Tari Saman Diperagakan Dengan Posisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia nonblok

Pertunjukan tari Saman di sekitar candi Borobudur.

Tari Saman
adalah riuk satu media untuk menyampaikan pesan atau dakwah. Disko ini mencerminkan pendidikan, keimanan, bermartabat santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.

Sebelum saman dimulai yaitu bagaikan mukaddimah atau perkenalan awal, tampil koteng tua cerdik ahli atau pemuka rasam cak bagi mengoper publik setempat (keketar) atau ular-ular-nasihat nan berguna kepada para pemain dan spektator.

Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan berkelanjutan, pemainnya terdiri berpokok adam-pria yang masih muda-mulai dewasa dengan memakai pakaian sifat. Pengutaraan tarian tersebut dapat juga dipentaskan, dipertandingkan antara grup tamu dengan grup sepangkalan (dua grup). Penilaian dititik beratkan pada kemampuan masing-masing grup kerumahtanggaan mengikuti gerak, tari dan lagu (tembang) nan disajikan oleh pihak tara.

Nyanyian

[sunting
|
sunting sumber]

Buaian para penari menambah kedinamisan berpangkal tarian saman. Cara merinaikan lagu-lagu n domestik tari surat sita dibagi privat 5 varietas:

  1. Rengum, ialah auman yang diawali makanya pengangkat.
  2. Dering, yakni rengum yang segera diikuti maka itu semua penari.
  3. Redet, yaitu lagu singkat dengan kritik sumir yang dinyanyikan oleh koteng penari pada bagian tengah tari.
  4. Syekh, adalah lagu yang dinyanyikan oleh sendiri penayub dengan suara tangga pangkat mendengking, biasanya perumpamaan tanda pertukaran gerak.
  5. Saur, yaitu lagu nan diulang bersama maka itu seluruh penari setelah dinyanyikan maka dari itu peronggeng individual.

Kampanye

[sunting
|
sunting mata air]

Disko Saman menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur radiks dalam joget saman, yakni tepuk tangan dan dabik. Diduga, ketika menyebarkan agama Islam, Syekh Surat sita mempelajari joget Melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah islam demi melancarkan dakwahnya. Dalamam konteks kekinian, dansa ritual yang bersifat religius ini masih digunakan sebagai media untuk menyodorkan pesan-pesan dakwah melampaui pertunjukan-pertunjukan.

Tari Saman termasuk riuk satu tarian yang memadai unik, karena hanya memajukan gerak tepuk tangan dan aksi-manuver lainnya, seperti
gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring
(semua gerak ini menggunakan bahasa Bahasa Gayo).

Penari

[sunting
|
sunting sumur]

Puas galibnya, tarian surat sita dimainkan oleh belasan atau puluhan pria, tetapi jumlahnya harus ganjil. Pendapat bukan mengatakan tarian ini ditarikan kurang makin berasal 10 hamba allah, dengan rincian 8 bedaya dan 2 orang seumpama pemberi aba-aba serampak bernyanyi. Doang, dalam perkembangan sreg era maju yang menuntut bahwa suatu tarian itu akan semakin semarak apabila ditarikan oleh penayub dengan jumlah yang lebih banyak. Untuk mengatur berbagai gerakannya ditunjuklah koteng pemimpin yang disebut syekh. Selain mengatur manuver para peronggeng, syekh sekali lagi bertugas menembang syair-sajak lagu saman, yakni ganit.

Galeri

[sunting
|
sunting sumber]

Lihat pula

[sunting
|
sunting sumber]

  • Tari Didong
  • Tari Likok Pulo
  • Tari Rapa’i Geleng
  • Tari Rateb Meuseukat
  • Tari Ratoh Duek
  • Tari Seudati
  • Tari Ula-ula Lembing
  • Tari Bines

Pranala luar

[sunting
|
sunting sendang]

  • Video di YouTube
  • (Inggris)
    Saman dance – UNESCO: List of Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding – 2022



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Saman

Posted by: caribes.net