Surat Al Baqarah Ayat 145

Pecihitam.org
– Pembahasan Surah Al Baqarah Ayat 142-145 adalah Seri Tafsir Al Qur’an lanjutan berpangkal Surah Al Baqarah. Ayat 142-145 ini adalah catur ayat pertama nan terdapat pada halaman pertama Juz II.


Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan skuat editor nan bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi internal Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau terlebih anda boleh turut Berdonasi.



DONASI SEKARANG

Mudahmudahan dapat dengan mudah memahami Tafsir Surah Al Baqarah ayat 142-145 ini, penyalin mengambil intisari umum dari Tafsir Quraish Shihab (Ulama Tafsir ternama yang dimiliki bangsa Indonesia).

Terjemahan dan Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 142-145

Ayat 142
۞ سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلَّاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا ۚ قُلْ لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Tafsiran: Orang-anak adam yang kurang akalnya diantara orang akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka mutakadim berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Anda membagi petunjuk kepada mana tahu nan dikehendaki-Nya ke jalan nan lurus”.

Tafsir: Orang-khalayak langlai akal geladak yang dipalingkan oleh karsa hawa nafsu dari upaya berpikir dalam-dalam dan merenung (dari kalangan penganut agama Ibrani, Nasrani dan sosok-cucu adam nifak) niscaya akan menidakkan beralihnya kiblat orang-anak adam beriman dari Bayt al-Maqdis–bagaikan kakbah minimum etis dalam anggapan mereka–ke arah kiblat yang baru yaitu Ka’bah.

Makanya karena itu katakan pada mereka, wahai Nabi, “Sesungguhnya seluruh sisi netra angin itu adalah milik Sang pencipta. Tidak ada nilai keutamaan yang melebihkan antara satu jihat atas arah yang tak. Almalik yang menentukan arah mana nan akan dijadikan kiblat buat salat. Dengan niat-Nya, Dia memberi petunjuk kepada suatu umat mengarah jalan yang verbatim. Hukum Muhammad yang diturunkan bertugas mengambil alih risalah para nabi sebelumnya telah menjadwalkan kiblat yang benar, yaitu Ka’bah. (1)

{(1) Memori mencatat bahwa perpindahan kiblat berusul Bayt al-Maqdis ke Ka’bah terjadi invalid makin tujuh belas rembulan dari eksistensi Rasulullah di Madinah}

Ayat 143
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

Terjemhahan: Dan demikian (pula) Kami sudah lalu menjadikan beliau (umat Islam), umat yang adil dan pilihan moga kamu menjadi martir atas (ragam) manusia dan seyogiannya Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kakbah nan menjadi kiblatmu (masa ini) melainkan semoga Kami memaklumi (supaya nyata) mungkin nan mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali lakukan orang-manusia yang telah diberi petunjuk oleh Yang mahakuasa; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Pengasih kepada bani adam.

Tafsir: Atas sumber akar kehendak Kami, Kami memberi kalian petunjuk menuju jalan yang paling literal. Kami menjadikan kalian umat penengah, umat pilihan. Kami merestui agama yang kalian anut dan amal saleh nan kalian lakukan, sehingga kalian akan menjadi pengikrar ajaran-tajali yang bermoral dari syariat-hukum sebelum kalian. Rasul akan mengayomi dan mengukuhkan kalian melalui petunjuk-ajarannya semasa anda hidup, pedoman dan sunnah-sunnahnya sehabis ia mati.

Adapun harapan Kami menetapkan Bayt al-Maqdis bak kiblat bagimu sepanjang beberapa masa adalah untuk menguji orang-orang Muslim seharusnya Kami mengeluarkan bisa jadi nan takluk dan menerima perintah Kami dengan sukarela, dan siapa yang dikuasai oleh sikap fanatis pada bangsa Arab dan peninggalan Ibrâhîm sehingga mereka menyalahi perintah Sang pencipta dan tergelincir dari jalan nan harfiah.

Sebenarnya perintah menghadap Bayt al-Maqdis yang yaitu salah satu dari akur iman yakni karier yang susah, kecuali untuk orang nan beruntung izin Allah. Maka barangsiapa yang menyabung wajahnya ke Bayt al-Maqdis detik diperintahkan, maka sama sekali Tuhan tidak akan menyia-nyiakan iman dan ibadahnya sebagai wujud belas kasih dan rahmat-Nya.

