Rumus Perpindahan Kalor Secara Konduksi

Konduksi yakni perpindahan kalor (seronok) melalui zat broker (sedang) tanpa disertai perpindahan zat calo tersebut.

Konduksi: Pengertian, Contoh, dan Rumus (Lengkap)

Apa kabar adik-adik? Semoga kalian selalu dalam hal sehat. Materi
fisika
kita boleh jadi ini akan membicarakan tentang salah satu cara
pemindahan hangat api,
merupakan konduksi.

Sebagaimana yang dipahami, kalor adalah pelecok suatu kerangka energi nan secara keilmuan bisa berpindah berbunga satu noktah ke tutul lainnya jika kedua titik tersebut terletak perbedaan
suhu.

Noktah dengan master yang kian tinggi akan memindahkan panasnya ke titik dengan hawa yang lebih tekor.

Kerjakan mengerjakan eksodus tersebut, terserah tiga prinsip yang bisa dilakukan maka itu kalor, merupakan konduksi, konveksi, dan radiasi.

Semuanya akan dibahas secara terpisah dan pada kesempatan sekarang ini kita akan fokus lega perpindahan bahang dengan mandu konduksi.

Baiklah, ayo kita mulai pembahasannya…

Pengertian Konduksi

Apa yang dimaksud dengan konduksi? Kerumahtanggaan aji-aji termodinamika, konduksi merupakan pemindahan kalor (seronok) yang menggunakan zat calo seumpama medium, tetapi tidak disertai dengan perpindahan zat broker.

Kaprikornus, plong proses konduksi, sekadar kalornya hanya yang berpindah, sementara itu mediumnya tidak mengalami perpindahan.

Itulah sebabnya mengapa sehingga konduksi disebut pun dengan hantaran ataupun rambatan, di mana hangat api merambat disepanjang zat makelar yang berfungsi sebagai medium.

Jika dianalogikan, kejadian ini mirip dengan mobil yang melintas di jalan raya. Sahaja mobilnya cuma yang berpindah, namun jalan rayanya setia puas tempatnya.

Syarat Terjadinya Konduksi

Dari uraian di atas, kita bisa katakan bahwa syarat terjadinya konduksi adalah suka-suka zat pialang ataupun medium dan ada perbedaan master pada ujung-ujung semenjana tersebut.

Tipe zat perantara puas peristiwa konduksi adalah zat padat. Mengapa zat padat?

Jarak antara partikel-partikel atau elemen pada zat padat suntuk rapat dan n kepunyaan ikatan yang terlampau awet.

Sehingga, kalor hanya merambat melaluinya saja, tetapi lain sampai merusak jarak dan kontak atom-partikelnya sehingga tak timbrung berpindah.

Namun, lain semua zat padat dapat melakukan proses konduksi.

Berdasarkan kemampuannya dalam menghantarkan kalor, maka zat dibedakan menjadi dua, yaitu
konduktor
dan
isolator.

Konduktor merupakan zat atau benda yang mudah menghantarkan merangsang, biasanya berasal dari kelompok logam, contohnya; tembaga, metal, dan baja.

Sedangkan, isolator adalah zat atau benda nan sulit alias tidak bisa menghantarkan merangsang, contohnya; kusen, plastik, dan kaca.

Jadi, zat pialang atau medium pada proses konduksi adalah konduktor.

Proses Terjadinya Konduksi

Proses terjadinya konduksi dimulai dengan adanya perbedaan hawa sreg ujung-ujung zat perantara. Perhatikan tulangtulangan di radiks ini!

logam dipanaskan konduksi

Rajah di atas menunjukkan batangan besi yang salah suatu ujungnya di dekatkan dengan api dan ujung yang lainnya dipegang.

Tidak lama setelah itu, suhu pada ujung yang rapat persaudaraan dengan jago merah akan meningkat dan bertambah tinggi bersumber master ujung yang dipegang.

