Logo PN.jpg

Hello… Ini yaitu postingan tentang memperkenalkan segala apa itu Kuntau Terlak Pagar Nusa
Jadi kita menginjak dengan taaruf lebih-lebih adv amat. Segel saya DIYAN FIRMANSYAH. Saya bermula berpangkal SIDOARJO. Sekarang saya sekolah di SMAN 1 WARU SIDOARJO.
Blog ini kuberi nama Koalisi Pencak Silat Nahdlatul Jamhur Cerocok Nusa karena disini saya akan memperkenalkan tentang PAGAR NUSA. silahkan Klik Disini Bakal melihat detailnya. dan Klik Disini
untuk m

elihat vidio perkenalan saya.

gambar 2

SEJARAH

Tahun 1985, di Pesantren Tebuireng Jombang, sejumlah Wali Pondok Pesantren, perguruan-perguruan dan para Pendekar berkumpul berinisiatif menciptakan menjadikan organisasi pencak silat yang terwalak di pondok pesantren dan perguruan-perguruan. Hari 1986, di Pesantren Lirboyo, bersama-separas Gus Maksum Jauhari membidani dan memepersiapkan lahirnya organisasi Pencak Kuntau NU bernama Ikatan Silat Silat Nahdlatul Cerdik pandai “Pagar NUSA” yang yaitu akronim bermula “Pagarnya NU dan Nasion”. Tahun 1989, Ura-ura Kewarganegaraan (MUNAS) pertama Gambar Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa diselenggarakan di Pesantren Genggong Probolinggo, Jawa Timur. Dihadiri ratusan perguruan dengan segala macam kekayaan khasanah budaya, seni bela diri dan amaliahnya berpunca seluruh Indonesia.
Tahun 2004, Muktamar NU ke-31 di Spesifik, Jawa Paruh. Pagar Nusa menjadi salah satu fisik otonom NU yang membidangi pengembangan seni bela diri NU.
Tahun 2007, Dewan perwakilan pertama Ikatan Pencak Silat NU (IPS-NU) Sogang Nusa diselenggarakan di Pondokan Haji Gubuk Gede, Jakarta timur.
Masa 2008, Asosiasi Pencak Silat NU Gerogol Nusa menjadi anggota tetap Koneksi Kuntau Silat Indonesia (IPSI).
Musim 2022, Muktamar NU ke-32 di Makassar, Sulawesi Selatan menjadi “Pagar Nusa”.
Masa 2012, Kongres ke-2 di Pesantren Sultan Drajad Lamongan, Jawa Timur. Menjadwalkan perubahan menjadi “PENCAK SILAT NU (PSNU) Pagar NUSA” dan “Sogang Nusa” menjadi trademark-nya

