Suku Jawa Vs Suku Sunda

 Ilustrasi Suku Sunda di Sumedang, Jawa Barat (Instagram/@sumedangdoeloe)

SOLOPOS.COM – Ilustrasi Kaki Sunda di Sumedang, Jawa Barat (Instagram/@sumedangdoeloe)


Solopos.com, SOLO

Bahasa Jawa kebanyakan digunakan di sebagian besar area yang ada di Pulau Jawa, seperti Jawa Tengah, Daerah Tunggal Yogyakarta, dan Jawa Timur. Hal ini dikarenakan ketiga provinsi tersebut didominasi oleh warga keturunan Suku Jawa. Berbeda dengan Jawa Barat dan Banten yang penduduknya didominasi oleh Tungkai Sunda.

Situasi ini membuat kawasan Jawa Barat dan Banten berbeda dengan negeri lainnya di Pulau Jawa. Meskipun lewat di satu pulau, warga Tungkai Sunda yang menghuni Kawasan Jawa Barat dan Banten tidak menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari mereka, melainkan menggunakan Bahasa Sunda. Cak kenapa demikian?



PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Beralaskan pantauan
Solopos.com
melalui video di kanal Youtube
DnA Motorbike
mengklarifikasi alasan warga Tungkai Sunda bukan bertata cara Jawa lantaran mereka bukan orang Jawa sama dengan pemukim Pulau Jawa sreg kebanyakan. Mereka menggunakan Bahasa Sunda yang sudah diperkenalkan sejak zaman kerajaan Pasundan ataupun Pakuan Pajajaran, di mana para pelopor alias paduka tuan-raja kerajaan saat itu telah menggunakan Bahasa Sunda kerumahtanggaan percakapan sehari-tahun.


Baca Juga: Aji Saka, Nenek Moyang Orang Jawa?

Asale Bahasa Jawa dan Sunda

Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa sesungguhnya berasal dari akar bahasa yang sama, yaitu Jawi Polinesia. Hanya secara pelafalan, dialek dan fonologi, kedua bahasa ini mempunyai perbedaan nan sangat kentara. Bahasa Sunda pada awalnya tidak mengenal struktur tataran bahasa berdasarkan jabatan dan usia sebagai halnya pada Bahasa Jawa yang menggunakan pangkat, merupakan
ngoko
dan
krama.

Namun sreg masa Kekaisaran Mataram Islam di mana terjadi ekspansi wilayah mengaras Jawa Barat, Tungkai Sunda berbintang terang pengaruh ki akbar semenjak Tungkai Jawa, salah satunya penggunaan Bahasa Jawa di sebagian provinsi Jawa Barat yang rapat dengan Jawa Tengah, sebagai halnya Cirebon, Cilegon, Indramayu dan sekitarnya.

Bahasa Jawa kembali digunakan di Terjang yang berada di daerah Banten. Setakat saat ini, sebagian penduduk di kota/kabupaten tersebut masih menggunakan Bahasa Jawa lakukan berkomunikasi sehari-musim, namun dengan dialek yang berbeda. Bahasa Sunda juga mengalami modernisasi sama dengan Bahasa Jawa pada zaman Imperium Mataram Islam di mana terdapat panjang dalam penggunaan Bahasa Sunda bersendikan jabatan dan usia.


Baca Juga: Mitos Pantangan Ijab nikah Orang Sunda dan Jawa,

Perselisihan Suku Jawa dan Sunda

Berdasarkan faktor relasional, Suku Sunda dan Suku Jawa tidak n kepunyaan keterikatan dan hubungan secara emosional yang begitu n domestik. Sejak awal peradabannya, Suku Sunda dan Suku Jawa hidup secara tiap-tiap. Perselisihan Suku Sunda dan Suku Jawa terjadi karena faktor garis haluan antar dua imperium, yaitu Imperium Majapahit dan Kerajaan Provinsi Sunda yang berakhir kerumahtanggaan perang Bubat lega abad ke-14. Dari perang tersebut, munculah mitos bahwa terserah pantangan pernikahan antara Tungkai Sunda dan Suku Jawa.

Meskipun demikian, Suku Sunda dan Suku Jawa sebenarnya pecah berbunga nenek moyang yang sama. leluhur kedua tungkai ini berasal dari ceduk Yunan di Tiongkok. Ras induk dari Suku Sunda dan Jawa adalah Ras Austronesia yang umum tersebar di negara-negara Asia Tenggara, riuk satunya Indonesia bagian barat. Induk Ras Austronesia waktu ini dipercaya menduduki distrik pedalaman pulau Farmosa yang sekarang disebut Taiwan atau China Taipeh.


Baca juga: Asale Pulau Jawa: Rekahan Australia – Dipaku di Gunung Tidar

Suku Sunda sendiri yaitu suku terbesar kedua setelah Suku Jawa dengan presentase sekitar 15 persen berpunca jumlah pemukim Indonesia sebesar 270 juta jiwa (2020). Selain di Jawa Barat, kaki Sunda juga masyarakat ditemui di provinsi-kawasan tak, seperti di Jakarta dan sejumlah kota/kabupaten di Jawa Tengah serta masih banyak lagi.

Source: https://www.solopos.com/suku-sunda-dan-jawa-tinggal-1-pulau-tapi-kok-beda-bahasa-1207750

Posted by: caribes.net