Sikap Dan Perilaku Warga Negara

Sikap dan Perilaku Warga terhadap Kebijakan Penanganan Wabah Covid-19


*Saiful Mujani

orcid
scopus
–  Jamiah Islam Area Syarif Hidayatullah, Indonesia



Deni Irvani
–  Saiful Mujani Reserch and Consulting (SMRC), Indonesia

How to cite
(BCREC): Mujani, S., Irvani, D. (2020). Sikap dan Perilaku Penghuni terhadap Kebijakan Penanganan Wabah Covid-19.
Politika: Surat kabar Ilmu Politik, 11 (2), 219-238 (doi:10.14710/politika.11.2.2020.219-238)

How to cite
(Chicago): Mujani, Saiful, and Deni Irvani. “Sikap dan Perilaku Warga terhadap Garis haluan Penanganan Hawar Covid-19.”
Politika: Buku harian Ilmu ketatanegaraan
11, no. 2 (2020): 219-238. Accessed November 24, 2022. https://doi.org/10.14710/politika.11.2.2020.219-238

How to cite
(Harvard): Mujani, S., and Irvani, D., 2022. Sikap dan Perilaku Warga terhadap Kebijakan Penanganan Epidemi Covid-19.
Politika: Buku harian Ilmu ketatanegaraan, [Online] Volume 11(2), pp. 219-238. https://doi.org/10.14710/politika.11.2.2020.219-238 [Accessed 24 Nov. 2022].

How to cite
(MLA8): Mujani, Saiful, and Deni Irvani. “Sikap dan Perilaku Penghuni terhadap Kebijakan Penanganan Wabah Covid-19.”
Politika: Koran Mantra Politik, vol. 11, no. 2, 20 Oct. 2022, pp. 219-238 , https://doi.org/10.14710/politika.11.2.2020.219-238. Accessed 24 Nov. 2022.

BibTex Citation Data :

@article{Politika31756,     author = {Saiful Mujani and Deni Irvani},     title = {Sikap dan Perilaku Warga terhadap Kebijakan Penanganan Wabah Covid-19},     journal = {Politika: Buku harian Ilmu ketatanegaraan},   volume = {11},     number = {2},     year = {2020},     keywords = {Covid-19, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), protokol kesehatan, sikap dan perilaku penghuni},     abstract = { Sebuah kebijakan masyarakat akan efektif jika mahajana mendukungnya. Keadaan yang sama bermain dalam konteks wabah  Covid-19. Sejauh ini belum ada studi adapun kebijakan pemerintah Indonesia, khususnya terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan kepatuhan warga terhadapnya. Tulisan ini mengisi frustasi tersebut dengan bertumpu plong hasil penggalian opini umum nasional mengenai sikap dan perilaku mahajana terkait PSBB dan protokol kesegaran. Kesannya yaitu perilaku dan sikap pada kebijakan tersebut berhubungan dengan permukaan belakang perilaku strategi, kepercayaan lega kemampuan pemerintah menindak Covid-19, status pegangan, pendapatan, pendidikan, agama, dan gender. PSBB tidak akan efektif karena besaran penduduk nan harus bekerja di luar rumah silam banyak. Sebaliknya, memberikan subsidi pada warga agar bukan bekerja selama pandemi tetapi tak jelas bilamana akan berakhir, karuan bukan strategi nan realistis. Untuk itu, garis haluan mengubah PSBB dengan kembali membolehkan pemukim bekerja seperti mana sebelum masa Covid-19 dan disertai protokol kebugaran nan ketat yaitu solusi yang bertambah realistis. Pemasyarakatan mendesaknya protokol kesehatan harus dilakukan suntuk berbagai kelompok umum dan lewat tokoh-tokoh berkarisma karena mereka cenderung lebih didengar. },    issn = {2502-776X},   pages = {219--238}  doi = {10.14710/politika.11.2.2020.219-238},     url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/politika/article/view/31756} }
            

Refworks Citation Data :

@article{{Politika}{31756}, author = {Mujani, S., Irvani, D.}, title = {Sikap dan Perilaku Pemukim terhadap Strategi Penanganan Endemi Covid-19}, journal = {Politika: Koran Guna-guna Ketatanegaraan}, volume = {11}, number = {2}, year = {2020}, doi = {10.14710/politika.11.2.2020.219-238}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/politika/article/view/31756} }

Citation Dimensi:

Abstract

Sebuah kebijakan publik akan efektif jika publik mendukungnya. Hal nan sederajat berlaku dalam konteks wabah  Covid-19. Sejauh ini belum ada pendalaman tentang politik pemerintah Indonesia, khususnya tersapu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan kepatuhan penghuni terhadapnya. Gubahan ini mengisi kekosongan tersebut dengan bertumpu pada hasil penajaman opini umum nasional tentang sikap dan perilaku publik terkait PSBB dan protokol kesehatan. Hasilnya adalah perilaku dan sikap pada kebijakan tersebut berhubungan dengan latar birit perilaku garis haluan, pembantu sreg kemampuan pemerintah menangani Covid-19, status jalan hidup, pendapatan, pendidikan, agama, dan gender. PSBB enggak akan efektif karena jumlah penghuni yang harus berkreasi di luar rumah silam banyak. Sebaliknya, memberikan subsidi pada warga moga tidak bekerja selama hawar sekadar lain jelas kapan akan berakhir, pasti bukan kebijakan yang realistis. Untuk itu, kebijakan memungkirkan PSBB dengan sekali lagi membolehkan warga berkreasi seperti sebelum periode Covid-19 dan disertai protokol kesegaran yang hati-hati adalah solusi yang bertambah pragmatis. Pemasyarakatan mendesaknya protokol kesegaran harus dilakukan lalu beraneka macam kelompok masyarakat dan lalu tokoh-inisiator berpengaruh karena mereka membidik lebih didengar.

