Skema Power Suplay 12 Volt

Mencari kumpulan
skema power supply
memang lain mudah, bahkan yang n kepunyaan komponen bervariasi. Setiap projek elektronik pasti membutuhkan power supply sebagai pemasok daya, inilah yang takhlik banyak hamba allah memilih merakit power supply seorang dengan mengimak berbagai skema diagram nan ada.

Dibawah ini terdapat beberapa skema rangkaian power supply campuran menggunakan trafo CT dan non CT dengan berbagai suku cadang simpatisan yang bervariasi. Download kompilasi skemanya secara percuma dibawah ini:

Kumpulan Skema Power Supply CT dan Non CT

  • 1. Power Supply CT 12v
  • 2. Dual Power Supply 15v
  • 3. Power Supply 12v 2A Sederhana
  • 4. Power Supply DC Variable LM317
  • 5. Regulator Power Supply 78xx
  • 6. Variable Power Supply 0-50v, 3A
  • 7. Variable Power Supply 3A, 0-30v
  • 8. PSU Regulator Adjustable 3A Terlambat dengan LM350
  • 9. Alasan Kenapa Harus Menggunakan Power Supply Linear
    • 9.1 Power Supply Linear vs Swiching Mode, Mana yang Lebih Baik?

1. Rangkaian Power Supply CT 12v

skema power supply

Skema diatas menunggangi trafo CT dan dua biji kemaluan dioda yang main-main bak penyearah gelombang penuh dan penggalan Center Tap (CT) bertindak sebagai ground. Anda bisa mencoba skema diatas jika kepingin merakit power supply CT 12v keteter.

2. Diagram Dual Power Supply 15v lakukan Preamplifier

rangkaian power supply ct

Skema power supply ini sejadi bikin Anda yang sedang merakit preamplifier dengan tone kontrol seutuhnya. Ambillah kebanyakan sosok memilih IC 7815 dan 7915 kerjakan merakit power supply ini. Alasannya ialah:

  • Murah
    – Kebanyakan IC cerah 78xx dan 79xx dijual dengan harga terjangkau.
  • Mudah digunakan
    – Cuma punya 3 pin sahaja, yaitu input, ground dan output.
  • Kualitas yang bagus
    – IC seri ini berkecukupan menjaga tekanan listrik konsisten dan sudah dilengkapi dengan overload protection atau proteksi beban berlebih.

Lalu bagaimana mandu kerja skema dual power supply 15v ini?

Bikin merakitnya pastikan trafo bertegangan 240v/220v. Arus gulungan sekunder perdua harus memiliki tegangan 15v – 18v pada 1 ampere ataupun lebih tataran.

Dual power supply 15v ini ditenagai oleh trafo, lalu tekanan listrik AC 220v dialirkan ke lilitan primer. Kemudian menghasilkan 3 tegangan rail, yaitu: 15v AC, 15v AC dan 0v dari lilitan sekunder.

Kemudian arus mengalir melalui full-wave bridge rectifier (penyearah gelombang listrik mumbung) yang terdiri mulai sejak empat dioda 1A dengan nilai 100 PIV. Sehabis itu, persebaran mengalir lagi ke kedua kapasitor C1, C2 (2.200 uF / 15v) andai penyaring dan pemasok dual rail +21VDC, OV, -21VDC.

Sementara itu C3 & C4 0.22uF berfungsi bikin menapis sinyal noise pada tegangan DC yang kemudian tekanan listrik DC ini diarahkan menuju dua IC Regulator DC.

  • LM7815 mempertahankan tegangan nyata 15v.
  • LM7915 mengontrol tengan negatif -15v.
  • Setiap IC mampu menerimakan output maksimum sekitar 1A.

Kapasitor C5, C6, C7, C8 digunakan lakukan memperhalus dan menapis revolusi puas output DC. Sedangkan LED1 adalah lampu power dengan R1 misal pewatas arus.

