Surat An Nahl Ayat 17

Pecihitam.org

– Instrumen pencernaan Surah An-Nahl Ayat 14-18, ayat ini mengklarifikasi peran ardi dan bumi, kemudian medali-medali di langit. N domestik ayat-ayat lainnya al-Quran menamakan, giri main-main cak bagi menormalkan dan mengakurkan bumi.



Pecihitam.org, bisa Istiqomah bersalin artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan juru tulis dan tim pengedit nan dapat batik secara rutin. Anda bisa berpartisipasi intern Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menghamburkan prolog sandang ini ke kanal-parit sosial media engkau atau bahkan kamu boleh ikut Berdonasi.



DONASI Saat ini


Rangkaian gunung batu besar di seluruh marcapada mencegah bergeraknya marcapada akibat impitan di bawah bumi dan menjadikannya ranah dan boleh didiami oleh insan.

Eco-mak-nyus Halikuljabbar lain dapat dibatasi dengan apa yang sudah disebutkan. Karena mak-nyus Ilahi tidak kurang dan tak ada seorangpun yang fertil menghitungnya. Sahaja tunak saja terserah sebagian hamba allah yang lain ingat dan masih menyembah patung dan menyepakati penguasa-penguasa zalim.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nahl Ayat 14-18

Surah An-Nahl Ayat 14
وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Tafsiran: Dan Dialah, Sang pencipta nan menundukkan segara (untukmu), kiranya kamu dapat meratah daripadanya daging yang sehat (lauk), dan kamu memperlainkan dari raksasa itu perhiasan nan engkau pakai; dan kamu melihat biduk berlayar padanya, dan kendati ia mengejar (keuntungan) mulai sejak karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.

Kata keterangan Jalalain:
وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ
(Dan Dialah yang menaklukkan segara) Dia sudah membuatnya jinak sehingga bisa dinaiki dan diselami
لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا

(agar kalian bisa memakan daripadanya daging nan fit) ialah ikan.

وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا

(dan kalian memperlainkan berpunca lautan itu perhiasan yang kalian pakai) yaitu berupa dur dan marjan
وَتَرَى
(dan kamu mengaram) menyaksikan

الْفُلْكَ


(bahtera) sampan-sampan
مَوَاخِرَ فِيهِ
(berlayar padanya) dapat melancar di atas air; artinya bisa membelah ombak melaju ke depan alias ke pantat hanya ditiup maka itu suatu sisi angin.

وَلِتَبْتَغُوا

(dan kendati kalian mencari) lafal ini diathafkan kepada lafal lita’kuluu, artinya supaya kalian berburu keuntungan

مِن فَضْلِهِ
(dari karunia-Nya) kasih Yang mahakuasa swt. lewat bergerai
وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(dan supaya kalian bersyukur) kepada Almalik swt. atas karunia itu.

Kata tambahan Ibni Katsir: Yang mahakuasa menjatah khabar adapun pengendalian-Nya terhadap osean nan menggebu-gebu dengan ombak, dan Allah memberi anugerah kepada hamba-Nya dengan menjinakkan lautan itu cak kerjakan mereka, dan membuatnya mudah bakal mengarunginya, dan menjadikan di dalamnya ikan besar dan iwak mungil,

dan menjadikan dagingnya halal; baik berusul yang hidup alias terbit nan mati, momen legal (diluar kegiatan haji dan umrah) atau ketika ihram, dan Almalik menjatah anugerah kepada mereka dengan segala apa yang Yang mahakuasa ciptakan di internal lautan itu, berupa dur dan berlian yang lalu berharga.

Dan Allah memudahkan bagi mereka untuk menyingkirkan loklok dan permata itu berpangkal tempatnya, sehingga menjadi perhiasan yang mereka memakainya. Dan Sang pencipta menjatah anugerah kepada mereka dengan menjinakkan besar buat membawa perahu-kano mengarunginya dan dikatakan pun, kilangangin kincir nan menggerakkannya; dua varietas konotasi ini bermoral.

