Sma Frater Don Bosco Banjarmasin


SEKILAS Tentang :


SMA FRATER “DON BOSCO” BANJARMASIN

A. Sejarah SMA Frater Don Bosco Banjarmasin

1. SMA Katolik Banjarmasin.


Sejarah SMA Katolik Banjarmasin ini akan dibagi privat tiga periode yaitu :


1. Periode tahun 1959-1977 dengan nama SMAK di radiks naungan Yayasan Siswarta. Kopi Yayasan tanggal 26 Agustus 1958 nomor 34. Yayasan Siswarta Perwakilan Banjarmasin(1962).


2. Periode tahun 1977-2005 dengan nama SMU Siswarta. Keuskupan laksana Yayasan Pusat.



3. Perian tahun 2005 hingga sekarang dengan nama SMA Frater Don Bosco. Aktivis “Yayasan Don Bosco” berfokus di Yogyakarta, dan Banjarmasin misal badal Yayasan.


SMAK PERIODE 1





1959-1977

PENDAHULUAN



Rencana buat mendirikan SMAK sudah dimulai pada periode 1955. Pada tanggal 14 Juli 1956 yakni berapit permulaan lakukan merencanakan berdirinya SMAK di Banjarmasin. Pada rontok 5 Februari 1957 Sekjen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Bapak Hutasoit, berkunjung ke Banjarmasin. Puas kesempatan itulah Br. Mauritius, MTB, dan Bpk. Tan Tjie Kong condong beliau cak bagi ceratai perencanaan mendirikan :”SMA Katolik di Banjarmasin”. Maka pada tanggal 27 Juni 1959 dimulailah pembangunan gedung SMAK di Kronologi Samudera yang waktu ini ini bernama “Sasana Sehati” letaknya di putaran pantat Gereja Katedral.



Pada tanggal 18 Agustus 1959 SMAK resmi didirikan di bawah naungan Yayasan Pengelola bernama “Yayasan Siswarta”.


SMAK TAHAP Semula



Pada waktu SMAK didirikan, baru dimulai dengan satu kelas yang terdiri mulai sejak 32 siswa dengan jurusan IPS atau bagian C menurut Kurikulum 1975 alias Acara A3 lakukan Kurikulum 1984. Di gedung SMA Daerah yang terdapat di komplek Pelajar Mulawarman siswa SMAK menumpang berlatih sreg sore hari.



Pada saat Ujian NEgeri semua siswa lulus. Atasan Sekolah pada waktu itu yaitu Br. Mauritsius, MTB dengan 11 Guru enggak tetap.



Plong terlepas 17 November 1960 bangunan SMAK nan terletak di Urut-urutan Syah Samudera diresmikan. Alamat : Jln. Pangeran Samudera No. 36 A Telp. 4725


GEDUNG BARU



Tanggal 4 Mei 1976 SMAK menempati gedung baru nan dibangun maka itu Br. Longinus, MSF terdapat di Jl. Rantauan Gelintar (RK) Ilir nomor 481, nomor telpon 8632.



Lega peresmian gedung yunior tersebut hadir pula Kakanwil Depdikbud Kalimantan Selatan Bapak Broto Mulyono, Kabid Dikmenum, Bpk. H. Ismail BA beserta staf, dan Gubernur Kalimantan Kidul Bpk. H. Subardjo.


Persilihan STATUS



Pada tanggal 1 September 1961 SMAK berubah status dari “Tertulis” menjadi “Berpiagam”. Selanjutnya lega copot 16 Agustus 1966 menjadi SMAK Swasta “Berbantuan”, dan puas tanggal 10 Maret 1984 berubah menjadi SMAK “Diakui” dengan demikian SMAK kini ini mutakadim bias melaksanakan Testing sendiri. Pada waktu 1977 berubah juga statusnya mulai sejak “Diakui” menjadi “Disamakan”.



Lega 09-10-1973 terjadi petaka kebakaran, 2 sekolah dan 6 flat suhu terbakar demikian pun dengan semua pertinggal SD & SMP.


PROYEK PEMERINTAH



Pada perian Ajaran 1984/1985 ada Proyek dariDepartemenPendidikan dan Peradaban PRopinsi Kalimantan Selatan tentang “Eskalasi SMA KALIMANTA Selatan”. Panitia Pelelangan Terbatas Antaran Peningkatan SMA Kalimantan Daksina Tahun 1984/1985 dari Departemen Pendidikan dan Kultur Maktab Provinsi Propinsi Kalimantan Selatan mengumumkan Kiriman secara terbuka kepada Perusahaan atau Pemborong untuk menawarkan diri mengajuk ijab pelelangan. Dari sekian banyak Perusahaan maupun Pemborong yang menyatakan diri untuk mengikuti pelelangan setelah diteliti oleh Panitia, maka CV yang memenangkan Order adalah :”CV. SEBUKUT”, Jln. A.E.S. Nasution No. 3 Banjarmasin.


