Tari Kebyar Berasal Dari Daerah

Pulau Sumatera yaitu keseleo satu pulau besar yang ada di Indonesia. Sumatra juga merupakan pulau keenam terbesar di mayapada yang terletak di Indonesia, dengan luas 473.481 km².

Jumlah Warga pulau di Sumatera tercatat ada sekitar 57.940.351. Pulau Sumatera ini dulunya pun dikenal pula dengan nama lain yaitu Pulau Percha, Andalas, maupun Suwarnadwipa.

Secara umum, pulau Sumatra didiami oleh bangsa Jawi, nan terbagi ke dalam bilang suku. Suku-tungkai besar merupakan Aceh, Batak, Jawi, Minangkabau, Besemah, Rejang, Ogan, Komering, dan Lampung.

Peta Kepulauan nias dan sinabang di Sumatera

Denah Kepulauan nias dan sinabang di Sumatera – foto romadecade.com

Di wilayah pesisir timur Sumatra dan di beberapa daerah tingkat-metropolis seperti Arena, Batam, Palembang, Pekanbaru, dan Pangkalan Lampung, banyak bermukim etnis Tionghoa dan India.

Ain pencaharian pemukim Sumatra sebagian raksasa seumpama petani, nelayan, dan pelimbang.

Penduduk Sumatra mayoritas beragama Islam dan sebagian boncel yaitu penganut ramalan Kristen Protestan, terutama di wilayah Tapanuli dan Toba-Samosir, Sumatra Utara.

Di wilayah perkotaan, seperti Medan, Pekanbaru, Batam, Bawah Maman, Palembang, dan Bandar Lampung dijumpai beberapa penganut Buddha.

Padalah berikut ini saya merangkum ada 10 Tari Adat Tradisional mulai sejak Sumatera yang cukup tenar dan sering dipentaskan diberbagai program baik di wilayah atau di luar Sumatera itu sendiri (List Arbitrer).

1. Tari Sekapur Sirih

Tari Sekapur sirih merupakan tarian selamat datang kepada tamu-peziarah osean di Distrik Jambi, Gugusan pulau Riau, Riau dan sekali lagi Bengkulu.

Tarian ini pun terkenal di Malaysia perumpamaan tarian wajib kepada petandang besar.

Tari Sekapur Sirih

Tari Kata sambutan – foto @adhyaksa.nusantara

Keagungan n domestik gerak yang lembut dan halus menyatu dengan iringan nada serta puisi yang ditujukan bagi para tamu.

Memegang dengan hati yang putih muka yang jernih menunjukkan keramahtamahan bagi tetamu nan dihormati.

Tari ini menggambarkan ungkapan rasa bersih jujur masyarakat privat menjabat petandang.

Tari Kata sambutan kebanyakan ditarikan oleh 9 orang penari pemudi, dan 3 orang penayub laki-laki, 1 cucu adam nan bertugas membawa payung dan 2 cucu adam mat kodak.

Propetri yang digunakan pada Tari Kata sambutan yaitu cerano/medan yang berisikan kepingan daun serasa, payung, keris.

Untuk Pakaianya yakni pakaian lingkar /adat Jambi, iringan irama langgam melayu dengan alat musik yang terdiri dari: biola, gambus, akordion, kompang, kemung dan gendang.

2. Tari Piring

Tari Piring

Tari piring – foto @ayukurniati05

Tari adat Tradisional lebih jauh yang berasal berusul Sumatera adalah Tari piring. Tari Piring yakni tarian tradisional Minangkabau yang menampilkan atraksi memperalat piring.

Para penari mengayunkan piring di tangan menirukan aksi-gerakan cepat nan teratur, minus satu sekali lagi piring rontok dari tangan.

Aksi Tari piring diambil dari anju-awalan intern silat Minangkabau atau silek.

Tari ini dipopulerkan makanya Huriah Lanang. Ketika ini, tari piring dipertunjukkan bikin penyambutan tamu terhormat atau prolog upacara resan.

Bersama dengan tari surat sita, pendet, dan jaipong, tari ini menjadi disko tersohor Indonesia nan bosor makan ditampilkan di tempat promosi pariwisata dan kebudayaan Indonesia.

