Telinga Sakit Saat Naik Pesawat

KOMPAS.com
– Pengalaman cacat nyaman yang boleh dialami penumpang saat mendaki pesawat adalah kuping yang berdengung dan ngilu.

Saat pesawat produktif di ketinggian, tekanan di internal kabin berubah dengan cepat dan memengaruhi telinga penumpang, sehingga mereka akan merasa kuping mereka berdengung.

Mengutip
Conde Nast Traveler, Senin (17/01/2022), penyebab telinga berdengung saat berada di n domestik pesawat adalah terjadi penyumbatan plong tuba eustachius.

Tuba ini berbentuk corong seukuran pensil kerdil yang menghubungkan bagian belakang cingur dengan telinga tengah.

Maslahat saluran ini adalah lakukan menyepadankan tekanan udara pada kuping tengah, dengan tekanan gegana nan ada di asing alat pendengar.

Cuma, ketika berada di ketinggian maupun ketika pesawat hendak mendarat, tekanan udara pada dua arah tersebut farik.

Baca lagi: Jangan Pakai Sandal Jepit Saat Naik Pesawat, Ini 3 Alasannya

“Ketika Dia resah, terjadi perubahan impitan udara di sekitar Dia. Kerjakan mengimbanginya, Anda mesti menyibakkan dan menutup tuba eustachius, alias telinga Anda akan sakit,” tutur Dr. Quinton S. Gopen berpangkal Ronald Reagan UCLA Medical Center.

Berikut merupakan sejumlah tips moga telinga tidak berdengung dan sakit detik berada di pesawat.

Dengan mempraktikkan langkah berikut, akan terdengar bunyi “pop” seperti letusan kecil di internal telinga. Setelah itu, rasa berdengung serta remai di alat pendengar bisa hilang.

1. Memasap dan berbicara

Menguap dan berujar berfungsi bakal mengaktifkan tuba eustachius. Akibatnya, dua kegiatan ringan itu dapat mengurangi rasa tak nyaman akibat kuping berdengung.

“(Dengan menguap dan berbicara) Kamu akan mengekspos dan menudungi tuba itu. Momen Kamu mengungkapkan dan menyelimuti tuba itu, maka Kamu menyejajarkan tekanan mega,” jelas Ahli Otologi di Massachusetts Eye and Ear, Dr. Alicia M. Quesnel.

Kegiatan tersebut boleh diulangi dalam bilang menit hingga kamu merasa nyaman.

Apabila tidak menyenggol, kamu dapat menyiasatinya dengan menguap ilegal sembari membuka mulut dengan tumpul pisau.

Baca juga: Kasus Omicron Bertambah, Ini 4 Tips Aman Naik Pesawat

Ilustrasi kabin pesawat
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi kabin pesawat

2. Makan permen dan menelan hancuran

Gerakan ringan seterusnya nan dapat mengurangi telinga mengiang adalah makan permen, mengunyah permen cemping, atau menelan cair. Aktivitas tersebut dapat mengubah impitan di pembuluh.

American Academy of Otolaryngology menyatakan, menelan mengaktifkan urat-otot yang dapat membuka tuba eustachius.

Kegiatan tersebut dinilai paling berilmu khususnya untuk anak kecil yang menangis di pesawat karena rasa enggak nyaman.

Baca juga: Kenapa Makanan di Pesawat Tidak Gurih? Ternyata Ini Penyebabnya

3. Gunakan dekongestan hidung

Selain alternatif bersifat ringan di atas, kemu dapat melembarkan persiapan medis ringan yakni menggunakan obat dekongestan hidung nan berperangai
long-acting
(kerja-panjang).

Dekongestan yakni pelelang yang dapat digunakan lakukan meredakan kongesti sengau maupun hidung tersumbat.

Obat tersebut dapat mengantisipasi pembengkakan yang mungkin terjadi di dalam hidung dan mengganggu saluran eustachius.

Jika ia menggunakan jerkah cingur, maka gunakan 30 menit sebelum abolisi landas dan 30 menit sebelum mendarat.

Supaya demikian, penumpang dianjurkan mengerjakan wawanrembuk terlebih lalu dengan dokter.

