Tema 4 Subtema 3 Pembelajaran 1 Kelas 4

Dongeng adalah narasi takhayul atau narasi yang enggak moralistis-benar terjadi. Dongeng biasanya bersifat ki menenangkan amarah dan mengandung angka pendidikan. Pendongeng adalah orang yang memajukan dongeng kepada orang lain.Mendengarkan khayalan sangat menyenangkan. Indonesia berkecukupan akan takhayul. Banyak diantaranya yang didongengkan.

Bajing dan Ikan Gabus

Tupai dan Lauk GabusDahulu kala, hiduplah sepasang sahabat di negeri Kalimantan Barat. Mereka yaitu seekor tupai dan seekor lauk gabus. Saban hari mereka melakukan kegiatan bersama. Mencari makan, bermain, justru mengunjungi bekas-tempat mentah rajin dilakuan bersama.

Suatu waktu, Bajing lain menyibuk Gabus, sahabatnya. Ia mencarinya ke tempat biasa Gabus tinggal. Ketika bersabung, Bajing lampau kaget. Gabus terlihat lesu. Ternyata sira sedang sakit. Tupai sangat trenyuh. Beliau menawarkan rahim untuk sahabatnya, namun Gabus lain berselera makan. Gabus tetapi menginginkan satu jenis makanan yang diyakininya dapat memulihkan penyakitnya. Tupai berikrar akan mencarikannya untuk sahabatnya.

Setelah Gabus menyampaikan obat peminta penyakitnya, Tupai terlampau kaget. Ia harus mencari hati lauk Yu. Lauk Yu sangat ganas. Tak terpikir olehnya ia bisa mendapatkannya. Namun Bajing bertekad lakukan mendapatkannya. Ia kepingin sahabatnya sembuh.

Bajing kemudian melompat berbunga satu pohon kelapa ke pohon nyiur lainnya yang rapat persaudaraan dengan tepi rantau. Saat menemukannya, ia mengincar suatu kelapa dan membiarkan airnya silam. Kemudian Sang Bajing turut ke dalam kerambil. Kilangangin kincir kencang menciptakan menjadikan kelapa jatuh ke pantai dan iwak Yu
memakannya. Di internal peranakan iwak, Bajing kemudian keluar dari kelapa dan menggigit hati iwak Yu. Ikan tersebut mencoba bersiteguh sampai kehilangan tenaga. Ombak besar mengirimkan ikan Yu ke susur pantai. Saat itulah Tupai keluar mulai sejak mulut Ikan Yu dan mengangkut hati ikan kepada sahabatnya.

Hingga di tempat Ikan Gabus, Bajing kemudian memberikan lever ikan Yu kerjakan dimakannya. Bilang waktu kemudian, Bajing melihat sahabatnya segar kembali. Betapa senangnya Tupai mengaram Ikan Gabus segar seperti sediakala.
(disadur dari Dongeng dan Cerita Rakyat Nusantara paling Melegenda, Ajeng Restiyani)

Berlandaskan cerita tersebut, temukan unsur-molekul kisahan nan terserah dan tuliskan puas kolom berikut.

Bagaimana pendapatmu mengenai cerita tersebut? Cerita tersebut sangat menganjur yang menunjukkan persahabatan dua ekor sato.

Hal baik segala apa nan boleh kamu pelajari berpunca cerita tersebut? Sesama antitesis kita harus tukar tolong menolong.

Dayu mempunyai teman nan bernama Beno. Pekerjaan ayahnya yakni pengrajin kayu.
Pencahanan ayahku ialah pengrajin kusen. Ayahku membentuk bidang datar dan kursi. Bagi menghasilkan kursi, awalnya ayahku membeli kayu, memotongnya, membentuk menjadi takhta, menghaluskan, lalu mengecatnya. Waktu nan dihabiskan untuk membuat geta minus lebih 1 ahad. Ayahku menjual meja dan singgasana yang dibuat ke toko mebel. Pecah toko mebel itulah cucu adam-bani adam bisa membeli meja dan kursi buatan ayahku.

1. Apa produk yang dihasilkan berasal jalan hidup ayah Beno? Meja dan Kursi.

2. Apakah pencahanan ayah Beni terjadwal menghasilkan produk maupun jasa? Jelaskan alasanmu? Tiang penghidupan ayah Beno tertera menghasilkan komoditas yaitu kenap dan singgasana.

3. Apa semata-mata yang harus dikerjakan maka dari itu pengrajin kayu? Permulaan membeli kayu dan memotongnya. Kemudian mewujudkan menjadi kedudukan, menghaluskan, dan mengecat kursi. Terakhir adalah menjual kedudukan ke toko mebel.

Tulislah mengenai pengrajin tersebut dengan memuat komoditas yang dihasilkan, sumber daya liwa yang dipakai, variasi pekerjaan nan dilibatkan dan kemujaraban terhadap masyarakat sekeliling.

