Suplir Berkembang Biak Dengan Cara

Mulai sejak Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia nonblok

Suplir
yaitu pohon paku tenar cak bagi penghias ruangan alias taman yang termasuk internal genus

Adiantum
, nan tergolong intern anaksuku Vittarioideae, suku Pteridaceae.[1]
Cap “suplir” merupakan orientasi dari
chevelure
(dibaca \ʃəv.lyʁ\ bersumber bahasa Prancis,[2]
yang berarti “seluruh rambut di kepala”), nama nan diperkenalkan orang Belanda sewaktu periode kolonialisme.

Pertelaan umum

[sunting
|
sunting sumber]

Suplir memiliki penampilan ental yang istimewa, yang membuatnya mudah dibedakan terbit spesies pakis-pakuan tak.

Semua jenisnya tumbuh umpama terna, dengan rimpang (rizoma) yang menjangkit lambat di media bersemi. Rimpang tumbuh di sela-sela batuan nan berhumus. Tumbuhan ini jarang dijumpai tumbuh di petak datar, karena biasanya mengesir tumbuh di sela-sela tebing, tembok, atau mayat pohon.

Akarnya serat dan tumbuh dari rimpang. Akar ini mencari hara terbit humus, dan sesekali memadai dalam menembus tubir atau tembok.

Sebagaimana pakis-pakuan tak, ental bertaruk dari rimpang internal rang kumparan ke internal (bahasa Jawa:
mlungker) sebagaimana tangkai biola (disebut
circinate vernation) dan perlahan-tanah membuka. Tangkai ental cenderung berwarna hitam, mengeras ketika dewasa, dan mengkilap. Warna hitam dan mengkilap sebagai halnya rambut inilah yang mendasari nama
chevelure
(berarti “rambut” dalam bahasa Prancis).

Helai daunnya (pinnae) idiosinkratis berbeda dari banyak paku-pakuan karena lain berbentuk memanjang simetris, tetapi cenderung tidak simetris dengan variasi membulat, segitiga sama kaki (deltoid), atau segiempat. Daunnya ini tidak bisa dibasahi air karena di permukaannya tertutupi rambut-rambut halus. Dari sinilah tanda ilmiah
Adiantum
dibentuk, karena berarti “lain terbasahi” kerumahtanggaan bahasa Yunani.

Spora berada di kerumahtanggaan sporangium. Kumpulan sporangia (sorus) berada di arah bawah pada adegan riol patera bernas, agak terlindung oleh tisikan tepi helai patera. Tangkai entalnya khas karena bercelup hitam dan mengkilap, kadang-kadang bersisik halus detik dewasa.

Pohon ini memperbanyak diri secara generatif dengan spora yang terdapat pada bagian tepi sisi bawah patera yang sudah lalu dewasa. Selain itu, perbanyakan vegetatif boleh jadi dilakukan saat rimpangnya sudah patut besar sehingga bisa dipecah menjadi dua alias tiga bagian (stek rimpang).

Revolusi

[sunting
|
sunting sumur]

Ada sebanyak kian terbit 200 jenis
Adiantum
yang menyebar di seluruh dunia (220 – 230 jenis). Kunci keragaman terserah di Amerika Selatan, khususnya di daerah Gunung-gunung Andes (tercatat 229 spesies dan 5 hibrida alami).[3]
Anggota marga ini menaksir daerah-daerah lembap di tebing atau pecahan provokasi alias tembok yang lembap, dekat peredaran air dan teduh. Lazimnya ditemukan di kawasan basah di perbukitan.[3]

Di Asia Tenggara sendiri diperkirakan ada 10–20 jenis
Adiantum.[4]
Di kewedanan Papuasia ditemukan 12 jenis
Adiantum.[4]

Melalui perdagangan dan pengultusan pokok kayu hias, jenis-variasi dasar Amerika dibawa ke kawasan tak dan kawin cabang, seleksi, serta mutasi menyebabkan munculnya berbagai rupa kultivar baru dengan ciri-ciri nan baru.

Taksonomi

[sunting
|
sunting sumber]

Dalam klasifikasi nan klasik, berdasarkan sebaran geografis, anggota-anggota
Adiantum
dimasukkan dalam kaki Adiantaceae.

Serangkaian eksplorasi mengenai Pteridaceae menunggangi sekuens DNA mulai sejak plastid menunjukkan indikasi bahwa
Adiantum
spp. tidak sebaik-baiknya terpisah dari jenis-jenis
vittarioid
anggota Pteridaceae.[5]
Ini mendukung pilihan yang diambil Christenhusz et al. (2006) yang mengegolkan
Adiantum
dalam anaksuku Vittarioideae, suku Pteridaceae.[1]
Namun, hasil ini tidak didukung oleh penggalian lanjutan yang makin individual, yang menunjukkan jikalau
Adiantum
ialah marga yang monofiletik.[6]

Pemanfaatan

[sunting
|
sunting sumber]

Adiantum venustum. Bersemi di Eropa.

