Tuliskan Bunyi Hukum Kekekalan Momentum

Hukum abadiah momentum. Adakah diantara kalian yang pernah melihat sebuah tabrakan di kronologi raya? Untuk diketahui, tumbukan itu sendiri merupakan salah satu contoh pejaka. Dalam Fisika, pejaka terbit suatu benda didefinisikan sebagai hasil kali agregat benda dan kecepatannya. Atau jika dirumuskan,
P = mv.

Internal Fisika, konsep pejaka memiliki peranan penting, dimana ini bersifat kekal pada kondisi tertentu. Sebelum era Newton, momentum telah diamati dan diketahui bahwa kuantitas besaran-jumlah benda nan bertinju bernilai tegar.

Syariat Kekekalan Momentum menjelaskan bahwa jika dua buah benda berkelahi, maka besar penurunan pejaka pada salah suatu benda akan bernilai sama dengan besar peningkatan periang sreg benda lainnya. Ini signifikan, total momentum sistem benda sebelum benturan selalu sebanding dengan total momentum sistem benda sehabis benturan.

Jika kita perhatikan, dua buah oto bertinju satu setolok lain, yaitu mobil A dan mobil B. Sebelum bertumbukan, kedua oto punya massa mA dan mB dengan kecepatan vA dan vB. Kedua oto tersebut kreatif di satu bidang datar dan memiliki arah gerak yang separas.

Seandainya kepantasan mobil A lebih besar dari otomobil B, maka mobil A pada saat tertentu akan menabrak mobil B. Momen oto A mengantuk otomobil B, sesuai dengan hukum Newton III, mobil A akan menyerahkan gaya aksi sebesar FA dan otomobil B akan memasrahkan gaya reaksi sebesar FB. Kedua mode ini sama besar, sekadar bertentangan sebelah.

Contoh di atas merupakan bentuk tunggal berasal syariat kelestarian momentum, yakni khusus untuk tumbukan antara dua benda. Lantas, bagaimana dengan penerapan hukum kekekalan momentum dalam kehidupan sehari-hari lainnya?

(Baca juga: Menyetarakan Reaksi Redoks, Kenali Dua Metode Ini)

Sedikitnya cak semau dua penerapan syariat kekekalan momentum internal kehidupan sehari-perian, nan boleh kita amati. Keduanya dapat kita temukan prinsip roket dan mesin jet. Berikut penjelasannya!

Prinsip Roket

Cara terdorongnya roket menunaikan janji syariat kelanggengan momentum. Pada keadaan mula-mula sistem (roket dan korban bakar) diam, sehingga momentumnya sebanding dengan nol. Pasca- gas menyembur keluar bersumber roket, momentum sistem setia sehingga momentum sistem sebelum dan sesudah gas keluar adalah sama.

Beralaskan hukum kekekalan pejaka, kecepatan intiha nan boleh dicapai sebuah roket bergantung pada banyaknya sasaran bakar yang dapat dibawa maka itu roket dan kelajuan pancaran asap. Pada dasarnya kedua besaranini terbatas, sehingga digunakanlah roket-roket berantara (multistage rockets), yaitu sejumlah roket yang digabung bersama. Begitu bahan bakar pertama sudah dibakar adv amat, roket ini dilepaskan.

Pesawat antariksa bergerak dengan cepat dengan komposit total pesawat dan peluru berpandu-roket bertambah ringan (karena tidak lagi membawa roket purwa). Pada tahap kedua ini dapat dicapai kepantasan akhir yang jauh makin cepat. Demikian seterusnya sampai seluruh roket mutakadim dibakar.

Prinsip Mesin Jet

Serupa dengan roket, prinsip kerja mesin jet juga menggunakan hukum ketetapan momentum. Bedanya, target pembakar oksigen pada roket terdapat dalam tangki peluru berpandu, padahal pada mesin jet oksigen diambil bersumber udara di sekitarnya. Maka itu karena itu, peluru berpandu dapat berkarya di antariksa semenjana mesin jet tidak. Sebaliknya, mesin jet sekadar bisa bekerja di bentangan langit.

Beberapa prinip kerja mesin jet merupakan laksana berikut:

  • Udara ditarik ke dalam melalui penggalan depan mesin
  • Udara ini lantas dimampatkan makanya kompresor
  • Target bakar diinjeksikan dalam pangsa bakar dan dibakar oleh udara yang dimampatkan
  • Letupan gas panas ditekan melangkahi mesin, mengarun turbin nan selanjutnya mengaduk kompresor
  • Gas-gas dengan kecepatantinggi keluar semenjak belakang mesin dengan pejaka tinggi. Sesuai syariat ketetapan momentum akan dihasilkan momentum pada mesin jet nan besarnya setolok, tetapi arahnya bentrok. Dengan alas kata tidak, mesin jet menerima pejaka ke arah depan.

Please follow and like us:

Source: https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/penerapan-hukum-kekekalan-momentum-dalam-kehidupan-sehari-hari-11372/

Posted by: caribes.net