3. Rangkaian Power Supply 12v 2A Sederhana

skema psu

Ini adalah salah satu gayutan skema power supply naik daun yang subur mengkonversi tarikan AC 220v menjadi DC 12v dengan beberapa kombinasi berasal komponen elektronik. Secara serhana, prinsip kerja power supply 12v ini adalah sebagai berikut:

Pada skema diatas, tegangan AC 220v 50hz terhubung ke aliran sakelar ON/OFF (S1) dan sekring (F1) sebagai pemutus seandainya ada arus berlebih.

Kemudian tarikan bersirkulasi melalui trafo 2A untuk mengubah tegangan menjadi 12v AC. Lalu dialirkan lagi menentang kedua dioda seperti skema diatas untuk mengkonversi tegangan AC ke DC.

Sedangkan kapasitor berfungsi andai penyaring aliran DC dan LED1 yakni bola lampu power dengan R1 sebagai pewatas peredaran.

Sebelum merakit skema power supply 12v diatas, suka-suka sejumlah objek yang perlu disiapkan. Merupakan sebagai berikut:

  • Lampu busur LED
  • F1: Sekring 1A
  • S1: Sakelar ON/OFF
  • R1: Resistor 1.2K 0.5W
  • D1, D2: 1N5402, Dioda 3A
  • T1: 12V CT 12V, transformator 2A
  • C1: 2.200uF 25V Kapasitor Elektrolit
  • Paku 0,5 inchi, kawat tembaga dan, AC line power

4. Power Supply DC Variable LM317

skema power supply non ct

Mungkin ini bisa menjadi pilihan skema sederhana power supply untuk pemula. Rangkaian ini menggunakan LM317 Variable yang bisa memasok tegangan output mulai dari 1.2v hingga 30v puas rotasi maksimum 1.5A.

Tentunya power supply ini sejadi cak bagi yang ingin menyeimbangkan tegangan 1.25v dan 35v dengan arus hingga 1 ampere. Selain itu, sangkut-paut ini sangat tertinggal karena dapat dirakit dengan satu IC sahaja, yaitu LM317 Variable power supply.

LM317 atau LM117 seri Adjustable mempunyai 3 halte tegangan nan mampu memasok lebih berasal 1.5A, 1.2v hingga output kisaran 37v. Berikut spesifikasi dari kedua IC tadi:

  • Regulasi Garis 0,01%
  • Regulasi Beban 0.3%
  • Mencegah suhu deposisi.
  • Pemeliharaan short pada perputaran.
  • Toleransi Voltase Output 1%
  • Minus ripple dengan rasio 80dB
  • Tegangan input maksimum 40V

Bagaimana Kaidah Kerjanya?

Permulaan, trafo T1 seperti lega skema diatas berfungsi untuk menurunkan AC 220v ke AC 24v condong ke dioda bridge rectifier D1(1N4001) dan D4(1N4001).

Sementara itu, tegangan DC yang turut ke penapis kapasitor C1 bernilai DC 35v, tegangan output dari IC1 tergantung pada pin tekanan listrik Adj dari IC maupun bagi menyepadankan VR1.

VR1 berfungsi untuk mengontrol tekanan listrik DC output 1.25v hingga 30v (32v) atau tarikan maksimum sebatas 37v plong 1.5A.

5. Skema Regulator Power Supply 78xx

rangkaian power supply ct

Kenapa harus memilih regulator 78xx? Alasannya, sederhana IC 78xx bisa dirakit menjadi regulated power supply (power supply yang dapat menjaga kestabilan tegangan) dan memberikan tekanan listrik output antara: 5V, 6V, 9V, 10V, 12V, 15V, 18V, 24V sreg revolusi maksimum 1.5A.

