Stressing Dalam Berpidato Biasa Disebut

Vokal adalah kritik kita saat berbicara. Dalam pidato (public speaking/penguraian), vokal merupakan riuk satu unsur berarti nan berkujut, selain verbal dan visual.

teknik vokal

Teknik vokal (vocal technique) merupakan cara mengeluarkan suara momen mengomong. Komunikasi nonverbal, tertulis suara, memiliki kontrol samudra pada sikap pendengar dan penerimaan wanti-wanti.

Untuk menjangkau dan memengaruhi audiens, kita harus melebarkan suara efektif dalam public speaking dan komunikasi oral lega galibnya.

Suara ialah instrumen bakal membujuk dan memengaruhi audiens. Suara terbaik yang dikeluarkan detik public speaking akan menambah daya pikat dan dampak bagi audiens.

Daftar Isi

  • 1
    Pengertian Teknik Vokal
  • 2
    Anasir-Unsur Teknik Vokal

    • 2.1
      1. Pernapasan
    • 2.2
      2. Artikulasi
    • 2.3
      3. Intonasi
    • 2.4
      4. Pengutamaan
    • 2.5
      5. Frasering
    • 2.6
      6. Power
    • 2.7
      7. Infleksi
    • 2.8
      8. Speed/Tempo
    • 2.9
      9. Piutang


Pengertian Teknik Vokal

Teknik vokal adalah cara memproduksi suara yang baik dan ter-hormat sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring.

Cara membebaskan kritik ini melibatkan bilang molekul yang dikenal dengan molekul-unsur teknik vokal. Unsur-unsur inilah yang harus diperhatikan saat berbuat public speaking.

Teknik vokal terutama dikenal di galengan penyanyi. Namun, public speaking pula memerlukan teknik vokal agar pidato, penguraian, dan kegiatan berbicara di depan umum lainnya berlangsung baik dan memikat.


Unsur-Elemen Teknik Vokal

Berikut ini unsur-unsur teknik vokal dalam public speaking.


1. Pernapasan

Napas maupun fotosintesis ialah udara yang diisap melalui hidung atau mulut dan dikeluarkan pun dari paru-paru melalui hidung/bacot juga.

Ketika berbicara, mega itu keluar bersamaan dengan keluarnya celaan.

Pernapasan harus jauh lebih terkontrol saat bertutur karena ucapan terdiri dari udara yang diembuskan yang mengaktifkan pita suara.

Bertutur alias public speaking membutuhkan pernapasan yang bertambah dalam ketimbang pernapasan kerumahtanggaan obrolan sehari-tahun.

Praktik utamanya ialah pernapasan diafragma. Nama lain bikin teknik ini adalah “pernapasan perut” dan ini sangat mudah: mengikhlaskan rahim Anda bersirkulasi keluar dan mundur saat Anda meruntun dan membuang napas, daripada memotori dada atau bahu.

Dengan respirasi alat pencernaan, Anda menciptakan reservoir udara nan dengan mudah dan sepenuhnya mendukung suara Anda, kerjakan suara Anda yang lebih makmur.

Pernapasan yang dinasihatkan untuk kegiatan public speaking yaitu pernafasan diafragma. Pernafasan ini bertambah dalam dan lebih resistan lama. Suara minor yang dihasilkan makin dalam, power makin kuat, dan kian terasa gurih untuk didengar.

Di samping itu, jenjang-sumir napas juga harus diperhatikan. Untuk seorang public speaker, panjang napas paling 18 detik tanpa terputus.

Napas yaitu modal terdepan bakal seorang public speaker. Pernapasan yang baik akan mendukung lahirnya suara berkualitas.

Pernapasan bisa dilatih. Lihat: Olah Vokal


2. Pengucapan

Kejelasan yakni atom penting lainnya dalam teknik vokal. Penyebutan adalah mandu pelisanan kata demi pembukaan yang baik dan jelas. Artikulasi terkait artikulasi kata.

Pengujaran artinya kejelasan pengucapan huruf demi huruf, kata demi pengenalan, dan kalimat demi kalimat. Kejadian ini membutuhkan latihan olah vokal, misalnya mengucapkan A I U E O dan pembukaan-kata mirip.


3. Intonasi

Intonasi adalah lagu kalimat. Intonasi mewujudkan makna kata atau kalimat. Kataaduh
boleh berfaedah macam-macam jika diucapkan dengan intonasi yang farik.

Nada (tone) adalah tinggi-rendahnya celaan. Ini teradat diperhatikan agar pendengar tidak cepat bosan dengan pembicaraan kita nan datar atau “satu irama” (monoton).

Intonasi merupakan tinggi rendahnya suara, irama suara atau buaian nada. Ketika melakukan public speaking, pastikan musik bicara yang dipakai, merupakan nada biasa sehari-tahun ketika melakukan percakapan sebaiknya audiens sebagai halnya diajak berkomunikasi dengan intens.


4. Pementingan

Pengistimewaan artinya belas kasih tekanan celaan puas suku prolog alias pengenalan; pengutamaan; aksentuasi; ataupun penekanan.

Privat teknik vokal maupun saat berbicara, aksentuasi adalah penekanan (stressing) pada kata-kata tertentu nan dianggap berjasa.

Public speaker harus pandai memilih dan mengamalkan penekanan terhadap kata alias kalimat yang menjadi fokus maupun pokok perhatian alias untuk lebih diperhatikan oleh audiens.


5. Frasering

Frasering (phrasering) ialah pemancungan kata atau kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan mandu yang berlaku dan kelaziman.


6. Power

Power merupakan arti suara. Kemujaraban suara nan dihasilkan harus tepat sesuai dengan penggunaan kata.

Pensyarah juga harus memperhatikan variasi power. Penyaringan power juga harus mempertimbangkan resan programa nan indoor atau outdoor serta ketersediaan atau kualitas pengeras suara miring/soundsystem.


7. Infleksi

Infleksi ataupun vocal inflection naik-turunnya nada suara miring momen mengucapkan pengenalan atau kalimat. Disebut juga “lagu kalimat”, standarnya adalah suara minor membukit (go up)  ketika selang antara (pause) dan menurun (go down) detik berhenti.

Brbicara dalam situasi tekanan strata, dapat membentuk Anda “meratakan” suara miring Anda.


8. Speed/Tempo

Standar kecepatan suara harus menyesuaikannya dengan peristiwa dan kondisi serta kebutuhan. Cak semau kalanya berfirman dengan tempo lambat, sedang, dan cepat. Ada juga saatnya kita bercakap dengan tempo nan
variatif atau dinamis.

Turunkan kelajuan bicara saat mengemukakan pesan penting. Lambatkan pengucapan kata-kata momen memberi pengkhususan pada kata-alas kata atau istilah tertentu. Saat menyebutkan nama alias istilah, lambatkan!


9. Volume


Volume yaitu tingkat kenyaringan suara. Pastikan suara Anda terdengar cukup baik ke audiens nan duduk di bagian minimum belakang.

Penyaringan volume kritik lagi memperhatikan jumlah peserta, palagan kegiatan, dan kondisi mileu palagan kegiatan berlangsung. Termasuk kembali suka-suka tidaknya sound system dan kualitas sound system tersebut.

Sebagai gambaran, kerjakan kegiatan di inferior, maka suara pembicara harus terdengar jelas oleh pesuluh yang duduk di kursi minimum belakang.

Demikian teknik vokal bikin public speaking, presentasi, juga berlaku ketika siaran radio dan podcasting. Wasalam.*

Source: https://romeltea.com/teknik-vokal-dalam-public-speaking/

Posted by: caribes.net