Sabang Sampai Merauke Berapa Km

DARI SABANG SAMPAI MERAUKE

Merupakan kebahagian khas, berselesa berkunjung ke semua pulau-pulau ki akbar dan beberapa pulau kecil, nyaris semua provinsi di Indonesia internal melaksanakan tugas kedinasan abdi negara perumpamaan pegawai negeri sipil, sehingga lengkaplah mutakadim daerah dari Sabang sampai dengan menginjakkan suku di Merauke. Adalah Instruksi Presiden yang ditandatangani Presiden Joko Widodo dengan Nomor 9 Perian 2022, mencanangkan Percepatan Pembangunan Kedamaian di Daerah Papua dan Papua Barat yang mengantarkan penulis menginjakkan suku di Papua yang berpunya akan sumber daya alam dan perigi devisa negara.

Berdasarkan Inpres tersebut, Majikan Jasad Kepegawaian Negara, Bima Haria Wibisana menindaklanjuti dengan membentuk cak regu Pendekatan Pelayanan Kepegawaian (P2K) Papua dan Papua Barat, tibalah penulis di Merauke, kota Rusa ini.


sebagaimana bait lagu yang diciptakan R.Soeharjo, dengan judul aslinya “DARI BARAT SAMPAI KE TIMUR, judulnya diubah plong rontok 6 Mei 1963 oleh Presiden Soekarno, menjadi “DARI SABANG Hingga MERAUKE”. ……..Dari Sabang setakat Merauke ….berjajar pulau-pulau ….sambung menyambung menjadi suatu….itulah Indonesia …. Indonesia tanah airku …..aku berjanji padamu…menjunjung kapling airku … tanah airku Indonnesia.

Bila kita simak lirik lagu wajib tersebut, sarat dengan pesan persatuan, seharusnya berpangkal pulau nan suatu mendukung pulau nan lain baik secara ekonomi atau sosial budaya, benteng & keamanan, yang pada gilirannya timbul rasa korsa kenusantaraan.

Sebagai putra Indonesia kelahiran aceh nan nun jauh di sana, menginjakkan kaki di Merauke yakni cita-cita sedari mungil, sejak dibangku SD saat menyuarakan lagu-lagu teristiadat di ruang kelas, tersurat lagu dari Sabang sebatas Merauke, camar terngiang pron bila bisa tiba di bumi cendrawasih ini, khususnya kota Merauke.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, berkah program P2K BKN, pagi periode Selasa (8/5/2018) dengan GA658 mengantarkan penulis dari Jayapura ke Merauke, jelang landing di kota Merauke, juru tulis menoleh ke asal, ternyata terbantah jelas hamparan sawah nan cukup luas sebagai negeri penggubah padi, sehingga cukup berdalil Presiden Joko Widodo menetapkan Merauke andai rangkiang pari Nasional dengan kesediaan lahan padi seluas 4,6 juta hektar (kulak.com, 11/5/2015).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengamalkan kunjungan kerja ke lokasi tanah perkebunan cak bagi memastikan kesiapan Merauke menjadi lumbung padi kebangsaan, dan direalisasikan dengan gubahan harus dengan mekanisme modern. Pada kunker tersebut sekaligus diberi target 1,2 miliun hektar harus diselesaikan dalam 3 tahun, katanya kerumahtanggaan penampikan peresmian jaringan optik SMPCS di Maktab PT.Telkom Manokwari, minggu (10/5/2015). Daya dukung lakukan ini memang terlihat saat penulis menyadran ke Distrik Merauke terdaftar bila kita melintasi jalan Trans Irian menuju Kabupaten Boven Digoel, dengan sumur airnya dari Bengawan atau Mana tahu Maro, lebar sungai ini mencapai 500 meter, yang cabang hulu bengawan/mana tahu Moro juga dari negara setangga Papua Nugini.