PEMBANGUNAN DIMULAI



Setelah maka itu Panitia mengumumkan bahwa jago Tender adalah dari CV. SEBUKUT, maka lega tanggal 19 Maret 1985 PT tersebut menerbangkan surat Penawaran kepada Panitia Lelang Proyek Peningkatan SMA Kalimatan untuk menyelesaikan seluruh pencahanan yaitu “PEMBANGUNAN DUA RUANG KELAS” SMA Katolik Banjarmasin dengan segala Perhitungan Biaya Pembangunan. Dengan demikian mulailah pembangunan tambahan dua biji pelir ruangkelas SMA Katolik Banjarmasin. Dengan demikian mulailah pembangunan tambahan dua buah kolom papan bawah SMA Katolik Banjarmasin.



Selanjutnya puas tanggal 5 Desember 1985 bertempat di Maktab Kewedanan Depdikbud Propinsi Kalimantan Selatan sudah lalu diadakan “Berita Acara Pasrah Terima” barang-barang Inventaris yang berasal dari Pesanan Peningkatan SMA Kalimantan Selatan kepada Penasihat SMA Katolik Banjarmasin Sr. Laurentia Kartini, SPM umpama pihak II. Dagangan-Inventaris nan diterima adalah kasatmata dua ruang papan bawah seluas 144 M2, penggubah CV. Sekubut dengan biaya Rp. 21.289.000,- Pada rontok 21 Januari 1986 Panitia menyerahkan kepada SMA K Berita Program Timbang terima dari Aparatur Rutin (Kanwil) ke Pemakai/Pengelola yaitu “Surat Perjanjian Pemborongan beserta rancangan bangunan”.



Dengan demikian SMA Katolik Siswarta telah ketambahan dua buah ulas sparing semenjak pesanan Pemerintah.


SMAK SISWARTA Masa 2





1977-2005


Setelah kurang lebih 46 tahun berkarya, alhasil Kongregasi ini harus berpisah dengan Keuskupan Banjarmasin. Perpisahan ini meninggalkan satu perasaan duka yang sungguh-sungguh bagimasyarakat khususnya umat Katolik Episkopat Banjarmasin, karena Kongregasi ini sungguh habis berarti di bidang pendidikan. Pada masa 1974 Superior Jendral Kongregasi Bruder MTB telah memberitahukan kepada Mgr. Demarteau, MSF bahwa tak lama pun para Bruder MTB akan ditarik dari Keuskupan Banjarmasin karena tenaga mereka sangat dibutuhkan di Kalimantan Barat. Makanya sebab itu, Br. Antonissen Yulianus, MTB yang telah mengarak SMAK selama kurang lebih 15 tahun menyerahkan kepemimpinannya andai Kepala Sekolah kepada wakilnya yakni Bapak Drs. F.X. Santoso. Sehubungan dengan kepindahan Kongregasi Bruder MTB berasal Episkopat Banjarmasin, maka SMAK nan telah bertahun-musim dipimpin oleh Misionaris berpunca Provinsi Belanda kini kepemimpinannya beralih ke tangan orang Indonesia.


REUNI 1988



Pada terlepas 10 Juli 1988,sapta tahun sehabis SMAK dipimpin oleh Manusia Indonesia, satu Reuni mantan SMAK diselenggarakan. Pada waktu itu Pengarah Sekolah ialah Sr. Laurentia, SPM yang menginjak memimpin sekolah ini menginjak musim 1985. Privat Sambutan Keluaran Kepala Sekolah SMAK Bpk. Drs. F.X. Santoso, menyebutkan bahwa Reuni ini merupakan reuni yang ke VI. Jadi semenjak SMAK ini berdiri pada musim 1959, sudah lima kali diadakan reuni. Reuni yang dilakasanakan secara periodic ini adalah sebagai tanda rasa syukur kepada Allah atas karunia nan dilimpahkan-Nya kepada Jebolan SMAK di bawah naungan Yayasan Siswarta, nan dating berasal mana-mana sekedar melepas rindu,mengenang waktu dulu sambil bernostalgia ketika masih belajar di SMAK. Reuni sekaligus mengenang akan alamater yang sadar bahwa mereka adalah putera-puteri kandung SMAK. Pamrih mengadakan Reuni merupakan menghimpun suatu gerak yang positif dalam pengembangan Alma Maternya.



