Surat At Thaha Ayat 39

Pecihitam.org
– Peranakan Surah Taha Ayat 36-39 ini, menjelaskan Halikuljabbar mengabulkan semua permintaan Musa sreg ayat-ayat sebelumnya. Berikutnya Allah menjelaskan kepada Musa mengenai Enak yang camar Allah berikan kepadanya sejak kecilnya yaitu momen engkau dihanyutkan oleh ibunya ke batang air nil dan diselamatkan oleh keluarga Firaun hingga akhirnya dikembalikan lagi kepada ibunya.


Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan kata sandang-artikel keislaman dengan adanya jaringan juru tulis dan tim editor yang boleh menulis secara rutin. Anda boleh berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan kata sandang ini ke serokan-kanal sosial sarana kamu maupun sampai-sampai kamu boleh ikut Berdonasi.



DONASI Waktu ini

Terjemahan dan Adverbia Al-Qur’an Surah Taha Ayat 36-39

Surah Taha Ayat 36
قَالَ قَدْ أُوتِيتَ سُؤْلَكَ يَا مُوسَى

Terjemahan: Sang pencipta berfirman: “Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa”.

Kata keterangan Jalalain:
قَالَ قَدْ أُوتِيتَ سُؤْلَكَ يَا مُوسَى
(Yang mahakuasa berfirman, “Sememangnya telah dikabulkan permintaanmu, hai Musa) umpama karunia Kami kepadamu.

Kata keterangan Anak lelaki Katsir: Ini adalah pengabulan bersumber Allah Ta’ala buat Rasul-Nya, Musa as. terhadap permohonan yang diajukan kepada Rabbnya, sederum sebagai peringatan baginya akan nikmat-mak-nyus-Nya yang telah diberikan kepadanya lampau, yakni menyangkut masalah ibunya ketika meneteki dan menghindarkannya bermula Fir’aun dan para pengikutnya agar lain membunuhnya.

Sebab, anda sudah lalu dilahirkan pada tahun di mana Fir’aun dan para pengikutnya membantai semua bayi maskulin. Kemudian ibunya membuatkan peti untuk Musa, anaknya. Lebih jauh, ibunya menyusuinya lalu menurunkan Musa di dalam kotak itu lalu menghanyutkannya di sungai Nil, dan mengikatnya dengan makao ke rumahnya.

Sama sekali, dia memencilkan kerjakan mengikatkan sutra, kemudian petinya itu amnesti darinya dan memencilkan dibawa arus bengawan, sehingga dia sungguh-sungguh merasa sedih dan teruncang, seperti yang diceritakan oleh Allah melalui firman-Nya: “Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Senyatanya hampir saja engkau menyatakan kancing adapun Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya.” (QS. Al-Qashash: 10)

Kemudian bengawan itu mengirimkan Musa ke apartemen Fir’aun:
فَالْتَقَطَهُ آلُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا
(“Maka diambillah engkau maka dari itu keluarga Fir’aun yang akibatnya ia menjadi musuh dan kepedihan buat mereka.”) (QS. Al-Qashash: 8)

Maksudnya, hal itu sudah menjadi ketetapan dari Yang mahakuasa, di mana mereka semua membunuh semua kanak-kanak anyir maskulin berpangkal Bani Israil karena takut akan munculnya Musa. Tetapi Allah-lah nan menetapkan, dan semata-mata Dia nan memiliki otoritas yang agung dan kekuasaan nan sempurna, mudah-mudahan Musa lain dibesarkan melainkan di atas tempat tidur Fir’aun, makan dan minum dengan makanan dan minumannya dengan disertai kecintaannya dan juga kecintaan isterinya kepadanya.

Tafsir Kemenag: Puas ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dia telah memperkenankan semua permohonan Musa adalah supaya dilapangkan dadanya, dimudahkan urusannya dihilangkan kekakuan dan batu lidahnya, dijadikan Harun saudaranya bagaikan pembantu baginya, sehingga keefektifan dan kemampuannya makin, bahu dagang dengan Harun n domestik melaksanakan tugasnya. Sehingga dia banyak membaca tasbih dan senantiasa ingat dan zikir kepada Allah.

