Surat An Nahl Ayat 144

Kata tambahan Surah An-Nahl Ayat 114 berucap adapun perintah Allah SWT kepada umat Islam bagi cangap memakan rahim yang protokoler. Selain itu Allah juga mewajibkan untuk memelihara sumber-sumur arwah.


Baca sebelumnya: Tafsir Surah An-Nahl Ayat 113


Ayat 114

Dalam ayat ini, Tuhan menyuruh kabilah Muslimin untuk memakan makanan yang halal dan baik dari rezeki nan diberikan Allah swt kepada mereka, baik peranakan itu berbunga dari binatang alias pokok kayu.

Makanan yang halal ialah makanan dan minuman yang dibenarkan oleh agama untuk dimakan dan diminum. Kandungan yang baik ialah makanan dan minuman yang dibenarkan untuk dimakan maupun diminum oleh kesehatan, termaktub di dalamnya rahim yang bergizi, enak, dan sehat.

Lambung yang formal pula baik inilah yang diperintahkan makanya Yang mahakuasa untuk dimakan dan diminum. Makanan yang dibenarkan maka itu ilmu kesehatan lalu banyak, dan puas dasarnya boleh dimakan dan diminum.

Firman Allah swt:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ

Aduhai cucu adam-anak adam yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu  (al-Baqarah/2: 172)

Firman Allah swt:

يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَآ اُحِلَّ لَهُمْۗ  قُلْ اُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبٰتُۙ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِّنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِيْنَ تُعَلِّمُوْنَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللّٰهُ

Mereka bertanya kepadamu (Muhammad), ”Apakah yang dihalalkan lakukan mereka?” Katakanlah,”Yang dihalalkan bagimu (adalah makanan) yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) makanya fauna pemburu nan telah engkau latih bikin berburu, nan kamu latih menurut apa nan sudah diajarkan Sang pencipta kepadamu. (al-Ma’idah/5: 4)

Makanan dan minuman nan baik-baik tak haram dimakan, kecuali bilamana Sang pencipta swt atau rasul-Nya mengharamkannya.

Firman Allah swt:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحَرِّمُوْا طَيِّبٰتِ مَآ اَحَلَّ اللّٰهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْا ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ

Wahai hamba allah-manusia yang beriman! Janganlah kamu mengharamkan segala apa yang baik nan telah dihalalkan Allah kepadamu, dan janganlah sira melampaui batas. Sesungguhnya Halikuljabbar enggak menyukai cucu adam-orang nan melampaui takat. (al-Ma’idah/5: 87)


Baca pula: Kritik Sayyid Abdullah al-Ghumari Terhadap Kitab al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an


Makanan yang tersebar di muka bumi dari keberagaman fauna dan tanaman ialah lezat Allah swt yang ki akbar. Makhluk seharusnya mensyukuri-nya dengan jalan menitahkan “Alhamdulillah” dan memanfaatkannya sesuai petunjuk Allah dan rasul-Nya, sebagaimana memakan alias memperjual-belikannya. Nabi saw mengomong:

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ أَنْ يُّحْمَدَ

(رواه الطبراني عن الأسود بن سريع)

Sepatutnya ada Allah betul-betul demen terhadap hamba yang mengucap-centung “Alhamdulillah”. (Riwayat at-Tabrani bersumber al-Aswad polong Ekstrak’)

Tercatat dalam arti bersyukur ialah memelihara dan melebarkan sumber-sumber bahan nafkah hendaknya jangan setakat punah dari permukaan dunia dan untuk menetapi kebutuhan nutrisi makanan umat bani adam. Dalam memelihara dan meluaskan fauna ataupun pokok kayu itu, kabilah Muslimin mudahmudahan tunduk kepada syariat-hukum Almalik yang berperan, umpamanya tentang qada dan qadar zakat dan maslahat sosialnya.

Mensyukuri enak Almalik bermakna mengucapkan kalimat syukur saat memanfaatkan, memelihara, dan mengembangkannya bersendikan petunjuk-petunjuk Allah, karena Dialah yang memberi anugerah dan kenikmatan itu. Tiap orang mukmin hendaklah menaati ketentuan-ketentuan dan perintah Allah, serta menjauhi pemali-Nya jika bersusila-benar beriman kepada-Nya.


Baca setelahnya:
Tafsir Surah An-Nahl Ayat 115


(Adverbia Kemenag)

Source: https://tafsiralquran.id/tafsir-surah-an-nahl-ayat-114/

Posted by: caribes.net