Bruder Antonissen Yulianus, MTB yang menjadi Kepala SMAK sejak tahun 1962 s/d 1977 mungkin sengaja diundang makanya Panitia dating jauh-jauh pecah Provinsi Kincir Angin, Belanda begitu nama Negerinya, hadir bersama para lulusan pesuluh sekedar member penghargaan sedalam-dalamnya atas jasa-jasanya selama di Indonesia khususnya memimpin SMAK Banjarmasin. Dalam sambutannya nan dia tulis pada bulan Juli di Negeri Belanda, beliau mengatakan:” Dengan segala apa doyan hati dan rasa haru serta kebahagiaan nan sangat mendalam kami penuhi undangan Panitia Reuni yang diselenggarakan di Banjarmasin-Indonesia tercinta tempat kami membaktikan diri sebagai Pendidik maupun Kepala Sekolah yang puluhan tahun lamanya.



Melintasi kesempatan yang terlampau indah ini, kami ucapkan rasa sambut hidayah nan tak terjumlahkan kepada segenap Panitia dan Para Penasehatnya, enggak lupa kami salut pula kepada pengambil inisiatif Reuni ini yang walaupun jauh di seberang, toh kami enggak dilupakan, terlebih kopi-sahifah dari Tembusan Kabar Kompas dan Banjarmasin Post, masih selalu kami terima dari Bekas di Indonesia.



Kepada dewan Hawa dari beragam angkatan sudah sepantasnya kami ucapkan terima belas kasih atas keterlibatannya dalam Reuni detik ini. Pesan kami kepada Jebolan dan Panitia : Teruskan dan kembangkan Isi dan Jiwa serta Spirit reuni ini demi keberhasilan SMAK kita. Selamat berjumpa dalam rindu dan bahagia…. Selamat bernostalgia”.


PERMINTAAN TENAGA Pengarah SEKOLAH



Pada sungkap 12 Maret 1992 Bpk. Uskup FX. Prajasuto, MSF mengirim surat kepada pimpinan Suster-suster Santa Maria di Pekalongan untuk meminta tenaga Kepala SMAK Banjarmasin. Ketua SMA pada waktu itu adalah Bpk. Drs. FX. Santoso. Bpk. Drs. FX. Santoso mutakadim memimpin SMAK menggantikan Br. Antonissen Yulianus, sejak tahun 1997 s/d 1985. Itu berarti bahwa Bpk. Drs. FX. Santoso mutakadim diangakat juga untuk mendahului sekolah kerjakan yang kedua kalinya tahun 1991 s/d 1995. Seumpama Uskup, sira dahulu memaki pendidikan di Keuskupannya. Maka jauh-jauh sebelum itu sudah mempersiapkan manusia-basyar yang dapat mendahului SMA. Kongregasilah nan menjadi prioritas penting. Cak acap sekali bahwa pada masa itu Kongregasi SND juga belum siap untuk memberikan tenaga bagi kronologi pendidikan di Keuskupan Banjarmasin karena terbit pihak kongregasi pun masih terbatas sosok-bani adam yang berlimpah untuk menjadi Pengarah Sekolah. Maka didikan Suster-suster SND pada tanggal 20 Maret 1992 membalas tembusan bapak Kiai Uskup dengan permintaan absolusi karena sekarang ini belum dapat mengirim suster bakal memenuhi permintaan bakap uskup. Dengan demikian Bpk. Drs. F.X. Santoso, tetap memimpin SMAK. Baru selepas melewati kurun waktu 9 waktu kemudian barulah didikan memenuhi janjinya dengan menugasi Sr. M. Bernadette, SND, S.Pd. lakukan menjadi Kepala SMAK Banjarmasin.



Sr. Bernadette, SND S.Pd. memimpin SMAK dari tahun 2001 s/d 2004. Selanjutnya beliau diganti oleh Bpk. Martambuan Baji, S.Pd. yang memimpin SMAK dari 2004 sampai 2005 karena pada tahun 2004 Buya Uskup Prajasuta, MSF menunangi Frater CMM bagi berkarya di Keuskupan Banjarmasin khususnya tentang SMA dan Asrama. Maka pada tanggal 20 Maret 2004 Bpk. Martambuan Baji, S.Pd. digantikan oleh Fr. Yos Bille, CMM menjadi Kepala SMAK yang ke 11 (2004 s/d 2009). Lebih jauh terperingkatkan tanggal 28 Agustus 2009 jabatan Majikan SMA diserahkan kepada Fr. Theodorus Hera Demon, CMM S.Pd.


KENANGAN Sani DI Periode Tua bangka



Seterusnya, pada ketika-ketika terakhir ketika Yayasan Siswarta akan beranjak ke peraduannya dan pergi untuk selamanya, para siswa-siswi Tahun Ajaran 2004-2005, SMAK Siswarta masih membuat kenangan indah disaat-detik mereka akan berpisah. Mereka menciptakan satu buku kenangan yang tidak akan pernah terlupakan dimana mereka mengenang saat-momen indah “Persahabatan” di SMAK, dengan menerbitkan satu buku kenangan : “The Blooms Memories”.


