Renungan Pengkhotbah 11 9 10



Khotbah

Alat pernapasan, 27 Juli 2022


BERSYUKURLAH HAI PEMUDA Pengkhotbah 11:9-10

Umat yang dikasihi Yang mahakuasa Yesus Kristus.

Pada waktu Terima kasih Teruna, HUT ke 66 Peladenan Kategorial Manuver Cowok, (GP) GPIB kita dibawa serampak oleh Firman Tuhan kepada Inti Persoalan Pemuda, yakni bahwa Pemuda harus berlega hati kepada Tuhan.

Dengarlah Firman Tuhan pula : Bersyukurlah hai Perjaka, dalam kemudaanmu, Biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, Dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu;  Sekadar ketahuilah bahwa karena segala hal ini, Almalik akan membawa engkau ke pengadilan!.

Buanglah kesedihan berpunca hatimu, dan jauhkanlah siksaan pecah tubuhmu, karena kemudaan dan subuh jiwa adalah kesia-siaan.

Enjoy Your Years
7. Light is sweet and it is pleasant for the eyes to behold the kecupan.

…8 Indeed, if a man should live many years, let him rejoice in them all, and let him remember the days of darkness, for they will be many. Everything that is to come will be futility.

9 Rejoice, young man, during your childhood, and let your heart be pleasant during the days of young manhood. And follow the impulses of your heart and the desires of your eyes. Yet know that God will bring you to judgment for all these things. 10So, remove grief and anger from your heart and put away pain from your body, because childhood and the prime of life are fleeting.

Kita hidup dalam zaman di mana anak, remaja atau teruna dan pemuda menengah berada internal keadaan terpuruk. Pelbagai penderitaan di hadapi anak asuh, teruna dan pemuda, dari bullying, mengalami kekerasan bahkan pemerkosaan dan lebih-lebih dibunuh. Kita hadapi anak-anak cowok gemuk intern banyak ancaman semenjak narkoba hingga kejahatan anak, juvenile delinquency, kriminalitas anak dan pemuda. Kita hadapi pelbagai polah nan mencengangkan bahkan teroris pemuda di Jerman doang berusia 18 tahun. Gereja bukan bisa berdiam diri dan sekedar membebaskan biaya perayaan HUT Propaganda Perjaka alias Persekutuan Cowok atau Peladenan Anak.

Pengkhotbah melakukan persilihan berusul Pesimisme yang Liar (somber pessimism) kepada pengakuan akan binar nan disebutnya meredakan dan melihat syamsu itu baik kerjakan mata. Bukankah Pengkhotbah selalu berkata tak ada yang baik di bawah mentari? Sekarang semuanya berubah. Pengkhotbah memasuki Realisme nan Optimistis, yang Kirana, yang mendinginkan dan nan baik bagi mata.

Kita tak boleh membiarkan Kegelapan menguasai kita, pemuda dan taruna kita. Bersyukurlah pemuda dalam kemudaanmu, sebenarnya terjemahannya makin privat, bersyukurlah pemuda dalam masa kanak-kanakmu, in your childhood. Kenyataannya kesamaran kian banyak dari kilat. Tetapi kenyataan ini harus diperangi. Kegelapan harus dikalahkan oleh terang. Koheleth tahu bahwa bahwa usia adalah terang dan gambaran, doang beliau bukan menyatakan bahwa terang itu sudah cukup. Ia harus melangkah kian jauh dalam kembaranya mencari dan mendapatkan kebenaran. Iman dan Intensi dan Layak Kepahlawanan buat mengusir bayangan. Harapan akan datangnya Terang itu bikin mengusir Kegelapan menjadi nyata hanya tatkala terdengar Proklamasi nan Memporak-porandakan Kegelapan, saat Tuhan Yesus berkata:”Akulah kilat mayapada, barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan melanglang dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup”. (Yohanes 8:12).