Suplir enggak memiliki nilai ekonomi utama selain sebagai pohon rias yang boleh ditanam di internal maupun di luar urat kayu. Tumbuhan ini tidak resistan penyinaran matahari sederum. Suplir menyukai media bertaruk nan endut-endut, produktif bahan organik (kompos), dan selalu lembap, cuma lain toleran terhadap genangan. Fertilisasi dengan predestinasi nitrogen makin tinggi disukainya. Pembentukan spora memerlukan tambahan fosfor dan kalium.

Penjagaan suplir perumpamaan tanaman rias harus memperhatikan penyiraman. Kekurangan yang dialami suplir menyebabkan daun meringkai dan menggulung. Situasi ini tidak bisa diatasi dengan penyiraman karena daun yang kersang tidak bisa pulih. Penanganannya adalah dengan membuang seluruh ental yang gersang setakat dekat rimpang dan mengganti wahana bertunas. Dalam perian sejumlah waktu taruk baru akan muncul apabila perawatan dilakukan dengan moralistis.

Daftar spesies

[sunting
|
sunting sumber]

Daftar ini mungkin bukan acuan maupun menamai nama macam yang merupakan sinonim cap spesies enggak, tergantung dari versi klasifikasi dan peremajaan karena penekanan nan kian plonco.

  • Adiantum abscissum
  • Adiantum aculeolatum
  • Adiantum adiantoides
  • Adiantum aethiopicum
  • Adiantum alarconianum
  • Adiantum aleuticum
  • Adiantum amazonicum
  • Adiantum amblyopteridium
  • Adiantum amelianum
  • Adiantum anceps
  • Adiantum aneitense
  • Adiantum angustatum
  • Adiantum annamense
  • Adiantum atroviride
  • Adiantum bellum
  • Adiantum blumenavense
  • Adiantum boliviense
  • Adiantum bonatianum
  • Adiantum bonii
  • Adiantum brasiliense
  • Adiantum breviserratum
  • Adiantum calcareum
  • Adiantum capillus-junonis
  • Adiantum capillus-veneris
    – suplir rambut zohrah

    • A. capillus-veneris imbricatum
      ‘Green Petticoat’
    • A. capillus-veneris imbricatum
      ‘Yellow Petticoat’
    • A. capillus-veneris
      ‘Rawing’
  • Adiantum caudatum
    – suplir berekor
  • Adiantum celebicum
  • Adiantum chilense
  • Adiantum christii
  • Adiantum comoroense
  • Adiantum concinnum
  • Adiantum coreanum
  • Adiantum crespianum
  • Adiantum cultratum
    – syn.
    A. trapeziforme
  • Adiantum cuneatiforme
  • Adiantum cuneatum
    – sin.
    A. raddianum
  • Adiantum cunninghamii
  • Adiantum cupreum
  • Adiantum curvatum
  • Adiantum davidii
  • Adiantum diaphanum
  • Adiantum dioganum
  • Adiantum diphyllum
  • Adiantum discretodenticulatum
  • Adiantum dissimulatum
  • Adiantum edgeworthii
  • Adiantum elegantulum
  • Adiantum emarginatum
  • Adiantum erylliae
  • Adiantum erythrochlamys
  • Adiantum excisum
  • Adiantum fengianum
  • Adiantum fimbriatum
  • Adiantum flabellulatum
  • Adiantum formosum
  • Adiantum fossarum
  • Adiantum fragile
  • Adiantum fructosum
  • Adiantum fulvum
  • Adiantum gertrudis
  • Adiantum gibbosum
  • Adiantum gingkoides
  • Adiantum glabrum
  • Adiantum glaureosum
  • Adiantum glaucescens
  • Adiantum glaucinum
  • Adiantum glaziovii
  • Adiantum gomphophyllum
  • Adiantum gracile
  • Adiantum gravesii
  • Adiantum grossum
  • Adiantum hispidulum
  • Adiantum hollandiae
  • Adiantum hornei
  • Adiantum hosei
  • Adiantum imbricatum
  • Adiantum incertum
  • Adiantum incisum
  • Adiantum intermedium
  • Adiantum jordanii
  • Adiantum juxtapositum
  • Adiantum kendalii
  • Adiantum kingii
  • Adiantum klossii
  • Adiantum lamrianum
  • Adiantum latifolium
  • Adiantum lenvingei
  • Adiantum lianxianense
  • Adiantum lindenii
  • Adiantum lonrentzii
  • Adiantum lucidum
  • Adiantum macrocladum
  • Adiantum macrophyllum
    – suplir kupu
  • Adiantum madagascariense
  • Adiantum malaliense
  • Adiantum malesianum
  • Adiantum mariesii
  • Adiantum mcvaughii
  • Adiantum melanoleucum
  • Adiantum mendoncae
  • Adiantum menglianense
  • Adiantum mettenii
  • Adiantum mindanaense
  • Adiantum monochlamys
  • Adiantum monosorum
  • Adiantum multisorum
  • Adiantum myriosorum
  • Adiantum neoguineense
  • Adiantum novae-caledoniae
  • Adiantum nudum
  • Adiantum oaxacanum
  • Adiantum obliquum
  • Adiantum ogasawarense
  • Adiantum opacum
  • Adiantum ornithopodum
  • Adiantum ovalescens
  • Adiantum palaoense
  • Adiantum papillosum
  • Adiantum paraense
  • Adiantum patens
  • Adiantum pearcei
  • Adiantum pedatum
  • Adiantum pentadactylon
  • Adiantum peruvianum
    – suplir rupe/kepeng
  • Adiantum petiolatum
  • Adiantum philippense
    (sin.
    A. lunulatum) – kamuding
  • Adiantum phyllitidis
  • Adiantum platyphyllum
  • Adiantum poiretti
  • Adiantum polyphyllum
    – suplir asem
  • Adiantum pseudotinctum
  • Adiantum pulchellum
  • Adiantum pulcherrimum
  • Adiantum pulverulentum
  • Adiantum pumilum
  • Adiantum pyramidale
  • Adiantum raddianum
    (sin.
    A. cuneatum) – suplir merunggai