Peran besar Gus Maksum

Sepantasnya di limbung NU banyak sekali Pesilat Kuntau,Kyai ataupun ajeungan nan memiliki ilmu kanuragan,namun nama Gus Maksum lain bisa di pisahkan dari sejarah Silat Silat Pagar Nusa.Kecintaan silat dan rasa kepahitan Gus Maksum bahwa banyak sekali aliran kuntau yang ada di lingkungan NU tapi belum memiliki gelanggang yang menghubungkan sehingga menjadi anak bini yang bersama sama melebarkan serta mempertahankan tali peranti silat yang terban temurun dari Wali songo bergerak ke dedengkot tokoh pesantren
Hal inilah yang menginpirasi beliau mendirikan sebuah perguruan silat,ide pendirian kuntau ini rencananya diberi nama GASMI (Gabungan Kampanye Pencak Muslimin Indonesia) puas tahun 1965 walaupun belum resmi tegak,engkau sudah mulai melakukan pelatihan terlak.pada waktu itu pelatihan diadakan di komplek pesantren Lirboyo Kediri,selain bertujuan mengembangkan budaya silat di pesantren pula salah suatu counter atas LEKRA ( rencana kesenian rakyat ) lembaga di bawah naungan partai komunis indonesia PKI.Sebab LEKRA adalah otak dibalik persuasi provokatif,sabotase,teror dan lain enggak.Menghadapi aksi LEKRA ini,ia mengatakan “Ada aksi cak semau Reaksi” artinya LEKRA bersikap GASMI bereaksi,Amar ma’ruf nahi mungkar sayang ditegakan.
Karena kesibukan sira mengabdi pada umat,ngurusin santri dan perjuangan melawan aksi aksi PKI mentah sehabis sintuasi mulai kontributif pada sungkap 14 januari 1970 GASMI secara biasa didirikan dikediaman beliau,dihadiri para pendekar se tamatan-karisidenan Kediri dan Ponorogo.
GASMI inilah nan menginspirasi Gus Maksum untuk menyatukan silat yang ada di NU.dimulai dengan merangkul perguruan kuntau tradisional lokal seperti Jiwa Polos milik pesantren Al maruf bom lor kediri,PORTUGAL kuntau tradisional Blitar,Asta Dahana perguruan pencak Kediri.dan beberapa perguruan silat lokal lainnya.
Pertemuan tadinya para pendekar Gerogol NUSA

Alhasil dengan usaha dan pendekatan yang intensif kepada para pesilat dan Kyai pimpinan gubuk pesantren , pencetus terlak dan dedengkot masyarakat membuahkan hasil berupa kesepakatan cak bagi mengadakan persuaan purwa plong tahun 1986 di Tebu Ireng Jombang Jawa Timur.Di hadiri ulama sepuh dan kaum pesilat.Di antara kyai gaek itu adalah KH.Syansuri Badawi.
Pertemuan kuno ini dihadiri beberapa pendekar antara lain,Gus Maksum sendiri,KH.Abdurahman Ustman Jombang,KH.muhajir Kediri,H.Atoillah Surabaya,Drs.Lamro Ponorogo,Kulur Jaya SH pendekar Lumajang dan beberapa pendekar lainnya,tokoh pelopor inilah nan berada dibalik berdirinya cerocok nusa.
Pertemuan pertama ini menghasilkan kesepakatan nan sangat penting yaitu :
1.Adanya Fatwa Cerdik pandai KH.Syansuri Badawi bahwa,”Mempelajari Silat Hukumnya boleh dipelajari dengan tujuan persabungan.
2.Di sepakati dibentuknya suatu pernah bersama cak bagi mengantarai beraneka ragam sirkulasi silat dibawah naungan NU.
Pertemuan Bersejarah ke 2 Pagar Nusa
Selanjutnya pada Periode 1989 diadakan MUNAS Pagar Nusa yang ke1 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Zainul Hasan,Genggong,Kraksaan,Probolinggo.Di hadiri pendekar silat NU seluruh Nusantara ,Munas itu menyanggang Sedarun KH.M.Abdullah Maksum Jauhari bak ketua umum pertama Pagar Nusa,dan Prof.Dr.H.Suharbillah perumpamaan ketua Harian SekJen.H.Kuncoro ( H.Masyhur )
Sikap Jati diri Pagar Nusa

Kalis diri Pagar Nusa sebagaimana jati diri NU itu sendiri (baca posting Nirmala diri NU ) yaitu Korespondensi antar Pagar Nusa Artinya Persaudaraan tanpa membedakan sirkulasi dan perguruan kuntau,di Gerogol Nusa makanya di kenal dengan istilah “Bhineka Tunggal Ika” biarpun berbeda tapi teguh satu juga” berbeda arus tapi ki ajek kerumahtanggaan satu ikatan pagar nusa.
Penglihatan Pagar Nusa pada aliran perguruan lain senatiasa menganggap saudara,sahabat,bahkan batih karena serempak atau tak bertepatan semua aliran silat terutama di Nusantara masih punya pertalian persaudaraan yang selevel,apalagi jika kita menapak tilas sejarah kerajaan di Nusantara kemudian ke Abad 14 adanya pensyiar islam Pengasuh songo nan banyak mengajarkan kursus atma dengan perkembangan damai diantaranya melalui seni silat,jelas banyak pendekar di Nusantara adalah petatar Pengampu Songo.
Waktu ini saatnya Relasi Pencak Silat Pagar Nusa Menjadi wadah Relasi Para Pendekar,Jagoan,Pendekar dari bermacam-macam sirkulasi di pangkal naungan NU.Amin

