Surat Al Hijr Ayat 21

Pecihitam.org
– Tembolok Surah Al-Hijr Ayat 21-25, Ayat ini menjelaskan Allah Swt adalah penyusun jagat dan seluruh isinya. Tuhan menentukan format dan kapasitas tertentu bagi makhluk berlandaskan hikmah-Nya. Karena Sang pencipta adalah kreator, maka Dia lagi yang akan memenuhi seluruh kebutuhan makhluknya.


Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-kata sandang keislaman dengan adanya jaringan penulis dan cak regu pengedit yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi intern Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke terusan-terusan sosial wahana anda atau bahkan ia bisa masuk Berdonasi.



DONASI Kini

Hidup dan sirep kalian tidak di tangan kalian dan bukan juga di tangan yang enggak. Tapi sahaja Allah nan abadi dan mewarisi seluruh keberadaan. Selepas seluruh cucu adam nyenyat, pada Periode Hari akhir Allah akan mengumpulkan kalian lakukan keperluan penghitunagn darmabakti perbuatan dan pembalasannya. Sememangnya Sira mahabijaksana dalam pengaturannya lagi maha mengetahui, tidak cak semau sesuatupun yang gadungan baginya.

Tafsiran dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Hijr Ayat 21-25

Surah Al-Hijr Ayat 21
وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ

Terjemahan: Dan bukan cak semau sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.

Tafsir Jalalain:
وَإِنْ
(Dan tiada) tidak cak semau
مِنْ شَيْءٍ إِلَّا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ

(sesuatu pun melainkan plong jihat Kamilah khazanahnya) abc min adalah zaidah; nan dimaksud adalah kiat-kunci perbendaharaan segala sesuatu itu.

وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ
(dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran-ukuran yang tertentu) sesuai dengan kekuatan-kepentingannya.

Tafsir Ibnu Katsir: Halikuljabbar memberitahukan bahwa Allah ialah pemilik barang apa sesuatu, segala sesuatu itu sangat mudah baginya, gudang segala sesuatu dengna barang apa macam iatu berada di sisinya:
وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ
(dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan matra yang tertentu).

Sebagaimana yang Dia kehendaki dan inginkan, itu mengandung hikmah yang besar, dan rahmat bagi hamba-Nya, bukan ialah kewajiban, tetapi Almalik memerintahkan kepada diri-Nya kasih sayang [rahmat] untuk hamba-hambanya.

Tafsir Quraish Shihab: Segala apa kebaikan nan ada pada Kami misal khazanah yang mumbung, berpangkal segi penyediaan dan hadiah puas waktunya. Lain terserah musibah yang menimpa manusia kecuali sesuai predestinasi yang telah ditetapkan, sejalan dengan hikmah dan kebijaksanaan Kami di kalimantang raya.

Surah Al-Hijr Ayat 22
وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ فَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ وَمَا أَنْتُمْ لَهُ بِخَازِنِينَ

Terjemahan: Dan Kami telah meniupkan kilangangin kincir bagi mengawinkan (bertaruk-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri menenggak kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah dia yang menyimpannya.

Tafsir Jalalain:
وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ
(Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengumpulkan awan) menggiring mendung sehingga terpusat dulu munjung dengan air
فَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ
(lalu Kami turunkan dari langit) dari mendung itu
مَاءً
(air) air hujan abu,

فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ وَمَا أَنْتُمْ لَهُ بِخَازِنِينَ
(kemudian Kami beri mereguk kamu dengan air itu, dan kadang-kadang bukanlah kalian yang menyimpannya) artinya, bukanlah kalian yang menyimpannya dengan upaya tangan kalian.

Tafsir Anak laki-laki Katsir: Firman Halikuljabbar:
وَأَرْسَلْنَا الرِّيَاحَ لَوَاقِحَ
(Dan Kami sudah meniupkan angin untuk memperumahkan) maksudnya menikahkan suram sehingga menurunkan hujan abu, menunangkan pohon-pohon dan tumbuh-pokok kayu sehingga melangah daun-patera dan bunga-bunganya.

Sang pencipta menyebutnya dengan rencana jama’ buat menunjukkan angin yang membuahi, lain kilangangin kincir nan mandul, karena angin yang kedua ini bosor makan disebutkan dengan lembaga mufrad dan disifati dengan mandul karena tidak boleh membuahi, karena pembuahan itu hanya terjadi antara dua benda [bunga bagak dan lebah ratulebah] atau lebih.

Firman Yang mahakuasa: فَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَسْقَيْنَاكُمُوهُ (dan Kami turunkan hujan dari langit, tinggal Kami beri meneguk kamu dengan air itu) maksudnya, Kami turunkan hujan itu kepada kalian dengan air yang cegak [mansukh] yang dapat kalian mereguk. Takdirnya Kami mengehendaki, maka Kami menjadikannya air yang masin, sebagaimana yang disebutkan kerumahtanggaan surah al-Waaqi’ah.

Firman Allah:
وَمَا أَنْتُمْ لَهُ بِخَازِنِينَ
(Dan sekali-sekali bukanlah sira yang menyimpannya) Sufyan ats-Tsauri mengatakan,
بِخَازِنِينَ
artinya bimaa ni’iin (yang mencegah air tersebut), dan ada kemungkinan artinya, bihaafidhiin (yang menjaga, yang memeliharanya). Tapi Kamilah yang menurunkannya, menjaganya untuk kalian dan menjadikannya sumur dan sendang air di bumi.

