Sebutkan Sifat Sifat Gas Ideal

Ketika Anda memasukkan kopi hangat di intern jambangan adv amat buru-buru menutupnya, lama kelamaan suhu arsip akan jatuh dan mengimbangkan dengan lingkungan yang cak semau di sekitarnya. Turunnya temperatur pada akta mewujudkan rumus tabun ideal tiba bekerja yakni pada detik suhu anjlok membuat impitan di dalam botol menjadi turun, hal inilah yang membuat jambang kopi menjadi kempes seperti terisap.

Silam, mengapa suhu bisa berpengaruh pada tekanan dan piutang? Itulah pendirian utama gas eksemplar nan terserah di dalam teori kinetik asap.

Teori kinetik gas memberikan jeti antara gas secara miskroskopik dan makroskopik. Kata kinetik berasal bersumber anggapan bahwa molekul gas cangap mengalir. Tiap elemen bergerak bebas dan terjadi tumbukan.

Tumbukan tersebut berupa tumbukan lenting arketipe. Dengan resan tumbukan, lain ada proses kehilangan energi yang dimiliki elemen gas. Diperlukan obyek tabun yang sesuai untuk menyusun partikel gas. Sasaran gas tersebut disebut gas abstrak.

Gas teoretis yakni sekumpulan partikel gas yang tidak saling berinteraksi satu dengan lainnya. Artinya, jarak antarpartikel gas contoh sangat berjarak dan berputar secara acak. Adapun adat-aturan gas ideal adalah bagaikan berikut.

  • Molekul-molekul lega gas komplet diasumsikan tersebar secara merata kerumahtanggaan wadah.
  • Memiliki zarah-atom asap yang jumlah sangat banyak dan enggak cak semau interaksi antar partikel gas.
  • Tidak ada gaya tarik menarik antara anasir suatu dengan zarah tabun yang bukan.
  • Molekul asap bergerak secara arbitrer ke semua sebelah.
  • Matra partikel gas boleh diabaikan seandainya dibandingkan dengan matra kolom.
  • Tabrakan antar partikel asap dan juga tumbukan dengan palagan merupakan tumbukan lenting acuan.
  • Partikel gas tidak berkumpul lega satu titik melainkan tersebar secara merata plong ruangan.
  • Hukum Newton berlaku pada gerak anasir gas dengan energi gerak rata-rata molekul gas ideal ekuivalen dengan suhu mutlaknya.

Persamaan Publik Gas Transendental

Lalu, apakah ada perumusan matematis terkait gas ideal?


PV=nRT

Keterangan:

  • P adalah tekanan asap transendental (Pa).
  • V ialah volume gas ideal (m3).
  • cakrawala adalah jumlah mol unsur (mol).
  • R yakni ketetapan asap ideal dengan skor R bakal semua gas adalah setolok. R = 8,314 x 103 J/kmol.K.
  • T adalah guru gas konseptual (K).

Selain itu, suka-suka pula beberapa fenomena yang komponennya lain diketahui. Adapun perumusan gas acuan menurut komponennya yakni:



rumus gas ideal berdasarkan komponen

Pengetahuan:

  • Mr merupakan massa molekul nisbi (kg/mol).
  • m ialah konglomerasi 1 partikel gas ideal (kg).
  • Na adalah bilangan avogadro anasir 6,02 x 1023
    partikel/mol.
  • k adalah konstanta Boltzmann 1,38 x 10-23
    J/K.
  • N yaitu kuantitas partikel gas hipotetis.
  • ρ adalah massa tipe tabun konseptual (kg/m3).

Beberapa fenomena begitu juga lega gas nyata, perbandingan antara PV dan nT punya hasil yang memfokus taat sampai tekanan tabun bernilai osean. Jika pada gas ideal, perbandingan PV dan nT menghasilkan nilai nan konsisten, begitu juga gambar di sumber akar ini.

fenomena gas nyata

TRADISI PENERBANGAN BALON TRADISIONAL

Contoh teori kinetik asap lainnya adalah balon yang terisi gegana. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin/hp.)

Paralelisme Situasi Gas Ideal

Lega ruang terkatup keadaan suatu gas teoretis dipengaruhi oleh tekanan, hawa, tagihan dan jumlah partikel asap. Ternyata, terserah beberapa hukum yang menjelaskan keterkaitan antara keempat kuantitas tersebut.

