Suku Suku Di Sumatera Barat

KATASUMBAR – Suku Minangkabau sejak dahulunya dikenal menganut sistem matrilineal, yang artinya marga tersebut diwariskan menurut ibu.

Suku Minangkabau tersebut kembali terdiri atas banyak marga atau klan. Dilansir berbunga palantaminang.wordpress.com dari kata sandang nan ditulis Elmirizal Chanan St Ayunan Basa, suku-tungkai di Minangkabau, setidaknya ada belasan nama suku.

Sebelum masuk ke daftar suku-suku tersebut, diawal pembentukan budaya Minagkabau maka itu Sesepuh Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sebatang, hanya ada empat tungkai emak dari dua kelarasan. Tungkai-suku tersebut adalah: Suku Koto, Kaki Piliang, Suku Bodi dan Tungkai Caniago

Ashefa Griya Pusaka

Tanda-segel kaki induk tersebut, berpangkal dari Bahasa Sansekerta, seperti koto berasal semenjak kata kotto yang berarti kubu atau kubu, piliang berasal dari dua perkenalan awal pele (baca : pili) dan hyang yang digabung berfaedah banyak dewa.

Dodi bermula berpokok kata bodhi yang berarti orang yang terbangun atau tercerahkan, dan caniago berasal dari dua pengenalan cha(ra)na dan niaga yang berarti perjalanan anak asuh memikul.

Suku-suku di Minangkabau berkembang terus dan terkadang sudah sulit untuk mencari hubungannya dengan suku indung.

Di antara suku-tungkai tersebut adalah:

1. Suku Koto

Kaki koto merupakan satu berasal dua klan induk dalam suku Minangkabau. Tungkai minangkanbau memiliki dua klan (suku dalam bahasa orang minang) yaitu Klan/suku Koto Piliang dan Klan/suku Jasad Chaniago

2. Suku Piliang

Suku Piliang adalah salah satu suku (marga) yang terdapat dalam kelompok kaki Minangkabau. Suku ini merupakan salah satu kaki induk nan berfamili dengan tungkai Koto membentuk Sifat Ketumanggungan yang juga terkenal dengan Lareh Koto Piliang.

3. Tungkai Badan

Suku Badan adalah pelecok suatu suku (marga) dalam kerumunan etnis Minangkabau yang kembali merupakan perseroan Suku CaniagoAdat Perpatih atau Lareh Bodi Caniago. Kelarasan Awak-Caniago ini didirikan oleh Datuk Perpatih Nan Sebatang. menciptakan menjadikan

4. Suku Caniago

Kaki Caniago adalah tungkai asal yang dibawa oleh Datuk Perpatih Yang Sebatang nan adalah riuk suatu induk kaki di Minangkabau selain suku Piliang.

Suku Caniago memiliki falsafah hidup demokratis, adalah dengan menjunjung hierarki falsafah “bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mufakat. Nan bulek samo digolongkan, yang picak samo dilayangkan” artinya: “Bulat air karena pembuluh, buntar prolog karena mufakat”.

Dengan demikian pada masyarakat kaki caniago semua keputusan yang akan diambil untuk suatu kepentingan harus melalui satu proses musyawarah untuk mufakat.

5. Tungkai Semenanjung

Suku Tanjung merupakan subsuku dari Suku Minangkabau yang tergolong banyak perkembangan populasinya. Suku ini tersebar dempang di seluruh wilayah Minangkabau dan perantauannya.

6. Kaki Guci

Suku Gucia dalah salah satu di Minangkabau yang berafiliasi dalam Lareh Koto Piliang yaitu merapat ke suku Tanjung.

7. Tungkai Sikumbang

Tungkai Sikumbang tercatat suku yang banyak berkembang diantara suku-kaki Minangkabau. Penduduk suku ini hambur di berbagai kewedanan Minangkabau baik di luhak, pesisir ataupun di perantauan.

8. Suku Jambak

Suku Jambak merupakan salah suku di Minangkabau yang beristirahat di bawah Lareh Bodi Caniago.

9. Kaki Kampai

Suku Kampai adalah sebuah suku yang terdapat n domestik gerombolan etnis Minangkabau.

Suku ini banyak terdapat di Solok Daksina, Solok, Pesisir Selatan, Kabupaten Panca Puluh Kota, Tanah Membosankan dan sejumlah nagari lainnya di Minangkabau baik di darek atau pantai.

10. Suku Malayu

Kaki Malayu atau Kaki Melayu (Minang) adalah salah satu tungkai (klan) yang tergolong banyak populasinya internal kelompok suku Minangkabau. Suku Malayu sudah semenjak lama diakui sebagai bagian bermula kaki bangsa Minangkabau itu sendiri.

Mereka menganut rasam Minangkabau yang matrilineal, mempunyai pemuka-pemuka adat atau penghulu yang disebut Sesepuh dan hidup bersuku-suku menurut garis ibu.

11. Kaki Bendang

Suku Bendang yaitu salah satu kaki (marga) nan termasuk kedalam kelompok tungkai Minangkabau.

Secara etimologi kata bendang berasal dari kata benderang yang artinya sorot misalnya terdapat pada idiom suluh bendang (pelita panah).

12. Tungkai Panai

Suku Tampan termasuk ke dalam subetnis suku Malayu, nan adalah sebagian dari kaki nasion Minangkabau.

Suku ini juga berkerabat dengan Tungkai Kampai dan Kaki Bendang, yang semuanya menganut sifat Koto Piliang dan sebagian juga menganut campuran kedua adat Koto Piliang dan Bodi Caniago.

13. Tungkai Pitopang

Suku Pitopang yakni salah satu suku yang banyak terdapat di Luhak Limo Puluh Koto dan Riau (provinsi Kuantan, Kampar dan Rokan).

Sesekali tungkai ini disebut
Patapang, Petopang, Pitapang danPatopang. Kelihatannya asal katanya adalah Topang yang berarti
Sangga ataupun Panggul (Penopang/Penumpu).

14. Suku Payobada

Tungkai Piboda atau Payobada yakni salah satu suku (marga) dalam keramaian kedaerahan Minangkabau, nan penyebarannya tersebar merata di tiga Luhak yang tersebut dalam tambo, yaitu Luhak Lain nan Dataatau Persil Melelapkan (sekarang), Luhak Agam, dan Luhak Limo Puluah.

15. Suku Panyalai

Suku Panyalai adalah riuk satu suku yang berdiam suntuk di Nagari Kuraitaji (kini terwalak n domestik 2 area otonom yaitu Kabupaten Padang Pariaman dan Daerah tingkat Pariaman).

Suku Panyalai ini mempunyai 4 paruik yaitu Jingkaro Penghulu Datuk Basa
Subarang Ilia, Penghulu Sesepuh Penghulu Basa Pauh dan Penghulu
Mangga , Penghulu Tetua Majo Basa
Subarang ulu Penghulu
Pasak negeri Saripado Gadang/Ketek

Masih banyak tungkai-kaki lain di Minang yang belum mempunyai keterangan yang memadai. Diantaranya:

  • Suku Kutianyie
  • Suku Mandailiang
  • Suku Sipisang
  • Kaki Mandaliko
  • Suku Sumagek
  • Tungkai Dalimo
  • Suku Simabua
  • Suku Salo
  • Suku Singkuang
  • Suku Rajo Dani

Source: https://katasumbar.com/seputar-nama-suku-di-minangkabau-ini-daftarnya/

Posted by: caribes.net