ERA DON BOSCO


SMA PERIODE 3




Periode AJARAN 2005 SAMPAI SEKARANG


SMA Frater Don Bosco Banjarmasin nan beralamatkan Jl. Rantauan Darat no. 24 ini lega awalnya bernama SMA Katolik Siswarta. Plong copot 27 Maret 2004 Mgr. Fransiskus Xaverius Prajasuta, MSF uskup Keuskupan Banjarmasin mengirim surat kepada Provinsial Frater CMM (Fr. Lukas Mandagi) nan isinya mengundang Frater CMM kerjakan membaktikan dirinya di Keuskupan Banjarmasin. Karya sendi yang ditawarkan adalah mengelola bidang Pendidikan khususnya menangani SMUK dan menangani pondokan yang sudah lalu lama sangat didambakan umat.



Aplikasi Bapak Paderi ditanggapi secara positif oleh Dewan Umum dan Dewan Provinsi CMM Indonesia. Sebagai tanggapan atas permohonan tersebut Dewan Didikan Kawasan dan DPU mulai menjajaki peluang bakal Frater CMM cak bagi menginjak berkarya di Keuskupan Banjarmasin.



Tanggal 1 Juli 2004 yaitu tanggal baku Frater CMM mulai berkarya di Keuskupan Banjarmasin. Sedangkan perubahan nama dari SMAK Siswarta menjadi SMA Frater Don Bosco terjadi sesudah secara resmi diserahkan pengelolanya kepada Yayasan Don Bosco, dengan ditandatanganinya “Berita Acara Serah Songsong” berpokok Yayasan Siswarta ke Yayasan Don Bosco pada terlepas 28 Juni 2005.


Pemberkasan ANTAR DUA YAYASAN



Bersemayam di “Wisma Ventimiglia”, Jl. Gatot Subroto No. 10 Banjarmasin, berlangsunglah acara penggabungan dua Yayasan yaituYayasan Siswarta dan Yayasan Don Bosco. Pada saat itu Gaby Siantori,, SH Notaris di Banjarmasin, membacakan “Akta Pemberkasan Yayasan Siswarta dan Yayasan Don Bosco nomor 72.” Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan “Berita Acara Serah terima dari Yayasan Siswarta, ke Yayasan Don Bosco. Ketua Yayasan Siswarta Rohaniwan Aloysius Darmakusuma, MSF ibarat pejabat dan Fr. Lukas Mandagi, CMM yang waktu itu jabatannya sebagai Provinsial Frater CMM sekaligus ketua Yayasan Don Bosco Pusat menandatangani berita acara tersebut beserta saksi-saksinya.



Dalam Akta yang ditandatangani pada hari Selasa, tanggal 28 Juni 2005 disebutkan dalam pasal 4 tentang “Peralihan Harta Kekayaan” nan mana intern nomor 4.1. tercatat : “Dalam rangka pemberkasan YAYASAN SISWARTA digabungkan ke dalam YAYASAN DON BOSCO, maka semua harta khazanah YAYASAN SISWARTA dialihkan alias dengan kata bukan dipindahkan kepada dan diambilalih maka itu YAYASAN DON BOSCO”.



Sejak saat itulah baru secara resmi Yayasan Don Bosco laksana pengelola, pasca- dalam kurun hari kurang lebih satu tahun Frater CMM sudah berkarya di Keuskupan Banjarmasin.


Alumni Kepengurusan Yayasan Don Bosco Banjarmasin, terbit masa pengambilalihan dari yayasan siswarta ke Don Bosco.


1. Ketua Yayasan              : Fr. Florentinus Halawa, CMM


    – Sekretaris                   : Fr. Antonius Kodoatie, CMM


    – Patih Yayasan     : Fr. Zakarias, CMM (Tamatan)


2. Ketua Yayasan               : Fr. Martinus Gulo, CMM (Mantan)


    – Sekretaris                   : Fr. Antonius Kodoatie, CMM


    – Perdana                  : Fr. Yohanes Mellolo Buranna, CMM (Mantan)


3. Komandan Yayasan              : Fr. Nikodemus Tala Lamak, CMM


   – Sekretaris                    : Fr. Antonius Kodoatie, CMM


                                         : Fr. Rufinus Ndruru, CMM


   – Bendahara                   : Fr. Stanislaus Sene, CMM


4. Ketua Yayasan              : Fr. Frans Semarak, CMM


   – Sekretaris                    : Fr. Lambertus Kato’udara murni, CMM


   – Bendahara                   : Fr. Lambertus Kato’o, CMM


   – Penggarap Harian         : Fr. Stanislaus Sene, CMM

Source: https://palletjatibelandabanjarmasin.blogspot.com/2013/

Posted by: caribes.net