Tunjuk Ajar Melayu Riau Adalah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia adil

Mengacungkan tangan Didik Jawi
adalah sebuah sosi yang mandraguna segala wejangan, suri tauladan, amanah dan nasihat yang membawa manusia ke urut-urutan yang diridhai Allah nan ditulis maka dari itu Dr. (HC). H. Tenas Efendi, sendiri kritikus sastra radiks Riau. Yang berkahnya bisa menyelamatkan manusia dari dunia dan akhirat. Kerjakan menjaga pantun Tunjuk Tuntun Melayu dan sejenisnya tidak di pelecok arti kan maka itu generasi taruna lebih jauh orang-orang tua akan memajukan pantun tersebut dan memperingatkan mereka untuk cak acap mendengarkan petuah dan amanah yang berkaitan dengan isi pantun tersebut, tetapi kenyataanya di kalangan umum seorang kelong tersubut belum koalisi di riuk artikan maupun disalah gunakan, dikarenakan rakyat sudah teradat dengan pantun-pantun yang seperti itu.[1]
[2]

Setelah Islam masuk kedalam adat istiadat dan Budaya Melayu pantun-pantun tersebut semakin kekal di hati rakyat melayu karena semakin membentuk kebudayaan melayu lebih bersinar. Al-Qur’an dan Hadits serta kitab-kitab para ulama semakin mengekalkan tiap butiran butiran dari tunjuk ajar tersebut. Maka tak heran jikalau buku ini memilki posisi nan sangat utama di atma umum dan dijadikan rujukan atau patokan puas pembentukan pemahaman moral serta pembentukan kalis diri dalam spirit sosial masyarakat Melayu tradisional.

Referensi

[sunting
|
sunting sumur]


  1. ^



    Warisan BUdaya Bukan Benda Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya. 2022.





  2. ^


    dediarman (2018-12-29). “Angkat tangan Ajar Melayu dan Tenas Effendy”.
    Balai Pelestarian Nilai Budaya Kepulauan Riau
    (intern bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2019-10-26
    .






Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Tunjuk_Ajar_Melayu