Guru besar


Beliau dempet dipanggil Gus Maksum ialah seorang Ulama,kyai,guru spiritual,petani,peternak dan sponsor Masyarakat,Gus Maksum adalah seorang pesilat sejati yang dahulu konsisten pendirian,tegas dalam bersikap dan paling tidak suka lega apa rencana kemungkaran lugas n domestik berbicara,lembut,tertinggal dan bersahaja kerumahtanggaan penampilan kesehariannya.
Tokoh kelahiran Kanigoro,Kras Kediri 8 Agustus 1944 adalah pribadi yang spesifik,seunik penampilannya yang selalu berambut gondrong,berbungkus,kadangkala bersandal kasut,berpakaian seadanya,tidak makan nasi/ngrowot dan beragam keunikan lainnya.
Beliau wafat pada tahun senin 22 Desember 2003, Meninggalkan suri tauladan bagi santri dan mahajana Serta mewarisi keilmuan silat yang sempurna IKATAN PENCAK Kuntau NU Sogang NUSA.
Maka itu karena itu selayaknya riwayat hidup beliau kita abadikan agar kita dapat lebih mengenal kamu nan bukan saja seorang pesilat tapi banyak sebelah enggak nan bisa kita pelajari,sebab beliau tidak sekadar konsens disatu bidang sekadar.disamping itu hendaknya jasa-jasa beliau tidak hilang begitu saja dilupakan,sehingga generasi mendatang bisa meneladani hal-hal positif yang telah ia torehkan.
Ayah Gus Maksum adalah KH.Abdullah Jauhari kedelai KH.Fadil Batokan daerah yang timbrung kecamatan sperma Kediri.Ibu Dia adalah Nyai Hj.Aisyah putrid dari KH.Abdul Murah hati pendiri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.
Sejak si jabang jabang bayi masih intern peranakan,Kiai Sarjana dan Nyai Aisyah biasa membacakan Al-Qur’an,Asmaul Husna,Wirid,Shalawat dengan intensi agar besok bayi yang dilahirkan menjadi seorang momongan nan berguna bakal Agama,Nusa dan Bangsa.
Jabang bayi itu kemudian di namakan Muhammad Abdullah Maksum,Perian terus berjalan jabang bayi itupun beranjak besar tumbuh sebagai anak yang fit dan bungsu berasal ketiga kakak perempuan.wajar seandainya engkau lewat diistimewakan privat rukyat manusia tuanya.
Namun kendatipun diistimewakan Gus Maksum kecil bukanlah anak yang aleman,bahkan ia sangat pelahap membantu orang tuanya dan habis tunak terhadap mereka,tak korespondensi menengkar apa yang diperintahkan kedua orang tuanya.Kepatuhan ini bahkan tetap dibawanya sampai ahir kehidupan.
Gus Maksum mungil sangat cerdas,sejak dini ia sudah lalu dikenalkan dengan mantra agama,anda bersama ketiga kakak perempuannya dididik sambil oleh Buya Ilmuwan dengan penapisan terlampau ketat,setiap jam 01.00 dini tahun,Mereka di bangunkan menjumut air wudlu dan shalat lilin batik,kemudian dilanjutkan mengkaji pelajaran.Hal ini berlanjut hingga Gus Maksum kecil pindah kepesantren kakeknya Lirboyo.
Pendidikan formalnya dimulai di sekolah radiks di Kanigoro dan kemudian melanjutkan kejenjang sekolah lanjutan tingkat pertama di teratak pesantren Lirboyo.Kerumahtanggaan membaca Al-Qur’an anda dibimbing langsung oleh kakeknya KH.Abdul Karim dan Nyai Hj.Khadijah Karim,hingga tak heran ia dikenal adv amat fasih dalam melafalkan Ayat-ayat ceria Al-Qur’an.
Sepanjang menetap di Lirboyo,Kamu banyak menimba ilmu Agama kepada beberapa kiai di Kediri dan sekitarnya begitu juga Kyai Jamaludin Batokan,Kyai Jufri,Mbah JIPANG, jipang akronim dari ngaji gampang,keunggulan aslinya adalah Kyai Muhammad Batokan.
Hidup pesantren sangat tertuju pada diri Gus Maksum diantaranya adalah kewajaran,kesopan santunan,kepedulian social,dan kepatuhan kepada ibu bapak dan suhu.hidup pesantren itulah yang membentuk kepribadiannya sejak kerdil hingga bertongkat sendok.Kesalehan pribadi dan sosialnya itu hasil dari pendidikan pesantren yang di enyamnya.
Gemar kuntau sejak kecil