Tanpa Kristus, kita loyal mampu dalam ketaksaan. Meski dikatakan tentang Dark Light, Terang yang Terlarang, yang dapat kita interpretasikan misal munculnya Kilat dengan tentu, mengintimidasi Kegelapan. Kerumahtanggaan Kristus kita jumpai Pendar dan bukan hanya Potensi Lautan dari Kilauan. Kurat itu dinyatakan oleh kesediaan Kristus. Terang yang nyata, besaran, terang demikaian harus menjadi hoki anak-momongan, remaja dan perjaka-amoi kita.

Koheleth melihat wajah para pemuda nan dipenuhi dengan cahaya kemudaan, radiance of youth, kemudaan yang merona, maka Koheleth meninggalkan kesuraman hidup yang telah menyelimuti Koheleth dan mengasihkan pemberanian, perspektif bau kencur yang lain mendung pula, melainkan suatu perspektif kehidupan, mumbung sekacita kehidupan, bagaikan melihat syamsu. Melihat bagaimanakah seharusnya para jejaka-pemudi kita yang terus berkecukupan kerumahtanggaan kesamaran? Para Perjaka harus melihat atau menatap Sang Matahari Kebenaran, The Ciuman of Righteousness, yakni Yesus Kristus, Tuhan kita. Youth is a trust. You have so much in just being young. Teruna yaitu Kepercayaan. Anda mempunyai banyak sekali dalam hanya menjadi Teruna.

Marilah kita bersukacita tatkala kita muda. Let us therefore rejoice, while we are young. Melanglang internal terang,melanglang dalam Cerah Kristus, kita harus memiliki Kristus lubuk hati dan sukma kita.

Apakah nan menggelapkan dalam diri kita? Hanyalah Dosa yang menjantur kita. :”Akulah sorot marcapada, barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan bepergian dalam kegelapan, melainkan anda akan mempunyai terang hayat”. (Yohanes 8:12).Jikalau demikian, kita betul-betul dapat bersukacita dalam Tuhan. “BIARLAH HATIMU BERSUKA PADA MASA MUDAMU”, ini pernyataan definitif, bukan simbolis atau bersifat lambang belaka.

Apakah ayat 9 bagian akhir itu setara dengan nasihat seorang dewasa kepada sendiri cowok nan baru masuk kepemudaannya dengan menyambutnya :”Turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tak cak semau ki aib. Tetapi awaslah jangan sampai berbuat kesalahan atau kejahatan oleh karenanya. Nanti bahara sendiri ya”.

Saya rasa bukan. Koheleth mutakadim memiliki kepercayaan akan kepemudaan dan kemudaan mereka. Mereka karuan mempunyai Keinginan Hati dan Penglihatan Mata mereka. Saya bukan dapat membayangkan bahwa sendiri Pemuda menjadi Desireless, Tanpa Keinginan Hati dan Tanpa Keinginan Mata. Justru mereka mempunyainya, Kehausan Hati dan Keinginan Indra penglihatan. Hanya mereka harus MENURUTINYA DENGAN Adv minim DOSA, dengan Sonder Sin. Minus Dosa, itu saja. Jangan menjadi Pemuda atau Upik yang Desireless, of the Heart as well of the Eyes, Passionless, Tanpa Gairah. Desire ans Passion are Good, selama Tidak Dikuasai oleh Dosa.

Kalau salah melangkah dalamnya, dalam Keinginan Hati dan Mata, maka Allah akan mengirimkan engkau ke meja hijau.Pernyataan ini yakni Pernyataan Kesalehan Tambahan. Suatu Peringatan yang Tidak Mengubah Sikap Positif terhadap Kemudaan atau Youth ataupun Cowok itu. Ya sekali pun Pemuda-dara dengan serba Keinginan Hati dan Mata yang harus namun dalam Kristus saja, Terang Dunia, Kronologi Kebanaran dan Usia bagi kita. Jagalah kerinduan hati dan matamu terhadap Bisikan-provokasi dan Kemauan-keinginan Jahat maupun Iblis.

