Sinopsis Novel Sejarah Gajah Mada

C

erita diawali ketika salah suatu tokoh buya, sesepuh didalam imperium, yang akan meninggal tapi mendapatkan kesulitan n domestik melepas jasad dikarenakan ilmu tasawuf yang dimilikinya. Disinilah awal mula pembaca disuguhi bahwa koteng Gajah Muda selain piawai intern berekspansi sayapnya diseluruh nusantara ia pun memang mempunyai ilmu ilmu sufi n domestik dirinya. Yakni ilmu nan berpunya membuat seseorang memiliki umur yang panjang sebatas berumur ratusan. Hingga karenanya Gajah Mada lah yang bersedia memufakati ilmu itu agar sang bapak fertil melewati gerbang kematian.

Cerita-cerita Gajah Mada n domestik novel gubahan Langit Kresna ini layak kental akan nuansa mantra kebatinannya nan justru membuat novel ini menjadi keseleo satu pusat tarik tersendiri, meski awalnya bisa jadi bagi para pembaca nan enggak bisa membayangkannya lambat laun akan ikut tersihir dengan segala apa tipe “ilmu” baru kerumahtanggaan novel ini.

Ambisiusnya seorang Gajah Mada cukup kentara terlihat dalam edisi perang bubat ini. Momen Gajah Mada start menyatakan keinginannya untuk menguasai tanah Sunda yang waktu itu diperintah maka itu koteng Maharaja yang bernama Linggabuana n domestik sebuah pemerintahan bernama Sunda Galuh.

Dalam kiat ini digambarkan ternyata keinginan Sang Patih nan ingin menguasai Sunda Galuh tidak banyak disetujui oleh para otak penting didalam kekaisaran itu sendiri, seperti para ibu suri dan beberapa atasan signifikan lainnya. Sayangnya Maharaja Hayam Wuruk itu sendiri tidak digambarkan dengan baik, apa sebenarnya yang menjadi keinginannya privat hal memandang kedahagaan Gajah Mada yang cak hendak menguasai Sunda Argentum. Seorang raja nan namun digambarkan sebagai seorang pemuda baki yang sudah menjelang masa kematangan dengan maksud mencari yang akan menjadi permaisuri nya jemah. Sosok Gajah Mada dulu langgeng digambarkan disini karena memang pengarang membentangkan Gajah Mada yang hebat sebagai protagonis sehingga intern edisi perang bubat ini sendiri Hayam Wuruk sekadar menjadi pelopor sampingan namun bagi seorang Gajah Mada.

Kisah klimaksnya adalah momen delegasi berpokok Sunda Galuh mengapalkan calon pengantin merupakan sang nona Dyah Pitaloka Citraresmi yang alhasil mewujudkan luluh hati sang yang dipertuan Hayam Wuruk, terhambat di alun-alun Bubat. Karena penyambutan enggak diadakan bagi pihak sunda galuh sehingga pihak Majapahit yang menyahajakan bahwa eksistensi sunda fidah memang akan telat dimanfaatkan oleh pihak ketiga yang memang menginginkan pernikahan antara Dyah Pitaloka dan Hayam Wuruk tidak akan jalinan terjadi.

Gajah Mada menganggap bahwa pemasukan Dyah Pitaloka dianggap sebuah upeti berbunga Sunda Perak bagi majapahit yang menyepakati dibawah satu standard tapi enggak bagi pihak Sunda Galuh itu seorang. Lagi Hayam Wuruk yang memang menganggap bahwa pinangannya jati karena memang kepingin mengawini Dyah Pitaloka tanpa menganggap ada sesuatu dibalik itu semua.

Sampai akhirnya peperangan tak dapat dielakkan juga momen pihak-pihak ketiga yang semakin mengeruhkan suasana dan kegadisan para Sunda Galuh nan tinggi menyalak lah Perang Bubat. Jelas tergambar apa suasananya privat perbantahan ini sekali lagi tindakan heroik Dyah Pitaloka dengan memenggal dirinya seorang momen memahami kedua khalayak tuanya sudah lalu meninggal.

Cerita diakhiri dengan suasana kerajaan yang mendengar berita habisnya pasukan Sunda Galuh diperangi oleh pasukan Majapahit membuat suasana kerajaan menjadi berkabung bukannya bersuka sok menerima kemenangan dipihak Majapahit. Sampai Gajah Mada akhirnya harus menerima tanggung jawabnya dengan meletak jabatan dan diasingkan di Madakaripura. Sebuah rapor abang bagi seorang Gajah Mada diantara prestasinya berekspansi sayap Majapahit diseluruh nusantara ialah keberhasilannya memenangi peperangan melawan tentara Sunda Galuh ditanahnya sendiri di lapangan Bubat. (tambahan)

Source: https://brainly.co.id/tugas/17681036