Karenanya, terjadi perbedaan temperatur pada kedua ujung logam tersebut.

Situasi ini akan memicu proses konduksi, di mana kalor pada ujung yang dekat dengan api menjalar mencecah ujung yang dipegang sehingga terasa panas.

kalor berpindah secara konduksi

Proses evakuasi kalor secara konduksi dipengaruhi oleh:

  • Tipe zat talang.
  • Panjang zat blantik.
  • Luas penampang zat perantara.
  • Perbedaan suhu di kedua tempat plong ujung-ujung zat pialang.

Contoh Konduksi

Acuan perpindahan panas atau kalor secara konduksi intern vitalitas sehari-periode, antara lain:

  1. Pegangan spatula menjadi memberahikan saat mengamalkan penggorengan.
  2. Sendok yang dicelupkan ke dalam kaca kebal teh panas, maka ujung yang lain tercelup akan terasa hangat atau seronok.
  3. Apabila salah suatu ujung besi dipanaskan, kemudian ujung yang bukan dipegang, maka semakin lama ujung yang dipegang semakin panas.
  4. Sumpal panas ke timah
  5. Setrika busana.

Rumus Konduksi

Rumus perpindahan kalor secara konduksi adalah:

H =
ΔQ/falak
atau H = k . A
ΔT/l

ΔT = Kaki langit2
– T1

Keterangan:

  • H = kalor yang dihantarkan setiap detik (J/s)
  • k = koefisien konduksi termal zat pialang (J/smoC)
  • A = luas diameter zat blantik (m2)
  • ΔT = perbedaan suhu di kedua ujung zat talang (udara murniC)
  • l = panjang zat perantara (m)

Contoh Pertanyaan Konduksi

Berikut ini adalah beberapa teladan tanya adapun konduksi:

1. Jelaskan pengertian dari konduksi?

Jawab:

Konduksi adalah hijrah kalor (panas) melalui zat perantara tetapi tidak disertai dengan perpindahan zat perantara.

2. Sebutkan 3 contoh perpindahan hangat api secara konduksi…

Jawab:

  1. Pekerjaan spatula menjadi panas saat melakukan penggorengan.
  2. Sendok yang dicelupkan ke dalam gelas digdaya teh sensual, maka ujung yang tidak tercelup akan terasa suam atau panas.
  3. Apabila salah suatu ujung metal dipanaskan, kemudian ujung yang bukan dipegang, maka semakin lama ujung yang dipegang semakin erotis.

Transendental Cak bertanya 3

Sebuah aluminium dengan luas diameter 1 cm2
dan panjangnya 1 m. Ujung-ujung jenazah aluminium bersuhu 0
oC dan 30
oC. Hitunglah banyak kalor yang merebak setiap detiknya. (k = 500
J/smudara murniC)

Jawaban:

Diketahui:

  • A = 1 cm2
    = 10-4
    m2
  • l = 1 m
  • ΔT = 30
    oC – 0
    oC = 30
    udara murniC
  • k = 500
    J/smozonC

Ditanyakan:

  • H……?

Penyelesaian:

H = k . A
ΔT/l

= 500 . 10-4
.
30/1

= 1,5
J/s

Bintang sartan, kalor nan merebak setiap detiknya pada aluminium merupakan 1,5
J/s.

Kesimpulan

Jadi, konduksi adalah eksodus bahang melangkaui zat makelar (konduktor) tanpa disertai perpindahan zat perantara, contohnya; ujung logam yang dipanasi api.

Gimana adik-adik, udah paham kan materi
konduksi
di atas? Jangan lupa lagi yah.

Sekian dulu materi barangkali, bagikan agar pasangan yang lain dapat membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat.


Konduksi: Pengertian, Teoretis, dan Rumus (Paradigma)


Rating:
4.5
Diposkan Oleh:

Afdan Fisika

Source: https://www.fisika.co.id/2020/12/konduksi.html