Komponen yang digunakan plong skema PSU regulator ini juga layak banyak terhidang dipasaran. Skema diatas menggunakan IC 78XX ataupun dikenal dengan IC seri 7800. Ia pun bisa dengan mudah menyetimbangkan tarikan output mengikuti pendar IC berikut:

  • 6V memperalat IC-7806
  • 8V menggunakan IC-7808
  • 9V menunggangi IC-7809
  • 10V menggunakan IC-7810
  • 12V menggunakan IC-7812
  • 15V memperalat IC-7815
  • 18V menggunakan IC-7818
  • 24V menggunakan IC-7824
  • 5V menggunakan IC-7805 (Regulator Tegangan 5V)

6. Variable Power Supply 0-50v, 3A

skema power supply 3a

Regulator ini adalah rangkaian variable power supply 0-50v, nan mana Engkau bisa dengan mudah mengatak tegangan output mulai dari 0v sampai 50v dengan arus paling kecil 3A. Tetapi yang terpenting adalah pemeliharaan tegangan berlebih nan akan langsung putus takdirnya terjadi short.

Skema power supply ini bisa dikatakan adv amat seia untuk beraneka macam eksperiment elektronik, karena rangkaian ini menggunakan IC LM723 yang memiliki penampakan cukup baik.

Dulu bagaimana mandu kerja power supply ini? sederhananya sebagaimana berikut:

  1. Pertama, tengan AC dari trafo T1 dialirkan melalui dioda D1-D4 ke rectifier lalu ke tekanan listrik DC.
  2. Kedua, filter kapasitor C1 yang ayak tegangan DC menjadi lebih lumat sebelum dilanjutkan ke R1, R2 ke TR5.
  3. IC1 pada skema diatas berfungsi kerjakan mengontrol voltase pada pin OUT dengan menyesuaikan VR1 yang dapat mengatur tegangan antara 0-50volt.
  4. R1 dan R2 bikin mewatasi arus muatan berlebih, kedua resistor ini berangkulan dengan dua transistor TR1 dan TR2.
  5. Ketika arus overload, TR1 dan TR2 start bekerja. Kemudian muncul tegangan output sreg lead E TR2 melangkahi LED1 cenderung 2 pin puas IC1. LED1 sebagai bola lampu alarm.

7. Skema Variable Power Supply 3A, 0-30v

skema rangkaian power supply

Bukan jauh berbeda dengan skema rangkaian power supply sebelumnya, variable power supply 0-30v / 3A sekali lagi teradat Anda coba. Karena Beliau bisa menyesuaikan tegangan output 0v sebatas 30v puas arus 3A dan memiliki proteksi beban berlebih.

Selain itu, ini yaitu high-efficiency menggunakan IC regulator UA723 dan power transistor TIP3055, bintang sartan ini boleh dikatakan sebagai power supply sederhana terbaik dengan biaya perakitan yang teraih.

Kenapa Sira harus merakit skema power supply variable 0-30v, 3A? Ini alasannya:

  • Desain modern.
  • Tekanan listrik output yang bisa disesuaikan: 0-30VDC.
  • Mampu menghasilkan tegangan output nan memberikan daya hingga 3A.
  • Murah – komponen yang dibutuhkan bisa ditemukan dengan mudah dan harganya terjangkau.

Berikut cara kerjanya:

  • Mengurangi tegangan AC: Tegangan AC terdahulu diarahkan ke trafo mengurangi tegangan dari AC tinggi ke AC rendah.
  • Rectifier AC ke DC: Kemudian tekanan listrik AC adv minim mengalir ke dioda bridge (D1-D4)
  • Unregulated DCV: C1 berperan perumpamaan kapasitor tapis kiranya tekanan listrik pulsa menjadi arus searah (DC) yang stabil.
  • Sirkuit Regulator DC: Tegangan yang sudah disaring oleh C1 kemudian sampai ke IC1 dan bilang komponen lainnya. Komponen tersebut menjaga tegangan patuh, justru jika beban persebaran overload, maka tegangan akan tetap stabil.

8. PSU Regulator Adjustable 3A Sederhana dengan LM350

skema adjustable power supply

Sekiranya Sira membutuhkan skema power supply sederhana 3A dengan kualitas yang bagus, maka kawin ini bisa Anda coba. Banyak insan nan merekomendasikan LM350 sebagai komponen bagi takhlik regulator adjustable.