3. Tari Indang / Tari Dindin Badindin

Joget adat tradisional yang juga patut terkenal berbunga Sumatera adalah Tari Badang. Tari Indang adalah tarian khas ataupun joget adat yang semenjak dari Pariaman, Sumatera Barat.

Tari Indang dikenal juga dengan keunggulan Tari Badindin, Tari Dindin Badindin, atau Tari Indang Badindin yang semuanya merujuk pada lagu pengiring joget ini, “dindin badindin“.

Tari Dindin Badindin atau Tari Indang

Tari Dindin Badindin alias Tari Indang – foto @putilimojurai_group

Tentang istilah “badang” mewakili alat musik sejenis kompang namun ukurannya makin katai, berkisar 18-15 cm. Privat keadaan ini, indang difungsikan andai metronom (pengatur tempo).

Tari tradisional ini adalah satu bentuk sastra lisan nan disampaikan secara berkelompok.

Selain perumpamaan tari keagamaan nan difungsikan bak wahana dakwah Islam, saat ini Tari Indang juga yakni tari perhubungan muda-mudi.

Dihadirkan dengan gerakan yang kompak, dinamis dan cenderung ceria. Hal ini para penarinya dituntun bagi selalu bekerja sama antara satu dengan nan lainnya.

Ajojing Gadang merupakan tari muda-mudi yang ditampilkan primitif sehingga tidak ada manajemen hias tunggal pada wajah pemainnya.

Peristiwa ini juga bertindak puas busana, para pemain Tari Indang rata-rata menggunakan seragam sederhana tersendiri Minangkabau.

Secara keseluruhan, tari ini merepresentasikan masyarakat Pariaman yang bersahaja, saling menghormati, serta konsisten memeluk agamanya.

4.Tari Tanggai

Tari tanggai merupakan riuk satu Tari adat Tradisional bermula Sumatera khususnya Sumatera Daksina nan pas Terkenal.

Tari Tanggai ialah sebuah tarian yang disajikan lakukan memegang pengunjung nan sudah memenuhi undangan. Tari tanggai biasanya dipertontonkan dalam acara ijab kabul adat area Palembang.

Tari Tanggai

Tari Tanggai – foto ig @_dwi1306

Tari tanggai menggambarkan keramahan, dan rasa khidmat masyarakat Palembang atas kedatangan sang tamu dan dalam tari ini tersirat sebuah makna ucapan selamat datang dari manusia nan mempunyai programa kepada para peziarah.

Tari tanggai memiliki persamaan dengan tari Gending Sriwijaya. Perbedaannya merupakan Tari tanggai dibawakan oleh 5 orang sementara itu tari Gending Sriwijaya dibawakan makanya 9 orang dan radas penari Gending Sriwijaya lebih lengkap dibandingkan dengan Tari tanggai.

Penari tari Tanggai memperalat pakaian spesifik provinsi sama dengan cemping songket, dodot, pending, kalung, sanggul malang, kembang urat atau ramai, tajuk cempako, kembang goyang.

Silam suka-suka tanggai yang berbentuk kuku terbuat bersumber paisan tembaga dan kerana tanggai yang dipakai penandak, maka tari ini dinamakan tari tanggai.

5.
Tarian Cangget

Tari Cangget merupakan riuk satu tari tradisi yang dimiliki maka itu awam Lampung beradat pepadun.

Sreg tahun 1942 sebelum kedatangan Jepang ke Indonesia, Tari Cangget ditampilkan bikin program gawi sifat, seperti saat panen raya, seremoni mendirikan apartemen maupun lakukan mengantar orang yang akan menyingkir haji.

Tari Cangget

Tari Cangget – foto @insta_lampung_kita

Tari Cangget sering digunakan kerjakan mengiringi seremoni perkawinan yang didalamnya terdapat juga pemberian gelar adat atau naik pepadun.

Upacara menanjak pepadun mempunyai makna dan filosifi yang luhur. Dimana seorang nan mutakadim diberi gelar diharapkan dapat dan mampu menjalankan kewajibannya dan menjadi panutan di lingkungannya.

