

Semuanya telah selesai

Walau sedemikian itu

Kalian kan selalu suka-suka di hatiku

Kalian kan tegar jadi sahabatku

Yang ketel burung laut menghiasi hidupku

Sahabat selamanya yang tak lekang oleh waktu

*****


Puisi Sahabat Terhebat

Puisi Sahabat Terhebat
www.romadecade.org

*****

Sahabat…

Kau bak payung di rekata hujan turun

Kau bagikan obat di kala aku jejas

Kau bagaikan flat di kala ku butuh perlindungan

Kau laksana pepohonan di kala ku pelir keteduhan

Kau umpama sumur di rekata ku butuh kesegaran

Kau bagaikan bintang di rasi ku butuh cahaya intern kegelapan

Sahabat…

Bagiku kau yang terhebat

Betapa ku bersyukur sreg yang kuasa

Dianugerahkan sahabat yang asing biasa

Peroleh belas kasih banyak ku ucapkan

Atas semua nan kau berikan

Atas semua hari nan kau curahkan

Atas semua kenangan yang kau ukirkan

Syukur Halikuljabbar

Kau ajarkan makna pertemanan

Dulu sahabat terhebat

Yang tersambung intern ingatanku lekat-lekat

*****

Baca Kembali Kelong Romantis

Dengan mengaji puisi sahabat di atas, mungkin Anda akan teringat lagi dengan sahabat-sahabat Anda, terlebih lagi jika Anda telah lama tidak bersua dengan mereka. Semakin dewasa mungkin intensitas Anda bikin antuk dengan sahabat akan semakin berkurang karena terhenti maka dari itu jarak dan waktu.

Bagi Anda yang masih dekat dengan sahabat Anda, sayangilah mereka karena mereka adalah harta yang paling bermanfaat di dunia selain keluarga kita.

Source: https://made-blog.com/puisi-sahabat/

Posted by: caribes.net