Soal Bilangan Bulat Kelas 7

Rangkuman Materi Predestinasi Bulat Dan Pecahan Kelas bawah 7 SMP

Bilangan Bundar

Terdiri dari bilangan negatif, ketentuan nihil (0) dan bilangan buntar positif. Jika dituliskan sebagai berikut

Kalau dituliskan internal rajah garis kodrat, laksana berikut:

Operasi Bilangan Bulat

Penjumlahan

Resan
Operasi Kodrat Bundar

  • Komutatif (persilihan)

    Kalau m dan n ∈ pusparagam bilangan bulat, maka berlaku:

    m + tepi langit = lengkung langit + m

    Contoh:

    2 + 3 = 3 + 2 = 5

  • Asosiatif (penggolongan)

    Jika m dan n ∈ himpunan bilangan bulat, maka berlaku

    (m + kaki langit) + o = m + ( t + udara murni)

    Contoh:

    (2 + 3) + 4 = 2 + (3 + 4) = 9

  • Zarah identitas, jika m ∈ himpunan bilangan bulat, maka berperan:

    m + 0 = m

    0 merupakan unsur identitas pada penjumlahan

  • Memiliki invers ataupun padanan, jika m ∈ antologi predestinasi bulat, maka -m disebut invers atau lawan dari m, maka berlaku:

    m + (-m) = (-m) + m = 0

    Contoh:

    4 + (-4) = (-4) + 4 = 0

  • Terlayang, jika m dan n ∈ himpunan bilangan bulat, maka berlaku

    m + n ∈ antologi bilangan bulat

Pengurangan

Plong pengurangan bilangan bulat secara umum bisa dinyatakan sebagai berikut:

m – horizon = m+ (-n)

contohnya:

14 – 34 = -20

-12 – 32 = -44

Perkalian

Kebiasaan-sifat operasi hitung pergandaan seumpama berikut:

  1. Sifat terlayang

    Apabila m dan falak merupakan anggota himpunan bilangan bulat, maka m x cakrawala yaitu anggota himpunan bilangan bundar.

  1. Rasam komutatif (pertukaran)

    Apabila m dan n merupakan anggota himpunan bilangan bulat, maka m x tepi langit = n x m.

  1. Sifat asosiatif (pengelompokkan)

    Apabila m dan horizon merupakan anggota himpunan bilangan buntak, maka (m x ufuk) x o = m x (n x o).

  1. Aturan distributif (penyebaran)

    Berlaku bak berikut:

    m x (t + udara murni) =(m x ufuk) + (m x o)

    m x (n – o) = (m x n) – (m x o)

  1. Elemen/unsur identitas

    Apabila m anggota himpunan bilangan bulat, maka m x 1 = m, 1 yaitu unsur identitas.

Ketentuan pada perkalian bilangan buntak yakni:

  • m x n = bilangan bulat berupa
  • m x (-n) = ketentuan bulat negatif
  • (-m) x ufuk = qada dan qadar buntak subversif
  • (-m) x (-lengkung langit) = bilangan bulat positif

Contohnya:

4 x (- 6) = – 24

(- 6) x (-7) = 42

Pendistribusian

Pengalokasian adalah kebalikan berpunca gerakan perkalian. Ketentuan sreg operasi perkalian dolan juga untuk operasi penjatahan. Dengan catatan kalau m yakni anggota kumpulan qada dan qadar bulat, maka m : 0 = lain terdefinisi dan 0 : m = 0.

Takdirnya m, n, dan o ialah kadar bulat, dengan ufuk ialah faktor m, dan n ≠ 0 maka berlaku:

m : cakrawala = udara murni → m = lengkung langit x o

contohnya:

50 : (- 2) = – 25

(- 80) : (- 16) = 5

Konsep Operasi Hitung Campuran pada Bilangan Buntar

Pada aksi hitung campuran kodrat buntak ada adat-rasam yang harus dipenuhi, yaitu:

  1. Etiket propaganda hitung dan parentesis harus diperhatikan dengan seksama.
  2. Pengerjaan bilangan nan ada dalam parentesis harus didahulukan/ diprioritaskan.

Apabila dalam suatu operasi hitung campuran bilangan bulat tidak terdapat stempel kurung, maka mandu pengerjaannya sebagai berikut:

  • Operasi hitung penjumlahan dan pengurangan sederajat-sama kuat sehingga pengerjaan nan sebelah kiri harus didahulukan.
  • Operasi hitung perkalian dan penjatahan sama-setinggi kuat sehingga pengerjaan yang sebelah kiri harus didahulukan.
  • Aksi hitung perkalian dan pembagian sifatnya lebih kuat tinimbang penjumlahan dan pengkhitanan sehingga multiplikasi dan penjatahan harus dikerjakan lebih dahulu daripada penjumlahan dan pengurangan.

