Surat At Taubah Ayat 22

۞ وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ


Tidak sepatutnya lakukan mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Kok tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa insan bakal memperdalam permakluman mereka akan halnya agama dan bikin membagi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Ingin rahim rani dengan berkah?
Ketahui rahasianya dengan Klik disini!

Tatkala kaum Mukminin dicela oleh Tuhan bila bukan timbrung ke medan perang kemudian Nabi saw. mengirimkan sariyahnya, hasilnya mereka berangkat ke medan perang semua tanpa ada seorang pun yang tinggal, maka turunlah firman-Nya berikut ini: (Tidak sepatutnya bagi orang-individu yang mukminat itu meninggalkan) ke medan perang (semuanya. Kok tidak) (menyingkir dari per golongan) suatu kabilah (di antara mereka beberapa bani adam) beberapa golongan saja kemudian sisanya tetap lampau di wadah (kerjakan memperdalam kenyataan mereka) yakni tetap sangat di tempat (mengenai agama dan bikin menjatah peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya) semenjak arena perang, yakni dengan mengajarkan kepada mereka hukum-hukum agama yang telah dipelajarinya (kendati mereka itu dapat menjaga dirinya) dari penderitaan Sang pencipta, yaitu dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi pantangan-Nya. Sehubungan dengan ayat ini Ibnu Abbas r.a. memberikan penakwilannya bahwa ayat ini penerapannya hanya khusus cak bagi sariyah-sariyah, yakni pada saat legiun itu privat bentuk sariyah lantaran Nabi saw. lain timbrung. Sedangkan ayat sebelumnya yang juga melarang seseorang tunak dahulu di tempatnya dan tidak ikut mulai ke medan perang, maka kejadian ini pengertiannya terpatok kepada bila Nabi saw. berangkat ke suatu ghazwah.

Bukan seharusnya semua orang-cucu adam Orang islam itu mendatangi Rasulullah apabila hal lain memaui lakukan itu. Belaka seyogiannya ada satu golongan yang menyempurnakan seruan Utusan tuhan bakal memperdalam warta agama dan berdakwah dengan memberi peringatan dan manifesto gembira kepada suku bangsa mereka saat mereka kembali, agar kaum mereka itu konsisten privat kebenaran dan menjaga diri terbit kebatilan dan kesesatan(1). (1) Puas ayat suci ini terdapat keterangan tentang satu kaidah penting dalam al-Qur’ân, adalah bahwa orang-orang Mukmin lain sepan meninggalkan semuanya ke medan perang atau pergi semua kerjakan memaksudkan ilmu, sebagaimana tak dibenarkan pun untuk berfrustasi. Maka berusul itu, sebaiknya ada dari setiap golongan satu gerombolan yang menuntut ilmu dan memperdalam pengetahuan agama, dan kemudian kembali untuk memberi nubuat kepada kaumnya.

Engkau harus

bikin boleh menambahkan tafsir

Source: https://tafsirq.com/9-at-taubah/ayat-122

Posted by: caribes.net