Qs Al Mumtahanah Ayat 8

(Sang pencipta tiada melarang kalian terhadap cucu adam-sosok yang tidak memerangi kalian) dari gudi orang-hamba allah kafir (karena agama dan tidak mengusir kalian berpunca kewedanan kalian cak bagi berbuat baik kepada mereka) lafal an tabarruuhum menjadi kantor cabang isytimal dari lafal alladziina (dan berlaku adil) yaitu mengamalkan peradilan (terhadap mereka) dengan secara adil. Ayat ini diturunkan sebelum ada perintah bagi berjihad mengimbangi mereka. (Sesungguhnya Allah menyukai hamba allah-orang yang bebas) nan berlaku adil.

Allah bukan melarang kalian bagi mengamalkan baik dan menjalin koneksi dengan orang-insan kafir yang enggak memerangi dan mengusir kalian berbunga negeri kalian. Sesungguhnya Allah menyukai sosok-turunan yang berbuat baik dan menjalin perikatan.

Anda harus

untuk dapat menambahkan tafsir

Admin

Submit :

2022-04-01 02:13:32
Link sumber:

http://tafsir.web.id/

Momen ayat-ayat yang mulia ini turun, dimana ayat-ayat tersebut mendorong untuk memusihi hamba allah-orang ateis, maka kaum mumin mendapat pengaruh besar sekali sehingga mereka mau melaksanakannya dengan sebenar-benarnya dan mereka merasa berdosa ketika mencantumkan tali silaturrahim kepada kerabat mereka nan masih musyrik dan mereka beranggapan bahwa nan demikian termasuk ke dalam hal yang dilarang Allah, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan bahwa peristiwa itu (berbuat baik dan beraksi adil terhadap sosok-orang kafir yang tak memerangi) bukan termaktub ke dalam peristiwa yang dilarang Allah Subhaanahu wa Ta’aala, Dia bersabda, “Almalik tidak melarang ia berbuat baik dan berperan adil terhadap orang-orang nan enggak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu…dst.”

Maksudnya, Allah Subhaanahu wa Ta’aala tidak melarang kamu berbuat baik, bersilaturrahim, membalas kebaikan dan melakukan adil kepada kaum musyrikin baik kerabatmu maupun selain mereka yang lain memerangi engkau intern urusan agama dan tidak mengusir ia pecah kampung halamanmu, maka tidak mengapa bagimu menyambung lembar silaturrahim dengan mereka, karena mengikat tali silaturrahim internal keadaan ini tidak suka-suka mafsadatnya sebagaimana firman Allah Ta’ala tentang kedua hamba allah tua nan masih musyrik, “Dan takdirnya keduanya memaksamu untuk menyekutukan dengan Aku sesuatu nan tidak cak semau pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah anda menirukan keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan turunan nan juga kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah ia untuk.” (Terj. Luqman: 15)

Source: https://tafsirq.com/60-al-mumtahanah/ayat-8

Posted by: caribes.net