Melangkahlah lebih jauh pun, Buanglah Kemasygulan pecah Hatimu, Jauhkanlah Penderitaan dari Tubuhmu” 10So, remove grief and anger from your heart and put away pain from your body. Saya bukan percaya bahwa seorang muda akan senang menjadi sakit dan menderita. Kita jangan menyerah terhadap kedahagaan akan narkoba, remedi penenang, peminta yang mengapalkan plong persaan sunyi dan enak, tetapi melupakan segala yang adalah hidup dalam pengetahuan yang paling nyata dan gigih itu. Kita harus berni menatap nyawa yang berkanjang dan rumpil itu dengan vitalitas perjuangan sendiri cukup umur, yang hanya mempunyai kemudaannya. There is nothing wrong with youth. Apabila Dosa dibiarkan memerintah hati dan netra kita, maka kegelapan itulah yang akan menghancurkan kita.

Bagaimana kita membacda bagian terakhir dari ayat 10? Bunyinya, ‘izzah dan fajar hidup adalah kesia-siaan`.? Benarkah semua itu sia-sia? Kita harus tahu bahwa Koheleth amat merembas akan kejatuhan manusia muda ke n domestik dosa. Apabila mereka melakukan dosa maka keluhuran yang ada serta pagi buta nyawa nan mulai merekah kerumahtanggaan kehidupan mereka akan menjadi sia-sia. Sekadar apabila mereka tidak dipengaruhi maka itu dosa maupun jatuh ke intern dosa, membuang patos dan menjauhkan siksaan, MAKA KEMUDAAN DAN Pagi buta Hidup Bukan AKAN Sia-sia, SEBALIKNYA SANGAT Berjasa DAN SEBAB ORANG Akil balig ITU MENJAGA Roh DIRINYA BAIK SECARA JASMANI, Kesopansantunan DAN ROHANI SECARA BENAR. Merekalah yang disebut individu mulai dewasa yang hatinya bersukacita pada masa mudanya, eksemplar dengan keinginan hati dan pandangan mata yang tidak dipengaruhi oleh dosa. Kaprikornus ayat itu menjadi :Kemudaan dan fajar hidup itu yakni satu berkat yang masin lidah pecah Tuhan dengan sukacita dan dihidupi secara bertanggungjawab.

Bukan terserah salahnya menjadi muda ataupun pemuda. Tak ada salahnya membiarkan hati bersuka pada tahun cukup umur tali pusar. Pula tak bisa ari-ari tiadakan Kemauan Hati dan Pandangan Netra. Keinginan hati dan rukyat mata yang kepingin meraih nan terindah, tercantik, terbaik; tak terserah salahnya mengejar hal indah begitu juga itu. Sekadar tatkala lever dan kerinduan kita dikotori oleh Dosa, maka kita pasti merosot ke dalm dosa dan menghadapi kebinasaan.

Marilah kita tatap kali Almalik Yesus itu. Lukas berfirman :”Terang itu bercahaya di dalam ketaksaan, dan kegelapan itu tidak menguasainya” (Yohanes 1:5). Intern Dia ada Kehidupan, dan Arwah itu adalah Binar Orang. (ayat 4).

Siapakah Teruna-Pemudi GPIB seharusnya? Mudahmudahan mereka merupakan teruna-pemudi yang diperanakkan bukan dari darah atau daging, tidak pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-suami, melainkan dari Allah.

Mereka yakni Cowok-Pemudi nan mengalami Kelahiran Bau kencur, dikuasai oleh Roh kudus dan mengamalkan kebajikan-kebajikan yang bernilai kehidupan kekal, bernilai Biji Kekaisaran Halikuljabbar. Born Anew Youth! Perjaka-pemudi yang Dilahirkan Kembali.Nan mempunyai Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Berada di dalam Kristus. “Jadi, siapa yang cak semau internal Kristus, beliau ialah ciptaan mentah, nan lama sudah mangkat, sesungguhnya yang yunior sudah datang”, ( 2 Kor.5:17). Bersyukurlah hai Pemuda!Rejoice,”O Young man in your youth”.

Selamat HUT ke 66 Pelkat GP GPIB.

Amin.

Source: https://www.hjonathans.com/index.php?ipage=236