Tarian Cangget yang menjadi ciri spesial insan Lampung terdiri dari sejumlah varietas, begitu juga Tari Cangget Nyamuk Temui adalah joget yang dibawakan makanya para pemuda dan putri privat upacara menyambut tamu agung nan berkunjung ke daerahnya.

Tari Cangget Bakha adalah tarian yang dimainkan makanya pemuda dan kuntum pada saat bulan purnama atau selesai pengetaman (Bilamana seremoni penuaian raya).

Tari Cangget Penganggik yakni tarian yang dimainkan oleh teruna dan pemudi saat menerima anggota mentah.

Tari Cangget Pilangan adalah disko yang dimainkan oleh para cowok dan pemudi momen mereka melepas riuk seorang anggota yang menikah dan menyingkir ke asing desa, mengimak istri ataupun suami.

Tari Cangget Agung adalah dansa yang dimainkan maka dari itu para perjaka dan pemudi pada saat upacara rasam pengangkatan seorang menjadi Atasan Adat (Pepadun).

6 . Tari Tor-Tor

Tortor Batak Toba adalah jenis tarian purba dari Batak Toba nan berasal dari Sumatra Utara yang meliputi kewedanan Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir dan Samosir.

Tari Tortor adalah tarian seremonial yang disajikan dengan musik gondang.

Secara fisik Tari Tor-tor ialah tarian, namun makna nan kian mulai sejak sekadar sekadar operasi-gerakannya menunjukkan tortor yakni sebuah media komunikasi, di mana melalui usaha yang disajikan terjadi interaksi antara partisipan formalitas.

Tari Tor Tor

Tari Tor Tor – foto @tortor_batak

Tortor dan musik gondang ibarat koin yang tidak dapat dipisahkan. Sebelum acara dilakukan, secara terbabang, terlebih dahulu tuan rumah (Hasuhutan) mengamalkan acara partikular yang dinamakanJompo ni Gondang, sehingga berkat darigondang sabangunan.

Ada banyak pantangan yang tak diperbolehkan momen manortor, sebagaimana tangan si penari tak boleh melintasi batas sepadan bahu ke atas.

Tapi bila itu dilakukan berarti si penari sudah siap menantang boleh jadi juga dalam parasan ilmu mistik, atau tanding pencak silat (moncak), alias adu tenaga batin dan lain-lain.

Tari tortor digunakan laksana sarana penyampaian batin baik kepada semangat-roh karuhun dan alias kepada orang yang dihormati (tamu-pengunjung) dan disampaikan dalam bentuk tarian menunjukkan rasa horma

7. Tari Saman

Tari Surat sita adalah sebuah tarian Suku Gayo yang lumrah ditampilkan untuk memestakan kejadian-peristiwa utama dalam adat. Syair dalam joget surat sita mempergunakan Bahasa Gayo.

Selain itu biasanya tarian ini sekali lagi ditampilkan lakukan merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tari Saman

Tari Saman – foto @fakhri_04_

Dalam beberapa literatur menamakan tari saman di Aceh didirikan dan dikembangkan maka itu Syekh Saman, seorang ulama yang bersumber dari Gayo di Aceh Tenggara.

Tari saman ditetapkan UNESCO misal Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia.

Tari saman lazimnya ditampilkan tidak memperalat iringan alat musik, akan doang menunggangi suara dari para penari.

Selain itu juga sura tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka perumpamaan sinkronisasi dan menghempaskan awak ke berbagai macam arah.

Tarian ini dipandu oleh koteng pembesar yang lazimnya disebut syekh.

Karena keseragaman formasi dan akurasi waktu adalah suatu prakondisi internal menampilkan tarian ini, maka para bedaya dituntut kerjakan memiliki pemfokusan yang tinggi dan pun latihan yang serius kiranya dapat tampil dengan sempurna.

Tari saman ini bisanya di khususkan ditarikan oleh para pria.

8.Tari Tabot

Bengkulu merupakan tempat di pantai barat Pulau Sumatra. Bengkulu yakni provinsi yang dahulu perikatan gemuk di bawah kawasan Kesultanan Banten dan Imperium Inderapura.

Terdapat bilang gelanggang bersejarah maupun wisata kalimantang menyedot yang dapat dikunjungi di Bengkulu.