Ini yaitu IC regulator 3A untuk power supply DC adjustable yang dapat menghasilkan tegangan berangkat terbit 1.25v hingga 35v.

Cara kerja IC LM350 juga cukup tercecer, berikut ringkasannya:

  1. Ketika S1 (tatap skema diatas) ditekan maka power supply akan menunukan. ACV akan mengalir melalui F1 sebagai preservasi seandainya ada beban plus (overload) atau bersisa banyak tarikan output.
  2. Kemudian ACV akan masuk ke trafo yang berperan cak bagi menurunkan tarikan AC panjang ke tegangan AC-18v yang lebih rendah, lalu dilanjutkan ke dioda bridge (BD1) untuk mengkonversi AC ke DC.
  3. Kemudian dilanjutkan juga menuju kapasitor elektrolit C1-4700uF lakukan menyaring tegangan pulsa mulai sejak trafo menjadi aliran DC yang bertambah stabil.

Sekiranya Anda memutuskan untuk membuat power supply sederhana ini memperalat skema diatas, maka Anda perlu siapkan beberapa komponen berikut:

Kapasitor C3: 47uF 35V, Elektrolit
C5: 100uF 50V, Elektrolit
C7: 0,01uF 50V, Tegel
C6: 1000uF 16V, Elektrolit
C1: 4700uF 35V, Elektrolit
C2, C4: 0.1uF 50V, kapasitor Keramik maupun Mylar
Dioda D1-D3: 1N4007, Dioda 1A 1000V
Resistor R1, R2: 120Ω resistor 0,5W
IC1 LM350T 3 perhentian substansial tegangan regulator 3Amp
S1 Saklar On-Off atau SPST
F1 Sekring 0.5A-1A
VR1 Resistor Variabel 5K (B)
BD1 Dioda Bridge 4A 200V
T1 Trafo sekunder 3A 18V ke 21V
Lainnya Heatsink, PCB Berlubang, Dawai, Kipas DC, voltmeter LED, dan lainnya

Alasan Kenapa Harus Menggunakan Power Supply Linear

Sebenarnya cak semau cukup banyak diversifikasi dari power supply, namun secara singkat power supply dapat dibagi menjadi dua gerombolan, ialah:

  • Power Supply Linear
  • Power Supply Switching Gaya

Terlampau bagaimana cara kerja linear?

Pertama, tegangan AC disalurkan ke power transformator dengan tujuan untuk menaikkan dan meletakkan tarikan. Kemudian diubah menjadi tegangan DC yang kesannya diterapkan pada papan sirkuit regulator.

Sementara itu Power Supply Swiching mode punya cara kerja yang berbeda, yaitu kaya mengubah tengan AC ke DC secara langsung tanpa trafo suntuk tarikan DC ini dikonversi lagi menjadi sinyal AC dengan kekerapan tinggi.

Power Supply Linear vs Swiching Mode, Mana nan Bertambah Baik?

Menurut kami, Power Supply Linear lebih baik dibandingkan switching kecenderungan. Mengapa? berikut fungsi berpangkal power supply linear:

  • Enggak berisik.
  • Rotasi diagram yang sederhana.
  • Sangat stabil, tahan lama, dan tangguh.
  • Tingkat kebisingan invalid, EMI dan delay.

Sedangkan yang jenis Swiching mode lebih-lebih sebaliknya. Tetapi itu semua terjemur dengan kebutuhan power supply yang ingin Anda ancu.

Demikian artikel singkat mengenai himpunan skema power supply CT dan non CT sederhana yang mungkin dapat Dia gunakan untuk merakit rangkaian power supply sendiri.

Lihat juga:

  • Skema Amplifier Mini
  • Skema TV China
  • Skema TV Polytron
  • Skema Inverter DC to AC

Source: https://www.jendelatv.com/2022/03/skema-power-supply.html