Oleh Halikuljabbar berfirman:
وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(Dan cak agar kamu mencari [keuntungan] berasal karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur) Maksudnya, sedap-nikmat-Nya dan kebaikan-kepentingan-Nya

Kata tambahan Kemenag: Allah swt menyebutkan nikmat-nikmat nan terletak di ki akbar nan diberikan kepada hamba-Nya. Dijelaskan bahwa Sira yang telah mengamankan osean untuk cucu adam. Maksudnya yaitu memecahkan segala macam nikmat-Nya yang terdapat di lautan agar orang boleh memperoleh lambung berpangkal samudra itu riil daging yang bugar, ialah segala jenis macam ikan yang diperoleh manusia dengan jalan menangkapnya.

Eco-lezat Halikuljabbar itu disebutkan hendaknya manusia mensyukuri semua mak-nyus yang diberikan-Nya kepada mereka. Juga dimaksudkan agar manusia dapat mencerna alangkah besar lezat Halikuljabbar yang mutakadim diberikan puas mereka dan memanfaatkan nikmat yang tiada n antipoda itu buat beribadah kepada-Nya dan kedamaian mereka koteng.

Surah An-Nahl Ayat 15
وَأَلْقَى فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَن تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَارًا وَسُبُلًا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Terjemahan: Dan Sira menghunjamkan ardi-ancala di manjapada supaya manjapada itu tidak goncang bersama engkau, (dan Sira menciptakan) bangkai air-sungai dan jalan-urut-elus mudahmudahan engkau berbintang terang ilham,

Kata apendiks Jalalain:
وَأَلْقَى فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ

(Dan Dia menancapkan gunung-argo di bumi dengan kokohnya) gunung-gunung yang remang kokoh kendati
أَن
(tak) jangan
تَمِيدَ
(manjapada itu goncang) bergerak
بِكُمْ
(bersama kalian dan) Beliau mutakadim menciptakan padanya
وَأَنْهَارًا

(batang air-sungai) seperti sungai Nil

وَسُبُلًا


(dan berkelah) jalan bakal dilalui

لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
(sepatutnya kalian mendapat ajaran) untuk sampai kepada tujuan-harapan kalian.

Tafsir Bani Katsir: Kemudian Allah Ta’ala menamakan bumi dan segala apa yang ada di dalamnya substansial gunung-gemunung yang tangga dan kokoh seyogiannya dunia ranah dan enggak goncang dengan barang apa nan suka-suka di atasnya positif binatang-hewan, karena jika dunia goncang, binatang hewan itu tidak nyaman hidupnya.

Firman Allah:
وَأَنْهَارًا وَسُبُلً

([Dan Dia menciptakan] barangkali ki akbar-bengawan dan kronologi-kronologi) maksudnya, Tuhan menjadikan di atas bumi sungai-sungai yang berputar semenjak satu tempat ke medan yang bukan, seumpama rizki lakukan para hamba.

Wai-wai itu pecah disuatu tempat dan merupakan rizki bikin penduduk panggung nan enggak, kali besar-sungai itu membelah marcapada, daratan, wadah-temp at sunyi, mengerobak gunung-gemunung dan bukit-ancala, maka sampailah wai-sungai itu ke negeri yang Almalik tentukan untuk penduduknya itu.

Wai-sungai itu bergerak di atas bumi, ke kanan, ke kiri, ke selatan, ke utara, ke timur dan ke barat. Batang air-bengawan itu suka-doyan yang mungil, terserah yang osean.

Tafsir Kemenag: Allah swt lagi mengistilahkan gurih yang didapat hamba sang pencipta secara tak serampak. Engkau menciptakan bukit-gunung di bumi supaya dunia itu enggak goncang. Dengan demikian, satwa-hewan serta bani adam yang berada di permukaannya bisa vitalitas ranah.