Enam tipe permohonan seperti kerumahtanggaan ayat sebelumnya, diperkenankan maka itu Tuhan demi suksesnya pelaksanaan publikasi nan berat dan sulit itu.

Surah Taha Ayat 37
وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَيْكَ مَرَّةً أُخْرَى

Terjemahan: Dan sesungguhnya Kami telah menjatah nikmat kepadamu pada boleh jadi nan lain,

Tafsir Jalalain:
وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَيْكَ مَرَّةً أُخْرَى
(Dan sepatutnya ada Kami telah memberi eco kepadamu sreg kali yang lain).

Tafsir Ibnu Katsir: Ini adalah pengabulan semenjak Tuhan Ta’ala untuk Nabi-Nya, Musa as. terhadap permintaan yang diajukan kepada Rabbnya, sekaligus bak peringatan baginya akan nikmat-nikmat-Nya yang telah diberikan kepadanya dulu, yaitu mencantol masalah ibunya ketika menyusui dan menghindarkannya semenjak Fir’aun dan para pengikutnya agar lain membunuhnya. Sebab, dia sudah dilahirkan pada tahun di mana Fir’aun dan para pengikutnya membunuh semua bayi laki-junjungan.

Kemudian ibunya membuatkan peti lakukan Musa, anaknya. Lebih lanjut, ibunya menyusuinya lalu menempatkan Musa di dalam kotak itu terlampau menghanyutkannya di sungai Nil, dan mengikatnya dengan tali ke rumahnya. Sesekali, dia pergi untuk mengikatkan tali, kemudian petinya itu lepas darinya dan pergi dibawa sirkulasi sungai, sehingga dia benar-benar merasa terharu dan teruncang, seperti yang diceritakan oleh Tuhan melalui firman-Nya:

“Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya karib saja ia menyatakan kunci tentang Musa, sekiranya enggak Kami teguhkan hatinya.” (QS. Al-Qashash: 10)

Kemudian sungai itu mengirimkan Musa ke apartemen Fir’aun:
فَالْتَقَطَهُ آلُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا
(“Maka diambillah engkau maka itu keluarga Fir’aun yang jadinya dia menjadi imbangan dan kesedihan bagi mereka.”) (QS. Al-Qashash: 8)

Maksudnya, hal itu sudah lalu menjadi kekekalan berpunca Allah, di mana mereka semua membunuh semua bayi laki-laki mulai sejak Anak laki-laki Israil karena takut akan munculnya Musa. Tetapi Allah-lah yang menetapkan, dan tetapi Dia nan memiliki kekuasaan nan agung dan otoritas yang sempurna, agar Musa tak dibesarkan melainkan di atas pembaringan Fir’aun, makan dan minum dengan makanan dan minumannya dengan disertai kecintaannya dan lagi kecintaan isterinya kepadanya.

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini diungkapkan bahwa Allah sudah menganugerahkan kepada Musa bilang eco yang dianugerahkan sonder aplikasi, jauh sebelum Musa memajukan permohonan di atas. Kalau Halikuljabbar sudah berkenan atas kemurahan-Nya memberi Musa banyak nikmat sejak kecilnya minus permohonan lebih dahulu,

maka setelah Musa memohonkan sejumlah hal yang sangat diperlukan kerjakan memperlancar perkembangan dakwahnya, memusat incaran yang ditujunya, tentulah Allah akan memperkenankan permohonannya itu. Delapan karunia sudah diberikan kepada Musa sejak kecilnya.

Surah Taha Ayat 38
إِذْ أَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّكَ مَا يُوحَ

Terjemahan: yakni detik Kami mengilhamkan kepada ibumu suatu nan diilhamkan,

Kata tambahan Jalalain:
إِذْ
(Ialah ketika) lafal Idz di sini mengandung makna Ta’lil
أَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّكَ
(mengilhamkan kepada ibumu) di kerumahtanggaan mimpi, ataupun positif inspirasi, ialah sewaktu ibumu melahirkan dirimu, dan kamu merasa keruh Firaun akan membunuhmu bersama-sebagai halnya anak asuh-anak lanang lainnya nan baru dilahirkan detik itu
مَا يُوحَ
(suatu yang diilhamkan”) mengenai urusanmu. Selanjutnya dijelaskan ilham tersebut internal firman selanjutnya:.

