Ragam Hias Batik Mega Mendung

KOMPAS.com –
Perdana Nayaka Jepang, Yoshihide Suga untuk mula-mula kalinya mengamalkan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pasca- dilantik pada September 2022.

Diberitakan
Kompas.com, Selasa (20/10/2020) PM Suga bersama istrinya, Mariko Suga, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dan disambut oleh Sekretaris Lemari kecil Pramono Anung.

Pengejawantahan PM Suga terbantah menjajarkan, dengan setelan jas berwarna sensasional dongker yang dipadukan dengan masker berwarna senada yang dihiasi motif batik megamendung istimewa Cirebon.

Masker bermotif megamendung itu juga dikenakan PM Suga saat berpadan Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Bogor.

Baca juga: Terungkap, Pangkal Muasal Motif Megamendung

Motif megamendung

Batik motif megamendung asal Cirebon.
Halangan. SHUTTERSTOCK
Batik motif megamendung sumber akar Cirebon.

Motif alias corak batik megamendung sangat lekat dengan Ii kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Bukan saja tiras batik saja yang bermotif megamendung.

Di Cirebon sendiri, dekat semua rancangan kota sangat spesifik dengan motif ini.

Mengutip
Kronik Kompas, 9 Juli 1994, wajah Cirebon dengan kekhasan budayanya nampak jelas lewat pataka.

Tidak berbentuk polos seperti umbul-umbul kebanyakan, namun dihiasi ciri unik Cirebon, yaitu motif wadasan dan mega mendung, serta dilengkapi lambang nan mengandung kemujaraban Cirebon.

Wadasan dan megamendung itu sendiri mengilustrasikan pandangan hidup masyarakat setempat nan tercermin dalam berjenis-jenis bentuk seni rupa khas Cirebon. Misalnya batik dan lukisan, baik di atas kaca, cemping, alias kanvas.

Baca juga: Nadine Chandrawinata Menyelam Pakai Batik Megamendung

Sendiri pelukis kaca kenamaan bawah Cirebon, Rastika, kepada Kompas pernah menyebutkan, wadasan punya arti harfiah sebagai bebatuan, yang diterjemahkan ibarat dunia dengan segala isinya yakni tanah, tumbuhan, air.

Sementara megamendung merupakan seberinda langit yang menaungi dunia dan apa isinya. Megamendung dianggap pula ibarat simbol Ketuhanan.

Makna wadasan dan megamendung mengajarkan tentang kehidupan nan mengingatkan kepada umat khalayak mudah-mudahan cinta terhadap sesama di muka bumi (wadasan) ini, dan di sisi tidak memperkuat sikap religius (megamendung).

Pengaruh budaya China

Pembuatan batik di Guizhou, China.
Shutterstock/Andrey Filippov
Pembuatan batik di Guizhou, China.

Mengutip
Jurnal Kompas, 17 Juni 1991, Rastika menyingkapkan bahwa motif wadasan dan megamendung melambangkan pertemuan peradaban China dan Cirebon pada masa Sunan Gunung Safi.

Karena pada periode itu di Cirebon banyak berdatangan saudagar berpangkal China.

Rastika mengatakan dari daratan China, banyak dibawa keramik-tegel ki berbahagia tulangtulangan awan dan dedaunan.

Sementara bermula Cirebon seorang, banyak simbol atau lambang dari tanah dan bebatuan.

Pada akhirnya keduanya bertemu dan disatukan, sehingga membentuk karakteristik unik.

Perpaduan tersebut nan kemudian menjadi ciri eksklusif kerumahtanggaan kebudayaan Cirebon.

Itulah sebabnya berbagai ragam bentuk lukisan karya seniman Cirebon rajin disertai lambang wadasan dan megamendung.

Baca sekali lagi: Video Viral soal Menggambar China, Bagaimana Sejarah Menulis di Sana?

Dapatkan update
berita saringan
dan
breaking news
saban hari dari Kompas.com. Yuk menyatu di Grup Benang kuningan “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Sira harus install aplikasi Benang kuningan terlebih dulu di ponsel.

Source: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/21/162000365/mengenal-motif-batik-megamendung-yang-ada-di-masker-pm-jepang?page=all

Posted by: caribes.net