Contohnya:

  1. 9 x 42 : 6 – 23

    Perampungan:

    9 x 42 : 6 – 23 = 9 x (42 : 6) – 23

    = 9 x 7 – 23

    = 40

  2. 450 : 9 – 10 + 4 x 6

    Penyelesaian:

    450 : 9 – 10 + 4 x 6 = (450 : 9) – 10 + (4 x 6)

    = 50 – 10 +24

    = 64

KPK dan FPB

KPK (kelipatan persekutuan terkecil)

Cara menentukan nilai KPK dari suatu predestinasi adalah:

  • Uraikan faktor pembentuk bilangan dari bilangan yang kita cari
  • Memperbedakan bilangan nan terkecil tapi bukan hampa berpokok anggota himpunan kelipatan persekutuan
  • Kemudian kalikan faktor-faktor prima yang berbeda dengan pangkat terbesar

Contohnya:

Tentukan KPK dari 8 dan 6

Penyelesaian cara I:

Bilangan bersumber kelipatan 8 : 0, 8, 16,
24, 32, 40, …

Qada dan qadar dari kelipatan 6 : 0, 6, 12, 18,
24, 30, …

KPK dari 8 dan 6 ialah 24

Perampungan cara II:

Faktorisasi prima dari 8 =
23

Faktorisasi prima terbit 6 = 21
x
3

Diperoleh 23
x 3 = 24

Maka, KPK mulai sejak 8 dan 6 merupakan 24

FPB (faktor persekutuan terbesar)

Buat menentukan FPB dari suatu qada dan qadar bisa diperoleh dengan cara:

  • Tentukan anggota bilangan himpunan faktor-faktor yang terbesar
  • Kalikan faktor-faktor prima yang bernilai sama dengan pangkat terkecil

Contohnya:

Tentukan FPB berpangkal 24 dan 36

Penyelesaian pendirian I:

Antologi faktor-faktor dari 24:
1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24

Himpunan faktor-faktor berpokok 36:
1, 2, 3, 4, 6, 9, 12, 18, 36

Maka FPB dari 24 dan 36 adalah 12

Penyelesaian pendirian II:

Faktorisasi prima berasal 24 = 23
x
3

Faktorisasi prima dari 36 =
22

x 32

Diperoleh 22
x 3 = 12

Maka, FPB dari 24 dan 36 merupakan 12

Pecahan

Buram pecahan adalah
  dengan kaki langit ≠ 0

m = pembilang

n = penyebut

m dan ufuk adalah ∈ koleksi bilangan bulat

Macam-macam retakan

Persen

Contoh:

Retakan tercecer

Cermin:

Maka gambar paling primitif berasal pecahan

adalah

Bongkahan senilai

Kamil:

Maka bongkahan

senilai dengan pecahan

Pecahan decimal

Pola:

Maka susuk desimal berasal
 adalah 0,12

Pecahan paduan

Bentuk dari bongkahan sintesis dapat ditulis sebagai berikut:

, o ≠ 0

Contoh:

Persuasi Hitung pada Rekahan

Perbanyakan belahan

Sifat-sifat perkalian retakan, yakni:

  • Komutatif

    Dengan b ≠ 0 dan d ≠ 0

  • Asosiatif

    Dengan b, d, dan f ≠ 0

  • Distributif

    Dengan b, d, dan f ≠ 0

Pencatuan retakan

Karangan:

Konseptual:

Penjumlahan dan penyunatan

Penjumlahan dan pengurangan dapat serempak dilakukan jika penyebutnya bernilai sepadan (berburu KPK). Sifat-sifat untuk melakukan operasi hitung sebagai berikut:

  • Komutatif

    Main-main:

    b dan d ≠ 0

  • Simbolis

    Berlaku:

    b, d, dan f ≠ 0

    Contoh:

Kamil Soal & Pembahasan Suratan Bulat & Pecahan Kelas 7 SMP


Soal No.1

Hasil semenjak -25 – (-24) merupakan …

  1. -2
  2. -1
  3. 0
  4. 1

PEMBAHASAN :

-25 – (- 24) = -25 + 24 = 24 – 25 = -1
Maka -25 – (- 24) = -1
Jawaban B


Soal No.2

Jikalau diketahui x = -4, y = 5, dan z = -8 maka angka berbunga

yakni….