1. Syariat Boyle

Hukum Boyle dicetuskan oleh sendiri ilmuwan asal Inggris, adalah Robert Boyle. Adapun pernyataan Hukum Boyle adalah “sekiranya suhu suatu gas dijaga konstan, maka tekanan asap akan berbanding terbalik dengan volumenya”. Istilah lainnya dapat dinyatakan seumpama hasil kali antara tekanan dan volume satu tabun sreg suhu tertentu ialah tetap (isotermal). Secara matematis dirumuskan bak berikut.


Hukum Boyle

Amanat:

P1
= tekanan gas puas situasi 1 (N/m2);

V1

= volume asap pada hal 1 (m3);

P2

= tekanan gas pada hal 2 (N/m2); dan

V2

= volume gas puas situasi 2 (m3).

2. Syariat Charles

Jika Hukum Boyle menggosipkan otoritas tekanan dan volume plong guru tunak, tidak demikian dengan Hukum Charles. Hukum yang ditemukan maka dari itu Jacques Charles ini menyatakan bahwa “jika tekanan satu gas dijaga tegar, maka volume gas akan sebanding suhu mutlaknya”. Istilah lain berbunga Hukum Charles ini yaitu hasil bagi antara piutang dan suhu puas tekanan kukuh (isobar) akan bernilai tetap. Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut.

Hukum Charles

Warta:

T1 = guru asap pada keadaan 1 (K);

V1
= volume gas pada keadaan 1 (m3);

T2
= suhu asap pada keadaan 2 (K); dan

V2
= volume gas pada hal 2 (m3).

3. Hukum Gay Lussac

Hukum Gay-Lussac ditemukan oleh seorang ilmuwan Kimia asal Prancis, yaitu Joseph Louis Gay-Lussac puas tahun 1802. Adapun pernyataan Hukum Gay-Lussac adalah “jika tagihan suatu gas dijaga konstan, tekanan gas akan sebanding dengan master mutlaknya”. Artinya, proses berlangsung internal keadaan isokhorik (piutang taat). Secara matematis, dirumuskan laksana berikut.

Hukum Gay-Lussac

Publikasi:
P1
= tekanan gas pada keadaan 1 (N/m2);
T1
= suhu gas pada peristiwa 1 (K);
P2
= tekanan gas pada keadaan 2 (N/m2); serta
T2
= temperatur gas plong situasi 2 (K).

4. Hukum Boyle-Gay Lussac

Hukum Boyle- Gay Lussac yakni “hasil siapa antara tekanan dan volume dibagi suhu pada sejumlah unsur mol gas adalah tetap”. Secara matematis, dirumuskan ibarat berikut.

Mualamat:
P1 = tekanan gas puas kejadian 1 (N/m2);
V1 = volume tabun plong keadaan 1 (m3);
T1 = guru gas pada keadaan 1 (K);
P2 = impitan tabun pada keadaan 2 (Tepi langit/m2);
T2 = suhu tabun pada keadaan 2 (K); serta
V2 = piutang gas pada keadaan 2 (m3).

 Contoh Soal Teori Kinetik Gas

1. Kamu semenjana mengadakan sebuah pesta hari jadi dan menginginkan sebuah ruangan agar diisi dengan sebuah balon helium yang besar. Hawa ruangan sebesar 24o Celcius. Balon diisi dengan gas helium dan n kepunyaan debit sebesar 0,24 m3 serta impitan didalamnya sebesar 0,038 atm. Berapa besar tekanan akhir balon lautan tersebut hingga menempati ruangan sebesar 0,4 m3?

Pembahasan:

Diketahui dari soal bahwa master ruangan tidak berubah-ganti (tunak). Sehingga kita bisa menggunakan Hukum Boyle.


PV = k


P1V1 = P2V2

Maka lautan P2 didapat sebesar:

2.

Sebuah tangki selam mengandung udara dengan temperatur . Tangki selam berbentuk silinder dan memiliki piutang sebesar . Berapa besar tekanan gegana di intern tangki tersebut. (diketahui besar konstanta gas R = 8,3 J/mol . K)

Pembahasan:

Karena tidak ada pergantian volume dan temperatur pada sistem, maka dengan menggunakan pertepatan asap ideal, bisa dicari raksasa tekanannya. Besar guru harus dikonversikan dahulu menjadi Kelvin.


PV = nRT













P= 30 MPa

Source: https://katadata.co.id/safrezi/berita/614aa50f2a14c/rumus-persamaan-teori-kinetik-gas-dan-sifat-sifat-gas-ideal

Posted by: caribes.net