Tutorial Cisco Packet Tracer Untuk Pemula

Cisco Packet Tracer yakni salah satu software simualasi jaringan yang dikembangkan oleh Cisco. Simulasi jaringan? Maksudnya apa sih? Jadi, dengan software simulasi jaringan teman-teman bisa membuat jaringan selayaknya di atma nyata. Jika kita latihan memperalat perangkat kudus tentunya akan gado banyak tempat, waktu dan pastinya biaya. Harga satu perlengkapan jaringan umunya ratusan ribu malar-malar jutaan rupiah, itu baru suatu perangkat. Maka karena itulah, software simulasi jaringan sebagaimana Cisco Packet Tracer dibuat untuk pembelajaran.

Sebenarnya terserah banyak software cak bagi simulasi jaringan, tapi kali ini kita akan belajar Cisco Packet Tracer terlebih suntuk. Karena software ini yang paling mudah dipelajari untuk pemula dan tidak terlalu gado banyak RAM dan penampakan prosesor komputer kita.

Software ini tersaji bikin Windows, Linux dan kembali MacOS. Cak bagi mendownloadnya dapat melalui situs resmi Cisco di link berikut (teman-imbangan harus login ke akun netacad maupun seandainya belum punya antagonis-teman harus membuatnya terlebih terlampau).

Cisco Packet Tracer 7.2.1 :

https://www.netacad.com/pintu/resources/packet-tracer

Silakan pasangan-padanan install kemudian buka aplikasinya dan jika disuruh login, loginlah dengan akun Netacad yang teman-tampin buat tadi alias bisa juga skip laksana Guest. Kalau sudah, ayo kita berangkat pembahasan adegan-adegan penting dari Cisco Packet Tracer.

Ini beliau tampilan Cisco Packet Tracer varian 7.2.1. Di bagian paruh yang putih kosong itu yaitu workspace palagan kita membuat topologi jaringan yang kita inginkan. Kemudian di atas dan bawahnya suka-suka toolbar bagi mengakses menu dalam permohonan atau melakukan beberapa peristiwa mulai dari memilih perangkat, mengkonfigurasi, mencari error, dsb. Berikut ini, kita akan jelaskan tentang menu di masing-masing toolbar.

Primary Toolbar

Primary toolbar berisi sejumlah menu-menu nan ada pada permohonan Cisco Packet Tracer. Di derek pertama yang berupa teks, itulah menu-menu yang tersedia dalam aplikasi ini. Akan sangat panajang sekiranya dijelaskan satu tiap-tiap suatu, kaprikornus kami jelaskan beberapa yang paling sering digunakan doang ya.

Di baris kedua, icon ke-1 itu adalah cembul untuk kuak project baru.

Kemudian icon ke-2 yaitu takdirnya teman-jodoh ingin membuka file project yang sudah ada di komputer (hasil simpanan atau anugerah mulai sejak bani adam).

Icon ke-3 adalah tombol save bikin menyimpan project cisco packet tracer ke dalam bentuk file.

Icon ke-8 dan ke-9 yaitu tombol untuk copy paste object pada workspace, dapat juga menggunakan CTRL+C dan CTRL+V.

Icon ke-10 adalah pentol undo buat sekali lagi ke keadaan sebelumnya dan icon ke-11 cembul redo untuk modern ke keadaan setelahnya.

Kemudian icon ke-12 untuk zoom in (memperbesar), icon ke-13 buat mereset zoom (ke default), icon ke-14 untuk zoom out (memperkecil).

Nan lainnya merupakan tombol-tommbol lanjutan nan akan pusing kalo dijelaskan di awal, hehe. Kaprikornus kami jelaskan di enggak kesempatan sekadar.

Secondary Toolbar

Sudahlah, di secondary toolbar ini kita mulai ikut ke penmbuatan object sebagaimana garis, satah, catatan, dll. Berikut penjelasan dari kiri ke kanan.

Select (Esc) : untuk mengidas/fokus ke object pada workspace, masuk ke peranti dan buat menambahkan perangkat semenjak bottom toolbar ke workspace.

Inspect (I) : untuk menampilkan ringkasan berupa tabel konfigurasi sreg gawai (gunakan dengan mengklik tombol inspect kemudian peranti yang ingin dilihat).

Delete (Del) : bikin menghapus object.

Note (N) : untuk membuat object faktual catatan.

Line (L) : buat menggambar object garis lurus.

Rectangle (R) : untuk menggambar object persegi (kotak).

Ellipse (E) : untuk menggambar object pematang atau lonjong (elips).

Freeform (F) : bakal menggambar object non-geometris sesuai kehausan kita.

Simple PDU (P) : untuk melakukan pengujian pengangkutan packet berbunga satu perangkat ke perangkat lainnya.

Complex PDU (C) : sama seperti Simple PDU, tapi Complex PDU boleh dikonfigurasi packet segala apa yang akan kita kirim, limitnya, dan sebagainya.