Tari Tabot Bengkulu

Tari Tabot Bengkulu – foto @rwrydntha

Salah satu ajang bersejarah di Bengkulu yakni flat rumah tahanan Bung Karno. Selain itu terdapat pula Benteng Marlborough nan dibangun detik Inggris berkuasa di negeri ini pada 1713-1719.

Di samping bekas-kancah tersebut, Bengkulu pula mempunyai adat yang sering dirayakan dalam festival tahunan ialah Festival Tabot Bengkulu.

Sifat Tabot Bengkulu pun memberikan inspirasi buat menciptakan Tari Tabot Bengkulu.

Festival Tabot Bengkulu merupakan pelecok satu festival yang menghadirkan bervariasi kesenian. Nuansa Islam kental dengan festival ini.

Beberapa pertunjukan seni kerumahtanggaan festival ini antara lain Tari Tabot, pertunjukan rebana, dan ritual memandu tabot.

9. Tari Tandak

Tari Tandak adalah tarian dan juga buaian. Rang tariannya konkret puisi lama yang silih berimbal-pencong antara kerumunan lelaki dan wanita.

Lagu alias pantun puas dansa ini berisi adapun situasi-hal yang ada di bumi maupun mengenai usia sehari-tahun manusia.

Tari Tandak merupakan tarian perikatan yang suntuk digemari atau disukai di area Riau.Tari ini yakni wasilah antara seni tari dan sastra, biasanya dipertunjukan pada malam hari.

Ajojing ini diawali dengan semua peserta tari tandak mewujudkan sebuah halangan dan saling saling memegang bahu setiap pelajar.

Tari Tandak

Tari Tandak

Lantas para peserta bepergian sambil mengangkat kaki dan menghentakannya ke tanah. Pada tari tandak biasanya dipimpin oleh sendiri yang disebut penasihat ngejang.

Superior ngejang bertugas sebagai pemberi irama sreg operasi tari tandak, dan berdiri di tengah-tangah peserta dengan memainkan alat giring-giring yang berbahan ferum maupun perak berganduh kangsa.

Tarian ini bertujuan sebaiknya pemuda dan dayang mempunyai kesempatan untuk bertumbuk. Pertemuan itu kadang-kadang berakhir puas terpaut.

Tari Tandak menjadi alat angkut silaturahmi tempat bertemunya antara cowok dan pemudi antar kampung.

Banyak pasangan suami gendak nan bermula berbunga persuaan program tari Tandak ini namun suka-suka pula yang kisah cintanya lain direstui pihak keluarga.

Ajojing ini melambangkan interelasi perikatan yang terjalin antara kebalikan-musuh yang berlainan kampung. Disko ini juga menciptakan rasa lega dada antar kampung.

Dalam taria ini, semua peserta adil memintal pasangan.Karena tarian ini merupaka hiburan serampak silaturahmi, program ini banyak dihadiri maka dari itu warga, dari anak kecil sampai orang dewasa.

Secara rutin acara tari tandak ini dilaksanakan setiap bulan  Juli-Oktober setiap tahunnya, di mana sreg bulan-bulan tersebut para petani usai melaksanakan pengetaman.

10. Tari Campak

Tari Campak

Tari Campak – @dhorindlewer

Tari Campak ialah tarian bermula daerah Bangka-Belitung yang menggambarkan keceriaan bujang dan dayang di Kepulauan Bangka Belitung. Tarian ini umumnya dibawakan pasca- penuaian padi atau sepulang semenjak ume (tipar).

Tari ini digunakan juga bak hiburan privat majemuk kegiatan seperti penyambutan tamu atau lega pesta pernikahan di Bangka Belitung.

Tarian ini berkembang pada musim penaklukan nasion Portugis di Bangka Belitung.

Hal ini bisa dilihat dari beberapa ragam lega tari Campak antara lain akordion dan pakaian pada penandak amoi nan lampau kental dengan gaya Eropa.

***

Itulah 10 Ajojing Tradisional dari Sumatera yang wajib kalian ketahui dan hingga sekarang masih sering ditampilkan.

Source: https://kataomed.com/budaya/10-tari-adat-tradisonal-dari-sumatera-yang-terkenal

Posted by: caribes.net