Yang mahakuasa swt menciptakan wai di latar bumi yang mengalir semenjak satu kancah ke kancah tidak seumpama nikmat yang diberikan sreg hamba-Nya. Batang air itu berfungsi bak sendang irigasi nan boleh diatur cak bagi merendam sawah dan ladang, sehingga orang bisa berladang lakukan menetapi produk apa keberagaman kebutuhannya.

Almalik swt mengistilahkan bahwa manfaat berusul jalan-kronologi itu seharusnya khalayak mendapat visiun. Artinya bukan sesat jalan sonder arah harapan.

Surah An-Nahl Ayat 16
وَعَلَامَاتٍ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ

Parafrase: dan (Dia ciptakan) cap-tanda (indeks kronologi). Dan dengan medali-tanda jasa itulah mereka asian wahi.

Tafsir Jalalain:
وَعَلَامَاتٍ
(Dan Beliau ciptakan, label-logo) dengan melaluinya kalian beruntung wahyu arah jalan yang kalian lalui, sebagaimana gunung-gunung dan sungai-kali besar.

وَبِالنَّجْمِ

(Dan dengan tanda jasa-bintang itulah) yang dimaksud adalah bentuk jamak sekalipun lafalnya mufrad
هُمْ يَهْتَدُونَ

(mereka beruntung tanzil) jalan dan sebelah kiblat di musim malam tahun.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman Allah:
وَعَلَامَاتٍ

(Dan [Sira ciptakan] pertanda [wahi]) maksudnya ramalan-petunjuk, konkret gunung-gemunung yang raksasa, bukit-bukit nan kecil dan sejenisnya, yang orang-orang musafir dapat mencerna adanya daratan dan samudra jika mereka tersesat di jalan.

Dan firman Allah:
وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ
(Dan dengan tanda jasa-tanda jasa itulah mereka mendapat habuan petunjuk) maksudnya privat kegelapan lilin lebah, seperti yang di ucapkan Ibnu ‘Abbas. Kemudian Allah Ta’ala mengingatkan atas keagungan-Nya dan bahwasanya ibadah itu tidak layak kecuali kepada-Nya, enggak buat nan enggak-Nya, berupa ibadat-tagut yang enggak menciptakan sesuatu segala pun, bahkan berhala-ibadat itu diciptakan.

Kata tambahan Kemenag: Halikuljabbar swt menciptakan gunung-gunung itu andai segel yang dapat digunakan manusia laksana nubuat bakal memafhumi di mana mereka berbenda. Apabila seseorang berlayar di capuk akbar dan masih bisa mengintai rambu-pancang darat maka gunung-gemunung itulah laksana segel baginya cak bagi menentukan posisi dan kedudukan perahunya.

Manusia bisa mencekit wangsit semenjak medali dengan perkembangan mengenal gugusan medalion-medali itu nan dalam mantra got langit telah diberi keunggulan-nama tersendiri.

Surah An-Nahl Ayat 17
أَفَمَن يَخْلُقُ كَمَن لَّا يَخْلُقُ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Terjemahan: Maka apakah (Sang perakit) yang menciptakan itu sama dengan yang bukan bisa menciptakan (segala-barang apa)?. Maka mengapa dia tak mencuil tuntunan.

Tafsir Jalalain:

أَفَمَن يَخْلُقُ


(Maka apakah Yang mahakuasa yang menciptakan itu) itu Allah
كَمَن لَّا يَخْلُقُ

(seperti nan lain menciptakan segala apa-segala) yang dimaksud yakni pujaan-berhala, karena mereka menyekutukannya bersama dengan Sang pencipta intern peristiwa beribadah? Pasti namun lain.

أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

(Maka mengapa kalian enggak mencuil tuntunan) berpunca peristiwa ini, alhasil kemudian kalian beriman?.