Bottom Tolbar

Sreg bottom tolbar babak kiri atas ada indeks
Time
nan menunjukan sudah berapa lama kita mengerjakan / mebuka workspace. Di sampingnya cak semau pentol Power Cycle (Alt + S) bagi mereset semua perangkat sreg worskspace. Di sampingnya lagi ada tombol Fast Forward (Alt + D), sederhananya buat mempercepat (skip) suatu proses yang pada praktik nyatanya butuh waktu sebagaimana booting, pembacaan table routing, dll. Dengan fast forward ini kita bisa mempercepatnya. Misalnya ketika kita mengkonfigurasi routing, router butuh waktu beberapa detik lakukan ganti komunikasi ki beralih table routing, dengan kenop ini kita bisa mempercepatnya sehingga kita bisa mengawasi jadinya bertambah cepat dari keaadaan normal.

Di bawahnya ada perangkat-alat Cisco nan dapat digunakan untuk membuat simulasi jaringan dengan cara menyeretnya ke workspace (drag and drop). Kemudian di sisi kanan ada PDU List window, di telaga bekas kita menyibuk prestise PDU yang kita buat dengan tombol PDU di Secondary Toolbar, sukses atau gagal terkirim.

Cara Konfigurasi End Devices

Yang Kami maksud dengan end device adalah PC dan Laptop. Di perlengkapan tersebut rata-rata kita terbiasa melakukan konfigurasi maupun pengujian. Semua itu bisa diakses di satu tab. Klik cuma plong devicenya maka secara default tab Desktop akan longo kodrati. Di situ ada daftar menu nan tersedia. Bagi pemula yang sering digunakan adalah:

IP Configuration : untuk menata IP.

Terminal : untuk mengakses Network Device melalui console

Command Prompt : fungsinya setinggi sepatutnya ada command prompt pada komputer kita untuk ping, traceroute, dsb. Semata-mata hanya fiturnya terbatas.

Web Browser : bak web browser.

Pendirian Konfiguurasi Network Devices

Network device yaitu : Router, Switch, Acces Point, dsb. Lega kehidupan konkret, cak bagi mengakses network device cisco harus melangkaui console (menghubungkan network device tersebut ke PC/Laptop dengan kabel Serial Console lewat membukanya di terminal). Di Cisco Packet Tracer kita bisa langsung membuka consolenya melintasi tab CLI. Klik saja pada network device yang akan dikonfigurasi, kemudian sreg adegan atas pilih tab CLI. Sekalipun disitu tersaji GUI tapi fiturnya tekor dan kami sarankan cak acap mengkonfigurasi network device dengan CLI agar kita mesti.

Selain konfigurasi, adakalanya kita juga perlu menyejajarkan interfacenya. Misalnya pada defaultnya Laptop/PC sahaja terwalak interface ethernet. Jadi takdirnya kita ingin terkoneksi ke access point kita perlu mengubah interfacenya ke wireless. Hal itu dilakukan di bagian tab physical. Di situ ada modul i/o (interface) yang dapat diganti-tukar disesuaikan dengan kebutuhan.

Cara menggantinya :

1. Lenyapkan power perangkat tersebut.

2. Kemudian jikalau tak ada slot peluasan maka kita harus melepas i/o maupun interface yang terserah terlebih sangat dengan menyeretnya (drag and drop) ke gambar modul pada kanan asal. Jika terserah slot peluasan kita bisa serampak ke awalan ke-3.

3. Pasang modul yang akan digunakan misal drag rang modulnya pada kanan pangkal ke slot yang tersedia pada perangkatnya.

4. Nyalakan kembali power perangkat tersebut.

Simulation Mode

Simulation Mode ini adalah salah satu fitur yang memudahkan kita privat belajar jaringan, khususnya intern melakukan troubleshooting ataupun mengamankan satu masalah. Dengan simulation mode ini kita bisa mengamati jalannya paket di setiap device. Sebelum mempelajari simulation mode, kami sarankan inversi-teman mempelajari dan tuntunan membuat jaringan sederhana di cisco packet tracer.

Karena pembahasan mengenai simulation mode ini lumayan panjang dan sepan musykil dijelaskan melangkaui tulisan, Simulation Mode ini akan saya bahas di artikel bukan berikut ini :

Simulation Tren, Fitur Cisco Packet Tracer yang Jarang Diketahui

Cara Troubleshooting Cisco Packet Tracer menggunakan Simulation Tren

Saya rasa cukup itu dulu perekenalan kita dengan Cisco Packet Tracer. Juga ini cuma ringkasan kecil dan masih banyak yang belum saya bahas. Jadi teman-padanan jangan ragu bagi mengejar referensi lain maupun bertanya di komentar jika merasa belum kritis tentang cisco packet tracer. Selamat belajar!

Baca Pun : Cara Install Cisco Packet Tracer 7.2.1 di Linux

Source: https://blog.webiptek.com/2019/08/belajar-cisco-packet-tracer-7-2-1.html