Urutan Tahapan Sintesis Protein Adalah

Sintesis protein adalah
satu proses yang komplek nan tercatat penerjemahan kode-kode sreg RNA menjadi polipeptida. Sintesis protein melibatkan
DNA, RNA, ribosom, cemberut amino, dan enzim. (Slamet Santosa, 2004: 134).

Gambar Tahapan Proses Sintesis Protein

Gambar Tahapan Sintesis Protein

Bekas sintesis protein
yakni di privat
inti sel
dan
ribosom
yang membutuhkan bahan dasar cemberut amino.

Lega tingkat biokimia, zat putih telur sangatlah penting. Protein merupakan penyelenggara sel, putaran pecah molekul-molekul dan enzim. Enzim yang sebagian besar terbuat dari protein bertanggung jawab kerjakan pembentukan dempet semua makromolekul (anasir osean) pada sel. Berikut adalah buram tahapan proses campuran protein:

bagan tahapan proses sintesis protein

Strata Proses Paduan Zat putih telur

Seperti yang terpandang berpangkal tulangtulangan diatas, bahwa sintesis zat putih telur terjadi melalui dua tahap, adalah transkripsi dan translasi.

A. Transkripsi

Proses transkripsi, sesuai namanya merupakan proses pencetakan maupun penulisan ulang DNA ke dalam mRNA. Proses transkripsi terjadi di kerumahtanggaan
nukleus.

Sreg tahap ini, setiap basa nitrogen DNA dikodekan ke dalam basa nitrogen RNA. Misalnya, sekiranya belai basa nitrogen DNA adalah ACG TAG CTA, maka belai mRNA hasil transkripsi ialah UGC AUC GAU.

Contoh transkripsi urutan basa nitrogen DNA ke dalam mRNA.

Tahap proses transkripsi sintesis zat putih telur boleh dibagi lagi menjadi tiga tahap, yaitu iniasi, elongasi, dan terminasi.
1) Inisiasi

Tahap ini diawali maka dari itu melekatnya enzim RNA polimerase plong pita DNA pada titik awal. Pita DNA akan terbuka, akibatnya basa nitrogen pada pita tersebut menjadi objektif. Basa nitrogen pada riuk satu pita tersebut akan menjadi cetakan mRNA. Ban DNA ini disebut lagi lin bermakna atau sense. Akan halnya ban nan tidak ditranskripsi disebut reben tak bermakna atau antisense. Enzim RNA polimerase start menyintesis RNA berpangkal tutul awal reben.

Proses transkripsi atau pembentukan mRNA pada tahapan sintesis protein

2) Elongasi (penyambungan)

Enzim RNA polimerase akan terus takhlik mRNA hingga terbentuk pita mRNA. Pita mRNA ini akan terus mengaret. Oleh karena itu, tahap ini disebut tahap elongasi.

3) Terminasi

Bilamana enzim RNA polimerase setakat pada palagan pelengseran (terminal site) DNA, transkripsi akan terhenti. Setelah itu, mRNA dibebaskan dan RNA polimerase copot berasal DNA. DNA akan kembali sebagai halnya bentuknya sediakala. Hasil dari transkripsi, merupakan mRNA selanjutnya akan keluar dari inti sel melalui membran inti berkiblat sitoplasma.

Kesimpulan Tahapan Proses Transkripsi Secara Singkatnya merupakan:

  1. Dimulai dengan membukanya lin “Double Helix” oleh enzim DNA polymerase.
  2. Pita DNA nan berfungsi laksana pencetakan RNA disebut pita template atau sense (kodogen) dan reben DNA nan tidak mencetakan RNA disebut dengan pita antisense.
  3. Pita RNA dibentuk sepanjang reben DNA pencetak dengan cumbu basa nitrogennya komplementer dengan basa nitrogen yang ada pada ban gemblengan DNA.
  4. Tali tap RNA yang telah selesai mengakuri pesan genetik dari reben DNA pencetak segera meninggalkan inti nukleus menuju ke ribosom, tempat sintesis protein n domestik sitoplasma. Pita RNA menempatkan diri pada gala ribosom.
  5. RNA nan ada dalam sitoplasma bersiap-siap buat berperan dalam proses fusi protein berikutnya. Setiap satu RNA ini, mengikat suatu cemberut amino yang mengandung ATP.

B. Translasi

Tahap translasi adalah tahap penerjemahan kode mRNA maka dari itu tRNA ke dalam urutan asam amino. Tahap ini terjadi di n domestik sitoplasma dengan bantuan ribosom.

Ribosom ialah salah suatu organel dalam sitoplasma yang bermain dalam senyawa zat putih telur.

Ribosom terdiri atas dua bagian, yaitu subunit raksasa dan subunit kerdil. Ribosom mengandung zat putih telur dan rRNA.

Subunit besar dan subunit kecil pada ribosom tempat sintesis protein.
Subunit besar dan subunit kecil pada ribosom

Tahap translasi mirip tahap transkripsi. Keduanya menunggangi enzim lakukan mewujudkan kalung polimer polinukleotida pada transkripsi dan polipeptida pada translasi. Pada proses translasi sekali lagi terjadi tahap inisiasi, elongasi, dan terminasi.

Pada tahap translasi kode genetik ataupun kodon dari mRNA diterjemahkan menjadi korespondensi asam amino. Apakah kodon itu? Kodon yaitu urutan tiga basa nitrogen pada mRNA. Setiap urutan tiga basa tersebut memiliki kurnia khusus nan dapat diterjemahkan dalam proses translasi. Urutan tiga basa tersebut dikenal misal triplet. Misalnya, AUG, AAA, UCA, dan UUA.

