Waktu Terasa Cepat Tanda Kiamat

MADANINEWS.ID, JAKARTA – Dalam kehidupan sehari-hari kita sering merasakan waktu berlalu semacam itu cepatnya. Bau kencur kemarin rasanya masa 2022, 2022, dulu 2022 dan sekarang mutakadim memasuki 2022. Demikian pula pergantian bulan, peralihan bermula Januari ke Februari sangat enggak terasa. Apalagi perubahan hari ke tahun, satu tahun terasa seperti satu jam. Fenomena serupa ini termasuk di antara merek-tanda hari akhir. Banyak titah yang menginformasikan fakta ini sebagai tanda-cap dari kiamat.  Di antara perkataan nabi tersebut ialah riwayat Abu Hurairah yang mendengar Nabi SAW berkata:

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهُوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ

“Utusan tuhan shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Lain akan terjadi hari kiamat kecuali setelah hilangnya ilmu, banyak terjadi gempa, waktu seakan berjalan dengan cepat, timbul bermacam-macam diversifikasi fitnah, Al haraj -yaitu pembantaian- dan harta penuh pekat kepada kalian.” (HR: al-Bukhari)

Dalam hadis lain riwayat Ahmad disebutkan:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونُ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ وَالشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ وَتَكُونُ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ وَيَكُونُ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ وَتَكُونُ السَّاعَةُ كَالضَّرَمَةِ بِالنَّارِ

Berpokok Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda: Hari pembalasan tidak akan terjadi hingga masa terasa ajal begitu cepatnya. Suatu tahun terasa seperti suatu bulan, suatu bulan seperti seminggu, satu minggu seperti suatu hari, dan satu hari seperti satu jam, dan suatu jam sebagai halnya kerlipan mata.”
(HR: Ahmad)

Bani Hajar menjelaskan nan dimaksud dari hadis di atas yaitu hilangnya keberkahan usia. Sehingga, tahun berlalu begitu saja sonder terserah manfaatnya. Harta yang diperoleh tak suka-suka gunanya, habis begitu saja. Begitu lagi momongan, makhluk mengatakan banyak anak banyak rejeki. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Banyak nan punya anak, belaka momongan-anaknya lain n kepunyaan otoritas apa-barang apa di masyarakat. Kadang-kadang anak yang dilahirkan justru bikin gagap masyarakat.

Serbuk Anas Shadiq dalam bukunya
al-Fitan wa Asyrat al-Sa’ah,
penyebab berasal hilangnya keberkehan tersebut karena masyarakat banyak melakukan maksiat. Iman mereka lemah, mereka banyak memakan harta nan liar. Korupsi dan pencurian hak orang tak terjadi di mana-mana. Mereka menafkahi keluarganya dengan harta nan palsu. Akibatnya,  kehidupan keluarga mereka tidak berkah. Lamun mereka banyak nan berlimpah. Namun, nyawa mereka tidak damai dan tentram.

Dalam al-Qur`an Allah SWT sudah menjelaskan bahwa keberkahan hidup dahulu bekait-kelindan dengan iman dan kebajikan seseorang. Awam nan menjalani kehidupannya dengan penuh keimanan dan amal alim, niscaya Halikuljabbar SWT akan menurunkan kepada mereka keberkahan, baik nan muncul dari langit ataupun bumi. Sebaliknya, publik yang senang berbuat maksiat, Allah akan menutup pintu berkah itu cak bagi mereka. Hal ini seperti nan tersirat n domestik firman Yang mahakuasa Surah al-A’raf ayat 96:

Ada yang mengatakan kemajuan teknologi dan informasi merupakan penyebab pergantian tahun terasa begitu cepatnya. Sekarang, antar satu negara dengan negara lainya sudah tidak terserah lagi batasnya. Amerika nan jarak georafisnya seperti itu jauh dengan Indonesia dapat ditempuh n domestik sejumlah jam tetapi. Sejenis itu pula komunikasi antar negara, kita bisa berbicara dengan orang yang berlimpah di provinsi lain tanpa harus berkunjung bertamu ke rumahnya. Semua ini berkat keberuntungan teknologi, alat komunikasi, dan transformasi.

Pendapat ini diakui oleh cendekiawan muslim Andan Oktar, nan lebih dikenal dengan Harun Yahya. Privat sebuah dengar pendapat di stasiun televisi, ia mengungkapkan, kemajuan teknologi adv amat berefek terhadap cepatnya pergantian tahun. Pelawatan nan lewat berlangsung sejumlah rembulan, kini dapat dilakukan cuma privat  sejumlah jam saja. Komunikasi nan membutuhkan waktu berbulan-bulan, berminggu-ahad untuk menjangkau antar daerah, negara, dan tanah raya, kini boleh dilakukan dalam hitungan menit, justru momen, melangkahi kemudahan intenet dan alat komunikasi lainnya. Selain itu, tugas sehari-tahun sebagai halnya membersihkan, memasak, penitipan anak, dan belanja tidak lagi membutuhkan banyak musim dengan sambung tangan teknologi.

Menurut Harun Yahya, di ruang antara bumi dan ionosfer konduktif terwalak getararan alami, yang disebut resonansi schumann. Frekuensi ini dikenal dengan detak jantung dunia. Resonansi Schumann sangat utama karena membungkus manjapada dan terus menjaga duaja. Semua tulangtulangan kehidupan berpunya di dasar pengaruhnya. Getar ini secara terus menerus diukur oleh daya penelitian fisika terkemuka di dunia. Pada tahun 1950, resonansi schumann diukur lega skala 7,8 hertz. Nilai ini dianggap tetap patuh. Akan tetapi,  hari 1980 terjadi peralihan tahu-tahu, resonansi schumann diukur di atas 11 hertz. Laporan terbaru menelanjangi bahwa angka ini akan terus meningkat pula.

Pertukaran resonansi Schumann ini terlampau berdampat terhadap percepatan periode. Dengan demikian, waktu 24 jam terasa seperti 12 ajam atau invalid. Meskipun ilmu pemberitahuan boleh mengukur kecepatan resonansi schumann, tetapi para ahli enggak bisa mengklarifikasi faktor segala apa yang menyebabkan pulsa ini terus meningkat dan naik

Source: https://www.madaninews.id/3713/mengapa-waktu-terasa-begitu-cepat.html

Posted by: caribes.net