Renungan 1 Korintus 13 13

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 30 Mei 2022 –

Baca:  1 Korintus 13:1-13

“Demikianlah tinggal ketiga kejadian ini, ialah iman, pengharapan dan kasih, dan nan paling samudra di antaranya merupakan kasih.”  1 Korintus 13:13

Jika memperhatikan kejadian yang terserah di sekeliling kita, betapa kaki kita sudah menapak di hari-hari di mana Almalik taajul datang menjemput umatNya.  Berita-berita di surat manifesto ataupun juga tayangan-tayangan televisi menunjukkan sungguh mayapada ini dipenuhi dengan keadaan-hal yang menakutkan dan mengkhawatirkan:  murka alam, konflik antargolongan, protes diwarnai dengan kekerasan dan kekejaman terjadi di mana-mana, belum lagi kejahatan yang kian mengganas.  Sekarang ini
“Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang lelah. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi kacang miang, mereka akan berontak terhadap makhluk lanjut umur dan tidak tahu berlega hati, enggak mempedulikan agama, lain tahu mengasihi, lain ingin rukun, demen menjelekkan basyar, tidak dapat mengekang diri, bernafsu, bukan demen yang baik, suka mengkhianat, bukan berpikir tangga, rangah tahu, lebih menuruti hawa nafsu bermula pada menuruti Yang mahakuasa.”  (2 Timotius 3:2-4).  Marcapada ini ter-hormat-benar telah mengalami krisis, bahkan kehilangan kasih.

     Bagaimana dengan keberadaan turunan Kristen sendiri?  Kasih adalah satu aspek yang harus menjadi adegan hidup cucu adam berkepastian dan itu tidak dapat diganggu gugat.  Jika hidayah nan hendaknya terus memancar di tengah-tengah arwah bani adam beriktikad sudah hilang dan kepam, dapat dibayangkan bukan main gelapnya dunia ini, betapa keringnya dunia ini.  Di saat kasih sudah hilang, sudah bisa ditebak, nan muncul adalah sifat egois, ria, dingin, kejam, anak adam tidak lagi punya perhatian dan enggak mau mengerti orang tidak.  Lalu menyedihkan sekiranya di antara orang Serani sendiri sudah enggak mempunyai kasih, sedangkan tugas dan tanggung jawab manusia Serani di tengah dunia ini adalah menjadi berkat dan menunjukkan kasih itu kepada dunia.  Itulah sebabnya Tuhan tidak henti-hentinya dan serupa itu tegas menuntut agar kehidupan orang percaya dipenuhi dengan kasih.  Mengapa?
Pertama, kasih merupakan dasar penting seluruh indoktrinasi Injil.

Kepada jemaat Korintus Paulus menegaskan:  meskipun seseorang dapat melakukan barang apa sesuatu, n kepunyaan karunia yang hebat, dapat mengobati orang sakit, dapat beradat malaikat, mempunyai makrifat dan menyelesaikan isi Alkitab, sudah melayani Almalik sampai ujung bumi tak ada arti apa-apa seandainya ia tak memiliki anugerah.

Source: http://airhidupblog.blogspot.com/2012/05/orang-kristen-harus-punya-kasih-1.html