  1. -12
  2. -6
  3. 0
  4. 6


PEMBAHASAN :




Jawaban A


Soal No.3

Hasil dari 525 : (-5) + 6 – 8 x 15 yakni….

  1. 120
  2. -129
  3. -219
  4. 320


PEMBAHASAN :


525 : (-5) + 6 – 8 x 15
⇒ [525 : (-5)] + 6 – [8 x 15] ⇒ -105 + 6 – 120 = -219
Jawaban C


Soal No.4 (UAN 2022)


Urutan pecahan terkecil ke pecahan terbesar terbit 0,45; 0,85;
; dan 78% adalah….


PEMBAHASAN :


Ganti bentuk pecahan menjadi puluh, sehingga :




0,45; 0,85;
; dan 78% = 0,45 ; 0,85; 0,875; 0,78
maka kalau diurutkan dari yang terkecil ke yang terbesar
0,45; 0,78; 0,85; 0,875   alias
0,45; 78%; 0,85;


Jawaban B


Cak bertanya No.5

Andi memiliki persen sebanyak Rp. 450.000. Setiap hari Andi membelanjakannya Rp. 30.000. Maka pada hari ke-11 residu uang Andi adalah…

  1. Rp. 60.000
  2. Rp. 100.000
  3. Rp. 120.000
  4. Rp. 150.000



PEMBAHASAN :



Menentukan berak uang Andi pada hari ke-11
Sisa Uang Andi = (Persen semula) – (Uang yang di belanjakan tiap waktu x besaran hari)
= (Rp. 450.000) – (Rp. 30.000 x 11 periode)
=Rp. 450.000 – Rp. 330.000
= Rp. 120.000
Maka tinja persen Andi setelah 11 musim adalah Rp. 120.000
Jawaban C


Pertanyaan No.6

Hasil dari

adalah…


PEMBAHASAN :


Perkalian dan pembagian dalam belahan mempunyai kedudukan yang sama abadi, sehingga pengoperasiannya bisa dimulai dari kiri ke kanan




Jawaban D


Soal No.7

Di privat satu papan bawah terwalak 25 murid laki-laki dan 15 murid perempuan maka persentase peserta upik terhadap laki-junjungan ialah…

  1. 37,5%
  2. 25 %
  3. 15%
  4. 10%


PEMBAHASAN :


Kuantitas siswa dalam satu inferior = 25 + 15 = 40 orang
Maka persentase jumlah petatar gadis di dalam satu kelas merupakan:


Jawaban A


Soal No.8

Sekiranya diketahui 8 x (4x – 2) = 48. Maka Invers x merupakan…

  1. -1
  2. -3
  3. -2
  4. -4


PEMBAHASAN :


8 x (4x – 2) = 48
maka 4x – 2 = 6, karena 8 x 6 = 48
Sehingga:
4x – 2 = 6
4x = 6 + 2 = 8
x = 2
Invers berasal 2 yakni -2
Jawaban C


Cak bertanya No.9

FPB dari 72, 64 dan 48 yaitu…

  1. 6
  2. 8
  3. 10
  4. 12


PEMBAHASAN :


Faktorisasi prima berasal 72 yaitu 32
x 8
Faktorisasi prima berusul 64 adalah 23
x 8
Faktorisasi prima mulai sejak 48 adalah 2 x 3 x 8

Maka FPB dari 72, 64 dan 48 adalah 8
Jawaban B


Cak bertanya No.10

Seorang pesuluh mengajuk ujian dengan mengerjakan 20 soal mulai sejak 35 soal. 5 jawaban salah dan sisanya benar. Jika skor jawaban benar yakni 4 dan poin jawaban keseleo -1 maka nilai siswa tersebut adalah …

  1. 55
  2. 60
  3. 65
  4. 70


PEMBAHASAN :


Kuantitas Cak bertanya = 35 soal
Soal nan dijawab = 20 tanya
Pertanyaan yang lain diisi = 15 soal
Jawaban sopan = 20 – 5 = 15
Jawaban salah = 5
Maka poin petatar tersebut yaitu
nilai = (jawaban etis x 4) + (jawaban salah x 5)  = (15 x 4) + (5 x (-1)) = 60 – 5 = 55
Jawaban A


Tanya No.11

Skor yang minimal rendah yaitu …

  1. 0
  2. – 5
  3. – 10
  4. 3

PEMBAHASAN :

Perhatikan garis bilangan di asal ini!


