Sahabat Nabi Yang Menggantikan Tidur

Sahabat yang menggantikan Rasulullah SAW tidur di tempat tidurnya saat Rasul berangkan perpindahan adalah ALI Kacang ABI THALIB (C).
Padahal, puas pertualangan hijrah bersumber Mekkah ke Yastrib (Madinah), Rasulullah SAW bersembunyi di lubang yang adalah bernama
GUA TUSR atau SUR (A).

» Pembahasan

Ketika Rasulullah hendak pemindahan bersama dengan Bubuk Bakar Ash-Siddiq, kamu meminta Ali Bin Abu Thalib bagi menggantikannya di ranjang, berpura-rajut medium tidur di asal selimut. Kejadian ini dilakukan Rasulullah SAW bagi menghelah ateis Qurasy yang merencanakan pembunuhan atas beliau.

Persiapan yang diambil Rasulullah SAW ini berhasil mencelakakan kafir Quraisy, sangat kamu dan Tepung Bakar Ash-Siddiq berjalan menuju ke Yaman. Dalam perjalanan mereka singgah di sebuah gua bernama TSUR. Di gua ini, Rasulullah berama Tepung Bakar Ash-Siddiq menginap selama 3 hari.

» Pelajari Lebih Lanjur:

  • Materi tentang tujuan gua tsur brainly.co.id/tugas/8037857
  • Materi tentang letak lubang tsur brainly.co.id/tugas/5737889

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

» Detil Jawaban

Kode           : 7.14.9

Kelas bawah          : 1 SMP

Mapel         : Pendidikan Agama Islam

Gapura             : Album Nabi Muhammad SAW

Kata Sentral : Tsur, Sur, Ali, Thalib, Pengungsian, Ash-Siddiq

RASULULLAH beserta para sahabat hendak memencilkan berhijrah atas perintah Halikuljabbar. Namun, sebelum Rasulullah pergi berhijrah, para kabilah dahriah Quraisy n kepunyaan rencana kerjakan membunuh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Di privat apartemen, Rasulullah dan Abu Bakar bersiap hendak berangkat berhijrah. Buat mengelabui kaum Quraisy yang hendak gorok Rasullullah, Rasulullah meminta Ali kacang Abi Thalib menyamar laksana dirinya.

“Ali, pakailah jubah hijauku ini dan tidurlah diranjangku seakan-akan anda adalah diriku,” perintah Rasulullah.

BACA JUGA: Detik Ali bin Abi Thalib Meretas Pintu Besi Khaybar

“Baik, duhai Rasulullah, saya akan menyamar sebagai anda,” jawab Ali tanpa cak semau keraguan adakalanya dalam dirinya. Sedangkan penyamaran tersebut sangat berbahaya untuk keselamatan nyawanya.

“Aku dan Serdak Bakar akan menginjak lebih lampau ke Madinah. Tinggalah ia di Makkah temporer waktu cak bagi menyelesaikan semua amanah umat.”

“Baik, wahai Rasulullah.”

Ali berganti baju menggunakan busana milik Rasulullah. Lalu Ali segera tergeletak di ranjang Rasulullah. Sedangkan Rasulullah menyelinap keluar rumah bersama Abu Bakar tanpa terlihat maka dari itu kaum kafir Quraisy. Rupanya Allah sudah lalu menyelimuti rukyah mereka. Rasulullah dan Abu Bakar menyusuri jalan yang terjal menjurus Korok Tsur.

Menjelang tengah malam kabilah kafir Quraisy mengepung rumah Rasulullah. Mereka melihat ke privat rumah dan melihat seseorang yang tengah tidur di ranjang.

“Itu pasti Muhammad,” ujar pelecok seorang bersumber mereka.

“Mari, kita masuk kondominium Muhammad sekarang juga!” timpal yang bukan.

“Kita habisi Muhammad, mumpung kamu sedang lengah.” Tegas yang lainnya.