Kata keterangan Ibni Katsir: Maka dari itu Yang mahakuasa berfirman:
أَفَمَن يَخْلُقُ كَمَن لَّا يَخْلُقُ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
(Maka apakah Sang penghasil menciptakan itu sebabat dengan nan bukan dapat menciptakan [barang apa-apa] maka mengapa kamu tidak mencoket pelajaran) Kemudian Halikuljabbar mengingatkan hamba-hamba-Nya atas banyaknya gurih dan faedah yang diberikan kepada mereka.

Kata keterangan Kemenag: Pasca- itu, Allah swt membungkam hamba allah-insan musyrik dan mematahkan alasan-alasan yang mereka kemukakan karena mereka lain cak hendak memperhatikan isyarat kekuasaan Tuhan dan tunak bertaburkan dalam kemusyrikannya.

Halikuljabbar swt menyuruh mereka agar mencacat apakah yang menciptakan barang apa jenis enak nan diberikan kepada basyar seperti patung-arca yang mereka sembah nan lain dapat menciptakan segala-apa.

Kok mereka lain menjeput les berbunga majemuk variasi enak tadi sehingga mereka akan mengenal siapakah senyatanya yang pantas memiliki kekuasaan tertinggi, dan menentukan segala macam bentuk peristiwa menurut kehendaknya.

Surah An-Nahl Ayat 18
وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

Terjemahan: Dan jika kamu menghitung-hitung gurih Allah, niscaya beliau tak bisa menentukan jumlahnya. Senyatanya Sang pencipta bermartabat-benar Maha Pengampun lagi Maha Pemurah.

Kata keterangan Jalalain:
وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

(Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Halikuljabbar, niscaya kalian enggak boleh menentukan jumlahnya) lain bisa menghitungnya justru lagi bagi mensyukurinya secara sepan kalian lain akan produktif melakukannya.

إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

(Sesungguhnya Allah benar-sopan Maha Pengampun pun Maha Penyayang) karena Kamu sudah melimpahkan nikmat-Nya kepada kalian sedangkan kalian meremehkan dan mendurhakai-Nya.

Tafsir Anak laki-laki Katsir: Maka Halikuljabbar mengomong:
وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

(Dan jika sira menghitung-hitung nikmat Allah niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya, sebenarnya Halikuljabbar khusyuk Mahapengampun juga Mahapenyayang) maksudnya nikmat-nikmat itu meluap bagimu semua,

dan seandainya Beliau memintamu kerjakan bersyukur atas semua legit-Nya, niscaya ia semua enggak berada melaksanakannya kalaupun Dia mewajibkan bakal itu, kalian sekali lagi langlai dan menyingkir untuk melaksanakannya dan jika Anda menyiksamu niscaya Beliau akan menyiksamu,

dan Dia enggak berbuat dhalim terhadapmu, akan tetapi Dia itu Mahapengampun lagi Mahapenyayang, memaafkan dosa yang banyak dan membagi pahala amal yang sedikit.

Tafsir Kemenag: Allah dulu menegaskan bahwa apabila khalayak cak hendak menotal eco-Nya, tentu mereka enggak akan dapat menentukan jumlahnya karena pikiran turunan itu lalu rendah, padahal gurih Yang mahakuasa begitu luas.

Makanya sebab itu, tanggung manusia hanyalah mensyukuri nikmat-nikmat itu dan memanfaatkannya untuk memenuhi keperluan hidupnya dan berkhidmat kepada masyarakat sesuai dengan pelajaran dan kedermawanan Allah.

Di penghabisan ayat ditegaskan bahwa sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengampun dan Maha Pengasih. Pengampunan disebut dalam ayat ini karena rata-rata individu mensyukuri sebagian kecil bermula nikmat nan mereka sambut, sementara itu nikmat-sedap nan suntuk luas mereka lupakan begitu sekadar.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita sudah pelajari bersama kas dapur Surah An-Nahl Ayat 14-18 bersendikan Tafsir Jalalain, Tafsir Anak adam Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menggunung harta benda hobatan Al-Qur’an kita.

  • Author
  • Recent Posts

M Resky S

Source: https://caribes.net/surat-an-nahl-ayat-18/

Posted by: caribes.net