Baca kembali: Awas Berdampak Fatal, Jangan Buka Portal Darurat Pesawat Sembarangan

4. Lakukan dua manuver

Ilustrasi hidung sakit, penyebab hidung sakit, kenapa hidung sakit
Shutterstock/Emily frost
Ilustrasi hidung lindu, penyebab alat pencium sakit, kenapa hidung guncangan

Ada dua langkah nan disarankan bakal menghilangkan kuping berdenging, yakni manuver Valsava dan manuver Toynbee. Keduanya cukup mudah dilakukan sonder pertolongan alat.

Pendirian melakukan manuver Valsava yaitu tutup kehidupan dengan kedua tangan dengan kecil-kecil. Saat hidung masih tertutup, tutup kembali mulut Anda.

Seterusnya, mengejan sebentar seperti hendak lempar air besar dengan hidup dan mulut terkatup. Habis, buang nafas dengan cepat dan bernafas dengan normal.

Teknik ini dapat meningkatkan tekanan di dada.

Sementara itu, propaganda Toynbee dilakukan dengan menjepit semangat dengan kedua tangan secara halus, sembari mengamalkan gaya menelan secara bersamaan.

Baca juga: 5 Fakta Pesawat nan Sering Bikin Penumpang Penasaran

5. Tidak tidur di pesawat

Ilustrasi penumpang pesawat
Shutterstock
Ilustrasi penumpang pesawat

Hindari tidur selama pesawat lepas landas dan mendarat.

Situasi ini karena perubahan ketinggian akan menyakitkan telinga, khususnya saat pesawat hendak mendarat.

Baca pula: Hindari Pesan Pasta Detik Panjat Pesawat, Ini 2 Alasannya

6. Pakai penyumbat telinga eksklusif

Penyumbat telinga khusus dirancang bagi memperlambat peralihan tekanan yang cepat. Bintang sartan, rasa sakit akibat telinga berdengung bisa menciut.

Penyumbat telinga unik biasanya berkarakter sekali pakai dan hipoalergenik, ataupun minim alergi.

Alat tersebut secara alami menyaring dan mengatak impitan awan sehingga membantu meringankan rasa tidak nyaman.

Baca sekali lagi: 5 Tips Atasi Rasa Merembas Naik Pesawat Saat Binar Buruk

7. Pakai lapisan pemanas maupun perca hangat

Letakkan lapisan alias bantal (pad) pemanas alias kain panas kuku ke dekat telinga buat mengurangi rasa guncangan akibat telinga berdengung.

Semok akan membantu mengekspos sumbatan tuba tustachius, sehingga dapat melepaskan tekanan yang menumpuk di dalam telinga.

Baca juga: Jangan Berdasar di Jendela Pesawat Saat Tidur, Ini Alasannya

Detik telinga berdengung bukan sambang hilang

Ilustrasi pilek yang bisa disebabkan oleh banyak kondisi mulai dari infeksi virus hingga alergi.
Shutterstock/Art_Photo
Ilustrasi pilek yang bisa disebabkan oleh banyak kondisi mulai terbit infeksi virus sebatas alergi.

Apabila mutakadim mempraktikkan semua biaya siluman sebelumnya tetapi telinga tetap berdengung, maka ada prospek kamu mengalami pilek alias alergi. Kondisi tersebut menyebabkan selaput balgam meradang.

Peradangan itu lantas menyebabkan tuba eustachius tersumbat, sehingga lain bisa membuka dan mengerudungi dengan sempurna.

Risiko terburuk adalah gendang telinga dapat pecah dan telinga berdarah.

Baca juga:

  • Risiko Penularan Covid-19 Disebut Rendah di Kabin Pesawat

  • Alasan Kenapa Ada Lubang Kecil di Jendela Pesawat

“Semakin parah flu yang diderita, maka risiko mengalami permasalahan telinga semakin tinggi,” kata Quesnel.

Oleh sebab itu, banyak dokter mengajurkan agar penumpang tidak terbang momen hidung tersumbat karena pilek.

Sahaja, jika avontur bukan boleh ditunda, maka upayakan kerjakan mengidas penerbangan langsung sehingga tidak banyak aktivitas pesawat mendarat.

“Jadi, tak bergantung pada lamanya hari Anda terbang, berapa barangkali menaiki dan turun (pesawat),” imbuh Quesnel.

Dapatkan update
berita sortiran
dan
breaking news
saban hari pecah Kompas.com. Yuk bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Ia harus install aplikasi Benang besi terlebih silam di ponsel.

Source: https://travel.kompas.com/read/2022/01/18/081402527/7-tips-atasi-telinga-sakit-dan-berdengung-saat-naik-pesawat?page=all

Posted by: caribes.net