Uu No 38 Tahun 2004





21 Jan 2022

Transisi Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 adapun Jalan



JDIH MARVES – Bahwa bilang kadar kerumahtanggaan Undang-Undang Nomor 38 Masa 2004 akan halnya Jalan sudah tidak sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan hukum sehingga perlu adanya persilihan terhadap Undang-Undang tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, maka sudah lalu ditetapkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 akan halnya Persilihan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 38 Perian 2004 tentang Jalan pada tanggal 12 Januari 2022.



Jalan yakni infrastruktur transportasi darat nan meliputi segala bagian Jalan, tersurat konstruksi penghubung, konstruksi komplemen dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan petak, di atas perrnukaan tanah, di dasar permukaan tanah, dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali kronologi ril, jalan lori, dan urut-urutan kawat.



Bilang kodrat kerumahtanggaan Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 diubah, salah satu yang diubah adalah ganjaran puas Pasal 2 yang mengatur tentang asas Manajemen Perkembangan, terserah beberapa asas yang dihapus seperti asas keberdayagunaan dan keberhasilgunaan dan pada Undang-Undang Nomor 2 Periode 2022 ditambahkan asas kenyamanan, persatuan dan kesatuan, efisiensi dan efektivitas, keterpaduan, berkelanjutan dan asas partisipasif.



Lebih jauh lega Pasal 3 nan mengatur akan halnya pamrih dominasi tata jalan diubah sehingga tujuan dari penyelenggaraan jalan sebagaimana Pasal 3 Undang-Undang Nomor 2 Hari 2022 ialah untuk mewujudkan:



  1. ketertiban, keamanan, kelajuan, keselamatan arus penumpang dan komoditas, serta kepastian hukum dalam Penyelenggaraan Jalan;



  2. Pengelolaan Jalan nan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, akselerasi persebaran logistik, pemerataan pembangunan, dan implementasi Pembangunan Jalan Berkelanjutan;



  3. peran Penyelenggara Jalan secara optimal n domestik pemberian layanan kepada masyarakat;



  4. pelayanan Urut-urutan nan mustakim dan prima serta berpihak pada kekuatan masyarakat dengan menunaikan janji kinerja Jalan yang laik arti dan berkapasitas saing;



  5. Sistem Jaringan Jalan yang efisien dan efektif bakal mendukung terselenggaranya sistem transportasi yang terpadu;



  6. pengusahaan Urut-urutan Tol yang semerawang, akuntabel, dan berkeadilan serta menyempurnakan Standar Pelayanan Paling kecil;



  7. partisipasi masyarakat intern Manajemen Jalan; dan



  8. Sistem Jaringan Jalan yang terus-menerus.



Dengan ditetapkannya perubahan UU ini, diharapkan





dapat meningkatkan infrastruktur dari sistem transportasi nasional seumpama prasarana dasar n domestik pelayanan umum agar tercapai konektivitas





antarpusat kegiatan, kesamarataan dan pemerataan pembangunan antardaerah, peningkatan perekonomian sendi dan negeri kerumahtanggaan kesendirian ekonomi nasional sesuai dengan amanat Pasal 33 ayat (41 Undang-Undang Asal Negara Republik Indonesia Tahun 194




5.



Other News








Source: https://jdih.maritim.go.id/en/perubahan-undang-undang-nomor-38-tahun-2004-tentang-jalan

Posted by: caribes.net