Sendiri ahli gawang menghasilkan barang berwujud meja dan singgasana. Merka menggunakan sumur sendi tunggul kayu seumpama bahan bakunya. Pandai kusen termaktub jenis pencahanan produksi, sedangkan penjual di toko mebel terdaftar variasi pekerjaan distribusi. Tukang kayu boleh menghasilkan produk-barang keperluan rumah tinggi seperti meja dan kursi yang dibutuhkan oleh awam.

Berikut adalah proses pengolahan papan menjadi meja dan singgasana.

1. Jelaskan proses yang terjadi sehingga kenap dan geta bisa sampai di rumahmu! Pohon di hutan ditebang dan kemudian diangkut setakat ke pengrajin kayu. Pengrajin kayu menafsirkan kayu menjadi dagangan seperti mana kenap dan kursi. Setelah bintang sartan kenap dan geta dijual oleh pengrajin ke toko mebel. Dari toko mebel masyarakat nan membutuhhkan meja dan kursi bisa membelinya di toko tersebut.

2. Profesi apa saja yang terkebat agar kenap dan kursi hingga di rumahmu? Penebang kayu, Tukang pengangkut barang, Pengrajin kayu, Musafir Mebeler.

3. Ternyata pas panjang, ya penjelajahan meja dan takhta hingga bisa cak semau di rumahmu. Bagaimana sebaiknya engkau merawat kenap dan geta di rumahmu? Sebaiknya kita merawat barang yang kita miliki dengan baik moga awet. Karena barang-komoditas yang ada di rumah kita dibuat berbunga sumber resep duaja nan jumlahnya bisa berkurang sewaktu-musim.

Ayahku mendapatkan kayu kerjakan bahan baku mebel berasal hutan. Salah satu hutan di Indonesia yang gelojoh diambil pohonnya adalah hutan di Kalimantan. Dahulu jenggala Kalimantan dahulu lebat dan merupakan rabu marcapada (penghasil oksigen). Akan namun, kini pohon-pohonnya semakin berkurang. Caruk sekali karena kebakaran hutan.

Perhatikan kenampakan hutan di Kalimantan pada gambar di bawah ini! Warna yunior menunjukkan adanya pohon dan warna ceria menunjukkan pangan nan botak.

Menurutmu bagaimana perkembangan pokok kayu yang ada di wana Kalimantan dari perian ke tahun?

1. Bandingkan kenampakan rimba puas tahun 1950 dan 2010

Hutan di Kalimantan musim 1950 erat menutupi seluruh kalimantan, padahal tahun 2010 hutan di kalimantan sudah separas banyaknya dengan pemukiman.

.
2. Menurutmu, mengapa kenampakan jenggala pada tahun 1950 dan 2010 sangat berbeda? Tahun 1950 akrab seluruh kalimantan masih tertutup oleh jenggala. Padahal tahun 2010 hutan di Kalimantan sudak berkurang karena digunakan buat pemukiman.

3. Bagaimana kondisi pangan jika terjadi penebangan kontinu? Jika alas ditebang terus menerus maka wana akan rusak dan hutan menjadi botak.

4. Barang apa nan akan terjadi jika pohon di alas semakin berkurang? Apabila tumbuhan di hutan semakin rendah maka banyak hewan yang akan kehilangan kancah tinggalnya. selain itu pohon yang berkuran di alas dapat menimbulkan abrasi, pemanasan mondial, dan gangguan longsor.

5. Apa yang harus kita lakukan bikin menjaga ketetapan pangan?

  • Mengamalkan reboisasi
  • Menerapkan sistem tebang pilih
  • Menerapkan sistem tebang-tanam
  • Melakukan penggundulan secara konservatif
  • Memberikan terbatabata bagi pembalak yang mengerjakan pembabatan merodok
  • Tidak membuang sampah sembarangan di wana
  • Melindungi dan menjaga habitat yang ada di jenggala
  • Mengurangi penggunaan daluang berlebih
  • Mengenali dan mencegah terjadinya kebakaran rimba
  • Mengamalkan seminar perawatan hutan

6. Sikap apa yang sepatutnya dimiliki maka itu pengrajin kayu sebaiknya kelestarian pangan tetap terbentuk? Semoga pengrajin kayu melakukan tebang pilih ialah memilih kayu yang sudah tua dan setelah mencelah pohon menanamnya kembali.

Menurut beliau, bagaimana kenampakan hutan di Kalimantan pada tahun 2030? Kedatangan hutan adv amat berkarisma pada tiang penghidupan seorang pakar papan. Buat itu, hutan terbiasa dijaga kelestariannya.

Source: https://www.nidokna.com/2016/10/pembelajaran-1-tema-4-subtema-3.html