Upacara Adat Kematian Betawi Dilandasi Ajaran

Keunikan 3 Tradisi Upacara Kematian di Indonesia


Penulis:

Fauzah Thabibah

Rambu Partikular. Sumber: Youtube-Dzarwin Cahaya

Indonesia yakni negara kepulauan terbesar di dunia. Dari Sabang di ujung Aceh hingga Merauke di tanah Papua, negara kita terkasih ini terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan agama. Dengan adanya semboyan nasional Indonesia,“Bhinneka Eksklusif Ika”, memiliki makna spesies sosial-budaya yang membentuk satu kesatuan maupun negara.

Nusantara, sebutan tak untuk Indonesia adalah negara subur akan kerumunan etnik, dengan lebih dari seribu tungkai nasion yang memiliki heterogen leluri.

Sebagai negara yang kaya akan tradisi, ada banyak sekali peninggalan budaya atau pagar adat nan berkembang selama berabad-abad dan masih dilakukan hingga detik ini.

Berikut ini eksemplar upacara adat maupun tradisi pemakaman di Indonesia yang memiliki ciri spesifik dan keunikan tertentu.

1. Rambu Solo di Sulawesi Selatan

Proses pengiringan jenazah dalam upacara rasam Rambu Solo. Sumber: Youtube-Dzarwin Nur

Patok Individual yaitu upacara adat kematian masyarakat Toraja di Sulawesi Utara yang dilakukan sebagai rajah penghormatan terakhir kepada seseorang yang telah meninggal.

Uniknya, suku Toraja menganggap insan yang sudah meninggal baru akan dikatakan betul-betul meninggal ketika seluruh rajah seremoni Patok Idiosinkratis terpenuhi.

Oleh sebab itu, dalam ritual pemakaman ini anggota batih dari turunan yang meninggal harus merawat jenazah sesungguhnya orang terpejamkan atau sakit. Bintang sartan masih dilayani seperti manusia roh, tetap disediakan rahim, minuman, di baringkan di gelanggang tidur dan tidak lain sebatas proses upacara dinyatakan selesai.

2. Ikipalin di Papua


Anggota suku Dani yang sudah lalu kekeringan jarinya andai tradisi Ikipalin. Sumber: nationalgeographic.grid.id

Ikipalin ialah keseleo satu seremoni adat nan individual dan cukup mencolok di Indonesia. Suku Dani nan mendiami pedalaman di lembah Papua mengungkapkan kesedihan mereka lega keluarga nan meninggal dengan memotong jari mereka. Ritual ini dilakukan sepatutnya malapetaka yang terjadi sreg jenazah tidak terulang juga.

Menurut tungkai Dani, menangis saja tidak patut kerjakan membuka rasa kesedihan. Dengan memotong jari dan merasakan sakitnya dianggap mewakili hati dan jiwa yang teramat pedih karena kehilangan.

3. Ngaben di Bali

Description: ngaben

Prosesi pembakaran buntang dalam upacara Ngaben di Bali. Sumber: kesrasetda.bulelengkab.go.id

Upacara Ngaben merupakan pelecok suatu formalitas adat yang terkenal di Indonesia. Menurut umat Hindu Bali, tujuan penting formalitas pembakaran jenazah ini  adalah bakal mensucikan nasib nan mutakadim meninggal dan mempercepat proses kembalinya jasad yang sudah lalu mati ke standard asalnya.

Bani adam yang melakukan upacara aturan ini akan menggelorakan bangkai dan selepas itu abu jenazah dihanyutkan ke laut atau sungai bak tulangtulangan kehadiran mereka melepas anggota batih.

Itu beliau Exposer adat maupun tradisi pekuburan di Indonesia yang memiliki ciri unik dan keunikan tertentu. Menurut Exposer semua, mana nih nan paling unik?

Source: https://dnktv.uinjkt.ac.id/index.php/keunikan-3-tradisi-upacara-kematian-di-indonesia/