Merauke adalah salah satu kabupaten di Area Papua, kabupaten ini ialah kabupaten terluas (45.072 km2) sederum paling timur di Indonesia, dengan jumlah warga 278.200 jiwa (sumur: Dinas Kependudukan & Caping Kab.Mereuke 2022/Merauke.go.id) mediami 20 Kewedanan/Kecamatan, 160 kelurahan, memiliki moto: IZAKOD BEKAI IZAKOD KAI (Suatu Hati Suatu Pamrih), dengan julukan ii kabupaten Kijang, karena populisi kijang di sini adv amat tataran biarpun perburuan gencar sekali lagi terus terjadi kerjakan diolah menjadi ki gua garba berupa dendeng rusa, yang menjadi bawaan terdepan Merauke. Kota ini juga dijuluki kota injil, tetapi roh umat beragama di sini sangat rukun dan berbaik serta ganti meluhurkan, suara azan yang sahut menyahut berpangkal palas-palas-menara mesjid ketika waktu shalat tiba membahana di angkasa Kota Merauke, penyadur menyaksikan sendiri jamaah shalat zuhur bergegas condong mesjid Al-Aqsa nan tegak meriah di tengah daerah tingkat Merauke di atas hamparan lahan tanah seluas 24.350 m2, sedangkan luas bangunannya 6.000 m2, dengan arsitektur gaya timur tengah, seluruh dindinnya dibalut dengan marmar berwarna coklat mulai dewasa menambah asri dan anggunnya mesjid nan menjadi kebanggaan 41,17% pemeluk agama Islam di kota ini, hidup akur dan damai bersama 58,41% pemeluk Kristen, Hindu 0,27% dan Budha 0,15%.

Di depan Mesjid Raya Al-Aqsa Merauke yang gencar ini, berdiri sebuah tugu penanda daerah tingkat Merauke, tugu Limbung Brawajaya namanya, tugu dengan angka 969 punya kebaikan Merauke umur tahapan, 9 berarti akur dan sejahtera, sedangkan angka 6 memiliki arti kesamarataan, dan puncak tugu terdapat replika bola dunia yang berarti Merauke harus global serta tulisan 1902 ibarat tahun lahir Kota Merauke, tepatnya pada rontok 12 Februari 1902 yang ditemukan oleh personel pemerintah Belanda (nn).

Dilihat dari kondisi geografis, memori, ekonomi dan budaya, Daerah tingkat Merauke memiliki bilang kelebihan dibandingkan dengan daerah tingkat-ii kabupaten lain di Pulau Papua. Secara geografis, kota Merauke yakni salah satu kota paling timur di Indonesia, berbatasan dengan negara Papua Nugini (Papua New Guinea).

Di kewedanan Kota Merauke, dengan penduduk yang ramah ini, terwalak sebuah tugu nan merupakan kembaran dari tugu yang terwalak di Sabang, yakni Tugu Sabang-Merauke. Tugu ini dibangun seumpama simbol Keekaan Negara Republik Indonesia, mulai sejak Sabang (Aceh) sebatas Merauke (Papua). Tugu Sabang-Merauke ini bisa kita jumpai di Daerah Sota, merupakan sebuah wilayah yang terdapat di timur Kota Merauke. Bagi berkiblat ke sana kita bisa menunggangi kenderaan roda empat, yang di kiri dan kanan jalan sepanjang 75 km dari Kota Merauke tertentang jelas flat semut, tumbuh dengan arsitektur indah menjulang ke langit, yang menurut permakluman Bos Adat Kampung Sota, Daud Dimar Ndiken, bisa bersemi 20 cm dalam semalam, menambah pesona alam anugerah almalik ini. Dan terlihat juga pondok-pondok mahajana Sota penyuling minyak kayu putih di sepanjang jalan, sebagai perigi mata percaharian utama dari masyarakat Sota yang lalu mencintai tunggul sekitar di lahan kelahirannya.

Nun jauh dari timur ke paling barat, sejarak 5.245 km bermula Kota Merauke, terdapatlah Ii kabupaten Sabang, Aceh. Merupakan gugusan pulau terdepan pemersatu Indonesia berpangkal Sabang sampai Merauke, merupakan pembalut dan pemersatu 17.504 buah pulau wilayah nusantara, baik pulau nan sudah lalu bernama (7.870), maupun pulau yang belum bernama (9.634), (sumber: Kementerian Kerumahtanggaan Daerah). Kota Sabang berupa kepulauan di seberang Pulau Sumatera, dengan Pulau Weh perumpamaan pulau terbesar, arena letaknya Kota Sabang, dengan luas hanya 153 km2, berpenduduk 30.000 jiwa.

