Teknik Memainkan Alat Musik Kolintang

Menelusuri Ki kenangan Instrumen Nada Kolintang, Cara Memainkan, sebatas Perkembangannya di Mutakhir

Peranti nada bawah Minahasa ini ternyata punya sejarah dan cara memainkan yang cukup unik

Menelusuri Sejarah Alat Musik Kolintang, Cara Memainkan, hingga Perkembangannya di Masa Kini

Alat musik kolintang merupakan salah satu alat irama yang berpokok dari Minahasa, yaitu salah suatu kabupaten di Kewedanan Sulawesi Utara.

Kaki Minahasa merupakan suku yang muncul mulai sejak peleburan plural suku bangsa yang masuk ke Sulawesi Utara.

Suku ini memiliki kebudayaannya sendiri, seperti bahasa, adat istiadat, dan kesenian sebagai halnya tari serta alat musiknya.

Mengutip laman Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, alat musik kolintang dikenal laksana alat irama perkusi bernada yang terbuat dari tiang.

Terdapat kisah sejarah yang cukup unik tentang bawah mula perlengkapan irama ini.

Kalau Moms mau tahu album dan cara memainkan alat nada Kolintang, Moms terlazim menyimak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca Sekali lagi:
6 Rekomendasi Mainan Alat Nada untuk Anak, Banyak Manfaatnya!

Mengenal Sejarah Alat Nada Kolintang

Sejarah Alat Musik Kolintang

Foto: Rekaman Organ Irama Kolintang

Foto: liputan6.com

Mengutip artikel berbunga Indonesia Kaya, plong zaman dulu, cak semau sebuah desa yang indah bernama To Un Rano atau yang masa ini dikenal dengan nama Tondano.

Di desa itu terdapat seorang kuntum nan kecantikannya silam terkenal ke seluruh pelosok desa. Banyak pemuda yang drop hati padanya dan kepingin meminangnya.

Tak tetapi cantik, perempuan yang bernama Lintang ini juga dikenal ahli menyanyi dan suaranya pun lalu merdu.

Pada suatu tahun, suka-suka sebuah pesta muda-mudi di To Un Rano. Habis datang Makasiga, seorang teruna dakar nan tampan, yang punya keahlian di bidang ukir-tatahan.

Ia berusaha lakukan meminang Lintang, namun Lintang hanya akan menerimanya dengan satu syarat. Syaratnya adalah, Makasiga harus mencari alat musik yang bunyinya makin merdu dari seruling emas.

Diberi tantangan tersebut, Makasiga pun berkelana keluar-masuk hutan untuk mencari alat nada nan dimaksud.

Bakal menghangatkan jasad di malam periode, Makasiga pun membelah-belah kayu bagi kemudian ia jemur.

Setelah kering, belahan kayu itu diambil suatu persatu dan dilemparkannya ke arena bukan.

Baca Pula:
Apa Manfaat Balita Belajar Bermain Gawai Musik Sejak Prematur?

Lega ketika itulah Makasiga mendengar obstulen-bunyian nan amat nyaring nan merdu.

Makasiga gemar tidak kepalang dan berkat ketekunan dan keuletannya, Makasiga berakibat membuat alat irama yang kemudian sebatas masa ini dikenal dengan Kolintang.

Gambar radas musik Kolintang ini terbilang unik. Yaitu namun serangkaian bilah kayu yang disusun di atas sebuah rak dengan format belebas yang semakin menyusut (mengecil).

Panjang-sumir mistar juga menyesuaikan nada yang ingin dihasilkan.

Internal sebuah rak, ada dua baris jidar nada kayu, yang mana setiap nadanya, baik di rak atas ataupun rak radiks n kepunyaan tinggi nada yang berbeda.

Semakin banyak jidar, maka semakin lebar jangkauan irama yang bisa dihasilkan.

Kata “kolintang” lagi bermula berasal bunyi “tong” buat musik abnormal, “ting” cak bagi nada tahapan, dan “kakaktua” cak bagi nada tengah.

Adv amat, orang Minahasa biasanya mengajak bermain kolintang dengan mengatakan “Mari kita ber-tong-ting-kakaktua” ataupun kerumahtanggaan bahasa provinsi Minahasa “Maimo Kumolintang”.

Oleh karena itu, muncul istilah Kolintang bikin menyebut instrumen musik ini.

Baca Kembali:
Ragam Rok Adat Jawa Timur dan Keunikannya

Mandu Memainkan Alat Irama Kolintang

Cara Memainkan Alat Musik Kolintang

Foto: Mandu Memainkan Instrumen Irama Kolintang

Foto: blibli.com

Sebagai halnya yang disebutkan sebelumnya, kayu ialah korban utama dalam alat musik ini.

Pendirian memainkan alat irama kolintang juga sangat mudah. Jika dipukul dengan pemukul konkret stik, ia menghasilkan bunyi-bunyi yang nyaring dan merdu.

Bunyi yang dihasilkan ini bisa sampai ke musik-nada tinggi maupun rendah.

Seperti radas musik tradisional lainnya, kolintang bisa dimainkan dengan kaidah dipukul dengan stik khas. Uniknya, Moms harus memainkan alat irama ini dengan 3 stik sekaligus.

