Renungan Lukas 4 1 13

Disadur bersumber Renungan Buletin Air Umur, edisi 17 Januari 2022 –

Baca:  Lukas 4:1-13

“Sesudah Hantu puaka mengakhiri semua pencobaan itu, ia memanjang berbunga pada-Nya dan menunggu hari yang baik.”
Lukas 4:13

Selama spirit di marcapada ini kita akan terus diperhadapkan pada ujian dan pencobaan karena bumi di mana kita suntuk ini telah dikuasai oleh dosa, dan sudah lalu adv amat jelas bahwa adat-sifat dosa itu sangat bertentangan dengan kehendak Tuhan.  Itulah sebabnya setiap orang nan beriktikad harus terus berjuang melawan pencobaan dan godaan nan dipanahkan Hantu puaka.  Ialah tidak mudah menang menandingi pencobaan-pencobaan yang mencela kita, karena
“…roh memang penurut, tetapi daging letoi.”
  (Matius 26:41).

     Mengapa kita harus diperhadapkan pada pencobaan-pencobaan?  Ketahuilah bahwa Tuhan tidak pernah prospektif roh orang percaya itu bebas dari segala pencobaan, tapi nan karuan Dia berikrar cak bagi selalu memasrahkan jalan keluar, sementara itu
“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami merupakan pencobaan-pencobaan formal, yang tak melebihi kekuatan khalayak.  Sebab Tuhan setia dan karena itu Ia tak akan mengikhlaskan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.  Pada periode beliau dicobai Ia akan memberikan kepadamu kronologi ke luar, sehingga beliau dapat menanggungnya.”  (1 Korintus 10:13).  Bagaimana supaya kita bisa menang mengimbangi pencobaan dari Iblis?  Cara terbaik yaitu harus melekat sreg Tuhan dan senantiasa suntuk di n domestik firmanNya.  Tuhan Yesus telah meninggalkan teladan yang asing resmi bagaimana menyaingi pencobaan.  Momen sedang dicobai Demit, enggak henti-hentinya Yesus menggunakan firman Allah andai lamang Hayat cak bagi mematahkan setiap kecoh kancing Hantu penunggu.  Sama dengan teragendakan, selama empat puluh hari Yesus berpuasa di padang gurun, di mana kesempatan ini tidak disia-siakan Iblis bakal merasai Dia.  Tiga mana tahu Iblis berusaha untuk melemahkan Yesus dengan harapan Dia gagal menggenapi rajah Bapa dalam hidupNya, agar Dia berbalik dari kronologi nan sudah ditentukan oleh BapaNya.  Tiga kali juga Yesus membalas ofensif Iblis itu dengan memperkatakan firman Halikuljabbar,
“Suka-suka teretulis…”
Dan akhirnya Yesus menang!

     Firman itu hidup dan berhak karena itu adalah bacot Allah sendiri!  Kuasa itu semakin faktual bila kita memperkatakan firman itu dengan iman.  Hanya, mengapa kita umpama orang Masehi malas membaca Alkitab?

Sebesar apa pun pencobaan yang mengaibkan kita, sepatah kata berpunca firman Tuhan yang kita ucapkan dengan iman akan sanggup mengalahkannya.

Source: http://airhidupblog.blogspot.com/2011/01/mengalahkan-pencobaan-dengan-kuasa.html