Pada garis bilangan berlaku semakin ke kanan, nilai bilangan semakin besar sedangkan semakin ke kidal, biji bilangan semakin kecil.
Maka nilai yang paling abnormal adalah – 10
Jawaban C


Soal No.12

Hasil perhitungan terbit – 15 – 10 = …

  1. – 5
  2. – 25
  3. 25
  4. 5


PEMBAHASAN :


-15 – 10 = -25
Jawaban B


Soal No.13

Kenaikan permukaan laut setiap 100 m menyebabkan master udara turun 0,250
C. Apabila guru di permukaan laut 380
C, maka hawa sreg keagungan 3.200 m di atas bidang laut adalah …
0
C.

  1. 300
    C
  2. 200
    C
  3. 320
    C
  4. 400
    C


PEMBAHASAN :


Menghitung perlintasan guru pada permukaan laut:


Maka guru pada ketinggian 3.200 m di atas permukaan laut:
380
C –  80
C = 300
C
Jawaban A


Soal No.14


Hasil perhitungan dari 16 x ( – 5) x 12 adalah …

  1. 560
  2. – 480
  3. 740
  4. -960


PEMBAHASAN :


16 x ( – 5) x 12 = – 80 x 12 = – 960
Jawaban D


Pertanyaan No.15

Kredit x nan memenuhi
 yakni …

  1. 4
  2. 5
  3. 6
  4. 7



PEMBAHASAN :





Jawaban B


Pertanyaan No.16

Hasil perhitungan mulai sejak 256 : 8 : ( – 6) adalah …

  1. 6
  2. –8
  3. 4
  4. -2


PEMBAHASAN :


256 : 8 : ( – 4) = 32 : (- 4) = – 8
Jawaban B


Soal No.17

Hasil rekapitulasi mulai sejak
 adalah …

  1. 52
  2. 36
  3. 64
  4. 48


PEMBAHASAN :


Sreg soal di atas berlaku sifat distributif yaitu: (a x b) – (a x c) = a x (b – c), maka:


Jawaban D


Pertanyaan No.18

Lega sebuah garis ketentuan menunjukkan bahwa keunggulan sinar melangkah dari 0 ke arah kiri 5 persiapan, kemudian melangkah sekali lagi sebanyak 3 persiapan berbunga – 5 sehingga diperoleh nilai – 8. Maka operasi hitung yang tepat yaitu …

  1. – 5 – 3 = – 8
  2. – 5 – ( -3 ) = – 8
  3. 5 – (-3) = 8
  4. 5 + 3 =  8


PEMBAHASAN :




Maka operasi hitung yang tepat ialah: – 5 – 3 = – 8
Jawaban A


Soal No.19

Peredaran produk sreg sebuah perusahaan dijadwalkan setiap 24 hari sekali, 12 hari sekali, dan 8 tahun sekali. Barang-dagangan tersebut akan didistribusikan pada masa nan sama tanggal 1 Agustus 2022. Distribusi akan pula dilakukan lega periode yang sejajar plong terlepas …

  1. 5 Agustus 2022
  2. 24 Agustus 2022
  3. 25 Agustus 2022
  4. 1 Agustus 2022


PEMBAHASAN :


Jadwal 24 waktu sekali → 24 = 2 x 2 x 2 x 3 = 23
x 3
Jadwal 12 waktu sekali → 12 = 2 x 2 x 3 = 22
x 3
Jadwal 8 musim sekali → 2 x 2 x 2 = 23


KPK 24, 12, dan 8 = 23
x 3 = 24
Maka rontok sirkulasi yang sama merupakan 1 Agustus 2022 + 24 hari = 25 Agustus 2022
Jawaban C


Pertanyaan No.20

KPK dari 35, 25, dan 15 adalah …

  1. 225
  2. 525
  3. 625
  4. 325


PEMBAHASAN :


Faktorisasi prima → 35 = 5 x 7
Faktorisasi prima → 25 = 5 x 5 = 52


Faktorisasi prima → 15 = 5 x 3
Kpk dari 35, 25, dan 15 = 52
x 7 x 3 = 525
Jawaban B


Soal No.21

Sebuah sekolah akan memberikan 3 variasi taktik latihan pada siswa-siswinya. Sekolah tersebut menyediakan  84 buku IPA, 144 sosi matematika, dan 54 pusat IPS. Buku tersebut dapat dibagikan dengan total nan sama puas … anak.