Pertama mengenal pencak dari belajar dari seorang pendekar,pedagang berbunga rengas dengklok,suji Jawa Barat (aliran cikaret,cikalong) bernama A.Fathoni metode yang diajarkan setahap demi selangkah kemudian dikembangkan secara otodidak ilmu silat yang dipelajari diperdalam perlahan-lahan minus sehingga menjadi permainan silat yang lampau atraktif dan mengganjur.
Seterusnya Gus Maksum mengembara dari satu guru kuntau keguru yang lainnya sonder meninggalkan mengaji dan sekolah.
Diawali bermula guru terlak disekitar Kediri,guru silatnya diantaranya,Kyai Kasidak (lewat antara Kediri Blitar) H.Munawar Jabang Kediri,Bapak Muhajir Mondo Kediri,H.Zaenal Kediri.
Periode Remaja Gus Maksum

Periode cukup umur adalah waktu nan indah,adakalanya seseorang melalui perian mudanya dengan bersenang-senang,leha-leha bahkan cendrung berfoya-foya.Tapi situasi itu lain berlaku bagi Gus Maksum,Musim remaja beliau banyak dihabiskan lakukan mempelajari barang apa yang diperlukan bagaikan bekal dihari gaek,Mengaji,Sekolah,riadlah,membiasakan silat dan olah kanuragan adalah rutinitas masa mudanya.Beliau sering member nasehat “ TIDAK Suka-suka KAMUS Buat BERFOYA-FOYA Privat MENJALANI Hidup,Cowok YANG MENGHABISKAN WAKTUNYA Namun DENGAN KESENANGAN TEMPORAL BELAKA Yakni PEMALAS Yang MISKIN IDENTITAS,KERING KREATIVITAS DAN Kosong MILITANSI,TYPE MANUSIA YANG KEMANA ANGIN BERHEMBUS KESANA Ia REBAH DAN TERJATUH” Maka itu karena itu hari tahun Gus Maksum selalu diisi denagn belajar dan membiasakan.Bukan ada waktu nihil untuk bersantai,seluruh waktunya digunakan bikin mengerjakan hal-hal yang berfaedah.
Dalam olah batin dan kanuragan,sira mempelajari dengan menjajap bermula suatu guru keguru nan lainya seperti halnya dengan silat,Beberapa Guru yang perantaraan disinggahi antara lain,Kiai Mansur Kali Pucung Blitar ( yang masih tertulis kakeknya dari jalur bapak ) lebih lanjut Buya Ahmad Kemuning Kediri,Bapak Ibrahim Banjar melati Kediri,Habib Jufri Mrican Kediri,dan Habib Baharun Mrican Kediri.
Guru kamu yang paling kecil berpengaruh adalah Kyai Mahrus Ali dan Kyai Ya’kub (Lirboyo) kedua basyar ini sangat terkenal memiliki kemampuan silat dan guna-guna kanuragan yang mumpuni dan banyak memiliki ilmu karomah peninggalan wali songo.
Merasa belum pada dengan ilmu yang diperolehnya,Gus Maksum pula mengembara kebeberapa pelosok nusantara diantaranya ke daerah Jawa Barat dan jadinya sampailah ke Cirebon tepatnya ke Buntet Pesantren,disana ia berguru langsung kepada kyai Ilyas dan Kyai Busro dan beberapa kyai buntet yang lainya yang masih keturunan Kyai Abbas Cirebon.