Jadi, kolintang jelas berbeda dengan variasi alat musik tradisional lainnya, seperti mana gambang atau gamelan.

Untuk memainkan kolintang dengan baik, Moms harus menggenggam 2 stik di fragmen ajudan, sementara di 1 stik lainnya Moms jabat di tangan kiri.

Saja, jangan khawatir, masih ada beberapa jenis organ musik Kolintang lainnya yang dimainkan cukup dengan menggunakan 2 stik belaka.

Kolintang jenis ini rata-rata tersurat ke dalam jenis kolintang bass atau tipe melodi.

Kaidah Membuat Perabot Musik Kolintang

Cara Membuat Alat Musik Kolintang

Foto: Cara Membuat Alat Musik Kolintang

Foto: cintaindonesia.web.id

Bakal membuat alat musik Kolintang, varietas kayu yang digunakan adalah kusen telur, bandaran, wenang, kakinik atau tipe gawang tidak yang ringan tetapi bertekstur padat dan jamur kayunya tersusun rapi membentuk garis-garis horizontal.

Plong mulanya, alat musik ini tetapi terdiri semenjak beberapa hunjam kayu yang diletakkan berbaris di atas kedua tungkai pemainnya yang duduk di tanah.

Kemudian sang anak bangsawan akan mengedrop posisi kedua kaki lurus ke depan. Seiring berjalannya musim, penggunaan suku pemain ini diganti dengan 2 kunarpa mauz.

Boks resonator kembali mulai digunakan sejak kerelaan Pangeran Diponegoro dan pengikutnya bagi menjalani pengasingan di Minahasa lega masa 1830 yang membawa seperanggu gamelan.

Lakukan bahan peti resonator, biasanya digunakan gawang keras seperti jati ataupun mahoni.

Baca Kembali:
Benarkah Pengobatan Musik Mendukung Jalan Bayi Prematur?

Kolintang, Lewat dan Kini

Kolintang, Dulu dan Sekarang

Foto: Kolintang, Dulu dan Sekarang

Foto: blibli.com

Eksploitasi organ musik Kolintang juga masih dempet kaitannya dengan kepercayaan tradisional rakyat Minahasa seperti pada upacara-seremoni pemujaan arwah leluhur.

Namun, seiring waktu kejadian tersebut mulai ditinggalkan.

Jessy Wenas kerumahtanggaan
Sejarah dan Kultur Minahasa
menuliskan bahwa alat musik ini kembali terkenal berbintang terang koteng tunanetra bernama Nelwan Katuuk.

Ia juga yang menyusun musik kolintang menurut tangga nada diatonis dan diperkenalkan makin luas pula lega tahun 1940.

Lampau, kolintang hanya terdiri dari satu perlengkapan melodi yang terdiri terbit susunan nada diatonis, dengan jarak irama merupakan 2 oktaf.

Andai pengarak, alat nada ini digunakan bersama perlengkapan-alat irama bersenar seperti gitar listrik, ukulele dan bas.

Namun puas 1954, kolintang mutakadim memiliki jarak nada dua sehelai oktaf dan masih tetap memiliki susunan nada diatonis.

Kemudian puas 1960, berkembang sekali lagi hingga mengaras tiga segumpal oktaf dengan nada 1 kres, naturel, dan 1 mol.

Pangkal nadanya masih terbatas pada 3 kunci yakni naturel, 1 mol, dan 1 kruis, dan jarak nadanya berkembang lagi menjadi catur sehelai oktaf berbunga F sampai dengan C.

Sebagai instrumen musik, Kolintang sekarang berkembang. Pada awalnya hanya instrumen kolintang melodi, belaka detik ini Kolintang kamil memiliki hingga sembilan alat.

Alat tersebut antara lain: melodi 1 (ina esa), melodi 2 (ina rua), melodi 3 (ina taweng), cello (cella), bass (loway), tenor 1 (karua), tenor 2 (karua rua), alto 1 (uner), alto 2 (uner rua), ukulele atau alto 3 (katelu).

Kolintang melodi berfungsi laksana pengiring lagu dan umumnya anak komidi melodi menggunakan 2 ataupun 3 pemukul.

Jika riuk satu pemukul memainkan lagu, martil lainnya akan memainkan kombinasinya atau nada-irama improvisasi.

Cak bagi memainkan nada tahapan, pada nada yang diinginkan harus ditahan dengan cara menggetarkan pemukulnya.

Baca Pula:
Manfaat Mendengarkan Nada untuk Kesehatan Pentolan

Hingga sekarang, masyarakat lokal masih sering memainkan perkakas musik Kolintang. Namun, biasanya kini bertujuan untuk sarana hiburan saja.

Sekarang, kolintang lebih sering dipakai cak bagi mendampingi tarian tradisional dan juga beberapa lagu wilayah.


  • https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/10/kemerduan-kolintang-kawanua-perabot-musik-khas-minahasa
  • https://www.kompas.com/skola/read/2021/05/11/125810869/kolintang-alat-irama-tradisional-sulawesi-utara
  • https://indonesiakaya.com/bacaan-indonesia/kolintang/
  • https://www.blibli.com/friends/blog/alat-musik-kolintang-16/

Source: https://www.orami.co.id/magazine/alat-musik-kolintang

Posted by: caribes.net