    • A. raddianum
      ‘Melati’
    • A. raddianum
      ‘Brilliantelse’
    • A. raddianum
      ‘Pacific Maid’ (syn. ‘Compactum’)
  • Adiantum rectangulare
  • Adiantum reniforme
  • Adiantum rhizophorum
  • Adiantum robinsonii
  • Adiantum roborowskii
  • Adiantum rondoni
  • Adiantum rubellum
  • Adiantum rufopetalum
  • Adiantum scabrum
  • Adiantum schmalzii
  • Adiantum schmidtchenii
  • Adiantum schweinfurthii
  • Adiantum seemannii
  • Adiantum semiorbiculatum
  • Adiantum senae
  • Adiantum serratifolium
  • Adiantum siamense
  • Adiantum silvaticum
  • Adiantum soboliferum
  • Adiantum sordidum
  • Adiantum stenochlamys
  • Adiantum stolzii
  • Adiantum subcordatum
  • Adiantum tenerum
    – suplir absah

    • A. tenerum
      ‘Bessonianum’
    • A. tenerum
      ‘Farleyense’ – suplir postar
    • A. tenerum
      ‘Fergusonii’
    • A. tenerum
      ‘Lady Moxam’
    • A. tenerum
      ‘Marsha’s Pride’
  • Adiantum tenuissimum
  • Adiantum tetragonum
  • Adiantum tetraphyllum
  • Adiantum thalictroides
  • Adiantum trapeziforme
    – suplir belimbing/kedondong
  • Adiantum tricholepis
  • Adiantum trilobum
  • Adiantum tripteris
  • Adiantum venustum
  • Adiantum villosissimum
  • Adiantum villosum
  • Adiantum viridescens
  • Adiantum viridimontanum
  • Adiantum vivesii
  • Adiantum wattii
  • Adiantum wilsonii
  • Adiantum zollingeri

Rujukan

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b




    Christenhusz, Maarten J. M.; Zhang, Xian-Chun; Schneider, Harald (18 February 2022). “A linear sequence of extant families and genera of lycophytes and ferns”
    (PDF).
    Phytotaxa.
    19: 7–54. ISSN 1179-3163.





  2. ^

    Lihat entri di Wiktionary bahasa Inggris
  3. ^


    a




    b




    Hassler, Michael; Schmidt, Bernd. “Adiantum L”.
    World Ferns: Checklist of Ferns and Lycophytes of the World
    . Diakses tanggal
    15 Februari
    2022
    .




  4. ^


    a




    b




    Lestari, Wenni S. (2010). “Proteksi Adiantum spp. (Pteridaceae, Pteridophyta) di Huma Raya Bali”.
    Prosiding Seminar Kebangsaan Hortikultura Indonesia 2022: Reorientasi Pendalaman untuk Mengoptimalkan Produksi dan Rantai Nilai Hortikultura. Perhimpunan Hortikultura Indonesia: 792–798.





  5. ^


    Schuettpelz, E.; Pryer, K.M. (2008). “Fern phylogeny inferred from 400 leptosporangiate species and three plastid genes”.
    Taxon. International Association for Plant Taxonomy.
    56
    (4): 1037–1050. doi:10.2307/25065903.





  6. ^


    Lu, Jin-Mei; Wen, Jun; Lutz, Sue; Wang, Yi-Ping; Li, De-Zhu (2012). “Phylogenetic relationships of Chinese Adiantum based on fiveplastid markers”.
    Journal of Plant Research.
    125
    (2): 237–249. doi:10.1007/s10265-011-0441-y.






Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Suplir

Posted by: caribes.net