Tafsir Anak laki-laki Katsir: Ini adalah pengabulan dari Allah Ta’ala bagi Nabi-Nya, Musa as. terhadap permintaan nan diajukan kepada Rabbnya, sederum sebagai peringatan baginya akan legit-legit-Nya yang telah diberikan kepadanya dahulu, ialah menyangkut masalah ibunya ketika menyusui dan menghindarkannya terbit Fir’aun dan para pengikutnya hendaknya tidak membunuhnya. Sebab, dia mutakadim dilahirkan pada tahun di mana Fir’aun dan para pengikutnya membunuh semua bayi pria. Kemudian ibunya membuatkan kotak bikin Musa, anaknya.

Selanjutnya, ibunya menyusuinya lalu meletakkan Musa di dalam peti itu lalu menghanyutkannya di kali besar Nil, dan mengikatnya dengan tali ke rumahnya. Sesekali, dia pergi untuk menambatkan tali, kemudian petinya itu absolusi darinya dan memencilkan dibawa persebaran sungai, sehingga dia serius merasa sedih dan teruncang, seperti yang diceritakan makanya Sang pencipta melalui firman-Nya:

“Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir belaka kamu menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya.” (QS. Al-Qashash: 10)

Kemudian wai itu membawa Musa ke kondominium Fir’aun:
فَالْتَقَطَهُ آلُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا
(“Maka diambillah ia oleh keluarga Fir’aun yang karenanya engkau menjadi jodoh dan kesedihan bagi mereka.”) (QS. Al-Qashash: 8)

Maksudnya, hal itu sudah menjadi abadiah dari Allah, di mana mereka semua menjagal semua jabang bayi laki-laki dari Bani Israil karena takut akan munculnya Musa. Tetapi Sang pencipta-lah yang menetapkan, dan sahaja Dia yang memiliki kekuasaan yang agung dan kekuasaan yang kamil, agar Musa tidak dibesarkan melainkan di atas arena tidur Fir’aun, makan dan minum dengan makanan dan minumannya dengan disertai kecintaannya dan lagi kecintaan isterinya kepadanya.

Surah Taha Ayat 39
أَنِ اقْذِفِيهِ فِي التَّابُوتِ فَاقْذِفِيهِ فِي الْيَمِّ فَلْيُلْقِهِ الْيَمُّ بِالسَّاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّي وَعَدُوٌّ لَّهُ وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّي وَلِتُصْنَعَ عَلَى عَيْنِي

Terjemahan: Yaitu: “Letakkanlah ia (Musa) didalam boks, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), maka tentu sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil maka itu (Fir’aun) musuh-Ku dan musuhnya. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang menclok dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku,

Kata keterangan Jalalain:
أَنِ اقْذِفِيهِ
(Yaitu, “Letakkanlah ia) tarohlah ia
فِي التَّابُوتِ فَاقْذِفِيهِ
(di dalam sebuah peti, kemudian lemparkanlah ia) yakni peti itu
فِي الْيَمِّ

(ke wai) yakni kali besar Nil
فَلْيُلْقِهِ الْيَمُّ بِالسَّاحِلِ

(maka pasti sungai itu membawanya ke riol) ke pinggirnya. Kata perintah di sini mengandung makna kalimat berita

يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّي وَعَدُوٌّ لَّهُ
(meski diambil oleh bandingan-Ku dan musuhnya) yaitu kanjeng sultan Firaun.
وَأَلْقَيْتُ
(Dan Aku sudah melimpahkan) selepas Firaun mengambil anakmu darimu
عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّي
(kepadamu kasih sayang yang cak bertengger daripada-Ku) biar semua khalayak merasa kasih sayang kepadamu, suntuk Firaun akan merasa sayang kepadamu, demikian pula setiap individu yang melihatmu
وَلِتُصْنَعَ عَلَى عَيْنِي
(dan supaya ia diasuh di bawah pengawasan-Ku) ia dipelihara di radiks asuhan dan penjagaan-Ku.