Kaum kafir Quraisy, segera ikut. Sosok yang tengah tidur itu dikepung dengan pedang yang terhunus.

“Hai, Muhammad! Bangunlah! Kami nomplok untuk membunuhmu!”

Manusia itu bangun dan mengekspos selimutnya.

BACA Pun: Alasan Abdullah bin Amr bin Ash Ikut Perang Melawan Ali bin Abi Thalib

“Aku tidak Muhammad yang kalian cari.”

Sosok-hamba allah Quraisy yang hendak membunuh Rasulullah tersebut kaget. Mereka tak percaya dengan apa nan mereka lihat. Ternyata bukan rasulullah melainkan Ali bin Abi Thalib.

“Hai, Ali! Kenapa bukan Muhammad yang tidur disini? Di mana dia berada?”

“Aku tidak luang.” Jawab Ali dengan santainya.

Khalayak-bani adam Quraisy tersebut kecewa karena mereka gagal memenggal Rasuluullah SAW. Habis mereka menyingkir rumah Rasulullah dengan tangan nol. []

Sendang: 77 Cahaya Cinta di Madinah/ Penulis: Ummu Rumaisha/ Penerbit: al-Qudwah Publishing/ Februari, 2022

Quraisy berencana membunuh Muhammad, karena dikuatirkan ia akan hijrah ke Madinah. Ketika itu suku bangsa Muslimin sudah enggak ada lagi yang terlampau kecuali sebagian mungil. Ketika perintah berpunca Alloh SWT cak bertengger supaya beliau eksodus, beliau lamar Debu Bakar supaya menemaninya dalam hijrahnya itu. Sebelum itu Bubuk Bakar memang telah menyiagakan dua ekor untanya yang diserahkan pemeliharaannya kepada Abdullah bin Uraiqiz sampai nanti start waktunya diperlukan.

Pada lilin batik akan pengungsian itu pula Muhammad membisikkan kepada Ali bin Abi Talib kendati mempekerjakan mantelnya yang hijau berpokok Hadzramaut dan biar tergeletak di palagan tidurnya. Dimintanya supaya sepeninggalnya kemudian hari ia sangat dahulu di Mekah mengendalikan barang-produk mualamat turunan yang dititipkan kepadanya. Demikianlah, detik teruna-pemuda Quraisy mengintip ke tempat tidur Nabi Muhammad Saw, mereka melihat sesosok jasmani di ranjang itu dan mengira bahwa Nabi Saw masih tidur.

Siapa yang mewakili Nabi di tempat tidur?

Sedangkan Ali bin Abi Thalib bertugas
menggantikan
posisi Rasulullah. Di malam itu,
Nabi Muhammad
mewasiatkan kepada Ali agar ia
tidur
di depan dan menutup dirinya dengan selimut. Rasulullah pun pergi dan meninggalkan Ali kedelai Abi Thalib di gelanggang
tidurnya.

Siapa yang menggantikan Nabi?

Penerus
Nabi
Muhammad yaitu isu sentral yang bersimpang umat Muslim menjadi beberapa cagak di abad pertama rekaman Islam. Beberapa bulan sebelum kematiannya, Muhammad mencadangkan syarah di Ghadir Khum di mana kamu mengumumkan bahwa Ali bin Abi Thalib akan menjadi penerusnya.

Siapa insan yang disuruh untuk tidur di tempat tidur Rasul SAW dan jelaskan alasannya *?

Pada malam itu Rasulullah
Saw, tidak menginap di rumahnya. Lalu Rasulullah
Saw
memanggil Ali anak laki-laki Debu Talib dan memerintahkannya bikin
tidur di panggung tidurnya
serta menudungi dirinya dengan kain selimut hijau nan lumrah dipakainya.

Source: https://termasyhur.com/sahabat-yang-menggantikan-nabi-di-tempat-tidur

Posted by: caribes.net