Ayat 144
قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Terjemahan: Bukan main Kami (camar) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja beliau berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sebenarnya orang-anak adam (Yahudi dan Nasrani) nan diberi Al Kitab (Taurat dan Alkitab) memang mengetahui, bahwa melongok ke Masjidil Palsu itu adalah moralistis dari Tuhannya; dan Halikuljabbar kadang kala tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

Tafsir: Betapa Kami memafhumi bagaimana kamu, Muhammad, menengadahkan wajahmu ke langit mengharap turunnya wahyu berisi perintah pengalihan kiblat dari Bayt al-Maqdis ke arah Ka’bah nan kau cintai, kakbah Ibrâhîm, penghulu para nabi, buya nasion Yahudi dan Arab, kiblat tempat terletak maqâm Ibrâhîm.

Sehingga, dengan demikian, Ka’bah merupakan kakbah yang mengesakan, meskipun menyalahi kakbah orang-anak adam Ibrani. Kini Kami telah mengabulkan permohonanmu, maka palingkanlah wajahmu dan semua basyar yang berketentuan privat salat ke jihat al-Masjid al-Harâm di mana sekali lagi kalian berlambak.

Ahl al-Kitâb yang memungkiri perpindahan kiblatmu pecah Bayt al-Maqdis benar-benar memahami dari kitab asli mereka bahwa kalian adalah orang-basyar yang semestinya berkiblat ke sisi Ka’bah, seperti mereka mengarifi pula bahwa syariat Halikuljabbar sudah menjadwalkan kakbah tertentu bagi suatu agama secara khusus.

Inilah kebenaran yang menclok dari Tuhanmu. Mereka itu tidak berujud selain meyebarkan fitnah dan menciptakan menjadikan kalian ragu akan validitas Selam, akan belaka Allah bukan tengung-tenging dan akan memberikan balasan bakal perbuatan mereka.

Ayat 145
وَلَئِنْ أَتَيْتَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ بِكُلِّ آيَةٍ مَا تَبِعُوا قِبْلَتَكَ ۚ وَمَا أَنْتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْ ۚ وَمَا بَعْضُهُمْ بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍ ۚ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ إِنَّكَ إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ

Tafsiran: Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada individu-orang (Yahudi dan Nasrani) nan diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (embaran), mereka bukan akan mengikuti kiblatmu, dan kamupun bukan akan mengajuk kiblat mereka, dan sebahagian merekapun tidak akan menirukan kiblat sebahagian yang enggak. Dan sesungguhnya seandainya kamu mengikuti kedahagaan mereka setelah nomplok hobatan kepadamu, selayaknya anda — kalau begitu — termasuk golongan orang-orang nan zalim.

Tafsir: Bukannya keingkaran Ahl al-Kitâb atas apa yang kalian untuk atas perintah Halikuljabbar itu maka itu sebab alasan yang meragukan, tapi karena mereka itu membandel dan persisten kepala. Maka meskipun kamu mendatangkan kepada mereka semua bukti nan meyakinkan bahwa kiblatmu itu nan sopan, sekali-kali mereka tidak akan mengikuti kiblatmu.

Turunan-orang Yahudi itu tinggal tamak bertarget semoga kamu pun berorientasi kiblat mereka dan menjadikannya syarat bagi keislaman mereka. Jika demikian halnya, pamrih mereka itu hanyalah angan-angan hampa saja karena engkau enggak akan kekeluargaan mengikuti kakbah mereka.

Demikian sekali lagi halnya Ahl al-Kitâb, sendirisendiri bersikeras mempertahankan kiblatnya. Orang-orang Nasrani enggak akan mengimak kiblat orang Yahudi dan sebaliknya basyar-orang Ibrani tidak akan kepingin mengajuk kakbah orang-orang Nasrani. Sendirisendiri menganggap bahwa golongan bukan tidak benar.

Maka berpegang teguhlah sreg kiblatmu, Muhammad, dan jangan mengikuti kehendak hawa nafsu mereka. Barangsiapa nan mengajuk kehendak hawa nafsu mereka sehabis memaklumi mana yang benar dan mana yang gelap, maka engkau benar-benar termuat golongan yang zalim.

Demikian Interpretasi dan Adverbia Surah Al Baqarah ayat 142-145. Moga menambah substansi aji-aji kita adapun Al Qur’an dan menjadi cahaya dalam kehidupan kita saat ini dan jiwa berikutnya. Aamiin

  • Author
  • Recent Posts

M Resky S

Source: https://pecihitam.org/surah-al-baqarah-ayat-142-145-terjemahan-dan-tafsir/

Posted by: caribes.net