  1. 4
  2. 5
  3. 6
  4. 7

PEMBAHASAN :

84 buku IPA, faktorisasi prima dari 84 = 2 x 2 x 3 x 7 = 22
x 3 x 7
144 siasat ilmu hitung, faktorisasi prima semenjak 144 = 2 x 2 x 2 x 2 x 3 x 3 = 24
x 32

54 gerendel IPS, faktorisasi prima berusul 54 = 2 x 3 x 3 x 3 = 2 x 33


Bakal menghitung jumlah pembagian buku nan sama bisa diketahui dengan menentukan FPB semenjak 84, 144, dan  54  adalah 2 x 3 = 6
Jawaban C


Soal No.22

Faktorisasi prima berpokok 216 yaitu …

  1. 23
    x 33
  2. 2 x 3 x 7
  3. 24
    x 32
  4. 2 x 7 x 13


PEMBAHASAN :




Faktorisasi prima dari 216 = 2 x 2 x 2  x 3 x 3 x 3 = 23
x 33

Jawaban A


Soal No.23

Perhatikan bentuk di pangkal ini!

Luas daerah nan diarsir lega lembaga diatas yakni …


PEMBAHASAN :


Menentukan luas daerah yang diarsir sebagai berikut:
Jumlah kotak pada gambar = 12 kotak
Jumlah kotak yang diarsir = 5 boks
Maka luas daerah yang diarsir =

Jawaban D


Pertanyaan No.24


Pecahan nan senilai dengan

adalah …


PEMBAHASAN :




Jawaban D


Soal No.25

Pecahan yang paling keteter terbit
  adalah …



PEMBAHASAN :



Menentukan rangka paling sederhana dari pecahan, bak berikut:


Jawaban B


Tanya No.26

Pecahan nan disisipkan antara
 dan
 merupakan …


PEMBAHASAN :


Menentukan pecahan yang disisipkan antara dua belahan merupakan  sebagai berikut:

  • Menyamakan penyebut pada bongkahan-pecahan tersebut
  • Hitung KPK berpangkal 12 dan 30, sebagai berikut:
    Faktorisasi prima berpunca 12 = 2 x 2 x 3 = 22
    x 3
    Faktorisasi prima dari 30 = 2 x 3 x 5
    Maka KPK = 22
    x 3 x 5 = 60
  • Memungkirkan penyebut pecahan menjadi 60, sebagai berikut:

Retakan nan terletak diantara

ialah

Jawaban A


Pertanyaan No.27

Pada bongkahan

etiket yang sopan bakal melengkapi jawaban tersebut yakni …

  1. >
  2. <


PEMBAHASAN :


Untuk memberikan tanda yang bermoral, samakan penyebut semenjak kedua pecahan tersebut:


Maka segel nan benar adalah 21 > 5 atau


Jawaban A


Soal No.28

Bongkahan berikut ini

urutkan bermula yang terbesar yaitu …


PEMBAHASAN :


Buat mengurutkan beberapa bongkahan, samakan penyebutnya dengan cak menjumlah KPK dari 3, 4, 6, 5, 2 sebagai berikut:
Faktorisasi prima dari 3 = 3
Faktorisasi prima dari 4 = 22

Faktorisasi prima dari 6 = 2 x 3
Faktorisasi prima dari 5 = 5
Faktorisasi prima dari 2 = 2
KPK nya = 22
x 3 x 5 = 60

Sehingga diperoleh rekahan yaitu:


Maka urutan dari yang terbesar menjadi 50, 48, 45, 30, 20 atau

Jawaban B


Cak bertanya No.29

Bentuk persen berusul pecahan biasa
 adalah … %.

  1. 66,7 %
  2. 56,7 %
  3. 68,6 %
  4. 69,7 %


PEMBAHASAN :


Mengubah pecahan halal menjadi persen, sebagai berikut:


Jawaban A


Soal No.30

Bentuk pecahan biasa dari bongkahan paduan
 adalah …


PEMBAHASAN :


Memungkirkan bongkahan sintesis menjadi rekahan biasa umpama berikut:


Jawaban D


Pertanyaan No.31

Hasil prediksi berusul
 adalah …

PEMBAHASAN :

Untuk menghitung bilang pecahan samakan penyebutnya dengan berburu kredit KPK dari 5, 4, dan 7 sebagai:
Faktorisasi prima dari 5 = 5
Faktorisasi prima berasal 4 = 2 x 2 = 22


Faktorisasi prima dari 7 = 7
KPK nya = 22
x 5 x 7 = 140
Maka


Jawaban C


Soal No.32

Ponten mulai sejak gerakan hitung (p x q) – r , jika

yaitu …


PEMBAHASAN :




Jawaban A


Soal No.33

Sebuah taman berbentuk persegi dengan tingkatan sisi 11,5 m. maka luas taman tersebut yakni … m2
.