Kodon sreg mRNA dikenali oleh antikodon pada tRNA. Jika usap triplet lega mRNA adalah AUG AAA UCA UUA maka urutan antikodonya adalah UAC UUU AGU AAU. Triplet antikodon terletak
plong salah suatu sisi tRNA. Lega sisi yang tak, tRNA membawa senderut amino yang sesuai dengan order kodon.

Translasi pada tahapan proses sintesis protein

Dari 64 macam triplet kodon, terdapat 61 variasi yang dapat mengodekan 20 macam senderut amino. Hasilnya, terdapat beberapa asam amino yang dapat dikodekan oleh lebih bermula satu triplet alias disebut sekali lagi kodon sinonim. Tiga triplet lainnya lain mengodekan asam amino, tetapi berfungsi sebagai kodon to , triplet nan memerintahkan penutupan proses translasi. Selain kodon stop, terdapat juga kodon ta t yang mewajibkan dimulainya proses translasi, yaitu kodon AUG dan berfungsi juga perumpamaan pengode cemberut amino metionin. Agar kian memafhumi kode genetik, perhatikan tabel berikut.

Tabel kode genetik - tahapan-tahapan sintesis protein

Translasi dimulai ketika mRNA dan tRNA inisiator berikatan dengan ribosom subunit mungil. Partikel tRNA biang kerok merupakan molekul nan mengangkut asam amino purwa dan ialah komplemen kodon AUG (kodon berangkat). Biasanya membawa asam amino metionin. Antikodon pada tRNA inisiator adalah UAC. Selepas itu, ribosom subunit besar bersimpai dengan ribosom subunit mungil. Fase inisiasi ini pola sesudah terbentuknya ribosom yang fungsional. Perhatikan gambar berikut ini.

Tahap inisiasi pada translasi sintesis protein

Tahap inisiasi pada translasi

Elongasi terjadi setelah tRNA kedua berikatan dengan kodon selanjutnya setelah kodon mulai. Misalnya, kodon tak setelah kodon start ialah GUC, maka akan berikatan dengan antikodon tRNA CAG yang membawa asam amino valin. Kedua cemberut amino, metionin dan valin, akan bersimpai dengan sambung tangan enzim peptidil transferase.

Setelah metionin dan valin berikatan, tRNAmet nan awalnya mengangkut metionin, dilepaskan berasal ribosom. Kemudian, ribosom bergerak pada atom mRNA sepanjang satu kodon. Rayapan ini membuat tRNAval berputar ke ajang yang ditinggalkan tRNAmet. Zarah tRNA ketiga, kemudian berikatan dengan kodon mRNA ketiga dan membawa senderut amino lainnya. Proses elongasi ini terus mengikatkan asam amino setakat terasuh rantai polipeptida.

Gambar langkah elongasi pada translasi - sintesis protein

Langkah elongasi pada translasi

Translasi terhenti saat ribosom sampai ke kodon stop puas mRNA. Kodon stop lain bersimpai dengan tRNA, namun dia berikatan dengan protein khusus yang disebut release factors (faktor pelepas). Faktor pelepas menghentikan translasi dan menghidrolisis perkariban antara asam amino anak bungsu sreg kalung polipeptida baru dan tRNA-nya.

Pada proses senyawa protein, satu tipe gen umumnya cuma mengatur satu sintesis polipeptida. Polipeptida yang terbentuk lebih-lebih habis dimodifikasi bagi menjadi protein yang fungsional. Misalnya, sejumlah polipeptida harus disatukan buat membentuk suatu protein nan memiliki fungsi tertentu.

Proses Translasi berakhir ketika ribosom mencapai stop kodon.

Proses Translasi berakhir saat ribosom mengaras stop kodon.

Kesimpulan Hierarki Proses Translasi Singkatnya adalah:

  1. RNAd dan RNAt selepas sampai di ribosom selanjutnya tiga basa nitrogen plong antikodon RNAt berdekatan dengan tiga basa nitrogen pada kodon RNAd. Misalnya AUG lega kodon RNAd berapit dengan UAC sreg antikodon RNAt, sehingga bersut amino diikat oleh RNAt adalah metionin. Dengan demikian segel senderut amino merupakan terjemahan dari basa-basa nitrogen yang terserah pada RNAd.
  2. Ribosom dengan RNAd bergerak satu dengan yang lainnya.
  3. Sebuah senderut amino ditambahkan pada protein nan dibentuk.
  4. Senderut amino nan pertama (metionin) lekas lepas dari RNAt juga ke sitoplasma bagi mengulang fungsinya dengan prinsip yang sama. RNAt berikutnya nomplok kerjakan berapit dengan kodon RNAd berikutnya.
  5. Proses keseluruhan ini berkesinambungan sebatas terbentuk polipeptida tertentu yang terdiri berbunga asam amino dengan urutan basa nitrogen tertentu.

Nikah penyandian DNA, RNA, dan protein menyangkut:

  1. Replikasi DNA takhlik DNA baru.
  2. Transkripsi DNA membuat cetakan mRNA.
  3. Translasi sandi bersumber cetakan mRNA ke sekuen cemberut amino yang spesifik suatu protein.

Faktor-Faktor Fusi Protein

Bakal sintesis protein diperlukan bilang faktor, ialah:

  1. bulan-bulanan: asam amino (20 varietas);
  2. pelaksana: RNA-d, RNA-t, RNA-r;
  3. enzim: RNA Polimerase;
  4. energi: ATP.

Itulah tadi penjelasan mengenai panjang sintesis protein yang meliputi transkripsi dan translasi, semoga bermanfaat 😊

Source: https://www.ilmuwiki.com/2018/12/tahapan-proses-sintesis-protein-urutannya.html

Posted by: caribes.net