Visi dan Misi

• VISI
Menjadi tempat berhimpun dan beramal semenjak penghuni nahdliyyin nan punya bakat dan minat di parasan seni, olah raga dan bela diri pencak silat sehingga tercipta tatanan masyarakat nan sehat jasmani dan rohani, peduli terhadap keamanan, keselamatan, ketertiban dan persatuan bangsa Indonesia beralaskan nilai-skor Islam Ahlussunnah wal Jama’ah ala NU.
• MISI
Menghimpun aliran-peredaran dan perguruan-perguruan pencak kuntau yang suka-suka di lingkungan Nahdlatul Jamhur mudah-mudahan boleh melakukan: pengabdian dan pemberdayaan kepada masyarakat dibidang kesehatan jasmani dan rohani, ke- amanan, keselamatan, ketertiban dan persatuan masyarakat. Mengupayakan sistem politik publik yang condong kepada kebugaran raga dan rohani, keamanan, keselamatan, ketertiban dan persatuan masyarakat.

Makna Lambang



Pagar Nusa. n kepunyaan label atau lambang seperti gambar di atas, berikut adalh pembahasan mengenai makna lambang dari perguruan pencak silat PAGAR NUSA. Baik kita mulai semenjak asing ke dalam :
1. Fon IPS NU Gerogol Nusa berupa lembaga Pita bertulisan :

LAA GHAALIBA ILLA BILLAH
Artinya tidak terserah yang menang ( mengalahkan ) kecuali dengan pertolongan Almalik Yang melingkupi bola dunia di dalam kurva segi lima dengan beberapa atribut dan perincian bak berikut : Kurva segi lima merupakan simbolisasi dari Syariat Islam yang memiliki lima rukun dan merupakan simbolisasi pada adanya rasa kecintaan kepada bangsa dan negara yang berpancasila.
Simbolisasi ini berangkat bermula radiks konotasi rukun Selam yang Nabi SAW sampaikan :
Selam itu didirika atas panca : Bersaksi bahwa senyatanya bukan terserah tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan tuhan Almalik, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berhaji ke baitullah kerjakan yang bernas, dan puasa Ramadhan ( HR Bukhory )
2. Tiga garis tepi yang sejajar dengan garis kurva

merupakan lambang dari tiga pola penting nan bepergian bersama dalam prinsip umur warga Nahdlatul Ulama adalah Iman, Islam, Ihsan sebagai halnya Hadits Rasul SAWÂ momen ditanya oleh Malakat Jibril.
3. Bintang sudut lima sebanyak sembilan biji pelir dengan ideal melingkar di atas bola dunia dan pada adegan paling atas bintangnya tampak lebih besar

merupakan ekspresi bersumber pola kepemimpinan wali songo dan juga idealisasi dari satu cita-cita yang bersifat maksimal karena selain bintang merupakan simbol ketinggian juga jumlah sembilan merupakan angka tertinggi. Ini sesuai dengan mimpi Utusan tuhan Yusuf tentang bintang bak isyarat akan mencapai kemuliaan.
Firman Allah SWT :
Ketika Yusuf mengomong kepada ayahnya : Wahai ayahku sepatutnya ada aku bemimpi mengintai sebelas bintang, matahari, dan bulan ; kulihat semuanya sujud kepadaku. ( QS.Yusuf : 4)
4. Bintang terbesar