Kota Sabang sebelum perang dunia kedua adalah kota pelabuhan terpenting dibandingkan Tamasek (sekarang Singapura), yang dikenal dengan pelabuhan alam bernama Kolen Station makanya Pemerintah Kolonial Belanda sejak Tahun 1881. Lega perian 1887, Firma Delange dibantu Sabang Haven memperoleh kewenangan menggunung, membangun fasilitas dan sarana penunjang pelabuhan, Era pelabuhan bebas Sabang yang dimulai pada hari 1895, dikenal dengan istilah vrij haven dan dikelola oleh Maatschaappij Zeehaven en Kolen Station yang seterusnya dikenal dengan logo Sabang Maatschaappij. Perang dunia kedua ikut mempengaruhi kondisi sabang, dimana pada periode 1942 Sabang diduduki pasukan Jepang, kemudian dibom pesawat sekutu dan mengalami kerusakan badan, hingga kemudian terpaksa ditutup.

Pada awal kebebasan Indonesia, Sabang menjadi gerendel pertahanan Angkatan laut Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan wewenang mumbung dari pemerintah melalui Keputusan Menteri Benteng RIS Nomor 9/MP/50. Semua substansi bom Sabang Maatschaappij dibeli Pemerintah Indonesia.

Kemudian puas Tahun 1965 dibentuklah Pemerintah Kotapraja Sabang berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1965 dan dirintisnya gagasan awal lakukan menyingkapkan kembali seumpama Pelabuhan Objektif dan Wilayah Perdagangan Nonblok Sabang. Seiring dengan ini Pelabuahan bebas Sabang sebgai pintu masuk ke selat Malaka dan merupakan sagur memperlancar aliran orang dan barang ke seluruh kepulauan di nusantara. Inilah noktah taut penghubung dan pemersatu dari Sabang sampai Merauke…….berbaris pulau-pulau….Hubung mengeluh menjadi suatu……itulah Indonesia…. ….. .


Di Desa Iboh, Sabang, juga terdapat tugu Nol Kilometer Indonesia, yang dibangun lebih megah berdasarkan hasil survey Tubuh Pengembangan dan Penerapan Teknolagi (BPPT), saat berlangsung Jambore Mantra Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) puas tahun 1997 dan sudah lalu direhab lagi maka dari itu Badan Eksploitasi Daerah Sabang (BPKS) plong Musim 2022, berdiri meriah di atas bukit dengan panorama indah Raksasa Hindia nan airnya sangat bening, tertumbuk pandangan jelas iwak-lauk berenang perumpamaan bersenda-senda, ikan nan menghiasi keluar masuk ke kewedanan taman laut Iboh yang per tahun padat dengan anjangsana pelancongan manca negara, terutama plong musim hambar di Eropah, wisatawan menetap di sana dalam kurun waktu lama, sampai 3 bulan.

Kembaran Tugu Kosong Kilometer Sabang, terletak pula Tugu Nol Kilometer di Desa/Distrik Sota Kabupaten Merauke, Tugu Nol Kilometer ini tidak semegah yang ada di Sabang, maka harapan kita agar Pemerintah Muslihat, dalam situasi ini Menteri Dalam Kewedanan selaku Atasan Badan Organisator Perbatasan (BNPP), membangun baru tugu perbatasan beserta fasititas pendukungnya, selengkap dan secantik pos lintas batas yang terserah di Skouw, Jayapura, sebab tugu ini kembali menunjukkan eksistensi negara dengan negara tetangga Papua Nugini, lantaran ini merupakan ikon negara sehingga menambah kebesarhatian penduduk khusunya penduduk di Distrik Sota, Merauke. Kembali pada tempatnya pula, mesti digagas pertemuan dua Pemda yang membingkai NKRI antara Pemerintah Kota Sabang dan Pemerintah Kabupaten Merauke, perumpamaan wujud rasa persatuan. IZAKOD BEKAI IZAKOD KAI.

(Penyalin: Gemuk Ibrahim,S.H.,M.Hum., Kepala Kantor Regional XIII Raga Kepegawaian Negara (BKN) di Banda Aceh)


Source: https://aceh.bkn.go.id/baca/dari-sabang-sampai-merauke

Posted by: caribes.net