Tafsir Quraish Shihab: Kami meniupkan kilangangin kincir cak bagi mengirimkan hujan dan konsentrat-esensi tanaman. Dari air hujan itu Kami menyirami kalian. Itu semua tunduk di bawah niat Kami. Tak koteng pun dapat mengendalikannya hingga menjadi bagai harta benda miliknya.

Surah Al-Hijr Ayat 23
وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَنَحْنُ الْوَارِثُونَ

Tafsiran: Dan sepatutnya ada benar-benar Kami-lah nan menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi.

Tafsir Jalalain:
وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ وَنَحْنُ الْوَارِثُونَ
(Dan sememangnya bermartabat-ter-hormat Kamilah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami pula yang mewarisi) nan konsisten spirit dan mewarisi semua makhluk.

Kata tambahan Ibnu Katsir: Firman Yang mahakuasa:
وَإِنَّا لَنَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ
(Dan senyatanya khusyuk Kamilah yang memarakkan dan mematikan) ayat ini memberitahukan tentang kekuasaan Tuhan bakal memulai penciptaan-Nya dan mengembalikannya pun begitu juga semula,

dan sesungguhnya Allah lah yang menghidupkan hamba allah pecah tidak ada, lalu mematikannya dan membangkitkannya sekali lagi semuanya puas perian yaumul akhir dan kesudahannya Allah mewarisi bumi dan seluruh isinya, dan kepada-Nyalah semua dikembalikan.

Adverbia Quraish Shihab: Hanya Kamilah yang meramaikan segala sesuatu lakukan kemudian mematikannya, karena semua anak adam merupakan milik Kami.

Surah Al-Hijr Ayat 24
وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَأْخِرِينَ

Terjemahan: Dan sepatutnya ada Kami telah mengetahui orang-orang nan terdahulu daripada-mu dan sebenarnya Kami mengetahui juga turunan-orang nan terkemudian (daripadamu).

Tafsir Jalalain:
لَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ
(Dan selayaknya Kami sudah lalu mencerna orang-orang yang terdahulu daripada kalian) adalah sosok-makhluk yang terdahulu sejak Rasul Adam
وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَأْخِرِينَ
(dan sesungguhnya Kami mengetahui pun orang-orang yang terkemudian) insan-individu yang akan hinggap kemudian hingga hari kiamat.

Tafsir Ibnu Katsir: Tuhan memberitahukan mengenai maklumat-Nya yang sempurna terhadap mereka semua, berpunca sediakala setakat penutup. Almalik bercakap:
وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ
(Dan sesungguhnya Kami telah mengetahui nan utama daripadamu).

Adverbia Quraish Shihab: Saban kalian punya berpulang yang telah ditentukan. Hanya Kami yang memahami ajal itu. Kami mengarifi mana tahu yang hidup dan mati lebih dahulu, dan siapa pula yang nyawa dan ranah kemudian.

Surah Al-Hijr Ayat 25
وَإِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَحْشُرُهُمْ ۚ إِنَّهُ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

Tafsiran: Selayaknya Tuhanmu, Dialah yang akan melonggokkan mereka. Sesungguhnya Sira adalah Maha Bijaksana kembali Maha Mengetahui.

Tafsir Jalalain:
وَإِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَحْشُرُهُمْ ۚ إِنَّهُ حَكِيمٌ
(Sesungguhnya Rabbmu, Dialah yang akan menimbunkan mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Bijaksana) di dalam pekerjaan-Nya
عَلِيمٌ
(lagi Maha Mengetahui.) tentang makhluk-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah: Bani ‘Abbas berucap: “Orang-orang terdahulu ialah setiap orang yang meninggal sejak Adam as. dan orang-sosok nan kemudian merupakan individu yang masih kehidupan sekarang dan orang yang akan nomplok kemudian sebatas tahun kiamat”.

Pendapat serupa diriwayatkan pula pecah ‘Ikrimah, Mujahid, adh-Dhahhak, Qatadah, Muhammad bin Ka’ab, asy-Sya’bi dan bukan-enggak, pendapat ini juga menjadi pilihan Ibnu Jarir.

Tafsir Quraish Shihab: Orang-makhluk yang terdahulu dan nan besok semuanya akan dikumpulkan pada satu waktu, dan akan diperhitungkan dan diberi balasan maka itu Allah Swt. Hal itu sehaluan dengan hikmah dan ilmu-Nya. Dialah yang punya sebutan al-Hakîm (Nan Mahabijaksana) dan al-‘Alîm (Yang Maha Mengetahui).

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama rahim Surah Al-Hijr Ayat 21-25 beralaskan Kata tambahan Jalalain, Kata tambahan Anak laki-laki Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khasanah ilmu Al-Qur’an kita.

  • Author
  • Recent Posts

M Resky S

Source: https://pecihitam.org/surah-al-hijr-ayat-21-25-terjemahan-dan-tafsir-al-quran/

Posted by: caribes.net