Sumber gambar: www.ck12.org
Sumber rang: www.ck12.org

Pernahkah anda melihat tumbuhan yang hidup menempel pada sebuah pokok kayu? Tahukah beliau habitus berpangkal tumbuhan tersebut? Ya, habitus pokok kayu tersebut adalah epifit. Hutan tropis Indonesia memiliki keanekaragaman hayati pokok kayu yang pangkat dalam bentuk habitus pohon, herba, belukar, liana, dan epifit. Keseleo satu kelompok tumbuhan yang menyusun ekosistem alas nan juga mempunyai variabilitas nan tinggi misalnya adalah epifit (Febriliani
et al. 2022).

Sumber gambar: www.ezoticrainforest.com
Sumber bagan: www.ezoticrainforest.com

Epifit merupakan kerumunan tumbuhan yang tumbuh dan semangat dengan mandu menempel pada tumbuhan lain misalnya tumbuhan untuk memperoleh kebutuhan hidupnya berwujud air, kilat rawi, dan menyerap molekul-partikel hara bermula kulit mayit tanaman penumpu yang membusuk. Epifit tidak digolongkan ke dalam sakat karena berpunya menciptakan makanannya sendiri cak bagi pertumbuhan melalui proses fotosintesis. Di dalam satu ekosistem hutan, keberadaan epifit lalu terdepan karena kadangkala berlambak menyempatkan tempat tumbuh lakukan organisme enggak seperti semut pokok kayu (Indriyanto 2008). Epifit boleh memperoleh unsur hara melalui tepung, sampah organik, tanah yang dibawa maka itu semut atau kiyek, kotoran titit, dan lain-lain. Tempat yang memiliki curah hujan abu yang patut, di sekeliling sumber, batang air maupun air terjun merupakan arena nan mempunyai kelimpahan epifit yang tinggi (Van Steenis
et al. 2006).

Sumber gambar: www.pixabay.com
Sumber rangka: www.pixabay.com

Pohon epifit mempunyai keragaman yang tinggi, kurang lebih 30000 jenis atau sekitar 10% berpangkal seluruh tumbuhan berpembuluh adalah epifit. Jumlah tersebut kemudian terbagi menjadi 850 genus dan 65 famili. Famili Orchidaceae mempunyai jumlah terbanyak, adalah 25000 keberagaman, 3000 jenis paku-pakuan, 3000 jenis kelas bawah Dicotyledonae dan sisanya yaitu Gymnosperame (Benzing 1981; Mitchell 1989).

Daftar pustaka

Febriliani, Ningsih, Muslimin S. 2022. Analisis vegetasi habitat anggrek di seputar Danau Tambing Negeri Taman nasional Lore Sakit.
Jurnal Warta Rimba
1(1): 1-9.

Indriyanto. 2008.
Ekologi Alas. Jakarta (ID): PT Bumi Fonem.

Benzing DH. 1981. Bark surfaces and the origin and maintenance of diversity among angiosperm epiphytes: a hypothesis.
Selbyana
5(3): 248-255.

Mitchell A. 1989. Between the trees the canopy community. Privat Silcock L, penyunting.
The Rainforest: A Celebrition. The Living Earth Foundation. London (UK): Cresset Pr.

Van Steenis CGGJ, Hamzah, Toha M. 2006.
Mountain Flora of Java. Leiden (NL): Brill Academic Publishers.