  1. 121,5
  2. 144
  3. 126,25
  4. 132,25


PEMBAHASAN :


Diketahui:
Taman berbentuk persegi
Panjang sisi = s = 11,5 m
Rumus luas persegi = s2

Maka luas taman bisa dihitung bak berikut:
L = s2


L = (11,5m)2

L = 132,25 m2


Jawaban D


Soal No.34


Jika jumlah dua pecahan adalah
, beda dua belahan yakni
, maka hasil kali dua rekahan tersebut adalah …


PEMBAHASAN :


Pecahan 1, misalnya x
Pecahan 2, misalnya y

Maka:

Menentukan niai x dan y dengan menjumlahkan kedua kemiripan di atas, sebagai berikut:

Sehingga hasil kali x dan y ialah:


Jawaban A


Soal No.35

Poin lima perdelapan dari X adalah 40. Bilangan X yaitu …

  1. 48
  2. 56
  3. 64
  4. 72

PEMBAHASAN :

Kalimat ilmu hitung yang sesuai dengan kalimat di atas ialah


Jawaban C


Soal No.36

Rancangan desimal berusul
 adalah …

  1. 0,030
  2. 0,025
  3. 0,024
  4. 0,045


PEMBAHASAN :


Lakukan bertambah memudahkan mengubah kebentuk desimal, ubah penyebutnya menjadi 10, 100, ataupun 1.000, … dst. Maka perhitungannya perumpamaan berikut:


Jawaban C


Soal No.37

Dewi membeli serbuk terigu sebanyak 12 kg, bubuk terigu tersebut akan dijual kembali dengan cangkang yang lebih kerdil masing ¼ kg. Maka jumlah buntelan serdak terigu tersebut menjadi … bungkus.

  1. 42
  2. 48
  3. 36
  4. 40


PEMBAHASAN :


Jumlah kemasan tepung terigu boleh dihitung sebagai berikut:


Jawaban B


Soal No.38


Deni  n kepunyaan buah sitrus sebanyak 10½ kg. Jeruk tersebut diberikan ke beberapa temannya, Risa mendapatkan 2½ kg, Ita mendapatkan 3¼ kg, dan Sinta mendapatkan 2¼ kg. Maka sisa buah jeruk hoki Deni ialah … kg.

  1. 2,25
  2. 3,5
  3. 4,0
  4. 2,5


PEMBAHASAN :


Diketahui:
Jumlah jumlah buah jeruk Deni 10½ kg
Sitrus Risa 2½ kg
Jeruk Ita 3¼ kg
Jeruk Sinta 2¼ kg

Maka sisa buah jeruk Deni = besaran buah jeruk Deni – sitrus Risa – jeruk Ita – jeruk Sinta


Jawaban D


Cak bertanya No.39

Kaos sebanyak 20 buah dijual dengan harga Rp 1.000.000,00. Apabila kaos sebanyak 1¼ lusin akan terjual dengan harga …

  1. Rp 650.000,00
  2. Rp 750.000,00
  3. Rp 850.000,00
  4. Rp 950.000,00



PEMBAHASAN :



Diketahui:
1 lusin = 12 buah

Maka harga kaos tersebut bisa dihitung seumpama berikut:


Jawaban B


Soal No.40

Kredit -3 x -12 : -4 ialah…

  1. -4
  2. -9
  3. 9
  4. 4



PEMBAHASAN :



Pergandaan dan pembagian, dahulukan perkalian
(-3 x -12) : -4 = 36 : -4 = -9
Jawaban B


Soal No.41

(4 – (-2)) x (-6 + 2)…

  1. -6
  2. 12
  3. -24
  4. 36



PEMBAHASAN :



(4 – (-2)) x (-6 + 2) = (4 + 2) x (-6 + 2)
.                                  = 6 x -4 = -24
Jawaban C


Cak bertanya No.42


Hasil berusul 6 + 125 : 5 yaitu…

  1. 31
  2. 33
  3. 35
  4. 40



PEMBAHASAN :



Lakukan pencatuan dilanjutkan dengan penjumlahan
6 + (125 : 5) = 6 + 25 = 31
Jawaban A


Soal No.43


Ibu membeli 3 keranjang memanjatkan perkara, satu keranjangnya berisi 45 buah naik banding. Kemudian ibu membeli pula 25 biji pelir apel. Jumlah keseluruhan apel yang dibeli adalah…

  1. 100
  2. 120
  3. 150
  4. 160



PEMBAHASAN :



Jumlah apel yang di beli ibu:
3 x 45 + 25 = (3 x 45) + 25 = 135 + 25 = 160 apel
Jawaban D


Tanya No.44


(6 x 75) + (6 x 25) akan bernilai seperti….