Kata keterangan Bani Katsir: Maka itu karena itu, Halikuljabbar Ta’ala merenjeng lidah:
يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّي وَعَدُوٌّ لَّهُ وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّي

(“Supaya diambil oleh [Fir’aun] musuh-Ku dan musuhnya; Dan Aku telah melimpahkan kepadamu rahmat sayang yang datang bermula-Ku.”) Yakni, Aku jadikan musuhmu mencintaimu.

Adapun firman-Nya:
وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّي
(“Dan Aku mutakadim menumpahi kepadamu kasih camar nan nomplok dari-Ku,”) Salamah kedelai Kahil mengatakan: “Aku jadikan hamba-hamba-Ku mencintaimu.”

وَلِتُصْنَعَ عَلَى عَيْنِي
(“Dan biar beliau diasuh di asal pemeriksaan-Ku.”) Debu
Imran al Juni mengatakan:

“Diasuh dengan pengawasan Allah.” Qatadah mengatakan: “Dia makan di radiks penapisan-Ku.” Mu’ammar kacang al-Mutsanna mengatakan: “Yakni, di mana Aku (Allah) dapat langsung melihat.”Abdurrahman polong Zaid kedelai Aslam mengatakan: “Yaitu, Aku tempatkan dia di kondominium sang raja, bersenang-gemar dan menikmati kemewahan. Makanannya di tengah-perdua mereka adalah makanan raja. Itulah pengasuhan terhadap Musa.”

Adverbia Kemenag: Saat ibu Musa dalam hal buncah, maka sira diperintahkan Almalik supaya mengedrop anaknya di dalam boks yang dibuat beres dan kuat, kemudian melemparkannya ke sungai Nil. Perintah ini dilaksanakan oleh Ibu Musa dengan segera yang akhirnya peti itu jatuh ke tangan Firaun, saingan Halikuljabbar dan antagonis Musa sendiri lega waktu mendatang.

Diriwayatkan bahwa sreg suatu senja Firaun dan istrinya duduk leha-leha di selokan sungai Nil, start-tiba terpandang olehnya sebuah peti tidak jauh dari tempatnya. Disuruhnyalah putri-dayangnya mencuil peti itu dan membawanya ke hadapannya. Ketika peti itu dibuka kelihatanlah sendiri bayi pria nan cakap.

Alangkah senangnya istri Firaun mengaram bayi itu. Kasih sayang dan cintanya pun kepada orok itu dulu betul-betul. Maka diambilnyalah bayi itu dan dipelihara serta dididik di istananya. Inilah pemberian yang pertama. Karunia nan kedua yakni, bahwa Tuhan mutakadim menitikkan kasih sayang yang ceria kepada Musa dan anugerah itu telah ditanamkan ke internal setiap hati orang.

Siapapun nan memandang kepada Musa akan merasa kasih cangap kepadanya. Jadi tidak heran kalau Firaun dan istrinya merasa sayang dan gegares kepada Musa, sehingga isterinya berkata kepada suaminya, sebagaimana tertulis di dalam Al-Qur’an:

Dan istri Firaun berkata, “(Dia) adalah pendingin mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah anda membunuhnya, mudah-mudahan dia berguna kepada kita alias kita ambil dia menjadi anak,” sedang mereka tidak menyadari. (al-Qashash/ 28: 9)

Karunia ketiga ialah diasuhnya Musa di keraton Firaun di sumber akar pemeriksaan dan pengamatan Tuhan serta dijaganya berpokok segala hal nan akan mengganggunya, saat ia diasuh oleh keluarga Firaun insan kejam yang tidak mengenal perikemanusiaan itu.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama peranakan Surah Taha Ayat 36-39 bersendikan Tafsir Jalalain, Tafsir Bani Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga meninggi khazanah guna-guna Al-Qur’an kita.

  • Author
  • Recent Posts

M Resky S

Source: https://pecihitam.org/surah-taha-ayat-36-39-terjemahan-dan-tafsir-al-quran/

Posted by: caribes.net