menyemboyankan adanya pola kepemimpinan yang kerumahtanggaan Islam adalah suatu keharusan.
5. Gambar silang / trisula terletak ditengah globe putaran atas tepat dibawah tanda jasa terbesar

merupakan manifestasi kenyataan historis bahwa senjata keberagaman inilah yang tertua dan lebih luas penyebarannya di bumi nusantara. Sebagai kelompok beladiri pencak terlak anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia ( IPSI ), Cerocok Nusa memasukkan fon tersebut supaya tidak tercerabut dari identitas persatuan beladiri nirmala Indonesia.
Sebagaimana kita maklumi bersama :
Produk siapa memisah dari kelompok dimakan srigala
6. Bola dunia / gambar mayapada tepat di tengah

adalah ciri khas pecah organisasi underbow Nahdlatul Cerdik pandai yang tanda baca utamanya riil bumi dan tepuk sebagaimana di lukiskan oleh tangan pertamanya KH. RIDWAN ABDULLAH berpegang Istikharahnya.
7. Pita melingkupi manjapada dengan goresan LAA GHAALIBA ILLAA BILLAH

Yang berguna tak ada yang menang ( mengalahkan ) kecuali dengan sambung tangan Allah ialah tata nilai beladiri spesifik Sogang Nusa. Kalimat ini pada awal pembentukannya berbunyi
LAA GHAALIBA ILLALLAH kemudian maka dari itu K.H. Sansuri Badawi dianjurkan untuk diberi tambahan ba sehingga berbunyi seperti mana sekarang. Hal ini sesuai dengan pola kalimat pada kalimat LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH yang bekonotasi umum ( am ) bakal segala bidang semangat.
Sementara itu secara khusus ( unik ) dengan mengambil tibar bahwa dalam Al-Quran kegiatan-kegiatan yang menyertakan beladiri secara awak alias non fisik banyak disebut dengan menggunakan kalimat yang bersumber dari akar susu kata ghalaba, maka Pagar Nusa menggunakan kalimat sebagaimana teragendakan privat tanda baca
Firman Allah : Kalau Allah menolong dia, maka tak terserah orang yang dapat mengalahkanmu ( QS. Ali Imron : 160 ) Anak adam turunan yang memercayai bahwa mereka akan merodong Tuhan berkata : berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mempercundang golongan yang banyak dengan magfirah Tuhan ( QS. Al-Baqarah : 249 )
Dan barang kelihatannya mengambil Halikuljabbar, Rasul-Nya, dan cucu adam -anak adam nan beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pemuja ( agama ) Allah itulah yang pasti berjaya. ( QS. Al-Maa-idah : 56 ).
8. Warna Yunior dan putih

merupakan dua warna yang secara universal mengandung makna baik. Sebab segala yang bersih dan suci baik secara materiil ( fisik ) ataupun immateriil ( non bodi ) dapat disimbolkan dengan warna bersih. Sementara itu keadaan-kejadian yang bersifat sejuk, mampu, makmur, tenang, sedap dipandang dan lain-lain yang membahagiakan selalu dapat disimbolkan dengan warna hijau.
Corak Putih merupakan warna paras semarak bagi sosok-manusia yang memperoleh kebahagiaan di alam baka.
Dandan hijau adalah dandan ahli sorga yang adalah panggung kegembiraan khalayak,
sama dengan digambarkan oleh Allah SWT. :
Mereka itulah untuk mereka surga , megalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka mengaryakan pakaian bau kencur dari sutera halus dan sutera rimbun, semenjana mereka duduk sambil berpedoman di atas tapang-amben yang indah. Itulah pahala yang seelok-baiknya, dan kancah istirahat yang sani. ( QS.Kahfi : 31).
Dengan demikian perantaraan warna itu yakni kombinasi warna yang mengidolakan pemandangan di Keindraan lusa.
Mereka mengaryakan pakaian kenur halus yang bau kencur dan sutra tebal dan dipakaikan kepada mereka bilang-bilang terbuat berbunga galuh, dan Halikuljabbar memberikan kepada mereka minuman nan kudus. ( QS Al-Manusia 21 )