  1. 6 x (75 + 25)
  2. 6 x (75 – 25)
  3. (6 x 6) + (75 + 25)
  4. (6 + 25) x (6 + 75)



PEMBAHASAN :



Poin (6 x 75) + (6 x 25) = 450 + 150 = 600
Sedangkan saringan jawaban:

  1. 6 x (75 + 25) = 6 x 100 = 600
  2. 6 x (75 – 25) = 6 x 50 = 300
  3. (6 x 6) + (75 + 25) = 36 + 100 = 136
  4. (6 + 25) x (6 + 75) = 31 x 81 = 2.511

Maka jawaban yang bernilai yang ekuivalen yakni A
Jawaban A


Tanya No.45


Pernyataan nan bersusila adalah …

  1. ½ < 0
  2. 0 > -2
  3. 3 > 1
  4. 2 < -2



PEMBAHASAN :



  1. ½ < 0 → ½ terletak di sebelah kanan 0, pernyataan riuk
  2. 0 > -2 → 0 terletak di sebelah kanan -2, pernyataan bersusila
  3. -3 > 1 → -3 terletak di sisi kidal 1, pernyataan keseleo
  4. 2 < -2 → 2 terletak di jihat kanan -2, pernyataan salah

Jawaban B


Cak bertanya No.46


Sebuah lemari es ketika berkobar  suhunya 110C dan ketika listrik dimatikan suhunya meningkat 130C. Sehingga suhu lemari es menjadi …

  1. 240
    C
  2. 20
    C
  3. 100
    C
  4. -20
    C



PEMBAHASAN :



Suhu tadinya = 110C
Kenaikan hawa = 130C
Maka hawa penutup bisa dihitung sebagai berikut:
Suhu akhir = 110C + 130C = 240C
Jawaban A


Pertanyaan No.47

Berikut ini adalah daftar pertukaran hawa di bilang daerah:

Kawasan

Suhu awal

Suhu akhir

L

100C

190C

M

150C

250C

N

200C

280C

O

-20C

100C

Perlintasan suhu minimal berlandaskan tabulasi di atas terjadi di wilayah …

  1. L
  2. M
  3. N
  4. Ozon



PEMBAHASAN :

Provinsi

Suhu awal

Suhu intiha

Perubahan suhu

L

100C

190C

190C – 100C = 90C

 M

150C

250C

250C – 150C = 100C

N

200C

280C

280C – 200C = 80C

Udara murni

-20C

100C

100C – (-20C) = 120C

Jawaban D


Tanya No.48


Nilai dari 2 x 93 x 50 adalah …

  1. 930
  2. 9.300
  3. 9.000
  4. 300



PEMBAHASAN :



Untuk menuntaskan soal di atas dapat memperalat adat komutatif sebagai berikut:
2 x 93 x 50 = 2 x 50 x 93
= 100 x 93
= 9.300
Jawaban B


Soal No.49


Ahmad membuat sebuah sudut yang besarnya
 dari sudut belokan-lekukan. Samudra kacamata nan dibuat maka dari itu Ahmad yakni …

  1. 1800
  2. 900
  3. 1200
  4. 600



PEMBAHASAN :



Besar sudut tikungan-siku = 900

Maka

x kacamata siku-siku =
x 900
= 600

Jawaban D


Soal No.50


Pecahan yang senilai dengan ¾ yaitu …



PEMBAHASAN :



Menentukan pecahan yang senilai ibarat berikut:


Maka pecahan nan senilai adalah


Jawaban C


Soal No.51


0,5 ;
 ; 2% ; – 7 ;
 urutan terbit nilai terkecil setakat terbesar ialah …

  1. -7 ; 2% ; 0,5 ;

    ;
  2. 2% ; 0,5 ;
     ; – 7 ;
  3. -7 ; 0,5 ;

    ;  ; 2%

  4. ; 2% ; 0,5 ;
     ; -7



PEMBAHASAN :



0,5 ;
 ; 2% ; – 7 ;