Keywords: Covid-19, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), protokol kesehatan, sikap dan perilaku warga

Article Metrics:

Article Info

Section: Articles

Language
: ID

Statistics:


  1. Adolp, C et al, 2022, “Pandemic Politics: Timing State-Level Social Distancing Responses to Covid-19,” https://preprints.apsanet.org/engage/apsa/article-details/5e8f4e5868bfcc00122e8084 diakses 18 Juli 2022 jam 10:22)
  2. Allcott, Covid et al, 2022, “Polarization and Public Health: Partisan Differences in Social Distancing during the Coronavirus Pandemic,” http://web.stanford.edu/~gentzkow/research/social_distancing.pdf Dikases tgl 3 Juli 2022 jam 10:33
  3. Arriola, L, dan A Grossman, 2022 (akan berusul), “Ethnic Marginalization and (Non)Compliance in Public Health Emergencies,” Journal of Politics, https://Covid.allisongrossman.com/ag-working-paper diakses 3 Juli 2022, jam19:52
  4. Bhanot, S, dan DJ Hopkins, 2022, “Partisan Polarization and Resistance to Elite Messages: Results from a Survey Experiment on Social Distancing,” https://ssrn.com/abstract=3593450 maupun
  5. Budiman, A, 1985, Pembagian Kerja Secara Seksual : Sebuah Pembahasan Sosiologis tentang Peran Wanita di n domestik Masyarakat, Jakarta: Gramedia
  6. Campbell, A, et al, 1960, American Voter, Chicago: Chicago University Press
  7. Curtice, J 2007, “Comparative Opinion Surveys.” Intern RJ.Dalton dan COVID-D Klingemann (editor). The Oxford Handbook of Political Behavior. Oxford: Oxford University Press
  8. Dzakwan, MHA, 2022, “Loose or Lose: Relaxation of Religious Services in Indonesia During Covid-19?” https://Covid.csis.or.id/publications/loose-or-lose-relaxation-of-religious-services-in-indonesia-during-COVID-19 Diakses 3 Juli 2022, jam 20: 05
  9. Gadarian, SK et al,2020, “Partisan Endorsement Experiments Do Not Affect Mass Opinion on Covid-19,” SSRN: https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3574605 diakses 25 Agustus 2022,jam 10:11
  10. Grossman, G et al, 2022, “Political Partisanship Influences Behavioral Responses to Governors’ Recommendations for Covid-19 Prevention in the United States,” https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3578695 diakses masa Jumat 3 Juli 2022 jam 10:12
  11. Gustomy, R (2020), “Pandemi ke Infodemi: Polarisasi Politik dalam Bacaan Covid-19 Pengguna Twitter,” JIIP: Surat kabar Ilmiah Mantra Pemerintahan, vol. 5, no. 2, pp. 190-205, https://doi.org/10.14710/jiip.v5i2.8781
  12. Jaffrey, S 2022, “Coronavirus Blunders in Indonesia Turn Crisis into Catastrope,” https://carnegieendowment.org/2020/04/29/coronavirus-blunders-in-indonesia-turn-crisis-into-catastrophe-pub-81684 Diakses 3 Juli 2022 jam 20:01
  13. Kuipers, Kaki langit, et al, 2022, “Encouraging Indonesians to Pray From Home During the Covid-19 Pandemic,” Journal of Experimental Political Science. https://doi.org/10.1017/XPS.2020.26
  14. Mietzner, M 2022, “Populist Bentrok-Scientism, Religious Polarisation and Institutionalised Corruption: How Indonesia’s Democratic Decline Shaped its Covid-19 Response,” Journal of Southeast Asian Affairs https://doi.org/10.1177%2F1868103420935561
  15. Mujani, S, 2022, (segera berusul). “Asesmen mahajana atas pengejawantahan pemerintah Indonesia menindak epidemi Covid-19. Sebuah penjelasan ekonomi strategi.” Harian Penelitian Politik
  16. Painter, M dan T Qiu, 2022, “Political beliefs affect compliance with Covid-19 social distancing orders,” https://voxeu.org/article/political-beliefs-and-compliance-social-distancing-orders
  17. Saiful Mujani Reserach and Consulting(SMRC), 2022, “Wabah Covid-19 : Sikap atas Garis haluan dan Kondisi Ekonomi Warga,” https://saifulmujani.com/wp-content/uploads/2020/04/rilis-Covid-april-2020-final-rev-1.pdf Diakses 3 Juli 2022, jam 19: 39
  18. Ulbig, Stacy G. (2008), Voice is Not Enough: The Importance of Influence in Political Trust and Policy Assessments, Public Opinion Quarterly, Volume 72, Issue 3, hlm. 523–539, https://doi.org/10.1093/poq/nfn030
  19. Wang, Chia-Chou (2018) Primordialism, Instrumentalism, Constructivism: Factors Influencing Taiwanese People’s Regime Acceptance of Mainland China’s Government, Journal of Contemporary China, 27:109,137-150, DOI: 10.1080/10670564.2017.1363026

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.

Source: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/politika/article/view/31756

Posted by: caribes.net