Tingkatan Angkin



TINGKATAN SABUK Pagar NUSA DAN SEBUTANNYA Yang BENAR:
1. Sabuk HIJAU badge PUTIH

Sebutan lapangan : SANTRI bukan Petatar
Sebutan organisasi : ANGGOTA
2. Setagi Hijau badge KUNING

Sebutan lapangan : SANTRI bukan SISWA
Sebutan organisasi : ANGGOTA
3. Sabuk Yunior badge MERAH

Sebutan pelan : SANTRI lain Petatar
Sebutan organisasi : ANGGOTA
4. Sabuk Plonco badge Spektakuler

Sebutan tanah lapang : SANTRI bukan Peserta
Sebutan organisasi : ANGGOTA
5. Sabuk Baru badge COKLAT

Sebutan lapangan : ASISTEN PELATIH enggak Pesuluh
Sebutan organisasi : ANGGOTA
6. Bengkung Mentah badge HITAM

Sebutan lapangan : PELATIH bukan Penghuni
Sebutan organisasi : ANGGOTA TETAP tidak WARGA

Materi Pencak Terlak


Materi Pencak Silat Pagar Nusa Bakudi susun oleh cak regu yang terdiri berasal dewan dan sumber tak dari heterogen aliran asli dari seluruh Indonesia seperti Cimande, Cikaret, Cikampek, Cikalong, Minang, Mandar, Mataram, dll. secara bersistem dengan metode modern. Penyusunan jurus normal, baik fisik atau non fisik dilakukan secara bertahap, gado waktu bertahun – tahun dan sebatas waktu ini masih dilakukan penelitian – investigasi kerjakan paket lebih lanjut. Materi normal sudah dilengkapi Buku Panduan bergambar, Kaset, dan VCD, boleh dibeli di bagian perlengkapan ki akal.
FISIK BAKU

Gerak Dasar
Selongsong Kanak – kanak ( setingkat TK )
Kemasan I A & B ( setingkat SD )
Paket II A & B ( setingkat SMP )
Paket III A & B ( setingkat SMU )
Paket Beladiri ( setingkat perguruan tinggi )
Pencapaian jurus jasmani baku menjadi dorong ukur strata sebagai tataran latihan. Corak Bawah Badge pada sabuk pangkat menyeimbangkan dengan pelapisan tersebut.
Penekanan



= Seni Festival, Tanding, dll.
= Beladiri Terapan, Keamanan, dll.
= Olahraga Perlombaan, Gimnastik Massal, dll.
= Kesehatan Pijat, Pernafasan, Penawar, dll.
= Dan Enggak – Lain.
NON FISIK Legal
Ijazah
Jurus Asma’ul Husna
Jurus Taqorrub
Penekanan = Pemasangan Badan Simultan / Instan
Pemasangan Bertahap Sesuai Jurus
Pemuatan Barang
Pengobatan Non Bodi
Atraksi
Do’a
dll.

Demikian blog bermula saya tentang Rangkaian PENCAK Silat NAHDLATUL ULAMA Gerogol NUSA. Mudah mudahan padanan antiwirawan yang belum memahami barang apa itu Linyak SILAT PAGAR NUSA menjadi luang. Takdirnya ada yang kurang jelas dan salah kata saya harap maaf.
Sekian terima kasih sudah membaca blog saya.