Salomo Mengajarkan Bahwa Permulaan Pengetahuan Adalah

  Boks Temuan

Amsal 1:1-9

Konteks

Intensi Amsal ini

1:1
Amsal-amsal
1


a

Salomo
2


b

polong Daud, raja Israel,
c

1:2
cak bagi memafhumi hikmat
3

dan arahan, bagi memaklumi kata-kata yang berarti,
1:3
bakal mengamini bimbingan yang menjadikan tukang, serta kebenaran, kesamarataan dan kejujuran,
1:4
bagi memberikan kecerdasan kepada sosok yang tak berpengalaman,
d

dan pengumuman serta kebijaksanaan
e

kepada orang taruna–
1:5
baiklah orang bijak mendengar dan meninggi mantra
f

dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh incaran pertimbangan–
1:6
untuk memaklumi amsal dan ibarat,
g

perkataan dan teka-teki
h

orang bijak.
i

1:7
Takut akan TUHAN
4


j

adalah permulaan pengetahuan, tetapi cucu adam bodoh mengejek hikmat
k

dan didikan.
l

Nasihat dan peringatan

1:8
Hai anakku,
m

dengarkanlah didikan ayahmu,
lengkung langit

dan jangan menyia-nyiakan tanzil
o

ibumu
1:9
sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan satu kalung lakukan lehermu.
p

[1:1]1
Full Life
: AMSAL-AMSAL.

Nas : Ams 1:1

Sebuah amsal ialah satu pepatah, proporsi atau cak bertanya singkat-padat yang mengungkapkan satu pendirian atau sebuah pengamatan tentang perilaku individu dari tesmak penglihatan Almalik. Amsal-amsal ini digubah untuk mengajar umat Allah (khususnya kaum muda) bagaimana menjalankan hidup yang menyenangkan Dia, n kepunyaan semangat yang berhasil dan berbahagia, dan pergi kesusahan-kesusahan hidup yang diakibatkan oleh dosa (ayat Ams 1:2-6,15-19).

[1:1]2
Full Life
: SALOMO.

Nas : Ams 1:1

Salomo, sunan ketiga di Israel, menggubah banyak amsal ini. Lega permulaan masa pemerintahannya ia berdoa memohon hikmat, dan Sang pencipta mengabulkan permintaan itu (1Raj 3:5-14; 4:29-32). Akan namun, di esok Salomo sendiri lain mengikuti hikmat yang dianugerahkan Tuhan kepadanya. Karena gagal untuk bertekun dalam takut akan Tuhan, lever Salomo menyimpang berasal Allah (1Raj 11:1-11;

lihat cat. –> 1Raj 11:1).

[maupun ref. 1Raj 11:1]

Jadi, tetapi mengetahui atau mengajarkan prinsip-prinsip moral Firman Allah tak patut cak bagi memastikan kehidupan rohani; harus selalu ada rasa takut akan Allah, serta bergantung dan bertanggung jawab kepada-Nya (ayat Ams 1:7).

[1:2]3
Full Life
: HIKMAT.

Nas : Ams 1:2

Begitu juga dipakai intern kitab ini, hikmat artinya hayat dan berpikir sesuai dengan kebenaran, jalan, dan pola Allah. Hikmat artinya berkiblat seluruh hidup dari ki perspektif rukyat Allah, berkepastian bahwa barang apa sesuatu nan dikatakan Allah itu bermoral, dan merupakan amung standar hidup yang layak. Memperoleh hikmat jauh lebih baik daripada punya emas dan perak (Ams 3:13-14). Hikmat ini hanya datang kepada mereka yang mencarinya melalui hubungan yang benar dengan Allah (ayat Ams 1:7) dan mempelajari Firman-Nya dengan camar (Ams 3:1-3). Kristus, nan oleh PB disebut puncak hikmat Allah (1Kor 1:30; Kubis 2:2-3), mengajarkan bahwa kita memperoleh hikmat dengan tetap tinggal dalam firman-Nya, dengan membiarkan firman-Nya tetap tinggal di intern diri kita (Yoh 15:7), dan dengan menyerahkan hati dan pikiran kita kepada Jibril yang mendiami kita (Yoh 14:16-26).

[1:7]4
Full Life
: Ngeri AKAN TUHAN.

Nas : Ams 1:7

Kehebatan yang penuh hormat pada kuasa, keagungan, dan kekudusan Halikuljabbar menghasilkan di kerumahtanggaan diri kita suatu ketakjuban kalis untuk melanggar niat-Nya nan ternyatakan; kegadisan sejenis ini mesti sekali bagi memperoleh lever berhikmat. PB menunjukkan bahwa khusyuk agak gelap akan Allah di dalam hati akan disertai dengan konsolasi Roh Jati

(lihat pewarna. –> Kis 9:31;

[atau ref. Kis 9:31]

lihat art. TAKUT AKAN Halikuljabbar).

Source: https://alkitab.sabda.org/?Amsal+1%3A1-9