0,5 ; 0,6 ; 0,02 ; – 7,0 ; 2,3
Maka urutan dari ponten terkecil sampai terbesar ialah -7,0 ; 0,02 ; 0,5 ; 0,6 ; 2,3
-7 ; 2% ; 0,5 ;
 ;


Jawaban A


Soal No.52


Bentuk pecahan legal dari
 merupakan …



PEMBAHASAN :





Jawaban B


Soal No.53


Bentuk lazim yang tepat dari
 adalah …

  1. 0,5 x 10-5
  2. 0,5 x 10-4
  3. 0,2 x 10-5
  4. 0,2 x 10-4



PEMBAHASAN :





Jawaban A


Soal No.54


maka nilai a adalah …



PEMBAHASAN :





Jawaban D


Cak bertanya No.55


Ibu membuat kue bolu berbentuk lingkaran kemudian dipotong menjadi 12 sembelih selaras besar dan disuguhkan kepada dasa orang peziarah. Jika sisa kue ibu diukur sudutnya, maka tesmak dari ampas kue tersebut adalah …

  1. 300
  2. 450
  3. 600
  4. 900



PEMBAHASAN :



Besaran racikan kue = 12 potong
Kue yang disuguhkan = 10 runjam
Sempelah kue = 2 potong
Sudut lingkaran = 3600

Maka ki perspektif dari berak kue ibu boleh dihitung sebagai berikut:


Jawaban C


Soal No.56


Guru di medan P = 300
dibawah hampa, sementara itu suhu di tempat Q = 1200
diatas nol, dan suhu di tempat R adalah tepat di antara suhu tempat P dan Q . Maka suhu di tempat R = …

  1. 900
  2. 1200
  3. 1500
  4. 1800



PEMBAHASAN :



Diketahui:
Guru P = – 300
(di bawah nol)
Hawa Q = + 1200
(di atas nol)
Master di antara P dan Q = selisih master P dan Q
= 1200
– (- 300)
= 1500

Tempat R rani tepat di antara panggung P dan Q = 1500
: 2 = 750

Maka suhu di tempat R = – 300
+ 1500
= 1200

Jawaban B


Soal No.57


Intern testing masuk universitas setiap jawaban bersusila diberi skor 3, jawaban salah diberi skor -1, dan bukan menjawab diberi skor 0. Jumlah soal yang diujikan sebanyak 50 soal. Dewi menjawab sebanyak 42 soal, 36 cak bertanya diantaranya dijawab ter-hormat. Maka skor yang diperoleh Dewi adalah …

  1. 102
  2. 90
  3. 100
  4. 88



PEMBAHASAN :



Diketahui:
Skor jawaban bermartabat = 3
Skor jawaban pelecok = – 1
Angka tidak menjawab = 0
Besaran pertanyaan = 50
Jumlah cak bertanya yang dijawab = 42
Total soal dijawab benar = 36
Kuantitas pertanyaan dijawab salah = 42 – 36 = 6

Nilai untuk jawaban moralistis = 36 x 3 = 108
Angka cak bagi jawaban riuk = 6 x (-1) = – 6
Maka angka yang diperoleh Haur = 108 + (- 6) = 102
Jawaban A


Cak bertanya No.58


Sebuah truk mampu memuat 15 dus boks melon. Setiap kotak sakti 30 buah melon. Truk tersebut berhenti di sebuah pasar dan menurunkan 8 kardus peti melon. Maka besaran melon yang akan diturunkan di pasar selanjutnya adalah …

  1. 230 buah
  2. 120 biji zakar
  3. 320 biji pelir
  4. 210 buah



PEMBAHASAN :



Diketahui:
Besaran total kotak melon = 15 kubus
Isi perkotak = 30 buah melon
Diturunkan di pasar = 8 dus boks melon
Jumlah melon di truk = 15 dus x 30 buah melon = 450 buah melon
Jumlah melon yang diturunkan di pasar = 8 karton x 30 biji pelir melon = 240 biji zakar melon
Maka sisa melon untuk diturunkan di pasar selanjutnya = 450 – 240 = 210 biji zakar melon
Jawaban D



Fitur Terbaru!!

Saat ini beliau bisa bertanya cak bertanya yang lain ada di artikel kami.

Ajukan pernyataan dan dapatkan jawaban berpunca tim ahli kami.

Untuk bertanya KLIK DISINI

Source: https://tanya-tanya.com/contoh-soal-pembahasan-bilangan-bulat-dan-pecahan-smp/

Posted by: caribes.net