Assalamualaikum, kali ini kami akan melanjutkan kajian adverbia dari yang sebelumnya. Yakni Kata tambahan Surah Al-Isra Ayat 2. Sebelum membaca 2 adverbia marilah kita baca sampai-sampai dahulu ayat beserta terjemahannya menurut Al-Qur’an Kemenag

Q.S Al-Isra : 2

وَاٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَجَعَلْنٰهُ هُدًى لِّبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَلَّا تَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِيْ وَكِيْلًاۗ

Artinya:

Dan Kami berikan kepada Musa, Kitab (Taurat) dan Kami jadikannya petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), “Janganlah sira mengambil (pelindung) selain Aku.

Adverbia Jalalain Tembusan Al-Isra Ayat 2

Imam Al-Hakim mutakadim meriwayatkan sebuah sabda dalam kitab Al-mustadrok riwayat berpokok sahabat Ibni Abbas bercakap bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda “Saya telah mengawasi Tuhanku Allah telah berkalam : “Kami (Almalik) telah menerimakan Musa Al-kitab merupakan At-Taurat dan Kami sudah lalu menjadikan Taurat itu bagaikan petunjuk untuk Ibni Israil dengan harapan biar mereka ini bukan menjadikan selain diriku sebagai duta-wakil. Yang di intensi di sini yaitu sesuatu yang nan diserahi bakal menguasai urusan mereka.

Menurut 1 versi Qiroah lafadz تَتَّخِذُوْا dibaca dengan menggunakan huruf ت nan memercik di atas huruf. Penggunaan lafadz ini bak bentuk iltifat atau memalingkan ura-ura dari pihak ke-3 kepada pihak kedua.

Dan huruf ان adalah ziyadah atau tambahan yang tidak memiliki yuridiksi makna.

Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Isra Ayat 2

Sesudah Sang pencipta menuturkan mengenai peristiwa isra yang di alami oleh Baginda Rasul Muhammad maka lebih lanjut Sang pencipta menuturkan adapun Nabi Musa yang menjadi hamba sekalian Nabi. Allah seringkali mengawinkan penyebutan Nabi Musa bersama Rasul Muhammad, menuturkan kitab Taurat dan Al-Qur’an.

Setelah Allah menuturkan peristiwa isra kemudian Almalik menuturkan akan halnya keberadaan Utusan tuhan Musa. Bahwa Rasul Musa itu di serah kita Taurat yang fungsinya ibarat wangsit bagi Anak lelaki Israil. Yaitu bakal enggak menjadikan selain Halikuljabbar ibarat buah hati, juru selamat maupun sesembahan.

Di karenakan Allah itu menurunkan setiap utusannya dengan maksud minimum gerendel adalah kendati semuanya beribadah semata-mata kepada Allah dengan tidak menyekutukan-Nya terkadang.

Penutup

Demikianlah kajian 2 tafsir dari Surah Al-Isra Ayat 2. Semoga boleh penting untuk kita semua.

Baca Juga : Tafsir Surah Al-Isra Ayat 3